Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 13593 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Umi Habibatul Muyasaroh
"ABSTRAK
Skripsi ini menyajikan deskripsi dan suntingan teks edisi standar naskah kuno berjudul Dongeng Ratu Ngerum. Dongeng Ratu Ngerum merupakan salah satu koleksi naskah pesisiran Perpustakaan Universitas Indonesia berkode NR 513 dan beraksara Pegon. Naskah tersebut mengandung teks tentang Jaka Mursada versi Jawa. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan bacaan dari karya masa lampau yang mudah dibaca oleh pembaca masa kini. Metode penyuntingan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penyuntingan naskah tunggal edisi standar atau kritis. Hasil penelitian ini adalah suntingan teks naskah Dongeng Ratu Ngerum yang dilengkapi dengan catatan kaki, ringkasan cerita setiap pupuh, dan pedoman alih aksara.

ABSTRACT
This thesis presents a description and edited text from standard edition of ancient manuscript titled Dongeng Ratu Ngerum. Dongeng Ratu Ngerum is one of the collections of coastal manuscript from University of Indonesia library coded NR 513 an written in Pegon alphabet. The manuscript contains a text about Jaka Mursada in Javanese version. The objective of the research is to produce a literature from foretime work which easy to be read by today readers. The editing method used in the research is single manuscript standard edition or critical. The output of the research is an edited text of Dongeng Ratu Ngerum manuscript completed by footnote, summaries of each pupuh, and alphabet shift guideline.
"
2015
S61258
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Alfiyatun Rokhmah
"Skripsi ini menyajikan suntingan teks Suluk Purwaduksina PW. 117 koleksi FSUI yang sekarang tersimpan di ruang koleksi naskah Perpustakaan Pusat Universitas Indonesia. Naskah ini bercerita tentang pengenalan ajaran agama Islam yang dituangkan dalam tanya jawab antara Rara Sujinah dengan Purwaduksina. Naskah ini termasuk dalam jenis naskah piwulang. Naskah berbentuk macapat yang ditulis dengan bahasa Jawa dan aksara Jawa Baru. Metode penelitian yang digunakan adalah metode filologi berdasarkan satu naskah dengan suntingan teks edisi kritis.

This thesis presents text editing of Suluk Purwaduksina collection of FSUI which registered in University of Indonesia's Central Library, and collection number is PW. 117. The manuscript tells about introduction of Islamic lesson described in dialogue between Rara Sujinah with Purwaduksina. Suluk Purwaduksina is piwulang text which is included as macapat's form and written in Javanese language. Method used in this research is philological studies based on one manuscript and completed by critical edition.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2016
S62731
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"Walaupun naskah ini diberikan judul dongeng ratu ngerum, sebenarnya merupakan versi lain dari serat Jaka Mursada. Teks berupa kisah pengembaraan seorang pemuda bernama Jaka Mursada, disebabkan perintah dari ayahnya, Raja Ngerum. Pengembaraan tersebut membuat Jaka Mursada menjadi matang sebagai seorang manusia. Pengalaman yang diperolehnya memperluas wawasan ilmu, pengetahuan dan wawasan berpikirnya. Sekembalinya ia ke Ngerum, ia menyembuhkan penyakit yang diidap oleh ibunya, permaisuri kerajaan, hingga sembuh seperti sedia kala. Pada akhirnya Jaka Mursada dinobatkan menjadi Raja Ngerum. Tentang naskah-naskah lain dengan pelbagai versi serat mursada lihat Vreede 1892: 194-195. Juynboll 1907: 36-37, Poerbatjaraka et al. 1950: 102-105, Pigeaud 1967: 221, II: 33-34, dan Behrend 1990: 351. Teks pada CL.39 ini mirip dengan KBG 412, kemudian menyimpang jauh. Teks cukup lengkap, ada 24 pupuh sebagai berikut: (1) asmarandana; (2) pangkur; (3) sinom; (4) asmarandana; (5) sinom; (6) dhandhanggula; (7) asmarandana; (8) sinom; (9) maskumamabang; (10) mijil; (11) durma; (12) dhandhanggula; (13) durma; (14) asmarandana; (15) pangkur; (16) durma; (17) dhandhanggula; (18) kinanthi; (19) sinom; (20) asmarandana; (21) durma; (22) dhandhanggula; (23) kinanthi; (24) sinom. Berdasarkan informasi yang didapat dari kolofon depan, diketahui bahwa naskah ini disalin oleh penduduk pedesaan bernama Ahmad Yahya, berasal dari Kampung Kobelen. Awal penyalinan di mulai pada hari Minggu Wage, 18 Syawal, Be yang bertepatan dengan tanggal 18 Januari 1902. Tidak disampaikan tentang waktu penyalinan naskah ini berakhir. Penyalin hanya menyebutkan bahwa cerita ini telah tamat. Naskah ini dibeli oleh Pigeaud dari seseorang yang tidak diketahui namanya di Surabaya pada bulan November."
[Place of publication not identified]: [publisher not identified], [date of publication not identified]
CL.39-NR 513
Naskah  Universitas Indonesia Library
cover
Epvy Zuchairis Tara
"ABSTRAK
Skripsi ini menyajikan suntingan teks dan terjemahan dalam Naskah Bab Pasarean Bathangan koleksi FSUI dengan nomor naskah A. 38.04 yang ditulis oleh Raden Tanaya. Metode penelitian filologi yang digunakan adalah metode edisi naskah tunggal. Suntingan teks dilakukan dengan menerapkan edisi kritis atau edisi standar, dilengkapi
dengan ringkasan cerita dan pedoman alih aksara. Terjemahan dilakukan dengan menerapkan metode terjemahan secara harfiah. Teks berbentuk prosa ini menggunakan
bahasa Jawa dan aksara Jawa. Teks ini menceritakan tentang penemuan mayat di daerah Bathangan, Surakarta yang diberi nama Kiyai Bathang yang diduga mayat tersebut
adalah Raden Pabelan, putra dari Kiyai Tumenggung Mayang pada jaman karaton Pajang.

ABSTRACT
This thesis presents text editing and translation and manuscript of Bab Pasarean Bathangan (Bathangan grave). This manuscript was written by Raden Tanaya and collected by Faculty of Humanities, University Indonesia with number A 38.04. The researcher used philology method, especially single text editing. The text editing was done by implementing critical edition, summary and translation writing guidance as well. The translation used literal method. The text tells the story about the discovery of a corpse found in Bathangan, Surakarta, Central Java and it was written in Javanese tribe. The corpse was well-known as Kiyai Bathang. Kiyai Bathang was expended to be Raden Pabelan, the son of Kiyai Tumenggung Mayang of Pajang Kingdom"
2015
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Putri Susanti
"ABSTRAK
Penelitian ini membahas peranan Dasarata Maharaja dan Sri Rama dalam Hikayat
Sri Rama (HSR) dengan pendekatan aktan dan fungsi A.J. Greimas. Metode yang
dilakukan dalam penelitian ini adalah edisi teks untuk membuat transliterasi dan
analisis aktan dan fungsi untuk menganalisis teks HSR. Kesimpulan dari
penelitian ini adalah Sri Rama menempati posisi “hero” dengan akhir cerita yang
bahagia, sedangkan kisah Dasarata sebagai “alat” penjelmaan Mahabisnu (Sri
Rama), kisahnya berakhir dengan tragedi.

ABSTRACT
This study discusses Dasarata Maharaja and Sri Rama role in Hikayat Sri Rama
(HSR) with A.J. Greimas’s actant and function approach. The methods that use in
this study are text edition to make the transliteration and actant and function
analysis to analyze the text. The conclusion of this study is Sri Rama takes “hero”
position with a happy ending story, whereas Dasarata as a tool of Mahabisnu (Sri
Rama) incarnation, his story ends in tragedy."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2014
T41960
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Umi Widayati
"Seribu Dongeng adalah sebuah naskah karya penyalin dan pengarang Betawi, Muhammad Bakir. Naskah ini bernomor H1.240 dan merupakan edisi tunggal. Seribu Dongeng berisi 23 dongeng yang disampaikan sambung-menyambung. Tujuan utama dari penelitian terhadap naskah tersebut adalah untuk menyajikan suntingan teks. Analisis terhadap struktur dalam hal ini tokoh utama beserta penokohannya dan juga tema beserta amanat diperlukan untuk nemperlihatkan keterkaitan antar unsur tersebut.
Hasil analisis nenunjukkan adanya enam golongan tokoh utama dalam cerita ini yaitu raja, menteri, pertapa, pedagang, orang kaya, dan orang miskin. Tokoh utana dibagi ke dalam dua jenis yaitu tokoh antagonis dan protagonis. Penokohan dalam Seribu Dongeng ini menggunakan metode langsung. Tema umun dari ke-23 dongeng adalah pengajaran yakni jika manusia dalam menenpuh kehidupannya berpegang pada nilai-nilai kebaikan maka ia akan memperoleh kebahagiaan.
Adapun amanat dalam Seribu Dongeng selalu diungkapkan secara eksplisit di setiap akhir cerita. Dalan amanat tersebut disanpaikan contoh perilaku yang baik untuk dicontoh maupun yang harus dijauhi Pertalian antara tokoh, penokohan, tema, dan ananat ditunjukkan melalui urutan tokoh dan penokohan yang kemudian ditegaskan dengan tema dan amanat pada akhir cerita."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1996
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Asep Rahmat Hidayat
"Tesis ini bertujuan untuk menghasilkan suntingan teks naskah Wawacan Majapait (WM), dengan pendekatan filologis. Naskah WM merupakan karya Haji Hasan Mustapa (HHM) yang disalin oleh Haji Muhammad dalam bahasa Sunda dengan menggunakan aksara Pegon. Berdasarkan kajian tema, naskah WM berisi ajaran keagamaan yang mengungkapkan tema hubungan Tuhan dengan manusia dan proses pencarian Tuhan oleh manusia. Berdasarkan fungsinya, naskah WM memiliki fungsi pendidikan, sosial, praktis, dan sebagai sanggahan terhadap orang-orang yang berbeda pemahaman keagamaan dengan HHM.

This thesis is aimed to result text edition of Wawacan Majapait (WM) manuscript, by using philological approach. WM manuscript is a work of Haji Hasan Mustapa (HHM) and was scribed by Haji Muhammad in Sundanese language using Pegon alphabet. On its theme, WM manuscript contains religion teaching which reveals God and human relationship and God search process by man. Based on the function, WM manuscript denotes educational, social, and practical function and as a respond to people who have different religion understanding with HHM."
2009
T26152
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Dianah Riqqiyah
"ABSTRAK
Skripsi ini merupakan hasil penelitian dari naskah Serat Pik Bun Liong. Naskah Serat Pik Bun Liong merupakan naskah kuno koleksi Perpustakaan Pusat Universitas Indonesia NR. 254. Naskah tersebut berbentuk macapat, beraksara Jawa, dan berbahasa Jawa. Penelitian pada naskah tersebut bertujuan untuk menghasilkan suntingan teks supaya dapat dipahami oleh masyarakat pada umumnya. Metode penelitian filologi yang digunakan pada naskah tersebut adalah metode edisi naskah tunggal dengan metode penyuntingan edisi standar. Hasil penelitian ini berupa suntingan teks dan ringkasan cerita Serat Pik Bun Liong.

ABSTRACT
This thesis is a research on the manuscript of Serat Pik Bun Liong. Serat Pik Bun Liong is an ancient manuscript which collection of Perpustakaan Pusat, Universitas Indonesia, manuscript collection number NR. 254. The manuscript was formed of macapat, written in Javanese alphabet and Javanese language. The aim of this research is transliterating of Javanese letters manuscripts in to Latin letters in order to be understood by public in general. The critical method of philology study that was applied on the manuscript is standard edition. The result of this research is text editing and a summary of the history Serat Pik Bun Liong."
2017
S69898
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fazar Fathan Prawira
"Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan sebuah suntingan teks Serat Asmaradanam Naskah yang disunting adalah naskah NR 118 koleksi Perpustakaan Pusat Universitas Indonesia Penelitian dilakukan berdasarkan metode kerja filologi Alih aksara dilakukan dengan menggunakan metode edisi naskah tunggal yakni edisi standar Suntingan teks dilakukan dengan menggunakan metode intuitif Serat Asmaradanam adalah cerita fabel yang mengisahkan sepasang burung Cicit Kemladheyan Cabean Dicaeum Trochileum yang sejatinya merupakan keturunan dewa Kemladheyan jantan menjelaskan kepada istrinya tentang Agama Pangiwa dan Panengen serta tentang ajaran hidup yang terdapat pada sebuah naskah rontal berjudul Asmaradanam

The purpose of this study is to publish a text edition of Serat Asmaradanam The manuscript which was made into the text edition is manuscript NR 118 collection of the Library of the University of Indonesia This study is conducted by following the philological method Transliteration are done using the standard edition Text edit are done using the intuitive method Serat Asmaradanam is a fable story about a couple of Kemladheyan bird Dicaeum Trochileum which is originally a descendant of gods The male bird explain to his wife about Agama Pangiwa and Agama Panengen and also about a manuscript called Asmaradanam which is about the way of life "
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2013
S53079
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rivers, William L.
Belmont, California: Wadsworth, 1983
070.41 RIV m
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>