Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 43897 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Cindy Audilla
"ABSTRAK
Gerimis yang Sederhana? karya Eka Kurniawan adalah sebuah cerpen yang mengandung unsur sejarah tentang pemerkosaan perempuan etnis Tionghoa pada Tragedi Mei 1998. Melalui penelitian ini, penulis ingin menunjukkan bahwa sebuah karya sastra dapat merekam peristiwa sejarah yang mungkin tidak terungkap di masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode analisis pustaka dengan tinjauan sosiologi sastra berdasarkan latar sejarah dan tempat peristiwa. Konflik batin tokoh Mei akan dianalisis dengan tinjauan psikologi sastra. Berdasarkan analisis cerpen ?Gerimis yang Sederhana? terlihat bahwa Tragedi Mei 1998 membawa pengaruh besar bagi kehidupan tokoh Mei. Ia masih menyimpan luka batin meskipun telah meninggalkan Jakarta dan tinggal di Amerika Serikat selama belasan tahun.

ABSTRACT
Gerimis yang Sederhana? by Eka Kurniawan is a short story that contains elements of the history about the rapings of Chinese women during the May 1998 Tragedy. Through this study, the researcher wanted to show that a literary work can record historical events that may not be revealed in public. This study uses literature analysis with a review of the sociology of literature based on the historical background and events. Inner conflict of Mei figures will be analyzed with a review of psychological literature. Based on the analysis of the short story "Gerimis yang Sederhana" showed that the May 1998 Tragedy had great influence on the lives of Mei. She kept the emotional wounds although she had already left Jakarta and lived in the United States for a dozen years.
"
2016
MK-PDF
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Puspita Cirana
"Pemikiran bahwa perempuan merupakan bawahan dari laki-laki, merupakan sebuah faktor yang menghalangi masyarakat Jepang untuk menghormati perempuan. Perempuan memiliki stereotip sebagai makhluk yang lemah, berkepribadian buruk dan sebagainya. Stereotip inilah yang membuat perempuan Jepang mencoba untuk mematahkan konstruksi masyarakatnya. Perempuan dalam masyarakat Jepang, seperti yang tercatat dalam sejarah Jepang, hanya berada di dalam rumah atau di balik layar, peran mereka hanya sebagai ibu rumah tangga, janda, pelacur, ibu dan sebagai anak. Dikatakan bahwa perempuan telah dipisahkan dari perang, pemerintahan dan pendidikan. Di sisi lain, laki-laki selalu berada di barisan depan, memegang tanggung jawab yang besar dan mengatur sebuah negara.
Hasilnya, perempuan telah dijauhkan dari sejarah dan dianggap tidak penting. Meskipun demikian, studi belakangan menunjukan bahwa ada peran perempuan sebagai samurai. Kisah mereka telah disembunyikan dan telah lama terlupakan, tetapi eksploitasi dari beberapa samurai terkenal seperti Tomoe Gozen dan Myorin-ni, membuka beberapa perempuan yang telah melindungi istana maupun melawan pasukan kekaisaran menjadi samurai terkenal dalam sejarah Jepang, dan kecerdasan dan keberanian mereka dikenal di seluruh dunia.

The thought of Women were in all ways subordinate to men, is a factor which prevented Japanese society to respect women. Women was being stereotype as weak, ill-nature and more. These kind of stereotype makes Japanese women tried to break such construction. Women in Japanese Society as recorded in history of Japan, have been influential both on the household and behind the scenes, their roles are only as a house wives, widows, prostitute, mother, and daughter. It is said that women has been excluded from war, government, and education. On the other party, men has been always on the first line, doing a great deals of responsibility and being in charge of managing a country.
As a result, women has been isolated from history and being considered as unimportant things. Even so studies reveals there are female role in samurai warfare. Their story used to be hidden and long forgotten, but the exploits of famous female warriors such as Tomoe Gozen and Myorin-ni, uncovering several womens who defended castles and fighting the imperial forces became the most famous female samurai warriors in the whole of Japanese history and widely known all over the world for their bravery and intelligence.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2014
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Bambang Mulyadi Wicaksono
"Andil wanita Indonesia dalam berperan serta memajukan kaumnya di republik ini sering kali terlupa atau bahkan diabaikan begitu saja. Demikianlah yang terjadi dengan Poetri Mardika, organisasi wanita pertama di Indonesia yang terbentuk tahun 1912. Bias masa 1912 - 1919 yang dilalui perkumpulan ini untuk tumbuh dan berkembang, ternyata telah mencuatkan beberapa terobosan baru, seperti: pemberian beasiswa bagi murid-murid wanita bumiputra yang tidak mampu, pengadaan semacam panti rehabilitasi bagi para wanita tuna susila, penggalakan penggunaan barang dan kerajinan buatan sendiri, membantu pembangunan beberapa sekolah khusus untuk wanita-wanita bumiputra. Hal ini bisa terjadi karena pengaruh pemikiran R.A. Kartini yang berkembang pesat pada waktu itu dikalangan wanita-wanita bumiputra yang berpendidikan. Seberkas warna nasionalisme yang digoreskan perkumpulan ini timbal akibat pantulan Boedi Oetomo, organisasi panutan mereka. Warna inilah yang mampu mengikis citra Poetri Mardi_ka dan cabang-cabangnya yang berbau feudal dalam gelanggang sejarah Indonesia. Kenyataan tersebut di atas membuktikan bahwa kita memang layak mengetahui dan mengenal lebih menda-lam perkumpulan Poetri Mardika, organisasi wanita pertama yang pernah terbentuk di tanah air kita yang cuma satu ini."
Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1988
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Haasse, Hella S., 1918-2011
Amsterdam: Moussault, 1964
BLD 839.36 HAA k
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Branca, Patricia
London: Croom Helm, 1978
301.41 BRA w
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Budi Hartono
Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 1997
305.4 BUD d
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Dixson, Miriam
Australia: Penguin Books, 1982
301.412 DIX r
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Nida Faradisa
"Kaum wanita belum aktif ambil bagian dalam kegiatan olahraga karena belum adanya perkumpulan olahraga untuk wanita. Kemajuan signifikan dirasakan oleh kaum wanita dengan pembentukan organisasi olahraga. Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Wanita (PERWOSI) yang didirikan pada tahun 1967 menjadi pelopor organisasi olahraga untuk wanita. Ide terbentuknya organisasi ini muncul dari para wanita yang berkecimpung dalam dunia olahraga, terdiri dari olahragawan, pendidik, serta penggemar olahraga. Melalui metode sejarah, penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peran organisasi PERWOSI dalam memajukan olahraga Indonesia. Hasil penelitian menunjukan bahwa PERWOSI mempunyai peran yang sangat penting dalam meningkatkan kesadaran wanita Indonesia dalam bidang olahraga. PERWOSI menginisiasi berbagai kegiatan olahraga seperti, Pekan Olahraga Wanita, Kejuaraan Aerobic Nasional, dan berbagai kegiatan pendamping program pemerintah yang berdampak pada meningkatnya partisipasi kaum wanita terhadap dunia olahraga. Penelitian terdahulu terkait tema ini hanya membahas perkembangan organisasi PERWOSI secara singkat dengan sudut pandang yang berbeda-beda. Sedangkan, penelitian ini mengkaji lebih dalam perkembangan organisasi PERWOSI sehingga dapat dilihat peranannya dalam mengembangkan olahraga Indonesia.

Women did not actively participate in sport because there is not sporting association for women. Significant progress was felt by women with the formation of sports organizations. Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Wanita (PERWOSI) established in 1967 became a pioneer of sports organizations for women. The idea of this organization’s formation emerged from women who worked in the sports world, consisting of sportswomen, educators, and sports enthusiast. This study aims to explain the role of the PERWOSI organization in promoting Indonesian sports through a series of historical methods. The results show that PERWOSI has a significant role in increasing the awareness of Indonesian women in the sports area. PERWOSI initiated various sports activities such as Women’s Sports Week, National Aerobic Championship, and various government program’s side activities impact on increased participation of women in the world of sports. Previous studies related to the discussion in this research above only discussed the development of the PERWOSI organization briefly with different points of view. Meanwhile, my research examines the development of the PERWOSI organization more deeply to see its role in developing Indonesian sports."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2020
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Chandra Linsa Hikmawati
"ABSTRAK
Penelitian ini membahas mengenai pemerkosaan massal terhadap perempuan Tionghoa dalam Tragedi Mei 1998 di Jakarta. Beberapa studi yang membahas kekerasan terhadap masyarakat Tionghoa dalam Tragedi Mei 1998 di Jakarta sedikit yang menaruh perhatian pada kekerasan terhadap perempuan Tionghoa (misalnya Purdey 2013; Siegel 1998; dan Tadié 2009). Beberapa penulis yang mencoba memberikan perhatian seperti Heryanto (2000) dan Wichelen (2000) masih melihat masalah itu dari satu aspek bahasan seperti kekerasan negara dan gender. Dengan menggunakan metode kualitatif yaitu dengan pemeriksaan dokumen yang relevan dan studi literatur, penelitian ini berargumen bahwa pemerkosaan terhadap perempuan Tionghoa merupakan peristiwa yang kompleks dan perlu dilihat dengan penjelasan yang lebih dalam. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan peristiwa tersebut dengan konsep opresi atau kekerasan berlapis dengan menggunakan konsep kekerasan struktural, interseksionalitas, ideologi gender negara, dan pemerkosaan massal. Opresi berlapis terhadap masyarakat Tionghoa melihat bahwa posisi mereka yang kuat secara ekonomi namun lemah secara sosial-politik telah membangun akar sentimen masyarakat pribumi terhadap masyarakat Tionghoa. Situasi tersebut semakin rumit dengan adanya ideologi gender negara serta budaya patriarki masyarakat dalam memandang perempuan (konstruksi sosial keperempuanan sebagai simbol kehormatan dan objektifikasi dari tubuh perempuan)."
Jakarta: Departemen Ilmu Politik FISIP UI, 2017
320 JURPOL 2:2 (2017)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, 1990
305.42 PAR
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>