Ditemukan 180174 dokumen yang sesuai dengan query
Tsalsabilla Winny Junika
"
ABSTRAKUntuk menunjang pemantauan konsentrasi manusia, perlu adanya pemahaman mengenai respon sinyal dari EEG terhadap dua kondisi manusia ya itu saat sedang konsentrasi penuh dan konsentrasi tidak penuh (adanya distraksi). Dalam mengolah data sinyal EEG tersebut, dibutuhkan metode algoritma dan klasifikasi sinyal untuk mendapatkan hasil data sinyal dari dua kondisi tersebut. Pada penelitian ini akan dijelaskan tentang sistem perancangan pendeteksian konsentrasi manusia berdasarkan sinyal EEG. Metode yang digunakan adalah Fast Fourier Transform (FFT) dan Discrete Wavelet Transform (DWT) sedangkan dalam algoritma klasifikasinya menggunakan Support Vector Machine (SVM). Hasil yang telah didapatkan dalam pengujian ini adalah SVM lebih mampu untuk mengklasifikasikan sistem dengan kernel RBF menggunakan 30% holdout validation. Keakurasian dari sistem ini adalah 91% pada metode DWT dan 72% pada metode FFT. Sehingga, dari kedua ekstraksi metode FFT dan DWT, yang memiliki nilai ekstraksi terbaik adalah DWT.
ABSTRACTTo support the monitoring focused human concentration, there is a need to understand the response of signals from EEG in two conditions which are when human is in full concentration and less concentration (presence of distraction). To process those EEG signal data, an algorithm method and classification is needed to get the results of signal data from these two conditions In this research, the system of detecting design of human concentration levels based on EEG signals will be explained. The used methods are Fast Fourier Transform (FFT) and Discrete Wavelet Transform (DWT) while the classification algorithm uses Support Vector Machine (SVM). The result of this research shows that by using SVM, a much more reliable result is achieved when a kernel RBF is used with 30% holdout validation. The result of the aforementioned method yields a 91% accuracy with DWT method and a 72% accuracy with FFT.
"
2019
S-Pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Hollnagel, Erik
london: Academic Press, 1993
004 HOL h
Buku Teks SO Universitas Indonesia Library
Yulik Ambarwati
"PT. X merupakan perusahaan penyebrangan dan pelabuhan besar yang melayani lebih dari 300 lintasan di Indonesia. Meskipun PT. X telah mengembangkan prosedur keselamatan evakuasi keadaan darurat di kapal, risiko terjadinya human error masih belum dapat sepenuhnya dicegah dan dikendalikan. Penelitian ini membahas mengenai Human Reliability Assessment dengan tujuan untuk mengetahui, menganalisis, dan mengkuantifikasikan kemungkinan human error pada Prosedur Penanganan Keadaan Darurat: Meninggalkan Kapal di PT. X dengan menggunakan model Human Error Assessment and Reduction Technique (HEART) dan didukung teori Generic Error Modelling System (GEMS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sub tugas 4.5 “terapung dengan posisi telentang” merukapan tugas dengan nilai HEP tertinggi dengan nilai sebesar 2,21E-01. Selain itu, Sub tugas 3.1 “menurunkan life boat” (1,27E-02), 3.3 “menyiapkan life raft yang terapung ke sisi lambung kapal” (1,75E-02) dan 5.2 “mendayung life raft menjauh dari sisi kapal” ditemukan sebagai 3 tugas yang sepenuhnya dikerjakan oleh ABK dengan nilai HEP tertinggi. Beberapa jenis kesalahan manusia yang mungkin terjadi ditemukan pada pelaksanaan Prosedur Penanganan Keadaan Darurat: Meninggalkan Kapal di PT. X yaitu lapse (32%), slip (29%), knowledge-based mistake (20%), ruled-based mistake (10%), situational violation (5%), routine violation (2%), dan optimising violation (2%). Pencegahan dan pengendalian kesalahan manusia disarankan untuk dilakukan dengan memerhatikan nominal HEP tertinggi serta jenis-jenis human error yang ditemukan dalam penelitian ini.
PT. X is a large ferry and port company that serves more than 300 routes in Indonesia. Although PT. X has developed emergency evacuation safety procedures on board, the risk of human error still cannot be completely eliminated and controlled. This study discusses Human Reliability Assessment with the aim of knowing, analyzing, and quantifying the possibility of human error in the Emergency Handling Procedure: Abandoning Ship at PT. X using the Human Error Assessment and Reduction Technique (HEART) model and supported by the Generic Error Modeling System (GEMS) theory. The results of the study indicate that sub-task 4.5 "floating in a supine position" is the task with the highest HEP value of 2.21E-01. In addition, Sub-task 3.1 "lowering the life boat" (1.27E-02), 3.3 "preparing the floating life raft to the side of the ship's hull" (1.75E-02), and 5.2 “rowing the life raft away from the side of the ship” are 3 tasks that are completely carried out by the crew with the highest HEP value. Several types of human errors were found that may occur in the implementation of Emergency Handling Procedures: Abandoning Ship at PT. X are lapse (32%), slip (29%), knowledge-based mistake (20%), ruled-based mistake (10%), situational violation (5%), routine violation (2%), and optimizing violation (2%). Prevention and control of human errors are recommended to be carried out with careful attention to the highest HEP nominal and the types of human errors found in this study."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Satiya Perkasa
"Peningkatan angka kecelakaan kerja di Indonesia menuntut adanya suatu pengembangan pendekatan manajemen kesehatan dan keselamatan kerja bagi para pegawai. Nyatanya, penyebab dari suatu kecelakaan kerja masih didominasi akibat kesalahan tindakan manusia (human error). Human error sangat erat dikaitkan dengan kecelakaan industri dan dalam kasus ini human error yang terjadi pada proses fabrikasi kendaraan khusus (armoured vehicle) yang memiliki lingkungan kerja yang ekstrem. Bercermin pada hal tersebut maka dibutuhkan suatu penelitian untuk mengurangi resiko kecelakaan kerja dengan pendekatan analisis identifikasi dan pengurangan human error.
Sebuah pendekatan sistematis yang mengkombinasikan teknik identifikasi serta pengukuran pada human error yang dimulai dengan mengidentifikasi mengidentifikasi setiap task-task yang berlangsung pada proses fabrikasi kendaraan khusus. Kemudian dilakukan identifikasi kegagalan kerja menggunakan metode Systematic Human Error Risk Prediction and Analysis untuk memetakan resiko serta dampak dari setiap rangkaian-rangkaian pekerjaan. Selanjutnya dilakukan pengukuran human error terhadap task-task tersebut dengan menggunakan metode Human Error Analysis and Reduction Technique (HEART) serta metode Standardized Plant Analysis Risk Human Reliability Assessment (SHERPA) yang masing-masing memiliki pendekatan yang relevan dalam menganalisis kondisi serta faktor yang mempengaruhi kegagalan dari sebuah pekerjaan.
Terakhir dilakukan analisa pola kecelakaan kerja dengan metode Fault Tree Analysis (FTA). Pendekatan ini menghasilkan identifikasi kegagalan kerja secara mendetail, pengukuran human error yang relevan, serta memberikan rekomendasi dan prioritas penanggulangan kecelakaan kerja dalam manajemen kesehatan dan keselamatan kerja pada fabrikasi kendaraan khusus.
The increasing number of work accidents in Indonesia demands a developed approach to management of occupational health and safety. In fact, the cause of an accident is still dominated by the improper work of human actions (human error). Human error is always related to industrial accidents, and in this case the human error that occurs in the fabrication process of armored vehicle that has an extreme working environment. Referring from that condition, a research to reduce the risk of workplace accidents with identification and reduction of human error analysis approaches must be needed. A systematic approaches that combine identification technique to human error start from identification of every tasks in fabrication process of armoured vehicle. Then, work failure is identified by using Systematic Human Error Risk Prediction and Analysis method to measure the risk and impact from every tasks sequences. Then, assessment of human error conducted for every tasks with Human Error Analysis and Reduction Technique (HEART) method and Standardized Plant Analysis Risk Human Reliability Assessment (SHERPA) method that have their own relevant approaches in order to analyze the conditions and factors that influence the failure of a tasks. Last step is to mapping the pattern of work accident using Fault Tree Analysis (FTA). This approaches resulting in detailed work failure identification, relevant human error measurement, and finding out the recommendation dan prioritize remedial action for reducing the work accident in occupational health and safety management for fabrication process of armoured vehicle."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2016
S63320
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Aldila Faza Zulfah
"Kemajuan perkembangan di seluruh dunia meningkatkan daya saing dari setiap industri yang menjadikan adanya tuntutan performa yang baik dari pekerja. Akan tetapi, guna mencapai performa yang baik, perlu adanya kesesuaian antara pekerja dengan sistem kerja yang bersangkutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis kesesuaian serta risiko yang ditimbulkan antara pekerja pengguna komputer dengan aspek lainnya dalam suatu sistem kerja di empat departemen PT. NTP.
Desain studi yang digunakan adalah desktiptif analitik dengan pendekatan observasional yang mengacu pada standar AS/NZS 4360:2004 untuk proses identifikasi dan analisis risiko. Penelitian ini juga dilengkapi dengan pengukuran peralatan kerja, pencahayaan, penilaian level risiko pekerjaan terhadap Musculoskeletal Disorder (MSDs), serta survey keluhan pada anggota tubuh pekerja.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar task yang dilakukan pekerja pengguna komputer beresiko sangat tinggi, serta didukung dengan sebagian besar peralatan kerja dan lingkungan yang tidak sesuai standar. Untuk itu diperlukan upaya pengendalian secara ergonomi yang sebaiknya dilakukan oleh pihak manajemen perusahaan maupun oleh pihak pekerja itu sendiri.
Progress in the development of the worldwide increase the competitiveness of each industry that makes a good performance demands of the workers. However, in order to achieve good performance, the need for conformity between the workers and the working system is concerned. This study aims to identify and analyze the suitability and also the risks posed between computer users working with other aspects of a system work in four departments of Nusantara Turbin Propulsi Company.The study design used is analytic descriptive with observational approach which refers to the standard AS / NZS 4360: 2004 for the risk identification and analysis. This study is also equipped with a measurement of work tools, lighting, risk level of tasks related to Musculoskeletal Disorder (MSDs), as well as a survey of complaints of the worker's body.The results of this study indicate that the majority of computer users tasks are very high risk, and is supported by unstandardized work tools and lighting. Ergonomic control efforts should be made by the management company or by the workers themselves."
Depok: Universitas Indonesia, 2014
S58604
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Azka Rizqia Salsabila
"Skripsi ini membahas bagaimana pergeseran gagasan fungsi yang menjadi supra-fungsionalitas mengakibatkan objek interior dapat melampaui fungsi aslinya. Secara khusus, tulisan ini akan mendalami pada objek interior dengan konsep mesin yang berbasis logika dan efisiensi. Seiring berkembangnya zaman, banyak yang ikut berubah pada objek interior untuk mencapai gagasan supra-fungsionalitas. Kegandaan (objektif-subjektif dan realita-citra) pada objek berperan penting dalam menciptakan supra-fungsionalitas. Dengan fisik (tubuh) dan kognitif (otak) manusia yang diproyeksikan ke lingkungan sekitarnya, membantu objek melampaui fungsinya. Citra yang mulai menggantikan realita asli juga mengubah objek konvensional menjadi lebih “sempurna” dengan adanya konsep mesin.
Studi kasus ruang domestik menganalisis supra-fungsionalitas yang dilihat dari komponen ruang interior yang telah menjadi satu kesatuan sistem. Mekanisme yang tepat dapat menghadirkan objek multifungsi yang tiap elemen dapat bekerja bersama tanpa mengganggu fungsi satu sama lain. Namun mekanisme tertentu dapat menjadikan objek memiliki fungsi kosong (empty-functionalism). Hasil analisis ini menunjukkan bahwa konsep mesin yang logis dan efisien dapat menjadi sebuah respon dari gagasan supra-fungsionalitas yang melampaui fungsi aslinya
This thesis discusses how the shift in the concept of function to supra-functionality has resulted in interior objects transcending their original functions. Specifically, this paper will explore interior objects with a concept of machinery based on logic and efficiency. As times change, many interior objects have also changed to achieve the concept of supra-functionality. The doubleness (objective-subjective and reality-image) of objects plays a crucial role in creating supra-functionality. By projecting the human body (physical) and mind (cognitive) into the surrounding environment, objects are able to transcend their functions. The image that begins to replace the original reality also transforms conventional objects into something more “perfect” through the concept of machinery. A case study of domestic space analyzes supra-functionality from the perspective of interior space components that have become an integrated system. The right mechanisms can produce multifunctional objects where each element can work together without interfering with one another's functions. However, certain mechanisms can cause objects to have empty functionality (empty-functionalism).. This analysis reveals that logical and efficient machine concepts can serve as a response to the idea of supra-functionality that transcends its original function. "
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Gawron, Valerie J.
Boca Raton: CRC Press, Taylor & Francis Group, 2008
R 620.82 GAW h
Buku Referensi Universitas Indonesia Library
Athalya Qotrunnada
"Perkembangan teknologi dalam senjata telah memengaruhi interaksinya dengan manusia dan hukum humaniter internasional. Penggunaan Autonomous Weapon System khususnya dalam konflik bersenjata telah menarik perhatian terkait dengan interaksi manusia dan mesin yang terdapat dalam sistem senjata tersebut. Ketiadaan kontrol manusia dalam fungsi kritis senjata, yaitu pemilihan dan penyerangan terhadap target, telah memicu kekhawatiran terkait hilangnya interaksi manusia dan mesin dalam penggunaan senjata. Selama ini, keberadaan kontrol manusia dalam penggunaan senjata merupakan hal penting untuk mempertahankan adanya tanggung jawab hukum internasional. Manusia sebagai pengguna senjata perlu memiliki kontrol untuk menilai dan mempertimbangkan prinsip-prinsip hukum humaniter internasional yang berlaku sebelum memutuskan penyerangan. Namun, manusia memiliki kontrol dan interaksi yang berbeda dalam penggunaan Autonomous Weapon System. Manusia hanya perlu mengaktifkan senjata, dan Autonomous Weapon System akan secara mandiri memilih dan menyerang target. Kemampuan senjata tersebut menimbulkan kekhawatiran terkait hilangnya kontrol manusia dalam fungsi kritis senjata. Perbincangan terkait interaksi antara manusia dan mesin dalam penggunaan Autonomous Weapon System mengangkat adanya konsep meaningful human control sebagai bentuk kontrol yang harus dimiliki manusia dalam senjata. Adanya meaningful human control dalam Autonomous Weapon System dinilai dapat memastikan adanya pihak yang bertanggungjawab terhadap pelanggaran hukum humaniter internasional yang timbul dari penggunaan senjata. Namun, definisi, bentuk, dan ambang batas terkait meaningful human control belum secara eksplisit tercantum dalam peraturan hukum humaniter internasional yang telah ada. Ketiadaan pengaturan menimbulkan adanya celah dari bentuk kontrol manusia yang harus disertakan dalam penggunaan senjata secara umum. Selain itu, ketiadaan pengaturan tersebut juga mempersulit bentuk kontrol manusia yang seharusnya disertakan dalam penggunaan Autonomous Weapon System.
Technological developments in weapons have affected their interaction with humans and international humanitarian law. The use of Autonomous Weapon System, especially in armed conflicts, has raised concerns regarding the human-machine interaction in the related weapon systems. The absence of human control in the weapon's critical functions, target selection and attack, has raised concerns regarding the loss of human-machine interaction in weapon use. It has been recognized that the existence of human control in the use of weapons is crucial to maintaining international legal responsibility. Humans as weapon users need to have the control to assess and consider the applicable principles of international humanitarian law before they decide to attack. However, humans have different controls and interactions in the use of Autonomous Weapon System. Humans are only required to activate the weapon, and the Autonomous Weapon System will autonomously select and attack targets. The weapon's capabilities have led to concerns regarding the loss of human control in critical functions of the weapon. The discussion related to the interaction between humans and machines in the use of Autonomous Weapon System brings up the concept of meaningful human control as a form of control that humans should have in weapons. The presence of meaningful human control in the Autonomous Weapon System is believed to ascertain the responsibility of the party responsible for violations of international humanitarian law arising from the use of weapons. However, the definition, form, and threshold related to meaningful human control have not been explicitly stated in existing international humanitarian law rules. The absence of regulation creates a gap in the form of human control that must be included in the use of weapons. In addition, the absence of regulation also imposes difficulties on the form of human control that should be required in the use of Autonomous Weapon System."
Depok: Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Boca Raton, FL: CRC Press, 2009
R 620.820 113 HAN
Buku Referensi Universitas Indonesia Library
"This book consists of two closely intertwined parts. The first, theoretical part defines the concept of an information system, followed by an explanation of action regulation as well as cognitive theories to describe man information system interaction. A comprehensive description of information ergonomics concludes the theoretical approach. In the second, practically oriented part of this book authors from industry as well as from academic institutes illustrate the variety of current information systems taken from different fields of transportation, i.e. aviation, automotive, and railroad. "
Berlin: [Springer, ], 2012
e20398415
eBooks Universitas Indonesia Library