Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 55307 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Mela Ayu Novia Andini
"ABSTRACT
Pickup and Delivery Problem with Transfer (PDPT) dideskripsikan sebagai cara menemukan solusi optimal untuk menetapkan himpunan permintaan ke himpunan kendaraan (awalnya terletak pada beberapa depot), dengan meminimalkan fungsi objektif tertentu berdasarkan kendala yang telah ditetapkan. Transfer barang dilakukan untuk meminimalkan waktu tempuh kendaraan dengan cara memindahkan barang di titik transfer yang nantinya akan diangkut oleh kendaraan lain dengan waktu lebih singkat. Berdasarkan konsep tersebut, dibentuk formulasi PDPT dengan menambahkan secara sistematis variabel dan kendala yang direalisasikan secara dinamis selama penentuan solusi rencana. Dalam tulisan ini akan digunakan metode insertion heuristic untuk mendapatkan solusi optimal Dynamic Pickup and Delivery Problem with Transfer (D-PDPT). Solusi objektifnya adalah untuk meminimumkan waktu perjalanan kendaraan pada solusi rencana yang didapatkan di setiap perhitungan. Berdasarkan hasil eksperimen simulasi, diperoleh hasil bahwa D-PDPT dapat digunakan untuk mengoptimalkan sistem penjemputan dan pengantaran barang dengan penghematan waktu tempuh kendaraan sebesar 23%, dibandingkan dengan rute tanpa menggunakan titik transfer.

ABSTRACT
Pickup and Delivery Problem with Transfer (PDPT) is described as a way of finding the optimal solution for assigning a set of requests to a set of vehicles (initially located at several depots), by minimizing certain objective functions based on predetermined constraints. Transfer of goods is done to minimize vehicle travel time by moving goods at the point of transfer which will later be transported by other vehicles with shorter time. Based on the concept, a PDPT formulation is formed by systematically adding variables and constraints that are realized dynamically during the determination of the plan solution. n this paper we will use the Insertion Heuristic method to obtain the optimal solution of Dynamic Pickup and Delivery Problem with Transfer (D-PDPT). The objective solution is to minimize vehicle travel time in the plan solutions obtained in each calculation. Based on the results of the simulation experiments, the results show that D-PDPT can be used to optimize the pickup and delivery system with 23% vehicle travel time savings, compared to routes without using transfer points."
2019
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Khoironi
"ABSTRAK
Masalah penjadwalan adalah salah satu masalah klasik optimasi kombinatorial yang ada di berbagai segi seperti sistem manufaktur fleksibel, perencanaan produksi,
industri penerbangan, dll. Baru-baru ini, beberapa algoritma yang efektif untuk
optimasi global dan memecahkan masalah penjadwalan proyek telah diterapkan.
Meta-heuristik adalah sistem cerdas, proses iteratif/perulangan yang menekankan
pada proses pencarian dan dapat diterapkan terhadap masalah optimasi, seperti
masalah mesin tunggal. Algoritma Elektromagnetisme-Like Mechanism (EM)
berbasis populasi meta-heuristik yang telah diusulkan untuk memecahkan masalah
yang berkelanjutan secara efektif. Pendekatan baru ini mencoba untuk mencapai efek
konvergensi dan keragaman ketika iteratif diterapkan untuk memecahkan masalah.
Algoritma ini diuji secara komputasi dan hasil perhitungan menunjukkan bahwa
algoritma ini melakukan lebih baik daripada aturan penjadwalan sederhana, seperti
metode penjadwalan EDD (Earliest Due Date), SPT (Shortest Processing Time) dan
LPT (Largest Processing Time).

Abstract
Scheduling problem are one of the classical combinatorial optimisation
problems which exist in many diverse areas such as flexiblemanufacturing systems, production planning, air lane industry, etc. Recently, several effective algorithms for global optimization and solving the resource-constrained project scheduling problem
have been proposed. A Meta-heuristics is an intelligent, iterative process that guides a search and can be applied towards optimization problem, such as the single machine problem. An Electromagnetism-like Mechanism (EM) Algorithm is a populationbased meta-heuristic which has been proposed to solve continuous problems effectively. This new approach attempts to achieve the convergence and diversity
effects when it is iteratively applied to solve the problem. This algorithm is tested on the computational results show that this algorithm performs better than the simple scheduling rules, such as EDD (Earliest Due Date) scheduling method, SPT (Shortest
Processing Time) and LPT (Largest Processing Time) scheduling method."
2011
T28805
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Universitas Indonesia, 1997
S27309
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Halpin, Daniel W.
Urbana: University of Illinois Press, 1973
658.404 HAL c
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Pudiahwai Anton Wibowo
"Salah satu dari masalah-masalah dominan pada komputasi biologi molekuler adalah penyejajaran barisan berganda (Multiple Sequence Alignment - MSA) dari DNA. Banyak metode yang telah diajukan untuk menyelesaikan masalah MSA seperti pemrograman dinamik dan heuristik. Satu metode telah diajukan oleh Althaus et al. untuk menyelesaikan masalah MSA yang didasarkan pada pemrograman linear bilangan bulat (Integer Linear Programming - ILP). Formulasi ILP umum dari masalah MSA diturunkan dari representasi graf dari masalah MSA. Walaupun formulasi ILP umum dari masalah MSA diketahui, membentuk model ILP dari suatu masalah MSA yang dapat diselesaikan langsung menggunakan suatu solver ILP tidaklah mudah. Sebuah program yang dapat membangun dan menyelesaikan model ILP dari sebuah masalah MSA menggunakan MATLAB telah dibuat. Metode yang digunakan untuk menyelesaikan model ILP tersebut adalah branch-and-bound. Program yang telah dibuat dapat menghasilkan model ILP dari sembarang masalah MSA yang diberikan tetapi hanya dapat menyelesaikan masalah MSA dari sejumlah kecil barisanbarisan DNA yang pendek. Hasil dari program tersebut adalah penejajaran barisan-barisan DNA dari masalah MSA yang diberikan.

One of the dominant problems in computational molecular biology is multiple sequence alignment (MSA) of DNA. Many methods have been proposed to solve MSA problem such as dynamic programming and heuristic. A method has been proposed by Althaus et al. to solve MSA problem which is based on integer linear programming (ILP). The general ILP formulation of the MSA is derived from the graph representation of the MSA problem. Although we have the general ILP formulation of the MSA problem, constructing the ILP model of an MSA that can be solved directly using an ILP solver is not straightforward. We develop a MATLAB program that can generate and solve the ILP model of an MSA problem. The method that is used to solve the ILP model is branch-and-bound. The constructed program can generate the ILP model of any given MSA problem but can only solve an MSA problem of a small number of short DNA sequences. The result of the program is the aligned sequences of the MSA problem."
Depok: Universitas Indonesia, 2008
S27763
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Ambar Purwitasari
"Tugas akhir ini membahas suatu variasi dari masalah program linier, yaitu masalah meminimumkan suatu fungsi yang berbentuk bottleneck dengan kendala linier. Permasalahan ini disebut program linier bottleneck dimana fungsi obyektifnya mempunyai bentuk Z = maks (cjIxjc>0). Masalah program linier bottleneck ini pada dasarnya merupakan generalisasi dari masalah transportasi bottleneck. Dalam hal ini disamping kita mencari waktu yang minimum dari sumber ke tujuan, ada kendala tak nyata lain yang turut dipertimbangkan yakni Jenis barang yang dikirim memiliki kondisi—kondisi seperti : Jenis yang tidak tahan lama atau pengiriman pada keadaan mendesak (perang atau bencana alam). Kedua masalah di atas akan diselesaikan dengan metode yang didasarkan pada metode simplek. "
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 1994
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yunita Panca Wardhani
"Semivariogram adalah fungsi yang dapat menyatakan korelasi spasial pada data spasial. Semivariogram digunakan untuk mencari bobot pada kriging. Semivariogram mempunyai beberapa parameter diantaranya sill dan range. Parameter tersebut biasanya ditaksir berdasarkan plot semivariogram yang dihitung dari data sampel terhadap jaraknya. Metode ini biasa disebut metode klasik. Namun pada skripsi ini akan digunakan metode lain untuk menaksir parameternya. Metode yang digunakan adalah metode linear programming.
Sesuai dengan cara kerja linear programming yang dapat menghasilkan solusi optimal, diharapkan parameter yang ditaksir dengan metode linear programming lebih baik dibandingkan dengan metode klasik. Dalam tugas akhir ini metode klasik dan metode linear programming diterapkan untuk kasus data tertentu dan hasilnya adalah metode linear programming menghasilkan taksiran parameter yang lebih baik dibandingkan metode klasik, berdasarkan uji statistik tertentu. Selain itu, metode linear programming juga..."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2010
S27868
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Erwin Effendy
"Tugas akhir ini membicarakan Algoritma Out-of-Kilter serta penerapannya pada persoalan minimal cost Circulation. Algoritma Out-of kilter berdasarkan teori dualitas dari persoalan Linier Programming, sangatlah efektif bila algoritma ini diterapkan pada pesoalan-persoalan jaringan yang berskala besar."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 1987
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Asep Subhana
"Tugas Akhir ini membahas suatu metode penyelesaian masalah pemrograman linier dengan menggunakan Algoritma Interior-Point. Algoritma ini didasarkan pada model pemrograman linier yang memaksimumkan fungsi tujuan. DimuIai dengan memilih sembarang titik-dalam pada daerah layak sebagai penyelesaian awal, lalu variabel-variabel keputusan yang ada dalam model diubah skalanya, sehingga diperoleh penyelesaian awal yang konstan ( 1, 1, 1, . . , 1 ). Kemudian algoritma dilanjutkan dengan menghitung matriks proyeksi ( P ) dan menetapkan nilai a untuk mendapatkan arah gerakan dari titik penyelesaian awal. Algoritma diakhiri dengan menghitung titik penyelesaian awal berikutnya. Dengan melakukan iterasi akan diperoleh titik optimal yang ditandai dengan tidak berubahnya titik yang diperoleh pada akhir iterasi."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 1996
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Jo Hendra Cajono
"Tugas akhir ini membahas sebuah algoritma yang menentukan apakah suatu sistim persamaan linier dan pertidaksamaan adalah konsisten. Jika konsisten, akan dicari sebuah solusinya (titik feasible). Juga dibahas analisa konvergensinya dan contoh-contoh perhitungan."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 1987
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>