Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 142457 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Simbolon, Novlansius
Depok: Universitas Indonesia, 2005
TA1286
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Universitas Indonesia, 2006
TA1524
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Ian Rahadian H
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2002
S49345
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
I Made Ariana Putra
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2004
T39783
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rahmatika Alfia Amiliana
"Jumlah limbah baterai Seng-Karbon Zn-C dan Alkalin yang cukup banyak di lingkungan mengharuskan adanya pengambilan kembali logam Zn dan Mn sebab kedua logam tersebut merupakan logam berharga yang dibutuhkan di banyak industri dan dapat mencemari lingkungan bila tidak diolah. Salah satu cara yang efektif untuk pengambilan kembali logam berharga dari limbah baterai adalah proses leaching. Proses leaching menggunakan leaching agent asam organik terbaik dari hasil variasi leaching agent. Karakterisasi kandungan awal logam pada limbah dan kandungan akhir logam pada leach liquor dilakukan menggunakan analisis AAS.
Hasil penelitian menunjukkan asam organik terbaik sebagai leaching agent adalah asam sitrat dengan kondisi oeprais terbaik pada konsentrasi 1,5 M, suhu 90oC, dan waktu pengadukan 90 menit yang dapat mengambil kembali lebih dari 89,62 logam Zn dan 63,26 logam Mn pada limbah baterai Zn-C dan Alkalin. Rasio solid/liquid yang digunakan adalah 1/20 dengan kecepatan pengadukan 500 rpm. Hasil analisis kinetika leaching menunjukkan bahwa model kinetika reaksi untuk leaching logam Zn adalah reaksi kimia pada permukaan dan model kinetika reaksi untuk leaching logam Mn adalah reaksi difusi melewati lapisan produk.

The considerable amount of Zinc Carbon Zn C and Alkaline spent batteries in the environment requires the recovery of Zn and Mn metals because those are the valuable metals that is needed in many industries and can pollute the environment if not well treated. One of the effective methods to recovery the valuable metals from spent batteries is leaching process. Characterization of the initial metal content in spent batteries and the final metal content in leach liquor is performed using AAS analysis.
The results show that the best organic acid as leaching agent is citric acid with the best operation condition at concentration 1.5 M, temperature 90oC, and stirring time 90 minutes which can recovery more than 89.62 Zinc and 63.26 Manganese from Zn C and Alkalin waste batteries. The solid liquid ratio is 1 20 with 500 rpm stirring speed. The results of kinetic leaching analysis show that the reaction kinetics model for leaching of Zn metal is a chemical reaction on the surface and the reaction kinetics model for leaching Mn metal is the diffusion through the product layer.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2017
S67275
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Anton J. Hartomo
Yogyakarta: Andi, 1992
549 ANT m
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Fahrur Rozi
"Penyediaan air bersih untuk masyarakat merupakan salah satu faktor penting untuk meningkatkan kesehatan lingkungan dan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan studi hidrodinamika dan menganalisis hasil air olahan dari unit pengolahan air yang menggunakan proses ozonasi gelembung mikro dan filtrasi membran, terutama untuk kandungan besi dan mangan.
Dari penelitian ini didapatkan bahwa proses ozonasi dan filtrasi mampu menyisihkan logam besi dan mangan dalam air. Persentase penyisihan logam besi dan mangan secara terpisah yang terbaik didapat dengan menggunakan konfigurasi ozonator PVC - membran keramik sebesar 98,64% untuk logam besi dan 45,83% untuk logam mangan. Sedangkan untuk penyisihan logam besi dan mangan secara bersamaan dengan konfigurasi yang sama didapatkan penyisihan logam besi sebesar 98,48 % dan logam mangan sebesar 25 %.

Provision of clean water to communities is one of the important factors to improve the health of the environment and society. The objective of this research is to study hydrodynamic and analyze the product from water treatment unit which using micro bubbles ozonation and membrane filtration method, especially for iron and manganese removal.
From this research, it was found that the ozonation and filtration process can remove iron and manganese from water. The best percentage removal about 98,64% for iron and 45,83% for manganese in a separate manner is obtain with ozonator PVC ' ceramic membrane configuration. Whereas for iron and manganese removal simultaneously at the same configuration, the percentage removal is about 98,48% for iron and 25% for manganese.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2009
S52218
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Budi Suhartono
"Cadangan deposit pasir besi di Indonesia umumnya mengandung Ti02 (rutil) kadar rendah yang terikat dalam mineral keluarga Ferro Titanium Oksida / ilmenite. Mineral ini merupakan mineral yang penting dan bisa bemilai ekonomi tinggi bila dapat diolah dan digunakan sebagai bahan baku pigmen rutil untuk bahan pewarna berkualitas tinggi. Pigmen ini banyak digunakan pada industri cat, pulp, dan pewama lainnya. Pigmen ini juga tidak beracun, korosif, dan tahan terhadap sinar uv. Selain itu, rutil adalah bahan baku pembuatanTitanium metal. Data perkiraan penggunaan produk Titanium selalu meningkat sekitar 10% s/d 15%.
Dialam Ti02 (rutil) juga ditemukan sebagai mineral tersendiri, namun saat ini bisa dikatakan habis, sehingga industri beralih ke rutil sintetik yang dibuat dari ilmenit (dengan kadar 45 - 70% Ti02) sebagai bahan baku pembuatan Ti02 (rutil). Namun pada saat ini, diperkirakan cadangan ilmenit dunia hanya cukup untuk beberapa dekade kedepan bila tidak ditemukan cadangan baru yang ekonomis secara geologi. Maka penelitian untuk ilmenit kadar Ti02 rendah yang melimpah di Indonesia per1u segera dilakukan. Pada penelitian ini dilakukan berbagai percobaan dengan melarutkan konsentrat pasir besi berbagai ukuran butir dengan menggunakan asam khlorida dan variasi pertakuan untuk meningkatkan kadar Titanium Oksida.
Dari hasil penelitian ini tampak bahwa Ti02 asal Cilacap dan Bangka mempunyai mineral induk yang berbeda, meskipun berasal dari keluarga ilmenit. Pada hasil ekstraksi (presipitat) tampak 'reaktifrtas'-nya sangat berbeda. Pasir besi Cilacap (100 # mesh) mempunyai kadar Ti02 hanya berkisar 8-9%, namun dapat meningkat hampir tinier hingga 81 weight % atau meningkat 900% dari asalnya, dengan bertambahnya konsentrasi pelarot HCI dan kalsinasi pada presipitat pada 100Cf'C selama 4 jam. Pada pasir besi asal Bangka (100 #mesh) dengan kadar Ti02 52%, tidak menunjukan suatu perubahan yang mengesankan kecuali setelah dilarutkan dengan HCI pekat lalu dikalsinasi 10WC selama 4 jam. dimana kadar Ti02 meningkat hingga 84% (meningkat sekitar 65%) dari asalnya.
Dari hasil penelitian ini tampak bahwa mineral Ferro Titanium Oksida dengan kadar Ti02 rendah dari pesisir selatan Jawa dan (kemungkinan) juga dari pesisir barat Sumatra mempunyai prospek yang sama baiknya dengan mineral Ferro Titanium Oksida yang berasal dari pulau Bangka - Belitung."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2001
T39956
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Simon, Alex Medison
"Telah berhasil diperoleh TiO2 (rutile sintetik) dari pasir mineral yang mengandung titanium melalui proses reduksi karbon dan leaching HCl yang dilakukan bergantian. Proses perolehan diawali dengan separasi magnet menggunakan magnet batang 0,42 T dan 1,1 T menghasilkan tiga kelompok jenis sampel disebut masing-masing pasir magnet kuat, pasir magnet lemah dan pasir non-magnetik dengan fraksi berat berturut-turut 66,0 wt%, 27,0 wt% dan 7,0 wt%.
Berdasarkan analisis kualitatif dan kuantitatif dengan bantuan XRF dan XRD diketahui bahwa sampel pasir magnet kuat terdiri dari fasa titanomagnetite (Fe2,5Ti0,5O4) dan magnetite (Fe3O4) dengan ratio fraksi berat 65 : 35; pasir magnet lemah mengandung Ilmenite (FeTiO3) dan hematite (Fe2O3) dengan ratio fraksi berat 57,04 : 25,60 serta impuritas berupa senyawa oksida non-magnetik sebesar 10,61 %. Sedangkan sampel pasir non-magnetik, umumnya adalah senyawa oksida non-magnetik. Diperoleh dari kajian reduksi karbon terhadap sampel pasir magnet kuat bahwa sebelum Fe2,5Ti0,5O4 terdekomposisi menjadi TiO2 hasil reduksi Fe3O4 menjadi Fe, hasil Fe teroksidasi kembali.
Hasil proses reduksi karbon dan leaching HCl terhadap sampel pasir magnet lemah menunjukkan telah terbentuk TiO2 hasil dekomposisi dari ilmenite namun masih dalam bentuk campuran antara TiO2, SiO2 dan impuritas lain dengan fraksi berat masing-masing ~ 48,0 %, 24,0 % dan 28,0 %. Tingkat perolehan TiO2 dalam bentuk campuran dengan senyawa lain dari sampel pasir magnet lemah melalui proses reduksi dan leaching mencapai ~ 75,0 %.

TiO2 (rutile synthetic) has been successfully recovered from mineral sands by carbon reduction and leaching HCl processes. Recovery process was initiated with a magnet separation process employing pieces of permanent magnets of 0.42 T and 1.1 T successively. This resulted in 3 classes of sample named respectively strongly magnetic sands, weakly magnetic sands and nonmagnetic sands with the weight fraction of 66.0 wt.%, 27.0 wt.% and 7.0 wt.%.
According to qualitative and quantitative analyses by means of XRF and XRD, it was known that the strongly magnetic sands sample consisted of titanomagnetite (Fe2,5Ti0,5O4) and magnetite (Fe3O4) with weight fraction ratio of 65 : 35; weakly magnetic sands sample containing ilmenite (FeTiO3) and hematite (Fe2O3) with the weight fraction ratio 57.04:25.60 and remaining impurities of non magnetic oxides with weight fraction of 10.61 wt.%. Whereas the non-magnetic sample is basicaly to consist of non magnetic oxides.
The carbon reduction studies to strongly magnetic sands showed that re-oxidation of resulted Fe from the reduction process took place prior to decomposition of titanomagnetic phase. In contrary, the combine process of reduction and leaching processes to weakly magnetic sands indicated that TiO2 was recovered from ilmenite though in a mix product of TiO2, SiO2 and other impurities with the weight fraction respectively ~ 48.0 wt.%, 24.0 wt.% and 28.0 wt.%. The yield of TiO2 recovery from weakly magnetic sands by a combine reduction and leaching process wa about 75.0 %.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2007
S28904
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>