Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 113215 dokumen yang sesuai dengan query
cover
cover
Raden Kurnia Supriadi
"Saat ini layanan telekomunikasi baik voice maupun data sudah hampir menjadi kebutuhan primer bagi setiap manusia. Meningkatnya layanan voice dan data ini tidak terlepas dari kebutuhan kapasitas yang besar. Kebutuhan kapasitas yang besar menjadi masalah bagi PT. Telekomunikasi Selular (Telkomsel) dalam menggelar layanannya. Hal ini dikarenakan pemakaian kapasitas core circuit dan packet switch yang dimiliki sudah mencapai ±85%.
Teknologi eksisting bisa menjadi solusi bagi masalah yang dihadapi Telkomsel. Namun di saat kinerja bisnis Telkomsel yang relatif tidak stabil, maka solusi tersebut bukan yang terbaik karena kurang efisien, sehingga perlu dicari solusi teknologi lain yang lebih efisien. Teknologi Advanced Telecommunication Computing Architecture (ATCA) ditawarkan untuk menjadi solusi bagi Telkomsel, namun diperlukan perencanaan dan analisa yang matang sebelum memutuskan.
Perancangan dan analisa implementasi ATCA diperlukan pada jaringan sebagai solusi terbaik untuk mengatasi masalah yang dihadapi oleh Telkomsel. Selain itu diharapkan teknologi yang ditawarkan memiliki nilai investasi bisnis yang bagus serta dapat bersinergi dengan teknologi yang akan datang.
Hasil dari penelitian adalah secara teknis implementasi ATCA memberikan efisiensi kepada jaringan. Hal tersebut dilakukan dengan mengurangi VLR Utilization sebesar 25%, menurunkan Throughput SGSN eksisting sebesar ±50%, dan menurunkan CPU Load sebesar ±20-50%. Secara umum, apabila dilihat dari parameter Successful Call Rate, Call Completion Rate, Paging Success Rate, Location Update Success Rate, Handover Success Rate, dan PDP Context Success Rate, performa ATCA secara teknis baik, yakni mampu menyamai bahkan melebihi teknologi eksisting. Apabila dilihat dari sisi investasi, dengan melihat kepada Net Present Value, Internal Rate Return, dan Pay Back Period, maka teknologi ATCA sangat feasible untuk dilakukan.

Nowadays, telecommunication services both voice and data has almost become primary need for every human being. Increasing voice and data services can not be separated from the large capacity needs. Needs for a large capacity has become a problem for PT. Telekomunikasi Selular (Telkomsel) in rolling out its services. This is because the use of the capacity of circuit and packet core switches has reached ± 85%.
Existing technology could be a solution for problems faced by Telkomsel. But at the relatively unstable business performance of Telkomsel, it is not the best solution, because it is less efficient. Therefore, it is necessary to find for othermore efficient-technology solution. The Advanced Telecommunication Computing Architecture (ATCA) technology is being offered to be the solution for Telkomsel, but careful planning and analysis before deciding is required.
Planning and analysis of implementation of the ATCA is required in the Telkomsel?s network as the best solution to overcome the problems faced by Telkomsel. In addition the technology is expected to offer customers the value of a good business investment and expected to be synergize with the technology that will come in the near future.
The results of this research is technically ATCA implementations provide efficiency to the network. This is done by reducing the VLR Utilization by 25%, lowering the existing SGSN?s Throughput of ± 50%, and reduce the CPU load of ± 20-50%. In general, referring to the parameter Successful Call Rate, Call Completion Rate, Paging Success Rate, Location Update Success Rate, Handover Success Rate, and the PDP Context Success Rate, ATCA is having very good performance, which is able to match and even exceed the performance of existing technology. Viewing the investment side, referring to the Net Present Value, Internal Rate of Return, and Payback Period, the ATCA technology is very feasible to implement.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2012
T29973
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Nursakti Niko Rosandy
"Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh capital expenditure CAPEX dan market share terhadap tingkat laba per Regional di PT. Telekomunikasi Selular Telkomsel . Sampel penelitian ini adalah seluruh Regional 10 Regional selama tahun 2009-2016 8 tahun dengan jumlah observasi sebanyak 80. Pengujian dalam penelitian ini menggunakan model regresi data panel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa CAPEX dan market share mempunyai pengaruh positif terhadap tingkat laba. Dalam industri telekomunikasi bergerak, perusahaan harus memperhatikan permintaan baik dari aspek kebutuhan pelanggan dan aspek kebutuhan pengkinian teknologi secara rutin, oleh karena itu perusahaan harus lebih selektif dalam melakukan investasi. Pemilihan periode kinerja yang digunakan berperan dalam menentukan apakah CAPEX mempunyai pengaruh atau tidak terhadap tingkat laba, hal ini dibuktikan dalam pengujian model dengan menggunakan periode t-1 dan t-3. CAPEX tidak mempengaruhi tingkat laba pada periode t-1, sedangkan CAPEX mempunyai pengaruh positif terhadap tingkat laba pada periode t-3. Market share berpengaruh positif terhadap tingkat laba karena dengan market share yang besar, perusahaan memiliki kekuatan antara lain: skala ekonomi, kekuatan pasar, dan manajemen kualitas.

The research aims to examine the effect of capital expenditure CAPEX and market share on profits per Region in PT. Telekomunikasi Selular Telkomsel . This research uses all Regions 10 Regions during the year 2009 2016 8 years , resulting to 80 observations. This research uses panel data regression model. This research shows that CAPEX and the market share have a positive influence on profit. In mobile telecommunications industry, the company should considering the demand from the customer needs aspect and the regularly updated technology needs aspect, therefore the company should be more selective in making investments. The selection of performance periods used to play a role in determining whether or not CAPEX has any effect on profit, this is evidenced in model using t 1 and t 3 periods. CAPEX does not have influence on profit in t 1 period, whereas in CAPEX has a positive influence on profit in t 3 period. Market share has a positive influence on profit, with a large market share, the company has strengths including economies of scale, market power, and quality management.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2017
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Marpaung, Artha Margareth
"Kinerja perusahaan ditentukan oleh kontribusi dari masing-masing kinerja individu. Keadaan lingkungan tempat bekerja, kepemimpinan dalam organisasi, faktor individu berupa motivasi pada kajian sebelumnya akan meningkatkan kinerja. Penitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh kepemimpinan, motivasi dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan.
Penelitian dilakukan pada karyawan Human Capital Management Group PT Telekomunikasi Selular. Jumlah sampel penelitian adalah 48 orang karyawan. Instrumen berupa kuesioner digunakan untuk mendapat data penelitian. Data teknik pengujian analisa regresi linier berganda digunakan untuk membuktikan hipotesis penelitian.
Penelitian ini mendapatkan hasil bahwa persepsi mengenai Kepemimpinan memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Motivasi memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, begitu juga lingkungan kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.

Organizational performance can be determined by contribution of individual performance. Work environment, organization leadership, and individual factor like motivation in previous research could increase employee's performance. This research will examine the influence of leadership, motivation, and work environment on employee's performance.
This research was taken place at Human Capital Management Group PT Telekomunikasi Selular employee. Sample of this research is 48 employees. Questionnaire was used to collect data. Analysis of multiple regressions was applied to test the hypotheses of the research.
Result of the research showed that perception of leadership had positive and significant effect on employee?s performance. Motivation and Work environment also had positive and significant effect on employee's performance.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2013
S44646
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2005
TA2150
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Devy Puspitasari Jasmin
"Eksistensi internet sebagai salah satu institusi dalam periode new economy ditegaskan lagi dengan bentuk transaksi bisnis yang dikenal dengan electronic commerce. Dalam pelaksanaan transaksi pembelian iVoucher simPATI melalul e-commerce masih memiliki kendala utama yaitu mengenai kepercayaan, proses administrasi, sistem pembayaran, sisi informasi dan teknologi serta hukum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam strategi pengamanan penjualan melalul transaksi e-commerce dan alternatif strateginya. Diperlukan analisis deskriptif untuk penjelasan seluruh proses bisnis dari mulai proses administrasi, sistem pembayaran, sisi informasi dan teknologi serta hukum. Untuk melengkapi dilakukan proses hirarki analisis guna memudahkan pemilihan prioritas masalah dalam memutuskan alternatif strategi pengamanan penjualan melalui transaksi e-commerce. Urutan prioritas dari faktor-faktor yang mempengaruhi keamanan dalam transaksi e-commerce adalah masalah informasi dan teknoiogi, masalah hukum dan sistem pembayaran. Pelaku yang berperan adalah Internet Service Provider, Konsumen, Bank, Auditor, Pemerintah, Bank dan Certification Authority. Prioritas tujuan adalah pertumbuhan penjualan dan kepercayaan. Alternatif strategi yang dilaksanakan dengan fully e-commerce, manual atau double system. Adapun strategi pengamanan yang dilakukan pertama kali secara double system, fully electronic commerce dan yang terakhir dilakukan adalah secara manual. Dalam kondisi yang penuh ketidakpastian ini, maka strategi pengamanan penjualan melalui transaksi e-commerce diperusahaan dilakukan dengan double system. Diiaksanakan dengan menggunakan sistem e-commerce tetapi untuk pelaksanaan verifikasi dilakukan cross cek secara manual misalnya melalui jaringan telepon. Menindaklanjuti pentingnya transaksi e-commerce di Indonesia dan pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat sebagai penggunanya, maka diperlukan seperangkat aturan yang mengatur e-commerce tersebut. Di samping perangkat hukum yang perlu disiapkan, kemudian edukasi masyarakat, pelaksanaan hukum. Dari kesiapan bisnis internal perusahaan harus disiapkan jauh-jauh hari."
Depok: Universitas Indonesia, 2001
T3397
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Widjajanti Puspojudo
"Perusahaan jasa khususnya di bidang telekomunikasi selular dituntut untuk terus berinovasi dalam menghadapi persaingan usaha yang semakin ketat. Hal ini dapat digambarkan melalui pencapaian target yang tinggi dan selalu mengutamakan pelayanan kepada pelanggannya. PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) sebagai pemimpin pasar di bidang telekomunikasi selular di Indonesia menghadapi tantangan perubahan baik di bidang teknologi maupun tuntutan pelanggan. Tantangan tersebut menuntut perusahaan agar dapat menyediakan sumber daya manusia yang handal sehingga mampu bersaing dan mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar telekomunikasi selular. Sumber daya manusia yang handal adalah seseorang yang memiliki talenta. Ia mampu menciptakan sesuatu karena dia sebagai a rule breaker dan a rule maker, yaitu orang yang mempelopori perubahan dan juga sebagai a knowledge generator. Perusahaan perlu membangun sebuah cadangan (buffer) atau reservoir talenta SDM dalam jumlah memadai. Pendekatan psikologis diulas melalui pendekatan model perilaku individu MARS menurut McShane dan Von Glinow (2005) yaitu Motivation, Ability, Role Perceptions, Situational Factors. Keempat faktor tersebut secara langsung mempengaruhi perilaku karyawan dan kinerjanya. Bila salah satu faktor tersebut lemah maka kinerja karyawan akan menurun.
Berdasarkan analisis gap terhadap kondisi perusahaan saat ini (actual) dibandingkan dengan yang diharapkan (ideal) maka perusahaan perlu membangun model pengelolaan talenta SDM yang bertujuan untuk menyusun suatu pool karyawan yang berkemampuan sangat baik atau dikategorikan top talent (superkeeper) atau istimewa/"super". Menurut Berger (2004) model tersebut dinamakan talent reservoir® terdiri dari tiga komponen yaitu: mendisain dan membangun solusi talent reservoir®, membangun solusinya dalam paket software, mengimplementasikan proses talent reservoir® yang terintegrasi. Pengelolaan talenta SDM perusahaan dapat dikembangkan melalui 2 (dua) kelas yaitu kelas Manager - Leader bagi karyawan yang duduk di posisi struktural dan kelas Technical/Professional untuk karyawan yang berada di posisi non-struktural. Beberapa alternatif solusi pengelolaan talenta SDM dapat diterapkan antara lain melalui implementasi dua tahap yaitu tahap pembentukan dan tahap pemeliharaan, dilakukan audit operasional fungsi-fungsi SDM secara paralel, pengalokasian anggaran biaya, program retensi dan pengembangan sistem."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2006
T18292
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ayu Puspita
"Skripsi ini meneliti mengenai motivasi tanggungjawab sosial perusahaan (TSP) pada PT Telekomunikasi Selular. Tujuan penelitian adalah untuk melihat motivasi kegiatanTSP dan faktor yang mempengaruhi pelaksanaan TSP di Telkomsel. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data studi literatur dan wawancara.
Hasil penelitian memperlihatkan bahwa motivasi pelaksanaan TSP di Telkomsel mengalami perubahan dari tahapan karikatif menuju filantropis. Selain itu, pelaksanaan TSP juga dipengaruhi oleh faktor sekedar basa-basi dan keterpaksaan, upaya pemenuhan kewajiban dan adanya internal driven. Pelaksanaan TSP di Telkomsel dipengaruhi oleh keputusan Direksi. Untuk itu, saran dari penelitian ini adalah pembuatan kebijakan perusahaan mengenai pelaksanaan TSP dan pembentukan divisi TSP yang bertanggungjawab ke Direksi.

The focus of this study is to describe motivation of the implementation of Corporate Social Responsibility (CSR) at PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel). The purpose is to describe motivation of CSR program and influence factor during the CSR implementation program at Telkomsel. The data were collected by literature study and means of interview.
The output showed that implementation CSR have moved on from charity to philantropy phase. Implementation CSR also influenced by responsibility, and internal driven. Implementaton of CSR based on Director?s decision. This research suggest that Telkomsel must have a CSR policy and CSR division that responsible directly to Director."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2009
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1995
S38434
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>