Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 175035 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Nissha Audina Fitri
"Latar Belakang: Jumlah kematian ibu karena komplikasi selama kehamilan tetap tinggi di seluruh dunia. Hipoksia plasenta diduga mengakibatkan komplikasi seperti penyakit iskemik plasenta (IPD), yang terdiri atas preeklampsia, plasenta abruptio dan pembatasan pertumbuhan intrauterin (IUGR). Selain itu, hipoksia plasenta juga diduga mengakibatkan prematuritas. Beberapa penelitian telah berkembang terhadap penggunaan biomarker untuk mendeteksi hipoksia. Sebuah master pengatur homeostasis oksigen adalah Hypoxia Inducible Factor-1 (HIF-1), yang terdiri atas ?oxygen sensor? α-subunit (HIF-1α). HIF-1 mengaktifkan Carbonic Anhydrase-9 (CA9), sehingga mempertahankan cell survival di kondisi hipoksia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi plasenta yang hipoksia dengan mengukur ekspresi relatif mRNA HIF-1α dan mRNA CA9.
Metode: Sampel merupakan bahan biologis tersimpan dari jaringan plasenta neonatus hipoksia dan non-hipoksia (n=6) yang disimpan pada suhu -80º C. Untuk melihat ekspresi relatif mRNA HIF-1α dan CA9 digunakan Real time RT-PCR.
Hasil dan diskusi: Terdapat perbedaan bermakna antara ekspresi relatif mRNA HIF-1α (p=0.010) dan CA9 (p=0.001) pada jaringan plasenta neonatus hipoksia dibandingan nonhipoksia. Ekspresi relatif mRNA HIF-1α (0.34) dan CA9 (0.19) lebih rendah di jaringan plasenta neonatus hipoksia dibandingkan dengan non-hipoksia. Hasil ini bertentangan dengan teori bahwa ekspresi seharusnya meningkat pada hipoksia. Namun, terdapat bukti hubungan korelasi antara ekspresi HIF-1α dan CA9 yang kuat dan signifikan (p=0.987).
Kesimpulan: Ekspresi HIF-1α dan CA9 di jaringan plasenta neonatus hipoksia lebih rendah dibandingkan non-hipoksia. Terdapat korelasi yang kuat antara ekspresi HIF-1α dan CA9.

Background: Maternal death numbers due to complications during pregnancy are still high worldwide. Hypoxia of the placenta is suspected to lead to complications such as ischemic placental disease (IPD), comprising of preeclampsia, placental abruption and intrauterine growth restriction (IUGR). Moreover, hypoxia of the placenta is also suspected to lead to prematurity. Research has deviated towards use of biomarkers to detect hypoxia. A master regulator of oxygen homeostasis is Hypoxia Inducible Factor-1 (HIF-1), comprising of an ?oxygen sensor? α-subunit (HIF-1α). HIF-1 activates Carbonic Anhydrase-9 (CA9), allowing cell survival under hypoxia. This study aims to detect hypoxic placenta by measuring mRNA relative expression of HIF-1α and CA9.
Method: Samples were maternal placental tissue of hypoxic and non-hypoxic neonates (n=6) stored in -80º C. To measure mRNA relative expression of HIF-1α and CA9 real time RTPCR was used.
Results and discussion: There was a significant difference between mRNA relative expression of HIF-1α (p=0.010) and CA9 (p=0.001) in maternal placental tissue of hypoxic neonates compared to non-hypoxic. mRNA relative expression HIF-1α (0.34) and CA9 (0.19) was lower in maternal placental tissue of hypoxic neonates compared to non-hypoxic. These results oppose the theory that HIF-1α and CA9 mRNA relative expression should increase in hypoxia. However HIF-1α and CA9 mRNA relative expression were strongly correlated in each condition (p=0.987).
Conclusions: The mRNA relative expression of HIF-1α and CA9 in maternal placental tissue of hypoxic neonates was lower compared to non-hypoxic. There was a strong correlation between mRNA relative expression of HIF-1α and CA9.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2015
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Lindi Grahawanti Haritsyah
"Penelitian ini bertujuan menganalisis ekspresi HIF-1? pada hati tikus yang diracuni CCl4 dalam kondisi normoksia, dengan atau tanpa perlindungan N-asetil sistein (NAC). Sebanyak 25 ekor tikus Sprague-Dawley jantan dibagi menjadi 5 grup: kontrol, diberikan minyak kelapa, diberikan CCl4, disuntik NAC lalu diberikan CCl4, diberikan CCl4 lalu disuntik NAC. Ekspresi mRNA HIF-1? dianalisis dengan real time RT-PCR dan dikuantifikasi menggunakan metode Livak. Ekspresi protein HIF-1? diukur menggunakan ELISA. Hasil ekspresi mRNA dan protein HIF-1? tertinggi terdapat pada grup tikus yang hanya diberi CCl4, lalu lebih rendah pada grup yang diberi NAC sebelum CCl4, grup yang diberi NAC setelah CCl4, grup kontrol, dan grup yang diberi minyak kelapa. Disimpulkan bahwa pemberian CCl4 pada kondisi normoksia menyebabkan peningkatan ekspresi HIF-1?, sedangkan pemberian NAC terbukti menurunkan ekspresi HIF-1a. Hal tersebut menunjukkan bahwa mekanisme perubahan ekspresi pada HIF-1a memang dipengaruhi oleh radikal bebas yang terbentuk akibat metabolisme CCl4.

This study analyzed the expression of HIF-1? in liver rat tissue induced by CCl4 under normoxic conditions, with or without N-acetyl cysteine (NAC) protection. Twenty five male Sprague-Dawley rats were divided into 5 group: control rats, rats administered with coconut oil, rats administered with CCl4, rats injected with NAC then administered with CCl4, rats administered with CCl4 then injected with NAC. The expression of HIF-1? mRNA was measured by real time RT-PCR using Livak method, while the HIF-1? protein was measured by ELISA assay. Results showed that the highest HIF-1? mRNA and protein expression were found in the group treated by CCl4 and then was gradually lowered in the pre-NAC group, post-NAC group, control group, and coconut oil group. The overall result of this study show the effect of CCl4-treated rats under normoxic conditions increased the expression of HIF-1?, while NAC treatment decreased the expression of HIF-1?. These findings show that free radical formed by CCl4 metabolism play a role in the regulation of HIF-1"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2011
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yulia Suciati
"Keadaan hipoksia dapat membuat sel melakukan adaptasi melalui ekspresi berbagai macam gen. Banyak gen tersebut adalah gen yang diinduksi oleh suatu faktor transkripsi yang disebut HIF-I HlF-la adalah subunit yang diregulasi oleh kadar oksigen untuk aktifitas faktor transkripsi tersebut.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pola mRNA HIF 1u dan ekspresi protein HIF-ln pada organ ginjal dari tikus yang mengalami kondisi hipoksia secara sistemik yang terbagi menjadi 5 kelompok berdasarkan lamanya perlakuan (kelompok kontrol, hipoksia 13, 7 dan 14 hari masing-masing 6 ekor tikus) menggunakan Hypoxic Chamber dengan kadar 02 8% dan Nitrogen 92%. Pola mRNA HIF-la dilihat berdasarkan basil RT-PCR dengan membandingksn rasio kelompok nonnoksia dan kelompok hipoksia. Ekspresi protein HIF-1a dilakukan dengan metode Western Blot dengan menggunakan anti HIF-la sebagai antibodi primer.
Hasil penelitian menunjukkan terdapat penurunan ekspresi mRNA HIF-la dibandingkan kontrol pada kelompok hipoksia 1 hari dan diikuti peningkatan pada kelompok hipoksia 3 hari dan mulai mengalami penurunan kembali pada kelompok 7 hari. Sementara protein HIF-la. memperlihatkan terdapatnya peningkatan ekspresi protein HIF-la yang mulai mengalami penurunan pada kelompok hipoksia 14 hari. Dapat disimpulkan bahwa regulasi H1F-1a terjadi pada tahap transkripsi dan tahap pasca translasi.

Hypoxia could make cell to adapt trough gene expression. Many of these gene induced by the transcription factor called HIP-1. HIF-I tz is the subunit which regulated by oxygen level to activated the transcription factor.
The aim of this study is to know the pattern of Hypoxia Inducible Factor-Ia (HIP-la) mRNA and HIF-Ia protein Expression of Renal Rat in Systemic Chronic Hypoxia which divided to 5 groups based on the duration of hypoxia (control, I, 3, 7, and I4 days of hypoxia with 6 rats each group ) using hypoxia chamber with 8% oxigen and 92% Nitrogen. The pattern was measure with RT-PCR which combine the ratio of control group and the hypoxic group. The protein expression measure with Western Blot method using anti HIF-l a as 1? antibody.
The result shows that HIP-lo. mRNA expression decrease in 1" day of hypoxia, elevated and reach a peak at 3 days of hypoxia and start to decrease since then. While the HIP-lo. protein shows an increase expression until I4 days of hypoxia which start to decrease. It can be concluded that HIF-la regulation occurs in transcription level and post translation.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2009
T32319
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Sri Widia Jusman
Depok: Universitas Indonesia, 2010
D1762
UI - Disertasi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Himmi Marsiati
"Pendahuluan: Penelitian dilakukan untuk mengetahui peran senyawa flavonoid mangiferin dalam meningkatkan ekspresi mRNA HIF-1α dan sebagai pencekal besi dalam menstabilkan HIF-1α pada lini sel HepG2 dan menganalisis interaksi mangiferin dengan prolil hidroksilase (PHD2) secara simulasi docking.
Metode: Sel HepG2 dikultur hingga >80% konfluen dan selanjutnya diberikan mangiferin konsentrasi 25-200μM. Kuersetin digunakan sebagai pembanding flavonoid mangiferin yang bekerja di dalam inti sel, sedangkan DFO dan CuCl2 digunakan sebagai pembanding daya ikat terhadap besi. Ekspresi mRNA HIF-1α ditentukan dengan real time RT- PCR/q-PCR, dan stabilisasi protein HIF-1α ditentukan mengunakan teknik ELISA. Simulasi docking dilakukan terhadap protein PHD2 dengan mangiferin, CuCl2, deferoksamin (DFO), dan campuran mangiferin+ kuersetin.
Hasil: Uji viabilitas sel menggunakan metode MTS dengan pemberian mangiferin, kuersetin, campuran mangiferin-kuersetin, DFO dan CuCl2 (25-200μM) memperlihatkan hasil diatas 85%. Ekspresi mRNA HIF-1α dengan mangiferin, kuersetin, mangiferin+kuersetin, dan DFO menunjukkan hasil sedikit lebih tinggi dibanding kontrol. Konsentrasi protein HIF-1α pada pemberian mangiferin, kuersetin, mangiferin-kuersetin, DFO dan CuCl2 lebih tinggi dibanding kontrol. Simulasi docking mangiferin terhadap PHD2 memperlihatkan ΔG= -16,22, dan DFO menunjukkan ΔG= -17,15. Terdapat interaksi antara mangiferin, dan DFO dengan besi dan asam amino pada situs katalitik domain PHD2, sedangkan CuCl2 tidak berinteraksi dengan residu asam amino pada domain PHD2, tetapi langsung menggantikan Fe. Efek penghambatan terhadap PHD2 oleh mangiferin dan kuersetin disebabkan oleh delokalisasi elektron melalui kompleks transfer elektron.
Kesimpulan: Mangiferin dapat meningkatkan ekspresi mRNA HIF-1α dan meningkatkan protein HIF-1α, menurun protein PHD2 dan menurunkan protein HO-HIF-1α pada lini sel HepG2 secara in vitro. Analisis docking terdapat interaksi antara mangiferin, dan DFO dengan besi dan asam amino PHD2. Mangiferin memiliki stabilitas pengkikatan dengan besi yang berdekatan dengan DFO.

Introduction: This research was conducted to determine the role of flavanoid mangiferin to increase expression HIF-1α mRNA, and as an iron chelator to stabilize protein HIF-1α in cell line HepG2 and analyzes the interaction of mangiferin with prolil hidroksilase (PHD2) by docking simulation.
Methods: HepG2 cells were cultured and treated by mangiferin with concentration between 25-200μM. Quercetin is used as a comparison mangiferin flavonoid that works in the nucleus and DFO, CuCl2 is used as a comparison to iron-binding. HIF- 1α mRNA expression was determined by real time RT-PCR/q-PCR, and the stability HIF-1α protein were measured by the increase in HIF-1α protein, decreased PHD2 protein and decreased HO-HIF-1α using ELISA. Docking simulation was conducted between PHD2 protein and mangiferin, CuCl2, desferoxamine (DFO), and quercetin.
Results: Cell viability with MTS assay showed that cell exposure with 25μM-200μM concentrations of mangiferin, quercetin, mangiferin+quercetin mixture, DFO, and CuCl2 is above 85%. HIF-1α mRNA expression was slightly higher than in controls with mangiferin, quercetin, mangiferin quercetin mixture and DFO. HIF-1α protein concentration and ratios vs untreated controls were above 1 with mangiferin, quercetin, mangiferin quercetin mixture, DFO, and CuCl2. Docking simulation mangiferin with PHD2 showed ΔG= -16,22. Docking simulation with DFO showed ΔG= -17,15, and interact mangiferin, and DFO with iron in the catalytic site of PHD2 and with amino acid residues, whereas CuCl2 does not react with amino acid residues in the PHD2 domain, but directly replaces Fe. The inhibitory effect to PHD2 by mangiferin and quercetin is considered by electron delocalisation through an electron transfer complex.
Conclusion: Mangiferin can increase HIF-1α mRNA expression and HIF-1α protein levels in HepG2 cell line by in vitro. Binding interaction with iron and PHD2 amino acids occurs by mangiferin and DFO. Mangiferin has stability iron binding a similar with DFO.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2015
D-Pdf
UI - Disertasi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"Tujuan Studi ini adalah untuk mengetahui pengaruh hipoksia terhadap pola ekspresi gen HIF-1α pada jantung tikus serta mengamati timbulnya apoptosis pada kardiomiosit akibat hipoksia sistemik.
Metode Hewan coba (tikus Sprague-Dawley) dibagi secara acak menjadi 7 kelompok (n= 4 per kelompok): kelompok kontrol normoksia (oksigen atmosfir), dan beberapa kelompok hipoksia yang ditempatkan dalam sungkup-hipoksik (kadar O2 8%) selama 1, 3, 7, 14, 21, dan 28 hari. Pemeriksaan ekspresi gen HIF-1α dilakukan dengan real-time PCR dan apoptosis dengan metode TUNEL.
Hasil Dibandingkan dengan kelompok normoksia, ekspresi gen HIF-1α meningkat secara bertahap sejalan dengan lamanya hipoksia dan mencapai puncak pada hari ke-21. Tidak ada sel yang terlabel dengan cara TUNEL pada kelompok kontrol. Dibandingkan dengan kontrol, indeks apoptotik meningkat sejalan dengan lamanya hipoksia. Tidak ada hubungan bermakna antara peningkatan ekspresi HIF-1α dengan peningkatan indeks apoptotik.
Kesimpulan Hipoksia sistemik kronik mengakibatkan peningkatan ekspresi mRNA HIF-1α dan apoptosis pada kardiomiosit.

Abstract
Aim This study explored the expression of HIF-1α in hypoxic cardiac muscle in mice, and observed the evidence of apoptosis in hypoxia induced cardiomyocyte.
Methods Male Sprague-Dawley rats, were randomized into 7 groups (n= 4 per group): control normoxia group that was exposed to atmospheric oxygen and hypoxia groups that were housed in hypoxic chambers (O2 level 8%) for 1, 3, 7, 14, 21, and 28 days respectively. Animals were sacrificed, hearts were rapidly excised, total RNA was extracted with an mRNA isolation kit and the expression of HIF-1α mRNA was then detected by real-time RT-PCR. Apoptosis was assessed by TUNEL method.
Results For rat in hypoxia group, the expression of HIF-1α mRNA in cardiac myocytes was clearly up-regulated compared to the control normoxia group. Further, HIF-1α expression level elevated gradually and reached a peak at 21 days of hypoxia. No cell labeled by the TUNEL method was detected in the control group. Compared with the control group, the apoptotic index was significantly increased in the hypoxia group (P < 0.05). There was no significant correlation between the elevation of HIF-1α mRNA and the elevation of apoptotic index.
Conclusion Systemic chronic hypoxia caused the elevation of HIF-1α mRNA and apoptosis in cardiac myocytes."
[Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Universitas Tarumanegara. Fakultas Kedokteran], 2009
pdf
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Sharon Hanmy Angel
"Latar Belakang: Penelitian sel induk sekarang ini telah banyak dieksplorasi untuk nilai kuratif yang menjanjikan dalam dunia medis. Minat di bidang ini dilatarbelakangi oleh kemampuan pembaharuan diri dan diferensiasi yang memberi sel induk potensi yang dapat diterapkan secara terapeutik. Sel induk embrionik sampai hari ini masih kontroversial karena masalah etika dan penghalang kekebalannya, yang mengarahkan kepada eksplorasi sumber sel induk dari sumber lainnya termasuk jaringan adiposit dan jaringan tali pusar. Sel induk berada di microenvironment yang kompleks dan berbagai penelitian telah membuktikan bahwa tingkat oksigen terbatas diperlukan untuk pemeliharaan kapasitas proliferasi dan pluripotency. Hipoksia adalah salah satu kekuatan pendorong paling berpengaruh untuk angiogenesis yang memungkinkan kelangsungan hidup sel induk melalui adaptasi metabolik dan ekspresi gen pro-survival hidup seperti Hypoxia-inducible Factors (HIFs). HIF2α mengatur ekspresi SOX2 dan NANOG dalam kondisi hipoksia, mempertahankan kapasitas proliferasi dan pluripotency sel punca. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ekspresi relatif HIF2α pada sel induk dari jaringan tali pusar dan jaringan adiposit untuk menentukan tingkat kapasitas proliferasi.
Metode: Sel punca diekstraksi dari jaringan adiposit dan jaringan tali pusar. RNA diisolasi dan VarioskanTM Flash multimode Reader digunakan untuk mengkonfirmasi kemurnian sampel. One-Step qRT-PCR digunakan untuk mengukur ekspresi relatif gen HIF2α. Produk PCR lalu diproses dengan elektroforesis gel untuk mengkonfirmasi keakuratan amplifikasi gen.
Hasil: Gen HIF2α dinyatakan lebih tinggi di UCSC dibandingkan dengan ADSC.
Kesimpulan: Hasilnya menunjukkan bahwa dalam kondisi normal, UCSC memiliki pluripotency yang lebih tinggi daripada ADSC. Perluasan penelitian harus dilakukan untuk mengkonfirmasi ekspresi relatif HIF2α dalam kondisi hipoksia.

Background: Current stem cell research has been explored for promising curative value in the medical world. Interest in this field is motivated by the ability of self-renewal and differentiation that gives potential stem cells that can be applied therapeutically. Embryonic stem cells to this day are controversial because of ethical issues and their immune barriers, which lead to exploration of stem cell sources from other sources including adipocyte tissue and umbilical cord tissue. Stem cells are in a complex microenvironment and various studies have proven that limited oxygen levels are needed for maintenance of proliferation and pluripotency capacity. Hypoxia is one of the most influential driving forces for angiogenesis that allows continuity stem cell life through metabolic adaptation and expression of pro-survival living genes such as Hypoxia-inducible Factors (HIFs). HIF2α regulates the expression of SOX2 and NANOG in hypoxic conditions, maintaining the proliferation capacity and pluripotency of stem cells. This study aims to analyze the relative expression of HIF2α in stem cells from umbilical cord tissue and adipocyte tissue to determine the level of proliferation capacity.
Method: Stem cells are extracted from adipocyte tissue and umbilical cord tissue. RNA isolated and Vari PostingTM Flash multimode Reader is used to confirm sample purity. One-step qRT-PCR is used to measure the relative expression of the HIF2α gene. The PCR product is then processed with gel electrophoresis to confirm the accuracy of gene amplification.
Results: The HIF2α gene was expressed higher at UCSC compared to ADSC.
Conclusion: The results show that under normal conditions, UCSC has higher pluripotency than ADSC. Extensive research must be carried out to confirm the relative expression of HIF2α in hypoxic conditions.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2017
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Siufui Hendrawan
"Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui pengaruh hipoksia terhadap pola ekspresi gen HIF -1 a pada jantung dengan mengembangkan model hipoksia pada tileus serta mengamati timbulnya apoptosis pada kardiomiosit akibat hipoksia sistemik. Hewan coba dibagi secara random menjadi 7 kelompok (n = 4 per kelompok): kelompok kontrol normoksia (oksigen atmosfir), kelompok hipoksia ditempatkan dalam sungkup-hipoksik (kadar 028%) selama 1,3, 7, 14,21, dan 28 hari. Pemeriksaan ekspresi gen mF-in dilakukan· dengan real-time peR dan apoptosis dengan metode TUNEL. Dibandingkan dengan kelompok normoksia, ekspresi gen HIF-In meningkat secara bertahap sejalan dengan lamanya hipoksia dan mencapai puncak pada hari ke-21. Didapatkan indeks apoptotik meningkat sejalan dengan lamanya hipoksia.

This study explored the expression pattern of HIF -1 n in hypoxic cardiac muscle by establishing an hypoxia model in mice, and observed evidence of apoptosis in cardiomyocytes that induced by systemic hypoxia. The rats were randomized into 7 groups (n = 4 per group): control normoxia group exposed to room air, hypoxia group were housed in hypoxic chambers (02 level 8%) for 1,3, 7, 14, 21, and 28 days. The expression of HIF-I mRNA then detected by real-time RT-PCR and apoptosis was assessed by TUNEL method. Compared to the control normoxia group, HIF-ln expression level elevated gradually and reached a peak at 21 days of hypoxia. Apoptotic index are increased accordingly to severity of hypoxia."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2008
T58777
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Margaretha Herawati
"Latar Belakang : Penelitian ini menganalisis respons adaptasi jaringan jantung pada paparan hipoksia hipobarik intermiten (HHI) pada tikus. Faktor transkripsi HIF-1α penting untuk mengatasi keadaan hipoksia, terdiri atas 2 subunit yaitu HIF-1α dan HIF-1β yang dalam keadaan hipoksia membentuk heterodimer dan mengatur ekspresi sejumlah gen target untuk mengatasi keadaan hipoksia. Hipoksia akan menyebabkan jantung mengalami beban yang meningkat berupa hipertrofi ventrikel. Jantung akan mengatasi keadaan tersebut melalui pembentukan Mb dan BNP-45.
Metode : 25 ekor tikus jantan Sprague-Dawley dibagi dalam 5 kelompok dan 4 kelompok dipaparkan HHI menggunakan hypobaric chamber di Lakespra Saryanto TNI AU, selama 50 menit dengan variasi ketinggian, interval intermiten 1 minggu, 4 kali perlakuan (hari 1, 8, 15 dan 22). Dilakukan pengukuran protein HIF-1α dan Mb (ELISA), ekspresi relatif mRNA Mb dan BNP-45 (real time RT-PCR satu langkah).
Hasil : Kadar protein HIF-1α meningkat pada paparan hipoksia hipobarik dan terus menurun hingga induksi hipoksia hipobarik intermiten 3 kali (ANOVA, p=0,0437). Ekspresi mRNA dan protein Mb meningkat pada paparan hipoksia hipobarik dan terus menurun hingga induksi hipoksia hipobarik intermiten 3 kali (ANOVA, p=0,0283; 0,0170), dan keduanya berkorelasi kuat (Pearson, r=0,6307). Ekspresi mRNA BNP-45 meningkat pada paparan hipoksia hipobarik intermiten 1 kali dan terus menurun hingga induksi hipoksia hipobarik intermiten 3 kali (ANOVA, p=0,0314). Hasil uji korelasi juga menunjukkan hubungan yang kuat antara protein HIF-1α dengan ekspresi mRNA Mb, namun sangat lemah dengan ekspresi mRNA BNP-45.
Kesimpulan : Terjadi respons adaptasi HIF-1α, Mb dan BNP-45 pada paparan hipoksia hipobarik intermiten pada jantung tikus. Protein HIF-1 meregulasi ekspresi Mb dan BNP-45.

Background: The study analyzed the adaptive responses of heart tissue after induction of intermittent hypobaric hypoxia (IHH) in rat. The transcription factor HIF-1 is important to overcome hypoxia condition, which consist of 2 subunits: HIF-1α and HIF-1β in a state of hypoxia form heterodimers and regulate the expression of a number of target genes to overcome hypoxia. Hypoxia, especially continuous one, may lead the heart to hypertroptive state. The heart will overcome the situation through the establishment of Mb and BNP-45.
Methods: Twenty five male Sprague-Dawley rats were exposed to IHH in a hypobaric chamber in Indonesian Air Force Institute of Aviation Medicine, for 50 minutes at various altitudes, 1 week interval for 4 times (day 1, 8, 15 and 22). HIF-1α and Mb protein were measured with ELISA. mRNA expression of Mb and BNP-45 were measured with one step real time RT-PCR.
Results: HIF-1α protein levels increased after induction of hypobaric hypoxia and continues to decrease after induction of intermittent hypobaric hypoxia 3 times (ANOVA, p=0.0437). mRNA expression and protein of Mb increased after induction of hypobaric hypoxia and continues to decrease after induction of intermittent hypobaric hypoxia 3 times (ANOVA, p=0.0283; 0.0170), and both are strongly correlated (Pearson, r=0.6307). mRNA expression of BNP-45 increased after induction of intermittent hypobaric hypoxia 1 time and continues to decrease after induction of intermittent hypobaric hypoxia 3 times (ANOVA, p=0.0314). Correlation test results also showed a strong relationship between HIF-1α protein with mRNA expression of Mb, but very weak with mRNA expression of BNP-45.
Conclusions: Adaptive response of HIF-1α, Mb and BNP-45 occurs after induction of intermittent hypobaric hypoxia in rat heart. HIF-1 protein regulated the expression of Mb and BNP-45.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2016
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>