Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 128540 dokumen yang sesuai dengan query
cover
PNMAS 24(1-3)2011
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
cover
PNMAS 24(1-3)2011
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Surakarta: PSB-PS-UMS, 2005
297 REI
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Jakarta: AIPI, 2011
305.8 TRA
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Hanifah Zalfa Rana
"Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam peran guru dalam mengimplementasikan pendidikan multikultural di lingkungan Sekolah Menengah Atas (SMA) Cakra Buana. Melalui pendekatan kualitatif dan metode studi kasus, data dikumpulkan dengan teknik wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta analisis dokumen. Penelitian ini berawal dari pandangan bahwa meskipun wacana pendidikan multikultural telah banyak dibahas, khususnya di konteks Indonesia, fokus terhadap kontribusi konkret guru dalam menjalankan lima dimensi pendidikan multikultural yang dikemukakan oleh James A. Banks masih jarang mendapat perhatian khusus. Padahal, guru merupakan aktor utama yang menjembatani nilai-nilai keberagaman dengan praktik pembelajaran sehari-hari di ruang kelas. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa guru di SMA Cakra Buana tidak hanya menjadi fasilitator pembelajaran, tetapi juga memainkan peran penting sebagai agen transformasi sosial yang secara sadar mengintegrasikan dimensi-dimensi pendidikan multikultural ke dalam kegiatan pembelajaran dan kehidupan sekolah. Melalui pendekatan kurikulum formal maupun tersembunyi, guru-guru di sekolah ini secara aktif menanamkan nilai toleransi, keadilan, dan penghargaan terhadap perbedaan dalam berbagai interaksi pedagogis mereka. Penelitian ini menegaskan bahwa peran guru bukanlah peran pasif yang semata menjalankan kebijakan sekolah, melainkan peran strategis yang membentuk budaya sekolah yang multikultural dan inklusif, sejalan dengan visi institusi yang menjunjung keberagaman.

This study aims to gain an in-depth understanding of the role of teachers in implementing multicultural education at Cakra Buana Senior High School (SMA Cakra Buana). Using a qualitative approach and a case study method, data were collected through in-depth interviews, participatory observations, and document analysis. This study originates from the perspective that while multicultural education has been widely discussed—particularly in the Indonesian context—specific attention to the concrete contributions of teachers in enacting the five dimensions of multicultural education proposed by James A. Banks remains limited. Yet, teachers are key actors who bridge the values of diversity with the daily practices of classroom instruction. The findings reveal that teachers at SMA Cakra Buana not only serve as facilitators of learning but also play a significant role as agents of social transformation. They consciously integrate the dimensions of multicultural education into both classroom activities and broader school life. Through both formal and hidden curriculum, teachers actively instill the values of tolerance, justice, and respect for differences in their pedagogical interactions. This research affirms that the role of teachers is not a passive one that merely executes school policies, but a strategic role that shapes a multicultural and inclusive school culture in line with the institution’s commitment to diversity."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Anggi Afriansyah
"ABSTRAK
Penelitian ini membahas mengenai internalisasi multikulturalisme di Sekolah
dengan latar keagamaan yang berbeda. Lokasi penelitian adalah SMAI Al Izhar
dengan latar keagamaan Islam dan SMA Kolese Gonzaga dengan latar keagamaan
Katolik. Kedua Sekolah berlokasi di Jakarta Selatan. Penelitian ini denga
menggunakan metode kualitatif dengan strategi studi kasus. pertama, untuk
menjelaskan perbandingan internalisasi multikulturalisme di SMAI Al Izhar dan
SMA Kolese Gonzaga yang memiliki latar keagamaan berbeda. Kedua, untuk
menjelaskan mengenai praktik multikultural dilihat melalui pola-pola relasi yang
terjalin antara aktor-aktor yang terlibat dalam proses internalisasi
multikulturalisme di sekolah. Analisis mengenai internalisasi multikulturalisme
dan praktik multikulturalisme di sekolah diketahui dari peran masing-masing
aktor yang terlibat di sekolah yaitu, Kepala Sekolah (Pimpinan Sekolah), Guru,
Karyawan, Peserta Didik dan Orang Tua Peserta Didik.
Beberapa temuan yang didapat pada penelitian ini dapat digambarkan
dalam beberapa aspek. Pertama, internalisasi multikulturalisme dipengaruhi oleh
nilai keagamaan masing-masing sekolah yang mewujud pada visi, misi, dan core
values. Kedua, internalisasi multikulturalisme kepada peserta didik dilakukan
melalui kegiatan pembelajaran dan program-program yang dirancang sekolah.
Ketiga, praktik multikulturalisme dilihat melalui pola-pola relasi yang terjalin
antara aktor-aktor yang terlibat dalam proses internalisasi multikulturalisme di
sekolah.

ABSTRACT
This study discusses the internalization of multiculturalism in school with
different religious background. SMAI Al Izhar with Islamic religious background
and SMA Kolese Gonzaga with Catholic religious background. Both of Schools
are located in South Jakarta. This study using qualitative methods with case study
strategy. The aims of this study are,first, to explain the internalization of
multiculturalism in SMAI Al Izhar and SMA Kolese Gonzaga which has a
different religious background. Second, to explain the practice of multicultural
through the patterns of relationships that exist between the actors involved in the
process of internalization of multiculturalism in schools. Analysis of the
internalization of multiculturalism and the practice of multiculturalism in school
known from the relationship pattern of each actor involved in the school. The
actors are Vice Pronciples, Teachers, Students. Employees, and the parents of
students.
This study can describe in several aspects. First, internalization of
multiculturalism influenced by religious values of each school as embodied in the
vision, mission, and core values. Second, internalization of multiculturalism
through learning activities and programs are designed by school. Third, the
practice of multiculturalism through the patterns of relationshipsthat exist between
the actors who involved in the process of internalization of multiculturalism in
schools."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2014
T38945
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"Pesantren as a social-religious-institution has played a significant role in the dynamic of Indonesia nation. The role of the pesantren is not only concerned with educational and social-religious aspects but also broader, namely social transformation. In developing pluralism awareness in multicultural era, the pesantren has the important role. At the pesantren, there are many values that can be applied to meet the challenge. The existence of the pesantren, nowadays, is closely related to social affairs. Thus, to optimize this role, it is necessary to make a serious, systematic and sustainable effort because not all of the pesantren has the urge to do it."
EDJPPAK
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Sutan Aulia Akbar
"Artikel ini membahas mengenai pelayanan perpustakaan umum dari perspektif multikulturalisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran perpustakaan umum dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat multikultural. Metode studi literatur digunakan dalam melihat berbagai pandangan terkait topik dengan meninjau artikel jurnal nasional maupun internasional dalam kurun waktu lima tahun terakhir (2016-2020). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perpustakaan umum berperan dalam memenuhi kebutuhan informasi masyarakat multikultural terutama dalam mendukung proses adaptasi dengan lingkungan baru sekaligus dapat mempertahankan identitas dan budaya asalnya. Pengembangan layanan khusus merupakan solusi pemenuhan kebutuhan ini melalui penyediaan informasi khusus, koleksi multilingual, dan koleksi yang memiliki nilai kelokalan dari pendatang dan pribumi. Penyediaan ruang aktivitas bersama dapat menjembatani permasalahan perbedaan kebudayaan yang sering mengakibatkan munculnya ketegangan ketegangan dan prasangka buruk antar suatu komunitas budaya. Kebijakan dan kesadaran kolektif pustakawan menjadi faktor penentu utama dalam mendukung keberhasilan perpustakaan umum dalam memberikan pelayanan dan kebutuhan informasi masyarakat multikultural. Selain itu, kemampuan pustakawan dalam memahami keragaman budaya, atau yang dikenal dengan istilah kompetensi budaya, merupakan tuntutan. Artinya, pustakawan harus mampu memahami kebutuhan masyarakat yang beragam dan kemampuan ini harus terus dikembangkan sejalan dengan dinamika perubahan dalam masyarakat multikultural.

This article discusses public library services from the perspective of multiculturalism. This study aims to identify the role of public libraries in providing services to multicultural society. The study method used in looking at various views related to the topic by reviewing national and international journal articles in the last five years (2016-2020). The results show that public libraries supports the information needs of multicultural society, especially in supporting the adaptation process to a new environment, can at the same time maintain their original identity and culture. The development of special services is a solution to meet this need by providing specific information, multilingual collections, and collections that have newcomer and indigenous values. Providing space for joint activities can bridge the problem of cultural differences that are often caused by tracing and prejudice between cultural communities. Librarian collective policy and awareness are the main determining factors in supporting public libraries in providing services and information needs of multicultural communities. In addition, the librarian's ability to understand cultural diversity, or what is known as cultural competence, is a legacy. This means that librarians must be able to understand the diverse needs of society and this ability must be developed in line with the dynamics of change in a multicultural society."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2021
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Jakarta: Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata, 2005
370.117 PEN
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>