Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 150295 dokumen yang sesuai dengan query
cover
"Kepemimpinan adalah kemampuan mempengaruhi orang lain atau anggtoa kelompok dalam untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam sebuah kelompok hingga negara, pasti membutuhkan pemimpin untuk mencapai tujuan bangsa dan negara. Jika berbicara tentang daya saing (competitiveness), bangsa Indonesia masih tertinggal dengan beberapa negara tetangga, seperti Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, Jepang, China dan Korea Selatan. Buruknya daya saing disebabkan kurang bagusnya pilar pendukung daya saing nasional. Daya saing yang buruk selalu diikuti dengan kompetensi yang kurang bagus. Untuk membentuk pemimpin berkualitas, maka dibutuhkan sekolah kepemimpinan nasional diberbagai penjuru tanah air. Sekolah kepemimpiann nasional bertujuan untuk mendidik pemimpin muda berkualitas menjadi pemimpin masa depan yang lebih berkualitas. Sekolah kepemimpinan nasional memiliki visi dan misi untuk mendorong tumbuhnya generasi pemimpin masa depan Indonesia. Implementasi sekolah kepemimpinan nasional dalam satu hingga tiga dekade kedepan akan memberikan lompatan sejarah bagi Indonesia, yaitu menjadi bangsa yang berdaya saing tinggi.
"
330 ASCSM 7 (2010)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
"Pendidikan karakter dan budaya bangsa merupakan gagasan inovatif, futuristik dan kontributif bagi kemajuan pembangunan sektor pendidikan dan peradaban bangsa di tengah ancaman krisis identitas serta jati diri. Krisis identitas dan jati diri bangsa sebagaimana dimaksud hadir dalam bentuk yang membahayakan serta mengancam integritas bangsa Indonesia. Perihal ini tidak bisa dipungkiri mengingat bahwa lebih dari setengah abad bangsa Indonesia menyatakan diri sebagai sebuah bangsa yang merdeka dan berdaulat, Namun, hal itu ternyata belum menjadi jaminan untuk terbebas dari realitas yang serba bertolak belakang. Kemerdekaan dalam perjalanan bangsa ini hanya dimaknai sebagai kebangsaan yang serba semu, karena pengalaman panjang untuk meraihnya serta perjuangan pembentukan bangsa ini tidak lagi menjadi sumber kearifan. Bahkan pengalaman sejarah tersebut senantiasa dimanipulasi sebagai alat legitimasi kekuasaan belaka. Apalah artinya kelampauan kalau tidak menambah pemahaman dan kearifan bangsa tentang hari kini dan memberikan wawasan bagi pembentukan visi masa depan bangsa dalam mengatasi beragam konflik sosial yang saat ini terjadi. Dalam penulisan karya ini penulis memaparkan ada dua variabel krisis yang di kedepankan. Pertama, krisis identitas dan jati diri. Krisis identitas hadir dalam bentuk meluntur dan mengikisnya jiwa nasionalisme, etika, sopan santun dikalangan generasi muda terhadap bangsa dan negara. Berdasarkan hasil survey Litbang Kompas menunjukkan bahwa 80,7% menyatakan sopan santun di kalangan anak muda makin rendah. Sementara 7,9% yang menyatakan sopan santu anak muda makin tinggi. Kedua, krisis jati diri bangsa hadir dalam wujud terkikisnya ninlai-nilai dan dasar falsafah Pancasila sebagai modal paradigmatik pembangunan bangsa."
330 ASCSM 19 (2012)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
"Tujuan penelitian ini adalah menginventarisasi faktor adanya anak jalanan (anjal) dan mengidentifikasi bentuk penanganannya melalui pendidikan etika. Metodenya survei, teknik pengumpulan data dengan angket dan wawancara terbatas. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor dominan adanya anak jalanan adalah faktor ekonomi dan pendidikan orang tua yang rendah, pekerjaannya sebagai pengamen, kuli bangunan, tukang becak dan pekerja serabutan. Sekarang, anak jalanan ada yang bekerja di persewaan terop, mengantarkan makanan itik, mengamen di kampung dan di bus. Penghasilan sekitar Rp 20.000,- per hari untuk kebutuhan sendiri, seperti: biaya main playstation, membeli rokok, membeli miras, dan makan. Penanganan dengan pengarahan, mengisi angket. Hasilnya 100% anjal setuju melakukan etika yang baik misalnya menjaga kesehatan, etika waktu mengamen, waktu di jalan, waktu di tempat kerja, dan yang berkaitan dengan agama menanamkan kepercayaan diri menghindari perilaku jahat, mencuri, menyakiti orang lain, dan berkelahi."
JPUT 16:1 (2015)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
"Pembelajaran harus mengutamakan pengembangan kemampuan dan pembentukan karakter (character building) serta akhlak mulia (akhlaqul karimah) siswa. Siswa akan lebih tertarik dan mudah dalam belajar jika penanaman akhlak mulia disampaikan melalui hal-hal yang mereka sukai, contohnya dengan boneka tangan. Media ini disesuaikan bentuk dan karakter tokoh-tokohnya dengan isi cerita yang digunakan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan (R and D) yang dilaksanakan dalam 6 (enam) langkah penelitian, yaitu: pengumpulan data, perencanaan, pengembangan draf, pengujicobaan awal, perevisian hasil uji coba, dan penyempurnaan produk. Penelitian ini direncanakan akan dilaksanakan selama 2 tahun. Hasil yang diperoleh di tahun pertama berupa profil media boneka tangan yang cocok dalam kegiatan berceritera, tokoh-tokoh boneka tangan, dan penilaian dari ahli (experts' judgements). Siswa dan guru menginginkan media pendukung dalam kegiatan bercerita berupa buku cerita beserta tokoh-tokohnya dalam bentuk boneka tangan. Media boneka ini dibuat dari kain katun dan atau flannel berwarna cerah untuk menarik perhatian dan minat siswa."
JPUT 15:2 (2014)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
"Facing the rapid changing the world, concern on the future of the nation in increasing. This is due to the fact that a lot of practices in schools, families, as well as in society do not conform with etical conduct, moral, and good manner that are universally accepted by human being. Therefore, all people who concern on the future of the nation, especially educators, should aware of the importance of character education, in order to save the future generation from moral degradation. Related to the prpblem, this article aims at trigerring the awareness of educator to the importance of character education, by discussing the conceptual meanings (what, why, and how) of character education, then followed by the possibility for implementation, and ended with the implication on education and teacher education.
"
JPUT 10:2 (2009)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
"Arah perjalanan bangsa, yang dinamis bergerak maju menuju pemberdayaan sumber daya manusia dan keberlanjutan pembangunan yang harmoni, memerlukan peran seorang pemimpin bangsa yang disegani. Pemimpin yang cerdas sekaligus unggul. Pemimpin yang memiliki integritas, virtue, dan kecerdasan emosi serta harus dilengkapi dengan sikap kritis dan jiwa empatik. Selain itu, tantangan untuk menjawab kebutuhan pada era of limit dan ketegangan global menuntut karakter karakter kepemimpinan baru, pemimpin yang kontekstual dan mampu melihat permasalahan dasar bangsa secara kritis dan penuh empati, kemudian mengelola permasalahan menjadi peluang secara kreatif dan inspiratif. Paparan di atas melahirkan satu pertanyaan mendasar: siapakah yang akan menjadi pemimpin Indonesia era dua dasawarsa mendatang? Sudahkah kita bergerak menuju pembangunan karakter mereka berdasarkan kebutuhan era of limit dan ketegangan global? Generasi muda saat ini adalah angkatan krja produktif era dua dasawarsa mendatang. Perubahan sekecil apapun pada generasi muda, akan berdampak besar bagi kelangsungan bangsa dalam rentang waktu 20 tahun kemudian. Sangat beralasan, apabila mulai saat ini, segala perhatian secara terus menerus diberikan bagi pengembangan dan pemberdayaan generasi muda. Hal ini harus menjadi agenda utama dalam setiap lini pembangunan sumber daya manusia, karena masa depan bangsa ditumpukan pada kualitas generasi muda saat kini. Generasi muda Indonesia memerlukan ruang kreatif dan dinamika inspiratif untuk menumbuhkan sikap kritis dan jiwa empatik."
330 ASCSM 7 (2010)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
"Tulisan ini bertujuan untuk memaparkan peran pendidikan dan kebudayaan dalam pembangunan karakter dan peradaban bangsa Indonesia yang majemuk. Bangsa Indonesia sebagai bangsa yang leadershipterdiri dari berbagai budaya suku bangsa (multicultural) haruslah memiliki kemampuan dan kekuatan dalam membangun negaranya untuk menjadi negara yang satu dalam keberagaman (unity in diversity). Hal ini dapat dilakukan dengan mengoptimalkan peranan pendidikan dan budaya. Dengan demikian, jelaslah bahwa pendidikan dan juga budaya suatu bangsa terkusus Bangsa Indonesia sangat penting dalam pembangunan karakter dan juga peradabannya. Dimana melalui peranan pendidikan dan budaya tersebut, semangat persatuan yang kokoh dan juga toleransi yang tinggi antara budaya yang beragam tersebut bisa tercipta sehingga karakter dan peradabannya mengarah pada perubahan yang positif. Secara spesifiknya, nilai-nilai moral dan etika di kalangan warga bangsa baik secara individu maupun kelompok dapat tercapai, hal inilah yang menjadi perisai bagi Bangsa Indonesia dalam menghadapi tantangan-tantangan masa depan. Nilai moral dan etika ini sangat erat kaitannya dengan kekuatan Bangsa Indonesia dalam mewujudkan Indonesia yang berkarakter dan beradap, dimana hal tersebut bisa terwujud dengan mengoptimalkan peranan pendidikan dan budaya."
330 ASCSM 27 (2014)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Erlita Mutiara Maharani
"Tesis ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara orientasi gaya kepemimpinan yang dimiliki masing-masing atasan terhadap aktivitas komunikasi sebagai bentuk implementasi perubahan organisasi yang diterapkan kepada setiap anggota organisasi di perusahaan BUMN di seluruh Indonesia, dengan mengambil responden dari pekerjanya yang mempunyai atasan langsung. Penelitian ini menggunakan metode Kuantitatif dengan teknik Convenience Sampling. Subjek penelitian menggunakan 155 pekerja dari beberapa perusahaan BUMN. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner online dan diolah menggunakan SmartPLS 3 dengan metode Structural Equation Modeling (SEM) untuk menguji keterkaitan antara empat variabel dari Person-Centred Orientation, Task-Centred Orientation, Distributed Leadership, dan Communicating Change. Dari analisis yang dilakukan, telah didapatkan hasil penelitian yaitu variabel Person-Centred Orientation dan Task-Centred Orientation sama-sama berpengaruh positif terhadap variabel Communicating Change. Pengaruh tersebut tidak dimediasi oleh variabel Distributed Leadership.

This thesis aims to analyze the relationship between the leadership style orientation of each manager towards communication activities as a form of implementing organizational change that is applied to every member of the organization in state-owned companies throughout Indonesia, by taking respondents from workers who have direct supervisors. This study uses a quantitative method with a convenience sampling technique. The research subjects used 155 workers from several state-owned companies. Data were collected using an online questionnaire and processed using SmartPLS 3 with the Structural Equation Modeling (SEM) method to examine the relationship between the four variables from Person-centred Orientation, Task-centred Orientation, Distributed Leadership, and Communicating Change. From the analysis, the research results have been obtained, the Person-Centred Orientation and Task-Centred Orientation variables both have a positive effect on the Communicating Change variable. This relationship is not mediated by the Distributed Leadership variable."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2022
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"Kasus Bank Century, kasus pemilihan Deputy Senior Gubernur Bank Indonesia, kasus-kasus korupsi di kalangan pemerintah pusat dan daerah, dan upaya-upaya yang telah dijalankan KPK hingga sekarang membekaskan kecemasan di tengah-tengah masyarakat karena ketidakjelasan informasi. Yang terkesan adalah peristiwa dan tindakan-tindakan pelanggaran hukum dan etika sudah semakin menjadi-jadi di tanah air kita. Tulisan ini membahas pentingnya peranan etika dalam pembangunan masyarakat masa kini, yang sesungguhnya telah disadari justru sejak zaman purba, bahwa etika merupakan percik dan pijar peradaban manusia. Walaupun tulisan ini menggunakan hasil penelitian yang terungkap di literatur Barat, namun seruannya kepada lapisan kepemimpinan tetap valid masyarakat kita, dan menghimbau agar pemimpin-pemimpin kita meningkatkan kandungan nilai-nilai moral dalam kebijakan-kebijakan serta perilakunya. Tulisan ini juga menghimbau para peneliti sosial politik di Indonesia agar meningkatkan perhatiannya pada bidang pelaksanaan dan dampak etika di Indonesia.
"
330 ASCSM 9 (2010)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Puguh Widiyanto
Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2011
TA6016
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>