Ditemukan 12655 dokumen yang sesuai dengan query
Tokyo: Institute of Developing Economics , 1997
330.011 PRO
Buku Teks Universitas Indonesia Library
Tokyo: Institute of Developing Economies, 1996
338.544 ECO
Buku Teks Universitas Indonesia Library
Tokyo Institute of Developing Economies 1997,
338.544 ASI
Buku Teks Universitas Indonesia Library
Bangkok: United Nations, 1979
330.950 UNI e
Buku Teks SO Universitas Indonesia Library
Chan, Steve
Boulder: Westview Press, 1990
338.95 CHA e (1)
Buku Teks Universitas Indonesia Library
Australia: the Crawford School of Economics and Government, 2010
APEL
Majalah, Jurnal, Buletin Universitas Indonesia Library
Manila: Asian Institute of Management,
330 JAM
Majalah, Jurnal, Buletin Universitas Indonesia Library
Canada : International Development Research Centre and Institute of Southeast Asian Studies, 1997
338.708 995 MUL
Buku Teks Universitas Indonesia Library
Rus`an Nasrudin
"Reducing subnational imbalances of development progress is unquestionable policy for heterogeneous Indonesia. This paper examines the impact of policy that assigns a lagging-region status namely status daerah tertinggal (DT) on poverty rate and poverty gap among districts in Indonesia in the two period of SBY presidency. The panel data fixed effect combined with propensity score matching is used to tackle the selection bias due to the nature of the policy, unobserved heterogeneity and omitted variable bias. The results show that the lagging-region status that was aimed to mainstream central and district?s budget toward lagging regions statistically significant reduces poverty rate and poverty gap in the period. The DT status, on average is associated with 0.75 percentage point of reduction in the poverty rate and 7% reduction in the poverty gap index.
Abstrak
Menurunkan ketimpangan antar-daerah adalah sebuah agenda kebijakan yang niscaya untuk Indonesia yang majemuk dalam kemajuan ekonomi. Artikel ini berusaha mengukur dampak dari sebuah kebijakan penetapan daerah tertinggal terhadap dua ukuran kemiskinan, yaitu tingkat kemiskinan dan kedalaman kemiskinan pada dua periode masa jabatan Presiden SBY. Metode yang dipergunakan adalah panel data fixed-effect dikombinasikan dengan propensity score matching untuk mengatasi permasalah endogen pada variabel utama yaitu bias dalam seleksi terhadap kebijakan, keragaman daerah yang tidak dapat diukur, dan potensi bias karena ketiadaan variabel-variabel yang berpengaruh terhadap dua ukuran kemiskinan. Hasil pendugaan regresi tersebut menunjukkan bahwa penetapan daerah tertinggal yang ditujukan untuk mengarusutamakan dana pembangunan secara statistik signifikan dan menyebabkan penurunan tingkat kemiskinan dan kedalaman kemiskinan di masa tersebut. Daerah tertinggal secara rata-rata memiliki tingkat kemiskinan lebih rendah sebesar 0.75 (persentase) dan memiliki indeks kedalaman kemiskinan 7% lebih rendah."
2016
PDF
Artikel Jurnal Universitas Indonesia Library
London: George Allen and Unwin, 1970
382.095 2 TRA
Buku Teks Universitas Indonesia Library