Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 40889 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Mochammad Dlaify Karami
"Media televisi sebagai salah satu saluran informasi massal bagi khalayak telah membawa berbagai perubahan dalam kehidupan bermasyarakat. Televisi merupakan media yang berpengaruh terhadap serangkaian aspek kehidupan sosial budaya melalui pembentukan karakter individu. Teori kultivasi berargumen bahwa semakin banyak waktu yang dihabiskan untuk menonton televisi, semakin tinggi atensi khalayak dalam memberi makna terhadap realitas sosial yang dibentuk oleh media tersebut.
Televisi memiliki "long term effect" kepada khalayaknya. Khalayak yang secara konsisten mengkonsumsi konten televisi dalam jangka waktu tertentu akan berpengaruh pada individu dalam mendefinisikan dirinya. Salah satunya yaitu muatan kekerasan di dalam konten televisi. Apabila dikonsumsi hingga intensitas tertentu, secara perlahan akan memberi pengaruh terhadap agresivitas khalayak.
Urgensi penulisan jurnal ini yaitu bertujuan untuk menjelaskan pengaruh penayangan konten bermuatan kekerasan dalam media televisi terhadap perubahan persepsi dan behavioral khalayak mengenai agresivitas dengan menggunakan metodologi eksplanatif dan studi kepustakaan melalui literatur serta beberapa hasil penelitian sebelumnya mengenai dampak media yang dapat dipertanggungjawabkan keabsahannya.
Kesimpulan dari analisis ini menunjukkan bahwa terpaan materi kekerasan dalam televisi memiliki pengaruh dalam membentuk agresivitas khalayak yang mengarah pada perilaku destruktif.

Television media as one of the channels of mass information to the public has brought many changes in social life. Television is a medium that affects the range of socio-cultural aspects of life through the creation of individual characters. Cultivation theory argues that the more time spent watching television, the higher attention of audiences in interpretation of social reality created by the media.
Television has a long term effects to society. Audiences who consistently consume television content in a certain period of time will affect the individual in defining himself. One of them is the charge of violence in television content. When consumed up to a certain intensity, gradually will give effect to the aggressiveness of the audience.
Urgency of the writing of this journal that aims to explain the influences of exposure to the material of violence on television against adolescent perception and behavior changing about aggressiveness using an explanatory methodology and the study of literature through the literature and some of the results of previous studies on the effects of media that can be accounted for validity.
The conclusion of this analysis indicate that exposure to violence in television material has an influence in shaping public aggressiveness that lead to destructive behavior.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2014
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Yudhi Pramadiansyah
"Maraknya fenomena tindak kekerasan yang dilakukan oleh anak-anak menjadi salah satu bentuk bukti bagaimana televisi dapat membentuk perilaku khalayaknya. Fenomena ini sangat memprihatinkan karena mengakibatkan jatuhnya banyak korban, contohnya korban meninggal akibat sering menonton tayangan mengandung kekerasan. Jatuhnya korban ini juga yang termasuk dalam perilaku kejahatan oleh anak, karena telah menimbulkan korban terhadap orang lain. Oleh karena itu,dalam makalah ini akan dibahas bagaimana televisi membentuk perilaku kekerasan.
Metode yang digunakan adalah studi literatur, yakni menggunakan studi kepustakaan. Dengan menggunakan teori kultivasi, dapat diketahui bahwa semakin sering anak menghabiskan waktu untuk menonton televisi, semakin kuat pula kecenderungan untuk menyamakan realita di televisi dengan realita sosial. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa tayangan yang mengandung unsur kekerasan di televisi dapat membuat anak-anak akhirnya meniru tayangan tersebut.

The rise of violence phenomenon that committed by children is one form of evidence to see how television can shape the behavior of the audience. This phenomenon is very alarming because it led to the downfall of many victims, for example, the victim died as a result of watching violent show on television. The casualties also included in criminal behavior by children, because it has caused the victim to others. Therefore, this paper will discuss how the television form violent behavior.
The method used is the study of literature, the use of library research. By using cultivation theory, it is known that the more time children spend watching television, the stronger the tendency to equate reality in television with the social reality. So it can be concluded that the the television show which contain elements of violence can make children eventually emulate those impressions.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2014
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
"Pentingnya kedudukan televisi pada banyak rumah tangga terlihat dari penempatan pesawat TV yang umumnya diletakkan di jantung rumah tangga, yakni ruang keluarga. Hal ini bukan tak disadari oleh pabrik pesawat TV. Sehingga produsen pesawat TV membuat disain TV yang makin lama makin bagus dan bermutu, sehingga dapat sejajar dengan peralatan rumah tangga modern lainnya dan menjadi bagian disain interior yang elegan."
384 WACA 7:26 (2009)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Rini Nurfitriani Mustari
"Makalah ini membahas tentang intersectionality, cara memahami bagaimana suatu diskriminasi diprakarsai oleh bentuk diskriminasi lainnya karena ketidakadilan terjadi tidak hanya dengan satu faktor, tetapi juga faktor lainnya, pada serial televisi drama kriminal tahun 2016 The Night Of. Penelitian yang membahas intersectionality mudah ditemukan, namun penelitian tentang intersectionality di serial televisi masih terbatas. Makalah ini menyimpulkan bagaimana persimpangan identitas seseorang, seperti agama dan etnisitas, dapat digunakan sebagai alat untuk melakukan penindasan, dengan menganalisis sebagian besar aspek tekstual dari serial televisi ini. Ada tiga hal utama yang hendak disampaikan dalam makalah ini. Pertama, makalah ini menganalisis diskriminasi ganda yang dialami karakter utama Nasir Khan. Kedua, makalah ini membahas kelemahan Naz, agama dan etnisnya, dimanfaatkan oleh kekuatan dominan. Ketiga, orang lain dan Naz sendiri sangat menderita, sebagai akibat dari kasus Naz. Tujuan dari makalah ini adalah untuk memberikan informasi baru tentang persimpangan berbagai bentuk diskriminasi dalam serial televisi.

This paper examines intersectionality, a way of understanding how discrimination is mutually initiated by other forms of discrimination because injustice occurs not only with one factor but also other factors as well, in 2016 crime drama television miniseries The Night Of. Research on intersectionality may be found easily, however, research about intersectionality in television series is still limited. This article discovers how intersection of one's identities, such as religion and ethnicity, can be used as an oppressive measure by examining mostly textual aspect of this television miniseries and categorizing it into three parts. First, double discrimination that Nasir Khan, the main character, experiences. Second, his own disadvantages, his religion and ethnicity, are being taken advantage of by dominant power. Third, other people and Naz himself have to suffer, as a result of Naz's case. This article expects to provide new information on intersection of multiple forms of discrimination in television series.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2017
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Maryani
"Saat ini tayangan kriminal di televisi semakin meningkat. Padahal sudah banyak penelitian yang menyatakan bahwa tayangan /criminal di televisi memiliki potensi besar dalam merubah sikap dan perilaku masyarakat terutama anak dan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh tayangan kriminal di televisi terhadap persepsi remaja tentang perilaku kekerasan.
Desain yang digunakan adalah deskriptif korelasi secara Cross Sectional. Responden sebanyak 62 responden diambil dengan menggunakan teknik Random Sampling, yang merupakan siswa SMUN 38 dan SMU Banda Kandung Jakarta. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang disebarkan. Selanjutnya data dianalisa menggunakan uji Chi square dan uji Pearson Correlation Coeffisient.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa X2 hitung = 0.296 dan X2 tabeI=3.84 dengan Df=1 dan alpha=0.05, maka X2 hitung lebih kecil dari X2 label yang berarti Ho gagal ditolak. Oleh karena tidak ada hubungan atau Ho gagal di tolak maka tidak dilakukan uji Pearson Correlation Coeffisient. Kesimpulannya tidak ada pengaruh antara tayangan kriminal di relevisi terhadap persepsi remaja tentang perilaku kekerasan."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2004
TA5399
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Hardani Satrio Wibowo
"Persepsi adalah proses memilih, mengorganisir, dan menginterpretasilean sensoris menjadi berarti dan menghubungkannya secara logis.Tayangan kekerasan adalah tayangan yang di dalarnnya terdapat perbuatan seseorang atau kelornpok yang menyebabkan atau matinya orang lain atau menyebabkan kerusakan fisik atau barang orang lain. Menurut survey Media Indonesia tahun 2006 ada beberapa tayangan di televisi yang berisi adegan kekerasan : berita kriminal, sinetron, iklan, smack down dan video game.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi anak usia sekolah (10-12 tahun) terhadap tayangan kekerasan di televisi. Penelitian ini menggunakan desain deskripsi sederhana, Sampel pada penelitian ini diambil secara acak yaitu siswa yang sedang duduk di kelas 4 sarnpai 6 Sekolah Dasar.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari separuh responden (59,7%) mempunyai persepsi pdsitif bahwa tayangan kekerasan rnempunyai dampak yang kurang baik, seperti melakukan atau meniru adegan kekerasan sedangkan 40,3 % responden mempunyai persepsi negatif bahwa tayangan kekerasan mempunyai dampak yang kurang baik. Artinya sebagian besar (59,7%) anak usia sekolah setuju bahwa tayangan kekerasan mempunyai dampak yang kurang baik dan sebanyak 40,3 % anak usia sekolah tidak semju bahwa tayangan kekerasan mempunyai dampak yang kurang baik.
Untuk penelitian selanjutnya hendaknya menambah jumlah responden, memperluas area penelitian, meneliti dan menggali lebih dalam lagi variabel-variabel yang lain."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2007
TA5576
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Andriana Devi
"Televisi telah ada sejak abad 18 akan tetapi mulai berkembang pada abad 19 dimulai dari televisi hitam putih hingga berwama. Televisi Amerika memiliki acara televisi yang beragam ada yang bersifat positif dan negatif menurut Milton Chen seorang Direktur KOED Center for Education and Lifelong Learning (CELL). Acara televisi yang negatif mengandung unsur kekerasan dan seks sedangkan positif yang mendidik anak-anak untuk mengembangkan kemampuan kreatifitasnya dan daya nalar mereka. Untuk memenuhi sasaran penilitian saya menggunakan metode penelitian kepustakaan dengan mengumpulkan data-data dan metode penelitian kualitatif.
Hasil penelitian membuktikan bahwa dampak televisi dan kejahatan anak-anak yang dilakukan pada usia 8 hingga 15 tahun dari tahun 1970 sampai dengan 1997 perubahan yang signifikan di Amerika Serikat terhadap tayangan-tayangan yang bersifat negatif yang menimbulkan mereka untuk meniru dan melakukan hal yang mereka lihat di televisi tanpa bimbingan orang tua untuk mencema apa yang mereka lihat sehingga teman yang menghibur disaat orang tua tidak ada ialah televisi. Kejahatan yang dilakukan mereka membuktikan bahwa televisi secara tidak langsung mempengaruhi mereka dalam kehidupan nyata."
Depok: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2006
T18369
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Siregar, Putri Sheyla Febriyanti Puspita
"Penulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan dimensi kekerasan yang ada pada program anak yang masih ditayangkan sampai saat ini, khususnya program anak "Crayon Sinchan" dan "Spongebob Squarepants". Penulis menganalisis kedua program anak tersebut dengan melihat konten kekerasan yang(ditampilkannya dari berbagai dimensi, yakni dimensi bentuk kekerasan, partisipan kekerasan, motif kekerasan, dan ekspresi kekerasan. Penulis menggunakan analisis konten dengan memaparkan adegan atau tindak kekerasan apa saja yang terdapat dari tiga episode yang telah dipilih secara acak oleh penulis dari kedua program tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa tiap episode yang telah dipilih dari kedua program tersebut terdapat beberapa bentuk kekerasan, salah satunya kekerasan yang dominan adalah kekerasan psikologis.

The purpose of this paper is to describe a dimension of violence in children?s television programs which, nowadays, are still on air, specifically "Crayon Sinchan? and "Spongebob Squarepants". The author analyze both the children?s programs to see the violent content of various dimensions, which are dimension of violence, participant?s violence, motive force, and the expression of violence. The author also analyses the content of the series by explaining the scenes or any violence appears in three episodes that have been chosen randomly from the two TV shows by the author. From the observed finding, in every episode of the children?s TV series, that has been chosen by the author, contains any violence. One of the dominant force is psychological violence."
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2016
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Aditia Nakan
"Salah satu dampak buruk dari banyaknya tayangan kekerasan di televisi adalah terjadinya desensitisasi pada kekerasan.. Desensitisasi dapat terlihat dari banyak aspek, baik itu kognitif, afektif dan tingkah laku. Aspek yang diteliti dalam penelitian ini adalah kepekaan terhadap stimulus kekerasan dari sisi kognitif dan empati terhadap korban dari sisi afeksi.Tujuan penelitian ini, yaiyu untuk membuktikan bahwa paparan berita kekerasan dapat mengakibatkan kepekaan pada kekerasan berkurang dan empati pada korban yang rendah.
Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan desain dua kelompok between subject. Kelompok eksperimen mendapat paparan berita kekerasan dan kelompok kontrol mendapat berita yang tidak mengandung kekerasan. Temuan studi ini menunjukan paparan berita kekerasan tidak menyebabkan kepekaan pada kekerasan dan empati pada korban yang rendah. Justru sebaliknya, tingkat empati lebih tinggi justru terlihat pada kelompok yang melihat berita kekerasan.

One of the bad effects of exposure violence in television is the occurrence of desensitization to violence. Desensitization can be seen from many aspects (cognitive, affective and behavioral). Aspects that was studied are sensitivity to violent stimuli and empathy towards victims. The purpose of this study was to prove that exposure of violent news can result in reduced sensitivity to violent stimuli and low empathy towards victims.
This study used experiment method with two groups of between subject designs. The experimental group received exposure to violent news and control group received news that does not contain violence. The result showed exposure to violent news does not cause sensitivity and empathy for the victims are low. On the contrary, higher levels of empathy actually seen in the group who saw violent news.
"
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2011
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Sofia Averilliana
"ABSTRAK
Tulisan ini membahas tiga permasalahan. Pertama mengenai pengaturan
penyelenggaraan penyiaran televisi yang berkaitan dengan siaran yang bermuatan
unsur cabul. Kedua mengenai kondisi penyelenggaraan penyiaran yang ditinjau
dari perspektif perlindungan anak. Ketiga mengenai kendala-kendala dalam upaya
perlindungan anak terhadap adanya siaran yang bermuatan unsur cabul.
Penggunaan metode penelitian kepustakaan yang dipadu dengan penelitian
lapangan ditujukan untuk memberikan paparan mengenai hukum yang berlaku
dan penerapannya di bidang penyiaran televisi dalam rangka perlindungan anak.
Hukum yang berlaku terdiri atas berbagai peraturan yang memberikan larangan
terhadap adanya siaran yang bermuatan unsur cabul yang dibuat oleh Pemerintah
dan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Selain itu juga disertakan analisis
terhadap peraturan yang dibuat oleh internal lembaga penyiaran dan juga
peraturan negara lain sebagai pembanding. Selanjutnya peraturan-peraturan
tersebut dianalisis berdasarkan prinsip perlindungan anak. Sedangkan penerapan
hukum yang dimaksud ditinjau dari data KPI yang menggambarkan kepatuhan
lembaga penyiaran terhadap hukum yang berlaku. Dari paparan tersebut kemudian
dapat ditemukan hambatan-hambatan dalam upaya perlindungan anak beserta
solusi dalam menghadapi permasalahan tersebut.

ABSTRACT
This writing mainly discusses about three problems. The first is a matter regarding
to regulation towards television programs containing obscene materials. Secondly,
implementation of television broadcasting considered from child protection?s
perspective. The third is obstacles to protect children from television programs
containing obscene materials. By using literature research method combined with
field research method, this writing aims to explain applied law and its
implementation toward television broadcasting sector in the child protection
perspective. The applied law includes regulations that provide prohibition to any
obscene materials in television broadcasting and made by government and
Indonesian Broadcasting Committee (KPI). Moreover, related internal rules of
television station and regulations from other countries are provided as an
assessment. Then, the regulations are analyzed by the principles of child
protection. On the other hand, the implementation is by KPI?s data showing has
the television station complied with the regulations or not. Then, from the
explanation, the obstacles to protect children from television program containing
obscene materials and its solution can be found."
2016
S63976
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>