Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 24068 dokumen yang sesuai dengan query
cover
cover
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1994
S34463
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Bandung: Yayasan Lembaga Penyelidikan Masalah Bangunan, 1991
R 624.17 IND t
Buku Referensi  Universitas Indonesia Library
cover
Darmawan David Christian
"Sistem Hidran merupakan salah satu bagian dari sistem pemadam kebakaran pada gedung bertingkat, yang berfungsi untuk mencegah meluasnya kebakaran. Tinggi statis, kerugian gesek pipa dan tekanan yang disyaratkan pada keluaran slang hidran terjauh merupakan faktor yang diperhitungkan untuk menentukan kapasitas tekanan pompa pemadam kebakaran.
Dirancang sebuah sistem hidran pada bangunan bertingkat, dengan berpedoman pada peraturan-peraturan yang ada. Salah satu peraturan utamanya adalah SNI O3-1745-2000 "Tata Cara Perencanaan dan Pemasangan Sistern Pipa Tegak dan Slang Untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran Pada Bangunan Gedung". Hasil perancangan dianalisa untuk perhitungan rugi ketinggian statis dan rugi gesek pipa, sehingga dapat diketahui besar tekanan yang bekerja pada masing-masing kotak hidran.
Dari data tersebut, dicari kelebihan tekanau yang terjadi, kemudian digunakan pelat orifice untuk menurunkan tekanan. Dari hasil analisa perancangan sistem dan perhitungan tekanan hidran, disimpulkan bahwa pelat orifice dapat digunakan sebagai alat penurunan tekanan pada kotak hidran. Dimana umumnya selama ini, penurunan tekanan hanya menggunakan PRV (Pressure Reducing Valves).

Hydrant system is a part of fire fighting system at high rise building, which functioned to prevent fire expansion. Static head, piping head loss and required pressure for the farthest discharge hydrant hose are factors that use to calculate fire fighting pump pressure capacity.
Hydrant system at high rise building was design oriented to regulations. One of the main regulations is SNI 03-1745-2000 "Standard for lnstallation of Standpipe and Hose Systems". Design re5ult was analyst for static head lost and pipe friction lost calculated, from pressure working for each hydrant box can be determined. According to that data, overload pressure happened are look for, then-orifice plate is use to reduce pressure.
From design system analyst and hydrant pressure calculation, concluded that orifice plate can be use as pressure reducing equipment for hydrant box. Which generally all this lang, PRV (Pressure Reducing Valves) was the only pressure reducing that use.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2006
S37564
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Trimanta
"ABSTRAK
Pertumbuhan dan perkembangan dunia konstruksi dewasa ini, semakin meninqkat sejalan dengan kemajuan dunia industri. Sehingga usaha menekan biaya perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan struktur beton merupakan hal _yang sangat panting.
Untuk menunjang usaha penekanan biaya, maka tidak terlepas dari penelitian. Usaha penelitian yang kami lakukan adalah untuk mengetahui hubunqan antara pekerjaan pengecoran denqan besarnya tekanan vertikal dan horisontal yang terjadi, terhadap pekerjaan :
- Formwork untuk lantai
- Formwork untuk Balok
- Formwork untuk Kolom
- Formwork untuk Dinding

"
1995
S35533
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Lazuardy Lasimpala
"ABSTRAK
Kolom merupakan komponen struktur yang sangat penting dalam menjamin suatu struktur tidak mengalami keruntuhan total. Dalam mendesain kolom harus memiliki kapasitas yang cukup dalam menahan beban yang bekerja. Kapasitas kolom dipengaruhi oleh beberapa hal, salah satunya pengaturan tulangan longitudinal. Pengaturan tulangan longitudinal itu sendiri diatur dalam SNI 03-2847-2002. Untuk memberikan gambaran pada perencana tentang kapasitas kolom maka perlu adanya acuan di dalam SNI 03-2847-2002 melalui diagram interaksi kolom.
Tujuan dari skripsi ini adalah untuk melengkapi SNI 03-2847-2002 dengan diagram interaksi kolom beton. Diagram interaksi kolom P-M yang dibuat berupa digram interaksi kolom dengan tulangan pada ke empat sisinya. Yang nantinya diharapkan bisa menjadi referensi dalam perencanaan kolom beton.
Hasil yang didapat dari penelitian ini berupa diagram interaksi kolom beton yang dapat memberikan gambaran bagi perencana tentang kapasitas sebuah kolom dengan ketentuan yang berlaku mengacu pada SNI 03-2847-2002. Digram ini dibuat dengan bantuan program MS excel agar mempermudah perhitungan.

ABSTRACT
Column is a very important structural component in ensuring a structure does not collapse. In designing the column must have sufficient capacity to support load. Column capacity is affected by several things such as longitudinal reinforcement configuration and column sectional shape. Longitudinal reinforcement configuration itself regulated in the SNI 03-2847-2002. To provide an overview on the column capacity planners need a reference in the SNI 03-2847-2002 with the column interaction diagram.
The purpose of this final task is to complete the SNI 03-2847-2002 with a concrete column interaction diagrams. The column PM interaction diagrams which created are interaction diagram rectangular column with reinforcement on the four sides. Which might be expected to be a reference in the planning of concrete columns.
The results of this research a concrete column interaction diagram that can provide an overview for planners on the capacity of a column with the applicable provisions referring to the SNI 03-2847-2002. This diagram is created with the help of MS Excel program in order to simplify the calculation."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2012
S43031
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Frick, Heinz
Yogyakarta: Kanisius, 2001
691 FRI i
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Mangkuto, Rizki A.
"Standar Nasional Indonesia tentang pencahayaan alami pada bangunan gedung yang berlaku pada saat ini, SNI 03-2396-2001, merekomendasikan penggunaan faktor langit dari langit berawan seragam sebagai indikator ketersediaan pencahayaan alami dalam ruangan. Untuk menghitung faktor langit sebagai fungsi dari posisi relatif (L/D and H/D) dari suatu lubang cahaya vertikal tanpa kaca, disediakan tabel referensi yang dapat digunakan. Meskipun demikian, akurasi dari nilai-nilai yang terdapat dalam tabel tersebut tidak diketahui. Tulisan ini memaparkan akurasi dari nilai-nilai tersebut dibandingkan terhadap nilai analitisnya. Dari perhitungan, ditemukan bahwa dari 11 dari 361 nilai yang ada dalam tabel memiliki galat relatif sebesar 10% atau lebih besar. Beberapa contoh hasil yang didapat menggunakan interpolasi nilai-nilai pada tabel dibandingkan dengan hasil yang didapat menggunakan persamaan analitik. Berdasarkan analisis, disarankan untuk menggunakan tabel referensi hanya untuk nilai L/D dan H/D yang berada di dalam rentang 0,1 ~ 6,0. Untuk nilai-nilai di luar rentang tersebut, disarankan untuk menggunakan persamaan analitik untuk menentukan faktor langit."
Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, 2016
728 JUPKIM 11:2 (2016)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Bandung: Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemukiman, 1983
624.1834 IND b
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Rino Bagas Nugroho
"ABSTRAK
Indonesia merupakan negara kepulauan dengan tingkat resiko terhadap gempa bumi yang cukup tinggi. Namun beberapa bangunan gedung di Indonesia dibangun sebelum diterapkannya standar perencanaan ketahanan gempa, SNI 03-1726-1989 yang kemudian diperbaharui menjadi SNI 03-1726-2002, sehingga diperkirakan tidak memperhitungkan aspek-aspek ketahanan gempa pada saat bangunan tersebut dibangun. Gedung X adalah bangunan beton bertulang portal terbuka empat (4) lantai yang dibangun pada tahun 1965 dan merupakan salah satu bangunan yang dimaksud.
Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi kinerja struktur eksisting Gedung X untuk memastikan kelayakan struktur bangunan dalam mengakomodir beban gempa sesuai SNI 03-1726-2002. Apabila ditemukan ketidaksesuaian struktur dalam menahan beban gempa maka dibutuhkan suatu perencanaan metode perbaikan (perkuatan/retrofit) terhadap bangunan tersebut sehingga bangunan itu dapat memenuhi kualifikasi ketahanan gempa sesuai dengan SNI 03-1726-2002 hingga umur pakainya berakhir. Salah satu metode perbaikan yang paling umum digunakan adalah dengan menambahkan elemen baru pada struktur gedung eksisting berupa penambahan dinding geser dan bresing baja konsentrik biasa.
Berdasarkan hasil penelitian, penambahan elemen dinding geser dan bresing baja dapat memperbaiki defisiensi¬defisiensi yang ada pada Gedung X sehingga ketahanan bangunan eksisting terhadap gempa pun meningkat.

ABSTRACT
Indonesia is an archipelago with high level of seismic risk. However, some buildings in Indonesia was built before the adoption of seismic resistance standards of planning, SNI 03-1726-1989 which was then updated to SNI 03-1726-2002, so it could be assumed that the seismic resistance aspects were not taken into account when the building was built. X Building is an open frame reinforced concrete building and one of buildings in question.
This study was conducted to evaluate the performance of existing structures of X Building to ensure the feasibility of its structures to accommodate seismic loads in accordance with SNI 03-1726-2002. If discrepancies is found in the structures, it needs a repairing (strengthening/retrofit) method plan so that the building qualifies for seismic resistance in accordance with SNI 03-1726-2002 until its expiry date. One of the most common retrofit method is to add new elements to the existing building with addition of shear walls and ordinary concentric braced frame.
Based on the results of the study, the addition of shear walls and braced frame can remove the deficiencies that occur, so the resistance of X Building against seismic increased."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2011
S822
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>