Ditemukan 166151 dokumen yang sesuai dengan query
"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan penguasaan konsep dan kemampuan literasi sains siswa dengan menggunakan model pembelajaran kontekstual berbantuan multimedia. Metode dan desain penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan pretest-postest control group design. Subjek penelitiannya adalah kels XI di kabupaten Subang Jawa Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran kontekstual berbantuan multimedia secara signifikan mampu meningkatkan penguasaan konsep dan kemampuan literasi sains siswa. Peningkatan penguasaan konsep siswa dengan nilai N-Gain 0.50 (kategori sedang) untuk kelas eksperimen dan 0,30 (kategori sedang) untuk kelas kontrol. Penaingkatan kemampuan literasi sains siswa dengan nilai N-Gain 0,45 (kategori sedang) untuk kelas eksperimen dan 0,30 (kategori sedang) untuk kelas kontrol."
JURPEND 14:1 2014
Artikel Jurnal Universitas Indonesia Library
Hofstetter, Fred Thomas, 1949-
New York: McGraw-Hill, 1995
006.6 HOF m
Buku Teks SO Universitas Indonesia Library
Agnew, Palmer W.
Boston: Allyn and Bacon, 1996
006.6 AGN m
Buku Teks SO Universitas Indonesia Library
NajelaaNajelaa Shihab
Tangerang: Penerbit Literati, 2019
379.24 LIT
Buku Teks Universitas Indonesia Library
Fitria Yulianti
"Makalah ilmiah akhir ini merupakan refleksi dari pengalaman saya sebagai mahasiswa yang menjadi enumerator dalam Program Literasi dan Numerasi yang diinisiasi oleh Kemdikbudristek. Program ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan numerasi peserta didik melalui intervensi berupa pengadaan buku bacaan bermutu. Penelitian baseline dilakukan di salah satu SMP di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat untuk mengevaluasi keefektifan program ini. Enumerator kualitatif bertanggung jawab untuk mengamati kondisi sekolah sebelum intervensi dilakukan. Penulisan ini menggambarkan pengalaman dan refleksi saya selama pelaksanaan program, dengan latar belakang sebagai mahasiswa antropologi yang menerapkan pendekatan etnografi dalam pengumpulan data. Dalam prosesnya, enumerator menghadapi berbagai tantangan dalam pengumpulan data lapangan. Refleksi tersebut mengungkapkan bahwa posisi peneliti di lapangan dapat memengaruhi hubungan antara informan dan enumerator. Selain itu, tulisan ini juga menyoroti situasi lapangan yang tidak sesuai dengan ekspektasi awal, termasuk keterbatasan dan tantangan yang timbul selama penelitian.
This final scientific paper reflects my experience as a student who became an enumerator in the Literacy and Numeracy Program initiated by Kemdikbudristek. This program aims to improve student's literacy and numeracy by providing quality reading books. The baseline study was conducted in one of the junior high schools in West Lombok, West Nusa Tenggara, to evaluate the effectiveness of this program. Qualitative enumerators were responsible for observing the condition of the school before the intervention. This writing describes my experiences and reflections during the program's implementation, with a background as an anthropology student who applied an ethnographic approach to data collection. In the process, enumerators faced various challenges in field data collection. The reflections reveal that the researcher's position in the field can affect the relationship between informants and enumerators. In addition, this paper also highlights the field situations that did not match the initial expectations, including the limitations and challenges that arose during the research."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2024
TA-pdf
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library
"Perkembangan dari indeks pembangunan orang-orang Indonesia cenderung turun naik dan selalu di belakang Cina, Thailand, Malaysia, dan Filipina. Program pemberantasan buta huruf adalah salah satu usaha dalam mengajar pencapaian peningkatan kampanye pendidikan yang secara relatif akan mempertinggi perbaikan/peningkatan indeks pendidikan sebagai bagian dari komponen HDI. Tujuan penelitian ini adalah: 1) untuk mengidentifikasi kondisi sosial budaya; 2) menggambarkan situasi gerakan pemberantasan buta huruf; 3) merancang model hipotesis kebudayaan lokal yang berorientasi pada pembelajaran; dan 4) mengevaluasi keefektifan budaya lokal yang berorientasi pada pendidikan dalam gerakan pemberantasan buta huruf pada kelompok coastal di desa Gebang Mekar, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon. Proses model pembangunan mengarah pada prosedur yang dikembangkan oleh Borg dan Gall (1989 : 784-785). Kajian ini menunjukan bahwa indeks HDI Kabupaten Cirebon pada tahun 2011 adalah 69,27 yang merupakan angka di bawah rata-rata dari indeks HDI Provinsi Jawa Tengah (72,73), dengan 3,36 nilai ketidaksesuaian, sementara jumlah yang buta huruf adalah 88.550 orang. Hasil analisis mengenai keefektifan budaya lokal berorientasi pada model pembelajarn melek huruf/pemberantasanbuta huruf menunjukan bahwa model tersebut terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi pendidikan, pendidikan bahasa Indonesia, kemahiran pekerjaan tertentu, peningkatan budaya lokal, penguasaan diri, kemahiran dan keterampilan dalam aplikasi IT. Keefektifan ujian secara statistic yang diukur menunjukan perubahan pada level keterampilan dan kemahiran pendidikan dari tidak memilikinya sampai dengan mahir/cekatan."
JURPEND 15:1 (2015)
Artikel Jurnal Universitas Indonesia Library
Syamsiah
"Pada perpustakaan dijital, terdapat sejumlah data yang untuk mengaksesnya membutuhkan antar muka pengguna yang dapat memudahkan navigasi pengguna dalam mencari dokumen yang diinginkannya. Berbeda dengan perpustakaan dijital yang telah ada, perpustakaan dijital yang diterapkan pada Departemen Elektro FTUI ini mengintegrasikan sejumlah data multimedia, termasuk di dalamnya data video. Oleh karenanya selain dirancang antar muka pengguna yang mengikuti persyaratan yang telah ditentukan untuk perpustakaan dijital, juga dalam antar muka pengguna ini diintegrasikan data multimedia yang untuk mengintegrasikan data multimedia ini berbeda caranya dengan yang bukan data multimedia. Dalam skripsi ini dirancang sebuah platform antar muka pengguna yang mengintegrasikan berbagai jenis data termasuk di dalamnya data multimedia. Perangkat lunak yang digunakan adalah PHP sebagai scripting language. Apache sebagai Webserver, dan My SQL sebagai database penyimpan data file dan struktur direktori yang ada. Hasil angket menunjukkan bahwa 73% pengguna menyatakan bahwa mereka sangat mudah menentukan sedang berada di halaman mana mereka saat ini. Selanjutnya sebanyak 55% responden menyatakan bahwa mereka dapat dengan sangat mudah mengerti isi halaman utama dan begitu pula dengan konsistensi halaman yang disajikan, serta proses download. Sedangkan untuk kompatibilitas dengan berbagai browser, sebanyak 64% pengguna menyatakan bahwa antar muka pengguna dengan integrasi data multimedia ini sangatlah kompatibel."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2006
S40268
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Collins, Janet
London: Routledge, 1997
371.102 COL t
Buku Teks Universitas Indonesia Library
370 JPP 46:1 (2013)
Artikel Jurnal Universitas Indonesia Library
"Sebagai sebuah model pengajaran, pembelajaran kooperatif dapat diterapkan pada pembelajaran IPA di Sekolah Dasar. Kelas diatur ke dalam kelompok-kelompok kecil dan guru memberikan petunjuk berkenaan dengan tujuan yang hendak dicapai. Kelompok kecil ini bekerja melalui tugas hingga semua kelompok berhasil memahami dan menyelesaikan tugas tersebut. Pembelajaran kooperatif dapat diterapkan pada semua tugas dalam berbagai kurikulum untuk segala usia siswa. Pembelajaran kooperatif memberikan cara bagi para siswa mempelajari keterampilan hidup antar pribadi yang penting dan mengembangkan kemampuan untuk bekerja secara kolaboratifm, perilaku yang secara khusus diinginkan oleh sebagian besar organisasi untuk mendukung konsep kerja sama. Dewasa ini yang terjadi di sekolah, banyak guru menggunakan sistem komptetisi dalam pengajaran dan penilaian siswa. Dalam model pembelajaran kompetisi, siswa belajar dalam suasana persaingan. Tidak jarang pula, guru memakai imbalan dan ganjaran sebagai sarana untuk memotivasi siswa dalam memenangkan kompetisi sesama siswa. Teknik imbalan dan ganjaran yang didasari oleh teori behaviorisme atau stimulus-respon ini, banyak mewarnai sistem penilaian hasil belajar. Tujuan utama evaluasi dalam model pembelajaran ini adalah menempatkan siswa dalam urutan mulai dari yang paling baik sampai dengan yang paling jelek. Pola penilaian biasanya, menempatkan sebagian besar siswa dalam kategori rata-rata, beberapa anak dalam kategori berprestasi, dan beberapa lagi sebagai calon tidak lulus. Akibat langsung pola penilaian semacam ini adalah sebagian besar anak harus melewati sedikitnya 12 tahun dalam masa hidup mereka sebagai anak yang rata-rata atau biasa-biasa saja. Siswa tidak pernah merasakan kebanggaan sebagai anak berprestasi. Secara positif, model kompetisi bisa menimbulkan rasa cemas yang bisa memacu siswa untuk meningkatkan kegiatan belajarnya. Sedikit rasa cemas memang mempunyai korelasi positif dengan motivasi belajar."
JPUT 15:2 (2014)
Artikel Jurnal Universitas Indonesia Library