Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 77899 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Radyan Yudha Bhaskara
"PT XYZ adalah pelaku industri teknologi finansial yang kegiatan bisnisnya menyediakan sistem layan uang elektronik bernama AUE. Dengan lebih dari 500 ri bu 􀀇pengguna􀀇 dan lebih dari 20 ribu transaksi per hari, AUE adalah produk utama dalam bisnis PT XYZ. Oleh karena itu sangat penting bagi PT XYZ untuk menjaga kenyamanan dan keamanan dari layanan uang elektronik ini untuk menjaga reputasi dan kepercayaan pemangku kepentingan. Namun, adanya insiden keamanan informasi yang mengganggu bisnis, serta munculnya dorongan persyaratan pengamanan informasi dari regulator dan mitra bisnis, membuat PT XYZ merasa perlu untuk meningkatkan standar pengamanan informasinya.
Berdasarkan pertimbangan tersebut, manajemen internal menetapkan salah satu sasaran perusahaan yaitu untuk meningkatkan pengamanan informasi. Berangkat dari sasaran tersebut, ditemukan salah satu area kekurangan dalam pengelolaan pengamanan informasi PT XYZ adalah belum dilakukan aktivitas manajemen risiko keamanan informasi yang menyeluruh terhadap AUE. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis risiko terhadap aplikasi uang elektronik PT XYZ. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus evaluatif dan eksploratif.
Hasil dari penelitian ini adalah analisis terhadap kondisi risiko keamanan informasi aplikasi uang elektronik PT XYZ. Adapun manfaat dari penelitian ini adalah dihasilkannya rekomendasi pengendalian keamanan informasi berdasarkan hasil analisis risiko keamanan informasi, untuk meningkatkan kondisi keamanan informasi PT XYZ serta memenuhi persyaratan standar pengamanan informasi yang tersertifikasi."
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2019
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Adi Akhmadi Pamungkas
"Informasi merupakan salah satu aset bagi organisasi. Oleh karena itu, organisasi perlu melakukan pengamanan terhadap aset informasi yang dimilikinya dari akses, penggunaan, modifikasi, serta penghancuran oleh pihak yang tidak berhak. Berdasarkan Dokumen Rencana Induk Teknologi Informasi BPPT 2015-2019 disebutkan secara eksplisit bahwa salah satu permasalahan yang dihadapi oleh BPPT adalah belum terimplementasinya sistem manajemen keamanan informasi yang sesuai dengan standar ISO 27001. Padahal menurut Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika No. 4 Tahun 2016, setiap lembaga yang menyelenggarakan sistem elektronik berkategori strategis harus mengimplementasikan standar ISO/SNI 27001. Setelah dilakukan analisis akar masalah, ditemukan bahwa BPPT belum memiliki Kebijakan dan SOP terkait pemanfaatan TI yang mendukung sistem manajemen keamanan informasi.
Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melakukan penyusunan prosedur pendukung kebijakan keamanan informasi. Penelitian ini dilakukan dengan metodologi penelitian kualitatif. Data dikumpulkan melalui studi dokumen, wawancara semi-terstruktur, dan Focus Group Discussion (FGD) terhadap sejumlah pejabat struktural dan fungsional di BPPT. Analisis data transkrip dilakukan dengan menggunakan metode tematik analisis. Adapun perumusan SOP dilakukan dengan menggunakan Soft System Methodology dengan mengacu kepada domain yang dipilih dari sejumlah kontrol pada ISO 27002 dan NIST 800-82. Dari hasil perancangan tersebut dihasilkan tujuh buah SOP terkait dengan pengguna. Diharapkan rekomendasi perancangan SOP yang dihasilkan dapat memberikan masukan bagi peningkatan kualitas sistem manajemen keamanan informasi di BPPT.

Information is one of the assets for an organization. Therefore, the organization needs to protect its information assets from access, use, modification and destruction by unauthorized parties. Based on the BPPTs Information Technology Master Plan 2015-2019, it is mentioned that one of the problems faced by the organizations is BPPT were not implementing information security management system in accordance with ISO/SNI 27001 standards yet. Whereas according to the Regulation of Kementerian Komunikasi dan Informatika No. 4/2016, every government institute that organizes strategic electronic systems must implement ISO 27001 standard. After doing root cause analysis, it is found that BPPT does not have any policies and procedure related to IT utilization that support the improvement of information security management system.
Therefore, this study aims to develop procedures in order to support information security policy. This research was conducted with qualitative research methodology. Data were collected through document studies, semi-structured interviews, and Focus Group Discussion (FGD) on a number of structural and functional officials at BPPT. The analysis of transcript data was done using the thematic analysis. The formulation of procedure was done by using Soft System Methodology with reference to a number of selected domains on ISO 27002 and NIST 800-83 controls. From the results, seven SOP associated with users were developed. It is expected that the procedure developed on this research can provide input for improving the quality of information security management system in BPPT.
"
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2019
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Alvin Adam
"PT XYZ bergerak pada bisnis jasa pialang asuransi. Pada pelaksanaan proses bisnisnya telah terjadi beberapa kali pencurian data. Selain itu dari audit yang dilakukan oleh Departemen Keuangan menunjukan bahwa dibutuhkan evaluasi terhadap keamanan informasi perusahaan. Evaluasi kondisi Manajemen Keamanan Informasi pada penelitian ini dilakukan dari sisi tata kelola TI untuk melihat kondisi Manajemen Keamanan Informasi dari sisi strategis perusahaan.
Penelitian ini menggunakan kerangka kerja ISO 27001 dan COBIT untuk mengevaluasi kondisi manajemen keamanan informasi perusahaan. Sementara itu untuk mengevaluasi kondisi strategis pencapaian manajemen keamanan informasi digunakan IT BSC. Hasil akhir yang didapatkan adalah kondisi terkini Manajemen Keamanan Informasi.

PT XYZ is a corporation that runs insurance brokerage business. On the implementation of business processes there was data fraud occured several times . In addition, from an audit conducted by the Ministry of Finance shows that it’s necessary to made an evaluation of coorporation’s information security. Evaluation of Information Security Management conditions in this research was carried out from the side of IT governance to evaluate the information security management of the company's strategic.
This research use the framework of ISO 27001 and COBIT to evaluate the condition of coorporation’s information security management. Meanwhile, to evaluate the condition of the achievement of the strategic information security management IT BSC was used. The final result that obtained is the current state of information security management.
"
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2013
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Alida Widianti
"TI dinilai dapat membantu perusahaan untuk mendukung strategi bisnisnya untuk mencapai keunggulan kompetitif. IT juga memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan tata kelola perusahaan secara keseluruhan.
PT. XYZ Tbk (XYZ), sebuah perusahaan yang bergerak di bidang telekomunikasi, dan mencatatkan sahamnya di New York Stock Exchange (NYSE), berkewajiban untuk mematuhi Sarbanes-Oxley Act mengenai pengendalian internal dalam pelaporan keuangan. Khusus untuk IT – SOX Compliance, perusahaan mengacu pada kerangka kerja COBIT (Control Objectives for Information and related Technology).
Pada tahun 2012, COBIT 5 yang merupakan COBIT versi terbaru diluncurkan sehingga mengakibatkan munculnya perbedaan antara risiko dan kontrol yang digunakan perusahaan dengan COBIT versi terbaru tersebut. Oleh karena itu, perusahaan perlu menerapkan COBIT versi terbaru dalam penentuan proses TI dan identifikasi risiko dan kontrol untuk diterapkan perusahaan.
Dari penelitian ini, didapat kesimpulan bahwa terdapat 16 proses dalam COBIT 5 yang relevan terhadap penerapan Sarbanes-Oxley Act dan 7 proses diantaranya belum sepenuhnya diterapkan oleh perusahaan. Risiko dan rincian kontrol yang perlu diterapkan juga dijelaskan dalam penelitian ini.

IT is considered to help companies to support their business strategy to achieve competitive advantage. IT also has a very important role in enhancing the overall corporate governance.
PT. XYZ Tbk. (XYZ), a company engaged in telecommunications business, and listed on the New York Stock Exchange (NYSE), is obliged to comply with the Sarbanes-Oxley Act regarding internal controls in financial reporting. For its IT - SOX Compliance, the company refers to the framework COBIT (Control Objectives for Information and related Technology).
In 2012, the latest version of COBIT, COBIT 5, was released, resulting in the difference between risk and controls used by the company's with the latest version of COBIT. Therefore, companies need to reassess the latest version of COBIT in the determination current applicable processes and the identification of risks and controls to be applied to the company.
This study concluded that there are 16 processes in COBIT 5, which are relevant to the application of the Sarbanes-Oxley Act and 7 of them have not been fully implemented by the company. Risk and control the details that need to be applied also described in this study.
"
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2013
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Ika Septi Anggraeni
"Risiko pemeriksaan mempengaruhi standar pekerjaan lapangan dan standar pelaporan dalam pemeriksaan laporan keuangan. Salah satu aspek yang dinilai paling mempengaruhi risiko pemeriksaan di era informasi sekarang ini adalah risiko keamanan informasi. Perlunya penilaian risiko keamanan informasi dari aspek TI kerana teknologi informasi sangat mempengaruhi berbagai macam aktivitas dalam organisasi diantaranya penyusunan laporan keuangan yang merupakan keluaran dari sebuah sistem yang menggunakan teknologi informasi, tidak terkecuali instansi pemerintah. Penelitian ini akan menyusun alat bantu dan kerangka kerja penilaian risiko keamanan informasi di instansi pemerintah yang berbasis ISO 27001. Narasumber yang terdiri dari pengendali teknis, auditor dan pejabat eselon I BPK RI diwawancara untuk memilih aktivitas pengendalian dalam ISO 27001 yang penting dalam penilaian risiko keamanan informasi.
Hasil pemilihan aktivitas tersebut dijadikan input dalam perancangan model kerangka kerja, dimana kerangka kerja tersebut akan diuji publik di Pemerintah Kota Tangerang oleh beberapa auditor. Hasil penelitian ini dapat membentuk suatu alat bantu dan kerangka kerja untuk memudahkan para auditor di BPK dalam proses penilaian risiko keamanan informasi untuk menunjang perencanaan pemeriksaan laporan keuangan pemerintah daerah dimana terdiri dari unsur-unsur dalam program audit yakni ruang lingkup audit, tujuan audit, tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap penyelesaian yang dirumuskan dari aktivitas dan praktik pengendalian di ISO 27001 terpilih. Kerangka kerja dilengkapi dengan indikator dampak dan kecenderungan dari setiap risiko aktivitas yang didapat dari klausal-klausal ISO 27001.

Inspection risks affecting standard of field works and standards of examination report of financial statements. One aspect that is considered the most influencing risk in todays information age is a risk of information security covering aspects of IT and non IT aspects. The needs for information risk security assesment of IT aspects which due to the rapid information technology development, which greatly affects wide range of activities within organization including stated financial reports, is the output of a system that uses information technology, including government agencies. This research develop tools and frameworks in the information security risk assesment at government agencies based on ISO 27001. Resource persons consisting of technical controllers, auditor and BPK echelon I are interviewed to select the ISO 27001 control activities which are important in the information security risk assesment.
Election results will serve as input in designing the model framework, which then some auditors will perform public test in Tangerang city government. The results of this study can form a frameowkrs and tools to facilitate the BPK auditors in the process of information security risk assesment to support inspection planning of local government financial reports, which consist of the elements in the audit program such as audit scope, audit objectives, planning phase, stages of implementation, and completion stages of activities and practices defined in the selected ISO 27001. The framework comes with indicators of the impact and trends of each risk activity derived from ISO 27001 clauses.
"
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2014
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Anggoro Gagah Nugroho
"Organisasi perlu menerapkan suatu keamanan informasi yang baik agar proses bisnis organisasi bisa berjalan tanpa ada ancaman. Aset TI merupakan hal yang harus dilindungi dikarenakan berpengaruh dengan proses bisnis organisasi. PT XYZ bergerak dibidang manage service untuk network dan juga cloud. Apabila terjadi kendala pada operasional organisasi dapat mengganggu Service Level Agreement (SLA) dengan pelanggan dan proses bisnis internal. Oleh karena itu, dibutuhkan manajemen risiko keamanan informasi yang tepat dan akurat. Permasalahan pada PT XYZ tidak pernah melakukan pembaharuan terhadap manajemen risiko sudah lebih dari tiga tahun, yang mana organisasi belum mengetahui jika terdapat risiko baru yang mengancam operasional. Operation risk atau risiko operasional akan diteliti dikarenakan operation risk akan berdampak kepada SLA pelanggan dan juga proses bisnis PT XYZ. Sudah ada dua kejadian serangan yang terjadi seperti DDOS Attack dan Ransomware pada aset organisasi beberapa waktu lalu. Maka dari itu dalam suatu organisasi diharuskan mempunyai manajemen keamanan informasi untuk dapat mengontrol segala risiko yang ada agar tidak menimbulkan kerugian pada organisasi. Untuk kerangka kerja dari keamanan informasi menggunakan kontrol dari ISO/IEC 27001:2013 sebagai acuannya. Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan rekomendasi usulan ruang untuk berkembang pada organisasi khususnya pada operation risk PT XYZ. Dengan hasil evaluasi kondisi manajemen risiko keamanan informasi menggunakan standar ISO/IEC 27001:2013, didapatkan analisis kesenjangan dengan keamanan informasi pada organisasi sebesar 83,91% atau sebagian besar tercapai. Selanjutnya untuk rekomendasi ruang untuk berkembang menggunakan 10 rekomendasi kontrol dalam bentuk Statement of Applicability (SOA) dan usulan 10 pemilihan kontrol risiko pada risiko yang masih berstatus mitigasi pada operation risk.

Organizations must be able to implement a good information security so that the organization can run its business processes without any threats. IT assets are things that must be protected because they affect the organization's business processes. PT XYZ is engaged in managing services for the network and the cloud services. If there are operational problems, the organization cannot monitor links that are down, it will disrupt the Service Level Agreement (SLA) with user and internal business processes. Therefore, appropriate and accurate information security risk management is needed. The problem is that PT XYZ has never updated its risk management for more than three years, which is where the organization does not know if there are new risks that threaten operations. Operation risk or operational risk will be investigated because operation risk has an impact on pelanggan SLA and also organization’s business processes. There have been two incidents of attacks such as DDOS Attack and Ransomware on organizational assets some time ago. Therefore, an organization is required to have information security management to be able to control all existing risks so as not to cause harm to the organization. For the framework of information security using the objective control of ISO/IEC 27001:2013 as a reference. The purpose of this study is to provide recommendations for space proposals to develop in the organization, especially in the operation risk of PT XYZ. With the results of the evaluation of the condition of information security risk management using the ISO/IEC 27001:2013 standard, it was found that a gap analysis with information security in the organization was 83.91% or most of it was achieved. Then for recommendations for space to develop, use 10 objective controls in the form of a Statement of Applicability (SOA) and a proposed 10 selection of risk controls on risks that are still in the status of mitigation on operation risk."
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2022
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Tambunan, Beatrix
"Melalui Unit Bisnis Strategis e-Health, PT. XYZ memberikan pelayanan terhadap proses administrasi jaminan kesehatan dengan memanfaatkan Teknologi Informasi. Dalam menjalankan proses bisnis dengan menggunakan TI, Unit Bisnis Strategis e-Health mengelola data yang bersifat rahasia seperti data klaim, data finance, data provider, dan data lainnya. Data tersebut dilindungi oleh regulasi UU ITE No, 11 tahun 2008 pasal 16 ayat 1 dan UU No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan pasal 57 ayat 1. Oleh itu, risiko-risiko yang terkait keamanan informasi perlu diidentifikasi dan dimitigasi agar tidak menjadi ancaman yang berdampak kerugian terhadap aset dan keberlangsungan bisnis akibat keamanan informasi yang tidak dapat dijaga dengan baik. Namun, saat ini Unit Bisnis Strategis e-Health PT. XYZ belum memiliki manajemen risiko keamanan informasi.
Penelitian ini bertujuan untuk membangun rencana manajemen risiko keamanan informasi. Kerangka kerja yang digunakan adalah ISO/IEC 27005 dengan empat tahapan utama yaitu penetapan konteks, penilaian risiko, penanganan risiko dan penerimaan risiko. Untuk merancang kontrol dalam upaya mengurangi risiko, peneliti mengacu pada ISO/IEC 27002.
Hasil penelitian ini adalah rencana manajemen risiko keamanan informasi yang berisi profil dari risiko yang diidentifikasi berdasarkan jenis aset yang dapat berupa primary asset atau secondary asset. Selain itu, kontrol untuk setiap risiko juga dirancang untuk mengurangi dampak suatu risiko. Dengan adanya manajemen risiko keamanan informasi ini, diharapkan Unit Bisnis Strategis e-Health dapat memenuhi regulasi yang berlaku di Indonesia dan mendapatkan kepercayaan dari pelanggan sehingga dapat menjadi nilai jual lebih.

Through a strategic business unit e-health, PT. XYZ provides health insurance administration process services by utilizing information technology. In running business processes using IT, a strategic business unit e-health managing confidential data such as claims, provider, and other data. The data is protected by the regulation of the ITE Law No. 11 of 2008 clause 16, verse 1 and No. 36 of 2009 on Health clause 57, verse 1. Information security risks need to be identified and mitigated so they do not become threats affecting losses on assets and business continuity as a result of information security risks that can not be maintained properly. However, today a strategic business unit e-health at PT. XYZ do not have an information security risk management.
This study aims to build an information security risk management plan. The framework used is ISO / IEC 27005 with four main stages, namely the establishment of context, risk assestment, risk management and risk acceptance. To design a control in order to reduce the risk, researcher refers to ISO / IEC 27002.
Results of this research is the information security risk management plan containing risk profiles were identified based on the type of assets that can be either primary or secondary assets. In addition, the controls for each risk is also designed to reduce the impact of a risk. Given this information security risk management, strategic business unit e-health is expected to meet the applicable regulations in Indonesia and obtain the trust of the customers so that it becomes the added value.
"
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2016
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Yun Q. Shi, editor
"Since the mid 1990s, data hiding has been proposed as an enabling technology for securing multimedia communication, and is now used in various applications including broadcast monitoring, movie fingerprinting, steganography, video indexing and retrieval, and image authentication. Data hiding and cryptographic techniques are often combined to complement each other, thus triggering the development of a new research field of multimedia security. Besides, two related disciplines, steganalysis and data forensics, are increasingly attracting researchers and becoming another new research field of multimedia security. This book, aims to be a forum for all researchers in these emerging fields, publishing both original and archival research results. The 7 papers included in this issue deal with the following topics, protection of digital videos, secure watermarking, tamper detection, and steganography."
Berlin: [Springer-Verlag, ], 2012
e20410498
eBooks  Universitas Indonesia Library
cover
Nur Indrawati
"Sertifikasi di lingkungan Direktorat XYZ sebagai salah satu aktivitas utama di lingkungan Direktorat XYZ tidak lepas dari peran SI/TI untuk mendukung layanan sertifikasi secara optimal, yang pada akhirnya dapat memberikan layanan optimal sertifikasi. Agar dapat memberikan layanan prima sertifikasi, diperlukan adanya data yang berkualitas, yang dapat memenuhi kriteria, reliabilitas, integritas, dan ketersediaannya.
COBIT 4.1 dan SNI ISO/IEC 27001:2009 merupakan kerangka kerja tata kelola TI dan standar keamanan informasi yang merupakan praktik terbaik. Pengkombinasian keduanya dalam penyusunan kebijakan tata kelola TI digunakan dalam penelitian sebagai dasar dalam penyusunan rancangan kebijakan dan prosedur pengelolaan data, dengan harapan dapat menghasilkan kebijakan dan prosedur yang komprehensif dan memberikan manfaat pengelolaan keamanan informasi bagi organisasi yang menerapkan keduanya.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, kuisioner dan wawancara berdasarkan COBIT 4.1 dan SNI ISO/IEC 27001:2009. Selain itu, digunakan metode Delphi untuk validasi rancangan kebijakan dan prosedur. Berdasarkan hasil penilaian dan analisis risiko, dipilih kontrol-kontrol yang dapat diterapkan untuk meningkatkan keamanan informasi. Kontrol-kontrol tersebut dimasukkan dalam rancangan kebijakan dan prosedur keamanan informasi. Berdasarkan hasil kuisioner dan wawancara, dilakukan identifikasi dan analisis hasil pengukuran kematangan, analisis kesenjangan tingkat kinerja dan tingkat kematangan, analisis hasil penilaian risiko, identifikasi dan analisis dampak, identifikasi dan analisis kelemahan kontrol. Berdasarkan COBIT 4.1 dipilih proses-proses yang menghasilkan masukan (input) dalam proses pengelolaan data dan memastikan keamanan sistem sebagai aktivitas dan proses dalam rancangan kebijakan dan prosedur pengelolaan data.
Hasil pengukuran kinerja berdasarkan COBIT 4.1 menunjukkan bahwa kinerja DS5 dann DS11 masih kurang. Sedangkan hasil pengukuran kematangan menunjukkan proses pengelolaan data dan memastikan keamanan sistem berada pada tingkat 2 (dua), dengan harapan tingkat kematangan berada pada tingkat 4 (empat). Berdasar hasil penilaian kematangan disusun rekomendasi tindakan perbaikan untuk peningkatan kematangan, antara lain penyusunan kebijakan dan prosedur pengelolaan data dengan memperhatikan aspek keamanan sistem serta tim/kelompok kerja yang bertugas mengevaluasi dan mengawasi pelaksanaan kebijakan dan prosedur. Pengendalian dalam kebijakan dan prosedur keamanan informasi sesuai dengan ISO/IEC 27001:2005 meliputi pengendalian: organisasi keamanan informasi,pengelolaan aset informasi, keamanan SDM, keamanan fisik dan lingkungan, pengelolaan komunikasi dan operasional, pengaturan akses, keamanan informasi dalam pengadaan dan pemeliharaan sistem informasi, pengelolaan gangguan keamanan informasi, keamanan informasi dalam pengelolaan kealngsungan kegiatan, dan kepatuhan.
Dalam rancangan kebijakan dan prosedur pengelolaan data dengan memperhatikan aspek keamanan informasi, COBIT 4.1 digunakan sebagai payung kebijakan tata kelola TI khususnya pada pengelolaan data; sedangkan dan ISO/IEC 27001:2005 digunakan sebagai acuan dalam penyusunan kebijakan keamanan informasi. Keduanya saling melengkapi menghasilkan kebijakan dan prosedur yang komprehensif mencakup people, process, dan technology untuk mencapai kerahasiaan, ketersediaan, dan integritas informasi. Kerahasiaan, ketersediaan, dan integritas data dan informasi dicapai melalui aktivitas dan proses serta kontrol yang sesuai untuk diterapkan.

Certification in Directorate XYZ as one of the main activities of the Directorate XYZ can’t be separated from the role of IS / IT to support optimal certification services, which in turn can provide excellent service in certification. In order to provide excellent service certification, that is required a high-quality data, which can meet the criteria, reliability, integrity, and availability.
COBIT 4.1 and ISO / IEC 27001:2009 is an IT governance framework and information security standards that are best practices. Combine both in policy making IT governance is used in this research as a basis for drafting policies and procedures of data management, with the hope of producing a comprehensive policy and procedures and provide the benefits of information security management for organizations that implement them. The method used in this study is the observation, questionnaires and interviews based on COBIT 4.1 and ISO / IEC 27001:2009. In addition, the Delphi method was used to validate the design of policies and procedures. Based on the results of risk assessment and analysis, controls that can be applied to improve information security are selected. The controls are incorporated in the draft of information security policies and procedures. Based on the results of questionnaires and interviews, to identify and analyze the results of the measurement of maturity, gap analysis and the maturity level of performance, analysis of the results of risk assessment, identification and impact analysis, identification and analysis of control weaknesses. This selection is based on COBIT 4.1 processes that produce inputs to the data management process and ensure the security of the system as activities and processes in the design of data management policies and procedures.
The results of performance measurements based on COBIT 4.1 shows that the performance of DS5 and DS11 is still lacking. While the results of measurements show the maturity of data management and ensure the security of the system is at the level of 2 (two), in the hope of maturity level is at level 4 (four). Based on maturity assessments prepared recommendations for the improvement of the maturity of remedial actions, including design of policies and procedures for data management by taking into account the security aspects of the system and the team / work group charged with evaluating and overseeing the implementation of policies and procedures. Control the information security policies and procedures in accordance with ISO/IEC 27001:2005 covers control: the organization of information security, asset management information, human resources security, physical and environmental security, communications and operations management, access arrangements, the security of information in the procurement and maintenance of information systems, management of information security threats, business continuity management, and compliance.
In the design of policies and procedures with respect to data management aspects of information security, COBIT 4.1 is used as a reference policy governance of IT especially in data management; while and ISO / IEC 27001:2005 is used as a reference for information security policy. Both complement each other producing a comprehensive policy and procedures covering people, process, and technology to achieve confidentiality, availability, and integrity of information. Confidentiality, availability and integrity of data and information are achieved through the activities and processes and controls that are appropriate to be applied.
"
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2013
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Peltier, Thomas
"Abstract:
"Effective security rules and procedures do not exist for their own sake-they are put in place to protect critical assets, thereby supporting overall business objectives. Recognizing security as a business enabler is the first step in building a successful program.Information Security Fundamentals allows future security professionals to gain a solid understanding of the foundations of the field and the entire range of issues that practitioners must address. This book enables students to understand the key elements that comprise a successful information security program and eventually apply these concepts to their own efforts. The book examines the elements of computer security, employee roles and responsibilities, and common threats. It examines the need for management controls, policies and procedures, and risk analysis, and also presents a comprehensive list of tasks and objectives that make up a typical information protection program.The volume discusses organizationwide policies and their documentation, and legal and business requirements. It explains policy format, focusing on global, topic-specific, and application-specific policies. Following a review of asset classification, the book explores access control, the components of physical security, and the foundations and processes of risk analysis and risk management. Information Security Fundamentals concludes by describing business continuity planning, including preventive controls, recovery strategies, and ways to conduct a business impact analysis""
Boca Raton [Florida]: CRC Press, 2014
005.8 PEL i
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>