Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 109065 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Atvinda Prilya Afista
"ABSTRAK
Diabetes Melitus Tipe 2 (DM Tipe 2) sering dikaitkan dengan penyakit komorbid yaitu hipertensi dan dislipidemia. Peran apoteker belum terlihat untuk mengendalikan penyakit DM tipe 2, komorbid serta kepatuhan terapi pasien dalam perawatan kesehatan primer Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh konseling apoteker disertai buklet terhadap luaran klinis dan kepatuhan terapi pasien rawat jalan DM Tipe 2. Penelitian dilakukan pada bulan Januari sampai September 2018 dengan desain pre-eksperimental dan pengambilan sampel secara konsekutif. Selama penelitian, subjek diberikan kuesioner sosiodemografi, Medication Adherence Questionnaire, melakukan penilaian pill count adherence, serta pengukuran luaran klinis yang dilakukan sebelum dan sesudah 3 kali diberikan intervensi apoteker. Hasil penelitian 51 pasien memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dan juga menyelesaikan penelitian. Proporsi pasien yang diuji menggunakan kai kuadrat memberikan hasil, pasien dengan kadar Gula Darah Puasa dan HbA1c yang terkontrol serta kepatuhan terapi yang tinggi signifikan lebih banyak dan berbeda bermakna setelah diberikan intervensi dengan nilai (p = <0,0001; 0,014; <0,0001). Analisis perbedaan rerata luaran klinis menggunakan uji T dependen dan Wilcoxon Sign menunjukkan hasil terdapat perbedaan yang signifikan pada kadar GDP (p= <0,0001), HbA1c (p= <0,0001), kolesterol total (p= 0,011), HDL (p= <0,0001), LDL (p= <0,0001) dan kepatuhan terapi (p= <0,0001) sedangkan trigliserida dan tekanan darah tidak berbeda (p >0,05). Penelitian ini menunjukkan bahwa intervensi apoteker yaitu konseling dan pemberian buklet dapat memperbaiki kadar glikemik, mencegah atau memperlambat progresivitas penyakit komorbid, dan efektif meningkatkan kepatuhan terapi pasien.

ABSTRACT
Type 2 diabetes mellitus (DM) is often associated with comorbid diseases that is hypertension and dyslipidemia. The role of pharmacists has not been seen to control type 2 DM disease and its comorbidities in Indonesian primary health care. The aim of this study was to evaluate the influence of counseling by pharmacists with the booklet on clinical outcomes and adherence to therapy for outpatients type 2 DM. The study was conducted from January to September 2018 with pre-experimental design and consecutive sampling. During the study, subjects were given a sociodemographic questionnaire, Medication Adherence Questionnaire, do the Pill Adherence Count assessment, measurement clinical outcome before and after 3 times of pharmacy intervention. The study result was 51 patients who entered inclusion-exclusion criteria and had completed the study. The proportion of patients whose tested using chi-squared gave results that patients with controlled Fasting Blood Glucose, HbA1c levels, and high medication adherence was more significant and different after the intervention (p = <0,0001; 0,014; <0,0001). Difference analysis of clinical outcomes using T dependent test and Wilcoxon sign test showed there was a significant difference in FBS (p = <0,0001), HbA1c (p = <0,0001), total cholesterol (p = 0,011), HDL (p = <0,0001), LDL (p = <0,0001) and therapy adherence (p = <0,0001) while triglycerides levels and blood pressure has no difference. This study shows that pharmacist intervention can improve glycemic levels, prevent or decrease progression of comorbid and effective to improve patient compliance."
2018
T52355
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Simbolon, Youvita Indamaika
"Tingkat kepatuhan diet di Indonesia rata-rata masih rendah. Diet dalam menjaga makanan seringkali menjadi kendala karena masih tergoda dengan segala makanan yang dapat memperburuk kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan diet pada penderita diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini menggunakan disain cross-sectional. Sampel yang diteliti adalah seluruh penderita diabetes melitus tipe 2 dengan rentang usia 25-65 tahun yang sedang rawat jalan, sampel diambil dengan metode non-random sampling dengan teknik purposive sampling sebanyak 130 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran antropometri, pengisian kuesioner, form food recall 1x24 jam dan semiquantitative food frequency questionnaire (SFFQ).
Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 13,8% responden yang patuh diet. Hasil uji chi-square menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara kepatuhan diet diabetes melitus tipe 2 dengan jenis kelamin (p=0,008) dan lama menderita (p=0,044). Hasil uji regresi logistik menunjukkan lama menderita merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan kepatuhan diet diabetes melitus tipe 2. Penderita diabetes melitus diharapkan untuk memperhatikan pola makan yang dianjurkan dan melaksanakannya dengan baik, mampu secara aktif untuk meningkatkan pengetahuannya terkait penyakit diabetes melitus dan faktor-faktor terkait lainnya dan tetap mempertahankan pola makan yang sudah dijalankan bagi yang sudah lama menderita diabetes melitus tipe 2.

The level of dietary adherence in Indonesia is still low. Diet in maintaining food is often become an obstacles because the patient is still tempted by all food that can worsen their health. The purpose of this study is to determine the factors that associated with dietary adherence in type 2 diabetes mellitus patients. This study was using a cross-sectional design. The samples studied were all type 2 diabetes mellitus type 2 with the age range 25-65 years was outpatient, samples were taken with non-random sampling method with purposive sampling of 130 people. Data were collected through anthropometric measurements, filling-out questionnaires, 1x24 hour food recall and dan (semiquantitative food frequency questionnaire) SFFQ form.
The results showed 13.8% of respondents were diet-compliant. There were significant relationship between gender (p=0.008) and length of suffering (p=0.044) with between dietary adherence. The result of logistic regression test showed that the duration of suffering is the dominant factor associated with dietary adherence in type 2 diabetes mellitus patients. Type 2 diabetes mellitus patients were expected to pay attention to the diet recommended and carry it out well, to actively to improve the knowledge related to the disease diabetes mellitus and related to the other factors and still preserve diet that has been run for who has long been suffering from type 2 diabetes mellitus.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2019
T52016
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Dewi Yuniarti
"Ketidakpatuhan terapi Diabetes Melitus (DM) dapat menimbulkan komplikasi kronis mikrovaskular dan makrovaskular. Penelitian ini bertujuan membandingkan antara kepatuhan pasien DM tipe 2 yang diberi booklet yang disusun bersama pasien dan booklet lama. Rancangan penelitian ini adalah quasi experimental design dengan two group pretest-posttest design secara prospektif. Penilaian kepatuhan berdasarkan skor Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) dan kadar hemoglobin terglikasi (HbA1c). Penelitian dilaksanakan di puskesmas Beji dan Pancoran Mas bulan Maret hingga Juni 2013. Total sampel terdiri dari 62 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan mengikuti pretest, hanya 49 pasien DM tipe 2 yang mengikuti hingga akhir penelitian (posttest). Sampel secara random dibagi menjadi kelompok yang menerima booklet yang disusun bersama pasien DM tipe 2 (25 orang) dan kelompok booklet lama (24 orang). Penilaian skor MMAS-8 dan kadar HbA1c diukur sebelum dan 8 minggu setelah pemberian intervensi. Analisis menggunakan uji paired t test untuk perubahan kadar HbA1c serta uji Wilcoxon untuk skor MMAS-8. Pada kelompok yang menerima booklet yang disusun bersama pasien DM tipe 2 menunjukkan perbedaan bermakna kadar HbA1c (p=0,066<0,1) dan skor MMAS-8 (p=0,002<0,05) sebelum dan setelah 8 minggu intervensi. Penelitian ini menunjukkan bahwa media edukasi booklet yang disusun bersama pasien DM tipe 2 dengan bahasa yang mudah dimengerti dapat meningkatkan kepatuhan pasien DM tipe 2 terhadap terapi.

The uncompliance to diabetes mellitus (DM) therapy can lead to chronic microvascular and macrovascular complications. This study aimed to compare the compliance of type 2 DM patients who were given the booklet that rearranged together with the patients and the original booklet. This study design was a quasi experimental design with two group pretest-posttest design prospectively. Compliance assessment score based on Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) and the levels of glycated hemoglobin (HbA1c). Research is carried out in Beji and Pancoran Mas Health Center during March to June 2013. The sample consisted of 62 patients who met the inclusion criteria and follow the pretest, only 49 patients with type 2 diabetes who followed up to the end of the study (posttest). Samples were randomly divided into group receiving the rearranged booklet with type 2 DM patients (25 patients) and original booklet group (24 patients). MMAS-8 assessment scores and HbA1c levels were measured before the intervention and 8 weeks after the intervention. The result is analized by using a paired t-test for change in HbA1c levels and the Wilcoxon test for MMAS-8 score. Group receiving the rearranged booklet with type 2 DM patients showed significant differences in HbA1c levels (p=0.066<0.1) and MMAS-8 scores (p=0.002<0.05) before and after 8 weeks of intervention. So this study may indicate that rearranged booklet with type 2 DM patients as an education media with understandable language may improve the compliance of type 2 diabetes patient to their medication therapy."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2013
T38414
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fitriyani
"LATAR BELAKANG: Diabetes Melitus (DM) merupakan salah satu masalah kesehatan yang besar. Data dari studi global menunjukkan bahwa jumlah penderita Diabetes Melitus pada tahun 2011 telah mencapai 366 juta orang di dunia (IDF, 2011). Salah satu provinsi yang memiliki prevalensi Diabetes yang tinggi adalah Provinsi Banten. Prevalensi DM Provinsi Banten di daerah perkotaan sebesar 5,3% (mendekati angka nasional 5,7%) (Balitbangkes, 2008).
TUJUAN: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan kejadian Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Kecamatan Citangkil dan Puskesmas Kecamatan Pulo Merak, Kota Cilegon.
DISAIN: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional, yang merupakan analisis data sekunder dari data Program Pengendalian Diabetes Melitus Tipe 2 dan Faktor Risikonya di Kota Cilegon. Data dikumpulkan tahun 2011 dan analisis dilakukan tahun 2012.
HASIL: Prevalensi DM Tipe 2 adalah sebesar 4,4%. Variabel yang terbukti memiliki hubungan dengan kejadian DM Tipe 2 adalah aktivitas fisik (p: 0,032). Orang yang aktivitas sehari-harinya ringan memiliki risiko 2,68 kali untuk menderita DM tipe 2 dibandingkan dengan orang yang aktivitas fisik sehariharinya sedang dan berat (OR: 2,68; 95% CI: 1,11-6,46).

BACKGROUND: Diabetes Mellitus is one of big health problems. Global study showed that diabetician in 2011 had reached 336 millions people (IDF, 2011). One of provinces that had high prevalence of Diabetes Mellitus is Banten Province. The prevalence of Diabetes Mellitus in Banten Province in urban areas is 5,3% (approaching the national prevalence 5,7%) (Balitbangkes, 2008).
OBJECTIVE: The objective of this research was to investigate the risk factors that have correlation with Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) in Citangkil Primary Health Care and Pulo Merak Primary Health Care, Cilegon City.
DESIGN: This research was a quantitative research with cross sectional design. It used the secondary data of T2DM and Its Risk Factors Controlling Program in Cilegon City. Data was collected in 2011 and the analyzing was done in 2012.
RESULT: The Prevalence of T2DM was 4,4%. The variabel that have correlation with T2DM is physical activity (p value: 0,032). People who have low intensity in physical activity has 2,68 times probabilty to get T2DM than people who has middle and high intensity in phisycal activity (OR: 2,68; 95% CI: 1,11-6,46).
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2012
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Yardi
"The therapy for degenerative deseases such as hypertension and type 2 of diabetes mellitus may take a long time or even as long as patient's lifetime. The length of therapy process that patient should take, sometimes make them not be comply with their therapy instructions. Patient Counseling by pharmacist is one of the way to maintain or to increase their compliance to the therapy.
The objective of this study was to know how far the patient counseling by Pharmacist influenced patient's knowledge and compliance on taking their medicine in Kimia Farma Pharmacy. Patient's compliance was measured by indirect methode ( interview using questioner as measure equipment ). Respondents were patients who bought medicine by prescription in Kimia Farma Pharmacy , Pasar Minggu as treatment sample and Kimia Farma Merdeka Bogor as control one. Sample were collected in August to October 2007.
The result showed that there was significant difference of knowledge to hypertension and diabetes mellitus type 2 therapy between intervention group and control one ( p value = 0.039 ). There was also difference of adherence to hypertension and diabetes mellitus type 2 therapy between intervention group and control one ( p value = 0.002 ). The Pharmacist counseling influenced the knowledge ang adherence of respondents. "
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2007
T29050
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hapsarini Nelma
"ABSTRAK
Latar Belakang Penyakit kronis Diabetes Mellitus merupakan penyakit yang
banyak ditemui pada masyarakat Indonesia. Penderita penyakit ini membutuhkan
penanganan jangka panjang yang tidak hanya meliputi pengobatan namun juga
perubahan gaya hidup. Perubahan gaya hidup membutuhkan adaptasi yang
terkadang menimbulkan stress bagi penyandang penyakit ini. Stress yang tidak
dikelola dengan baik dapat menyebabkan penderita masuk dalam kondisi depresi
Metode Penelitian dilakukan dengan menggunakan desain single subject design
dan pengambilan sample menggunakan metode purposive sampling. Partisipan
terdiri dari 2 subjek yang memiliki kriteria GDS>150, divonis menyandang
Diabetes Mellitus, dan hasil ukur berdasarkan Beck?s Depression Inventory berada
pada golongan depresi berat atau golongan depresi ringan-sedang. Pertemuan
berjalan 6 kali ditambah 1 pertemuan untuk asesmen awal. Pendekatan yang
digunakan dalam penelitian ini yaitu cognitive behavior therapy. Hasil
Berdasarkan hasil pengukuran sebelum dan sesudah intervensi diperoleh hasil
partisipan mengalami penurunan tingkat depresi yang diindikasikan dengan
partisipan yang lebih tenang setelah intervensi dan penurunan skor pada Beck?s
Depression Inventory serta adanya perubahan pada pikiran negatif. Kesimpulan
Penelitian ini membuktikan bahwa pendekatan cognitive behavior therapy efektif
dalam menurunkan tingkat depresi dan mengubah pikiran negatif pada penderita
Diabetes Mellitus tipe 2. Partisipan juga menyampaikan bahwa pendekatan ini
memberikan manfaat karena dapat melatih partisipan mengendalikan isi
pikirannya.

ABSTRACT
Background Chronic illness Diabetes Mellitus has been found as big cases in our
country. People who has this illness has to take a long time period of treatments,
not only use drugs for long period but also change their life style. Changing life
style sometimes stressful for people who has this illness. If they can?t handle
stress properly, they will down to depression. Method This research use single
subject design and purposive sampling to take participants who can join this
research. Criteria that use in this research are people who has Diabetes Mellitus
type 2, GDS>150, and people in mild-moderate group or severe group of
depression based on Beck?s Depression Inventory. This research consist of 6
sessions and 1 session for assessment. Cognitive behavior therapy was used in this
research. Result Based on before and after intervention measurement, participant
showed decrease of depression and change negative thoughts. It can be seen by
decrease of scores Beck?s Depression Inventory and participant?s reports.
Conclusion This research has proven that cognitive behavioral therapy effective
to decrease depression and change negative thoughts Diabetes Mellitus type 2
patients."
2012
T31698
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Yeni Agustin
"ABSTRAK
Diabetes Mellitus Tipe 2 (DM Tipe 2) adalah kelainan metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia yang diakibatkan kurangnya sekresi insulin, resistensi insulin, atau keduanya. Kondisi hiperglikemia yang kronis dapat menyebabkan berbagai komplikasi salah satunya adalah kaki diabetik yang menjadi penyebab utama dilakukannya amputasi pada klien dengan DM tipe 2. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengalaman klien DM tipe 2 pasca amputasi mayor ekstremitas bawah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif. Hasil analisa data menghasilkan enam tema, yaitu: perubahan dalam kehidupan setelah amputasi, respon atau perasaan terkait amputasi, mekanisme koping, dukungan sosial yang diterima, makna hidup, dan pelayanan kesehatan yang diterima. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan dalam meningkatkan kualitas asuhan keperawatan melalui peningkatan dukungan rehabilitasi secara fisik, psikososial, dan spiritual pada klien DM tipe 2 pasca amputasi mayor ekstremitas bawah.

ABSTRACT
Type 2 Diabetes Mellitus (Type 2 DM) is a metabolic disorder characterized by hyperglycemia as a result of insulin deficiency, insulin resistance, or both. Chronic hyperglycemia conditions can lead complications such as the diabetic foot as a major cause of amputation in clients with type 2 DM. The purpose of this study was to determine the experience of client with type 2 DM following major lower limb amputation. This study used a qualitative method with descriptive phenomenology approach. Result of the data analysis revealed six themes: live changes of amputees, amputation response or related feelings, coping mechanisms, social support received, the meaning of life, and health care received. The results of this research are expected to contribute positively in improving the quality of nursing care through physical, psychosocial, and spiritual rehabilitation support enhancement in client with type 2 DM following major lower limb amputation."
Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2013
T32638
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nizmawardini Yaman
"Sambiloto (Andrographis paniculata Nees.) secara empiris telah digunakan sebagai obat alternatif untuk berbagai penyakit termasuk diabetes mellitus. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis efek hipoglikemik kapsul sambiloto sebagai terapi tambahan pada penyandang diabetes melitus tipe 2. Double-blind randomized controlled trial cross-over desain pada 34 subyek dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama sambiloto mendapat 2 kali 2 kapsul sehari selama 14 hari, dan kelompok kedua mendapat plasebo selama 14 hari. Kedua kelompok tetap menggunakan metformin sebagai terapi standar kemudian dievaluasi kadar glukosa darah pasca terapi 14 hari. Pada pemberian kapsul sambiloto selama 14 hari tampak penurunan kadar glukosa darah puasa lebih besar dibandingkan plasebo, tetapi tidak bermakna. Kapsul sambiloto bermakna menurunkan kadar glukosa darah 2 jam setelah makan. Kesimpulan: Kapsul sambiloto dapat menurunkan kadar glukosa darah namun bermakna secara statistik hanya 2 jam setelah makan.

Sambiloto (Andrographis paniculata Nees.) is empirically used as an alternative medicine for various diseases including diabetes mellitus, but the scientific evident for treatment in humans is still limited. This study analyze the effects of hypoglycemic sambiloto capsules as additional therapy in patients with type 2 diabetes mellitus. Double-blind randomized controlled trial, cross-over design in 34 subjects who were divided into two groups. The first groups sambiloto received 2 capsules 2 times daily for 14 days, and the second groups received placebo for 14 days. Both groups kept taking metformin as standard therapy with an the evaluation of blood glucose levels on day 14. The results showed that administration of sambiloto capsules for 14 days, the blood glucose levels is greater compared to placebo but not significantly. Sambiloto capsules significantly reduced blood glucose 2 hours after eating. Conclusions: sambiloto capsules shown to reduced blood glucose levels, but statistically significant only in 2 hours after eating."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2012
T31426
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Rinnelya Agustien
"Penelitian ini bertujuan mengetahui efek hiperglikemia postprandial terhadap kemampuan memori jangka pendek pada pasien DM tipe 2. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain quasy experiment post test group.Jumlah sampel sebanyak 35 responden. Hasil penelitian ini menyatakan ada perbedaan kadar gula darah dan kemampuan memori jangka pendek antara satu jam dan dua jam setelah makan.
Saran penelitian ini adalah perlu dilakukan skrining kognitif sejak dini kepada pasien DM, edukasi pasien DM diberikan dua jam setelah makan dan perlu ada penelitian lanjutan yang melibatkan jumlah sampel yang besar dan faktor-faktor yang berkontribusi terhadap penurunan kognitif pasien DM.

This study aims to determine the effects of postprandial hyperglycemia on the ability of short-term memory in patients with type 2 diabetes. This research is a quantitative research with quasy experiment posttest design. Number of respondents were 35 people. The results there are differences in blood sugar level and short term memory ability one hour and two hour after meal.
Suggestion study was conducted in early cognitive screening for diabetic patients, education were given two hours after a meal and there needs to be further research involving a large number of samples and the factors that contribute to cognitive decline.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2013
T33032
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>