"Pada tahun 1991 pemerintah India mencanangkan look east policy sebagai arahan kebijakan yang bertujuan untuk mengintensifkan kembali hubungannya dengan ASEAN yang sempat renggang pada masa Perang Dingin. Look east policy ditujukan tidak hanya untuk kepentingan ekspansi ekonomi melainkan juga untuk mewujudkan kepentingan-kepentingan politik-keamanan India di tengah perubahaan lingkungan global dan kawasan.
Tugas Karya Akhir ini bertujuan untuk memahami pengaruh look east policy terhadap hubungan India dan ASEAN dengan mengeksplorasi aspek ontologis, epistemologis da aksiologis dari tiga paradigma utama dalam Hubungan internasional yaitu, realisme, liberalisme, dan konstruktivisme. Pengaruh look east policy akan dianalisis menggunakan teori dari masing-masing paradigma tersebut, yaitu teori balance of power, liberalisme institusional, dan konstuktivisme ideasional.
Tugas Karya Akhir ini menyimpulkan bahwa, LEP merupakan instrumen untuk memperbesar power serta bagian dari politik balancing (realisme), sebagai instrumen intensifikasi kerjasama (liberalisme) dan sebagai instrumen ideasional untuk mengkonstruksi hubungan sosial antara India dan ASEAN (konstruktivisme). Bila dilihat dari tujuannya, LEP digunakan untuk meningkatkan hubungan kerjasama ekonomi dan aliansi politik-keamanan antara India dan ASEAN untuk mengimbangi perluasan pengaruh Cina (realisme), untuk menciptakan institusionalisasi hubungan India-ASEAN demi memberikan keuntungan bagi kedua pihak (liberalisme) dan untuk mengembalikan kedekatan India-Cina melalui interaksi sosial. Tujuan-tujuan tersebut dicapai melalui aliansi di bidang ekonomi dan politikkeamanan serta pembentukan struktur sosial dalam kerangka hubungan India-ASEAN.
In 1991, government of India initiated the so-called look east policy as a policy guidance to intensify its relations with ASEAN. Look east policy aimed not only to expand India's economy but also to pursue its political security interests in a changing landscape of global and regional environment. As the focus in this paper, Look east policy will be understood by exploring ontological, epistemological and axiological aspects of three main paradigms in International Relations: realism, liberalism and constructivism. Three different theories-balance of power of realism, institutional liberalism and ideational constructivism- would be exploited to understand the impact of Look east policy on the India-ASEAN relations. This paper concludes that, Look east policy is an instrument to increase power of India and a part of India's balancing policy (realism), as an instrument to intensify cooperation between India and ASEAN (liberalism) and as an ideational instrument to construct social relations between India and ASEAN (constructivism). Axiologically, Look east policy is used to enhance economic cooperation and political security alliance between India and ASEAN (realism), to institutionalize India-ASEAN relations and provide gains for both parties (liberalism) and to bring India closer to ASEAN through social interactions (constructivism). These goals are pursued through economic and political security alliance and also the making of social structure within the framework of India-ASEAN relations."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2014