Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 180013 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Ratri Utami
"Kejadian ISPA  masih menjadi masalah yang sering terjadi pada anak balita.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan paparan asap kendaraan dan perilaku berkendara bermotor orang tua dengan kejadian ISPA pada balita. Desain penelitian ini adalah analitik korelatif cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada 112 responden yang dipilih dengan teknik simple random sampling di 8 puskesmas Kecamatan Cakung, Jakarta Timur.
Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan bermakna antara pendidikan dan kejadian ISPA pada balita (p=0,002; p< 0,05). Namun demikian, pada penelitian ini tidak ditemukan hubungan yang bermakna antara pengetahuan paparan asap kendaraan dan perilaku berkendara bermotor dengan kejadian ISPA pada balita. Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi perawat, tenaga kesehatan, dan pengembangan penelitian berikutnya sebagai referensi, rekomendasi hasil penelitian ini adalah perlunya peningkatan edukasi dan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat terkait faktor risiko yang dapat menyebabkan terjadinya ISPA pada balita.

The occurrence of ARTI is still a common problem in under five children. This research aims to determine the relationship between knowledge of vehicle smoke exposure and motorized driving behavior of the parents with the incidence of ARTI in under-five children. The method used in this research is correlative analytic design with cross-sectional approach. The number of samples was conducted on 112 respondents who were selected by simple random sampling technique in 8 puskesmas in Cakung, East Jakarta.
The results of this study on parents' last education were found a significant relationship with the incident of ARTI (p = 0,002; p < 0.05). Nevertheless, this study indicates no significant correlation between knowledge of vehicle smoke exposure and motorized driving behavior with the incidence of ARTI in under-five children. The results of this research are expected to benefit for nurses, workers, and research development as a reference to further research. The recommendation of this research is the need to improve education and health counseling to the people who have risk factors that can cause ARTI in under five children.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2019
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"Development of urban traffict volume has reached 15% per year. Transportation is a mayor cause of air pollution, 70% of air pollution is generated from vehicle exhaust...."
JJJ 25(2-3) 2008
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Dhea Allysa Rahmandeyna
"Berbagai penelitian sebelumnya telah mengidentifikasi adanya perbedaan kondisi lalu lintas dan perilaku berkendara sebelum dan saat pandemi sebagai dampak dari kebijakan pembatasan sosial. Sayangnya, studi yang meneliti perbedaan kondisi lalu lintas dan perilaku berkendara di Indonesia saat dan setelah pandemi masih cukup minim. Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaan persepsi pengendara terhadap kondisi lalu lintas, persepsi risiko, dan perilaku berkendara berisiko pada diri sendiri dan pengendara lain pada pengendara sepeda motor berusia dewasa menengah antara saat dan setelah terjadinya pandemi. Partisipan adalah 118 pengendara sepeda motor usia 26-40 tahun di Jabodetabek. Dari analisis paired sample t-test, hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi lalu lintas dipersepsikan semakin negatif setelah pandemi. Di sisi lain persepsi risiko, perilaku berkendara berisiko pada diri sendiri maupun pengendara lain setelah pandemi lebih  tinggi dibandingkan saat pandemi. Berdasarkan hasil penelitian ini, diperlukan adanya intervensi pada masa setelah pandemi untuk menurunkan perilaku berkendara berisiko dan mengkampanyekan perilaku berkendara yang aman, khususnya pada pengendara sepeda motor.

Previous studies have identified differences in traffic conditions and driving behavior before and during pandemic as a result of social restriction policies. Unfortunately, studies that examine differences in traffic conditions and driving behavior in Indonesia during and after the pandemic are still quite hard to find. Therefore, this study aims to examine differences in drivers' perceptions of traffic conditions, risk perception, and their own and others’ risky driving behavior in middle adult motorcyclists between during and after the pandemic. This study involved 118 motorcyclists aged 26-40 years in Jabodetabek. From the analysis of paired sample t-test, this study shows that traffic conditions are perceived to be more negative after the pandemic. On the other hand, risk perception, drivers’ own and others’ risky driving behavior after the pandemic are higher than during pandemic. Based on the results of this study, interventions to reduce risky driving behavior and campaigns for safe driving behavior are needed, especially for motorcyclists."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nurafni Ellizhona Fajrin
"ISPA merupakan penyebab morbiditas dan mortalitas yang tinggi di Indonesia. Pencemaran udara dalam ruang menjadi salah satu sumber penyebab kejadian penyakit pada saluran pernapasan karena sebagian besar waktu manusia dihabiskan di dalam ruang. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui gambaran dan hubungan Particulate Matter 10 (PM10) udara dalam ruang dengan kejadiaan gejala ISPA pada balita di Desa Sukaraja Kulon dan Sukaraja Wetan Kabupaten Majalengka tahun 2013. Penelitian ini menggunakan disain studi cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah penduduk yang memiliki balita dan tinggal di sekitar industri genteng dan jalan. Metode pengambilan sampel yang dipakai adalah purposive sampling. Penelitian ini menunjukkan tidak adanya hubungan yang bermakna antara PM10 dengan kejadian gejala ISPA pada baita. Namun, gambaran PM10 sangat dipengaruhi oleh ventilasi rumah dan kepadatan hunian yang tidak memenuhi syarat.

Acute Respiratory Infection (ARI) is an infectious disease it is the most common couse of infant morbidity and mortality in Indonesia. Indoor air pollution to be one the couse of respiratory disease becouse most of the times spent in room. This research aims to determine the relationship of Particulate Matter 10 (PM10) as an indoor air pollutant with occurance symptoms of ARI among young children aged < 5 years in Desa Sukaraja Kulon and Sukaraja Wetan, Majalengka year 2013. The research uses cross-sectional study design. The respondents in this study were resident who have children and live around the roof tile industry and road. The sampling method used was purposive sampling. This research indicated no significant association between PM10 with symptoms of ARI in infants. However, the distribution of PM10 showed the high level in the air, it is strongly influence by the ventilation space and density of occupants which are not eligible."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2014
S53933
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Aditia Nugrahadi
"Skripsi ini membahas mengenai tingkat pemakaian alat pelindung diri pada anggota yamaha vixion club Indonesia chapter Cikarang, disamping itu skripsi ini juga membahas mengenai tingkat pemenuhan persyaratan tekhnis dan laik jalan kendaraan anggota yamaha vixion club indonesia chapter cikarang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan design deskriptif. Hasil dari penelitian ini mengambarkan bahwa seluruh anggota anggota yamaha vixion club Indonesia chapter Cikarang menggunakan seluruh alat pelindung diri dengan baik dan benar namun ketidaksesuaian banyak ditemukan pada sepeda motor yang digunakan oleh anggota anggota yamaha vixion club Indonesia chapter Cikarang seperti tidak memiliki spakbor, ukuran lampu rem yang tidak sesuai, dan suara klakson yang tidak normal. Sosialisasi undang-undang nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas merupakan upaya yang harus dijalankan agar kendaraan yang dimiliki oleh para anggota memenuhi persyaratan tekhnis dan laik jalan.

This research deals with the use of personal protective equipment on member of yamaha vixion club indonesia cikarang chapter, beside that this research also deals with the level of technical eligibility and be eligible to road vehicles member of yamaha vixion club indonesia cikarang chapter. This research is qualitative descriptive interpretive. The results of this research describe that all member of yamaha vixion club indonesia cikarang chapter uses all means of personal protection equipment well and properly but the discrepancy is found on a motorbike used by the members, like do not have mudguards, size brake lights that do not comply, and the abnormal sound of the Horn. Socialization of Act No. 22 of 2009 about traffic is an effort that must be running in order for the vehicles that are owned by the members of the technical requirements and be eligible to the"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2013
S47177
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Iqbal Abdul Rasyid
"Pencemaran udara yang disebabkan oleh asap buang kendaraan bermotor terjadi di kota-kota besar di dunia termasuk Indonesia. Manusia yang terpapar gas seperti COx, NOx, melebihi ambang batas dapat menyebakan penyakit hingga kematian. Karbon aktif sebagai senyawa adsorben memiliki kemampuan mengadsorpsi yang baik sehingga dapat digunakan untuk menurunkan kadar gas polutan di udara. Namun memiliki kelemahan dapat terjadinya kejenuhan yang menghentikan proses adsorpsi. Kelemahan tersebut dapat diatasi dengan dikombinasikan dengan TiO2 untuk mendegradasi senyawa polutan dengan proses fotokatalis. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh besar penambahan TiO2 ke dalam filter karbon terbaik dalam proses mengurangi kadar gas polutan. Kombinasi dilakukan dengan melapiskan permukaan filter karbon dengan TiO2 yang tersuspensi di dalam larutan. Pengeringan dilakukan di dalam furnace dengan suhu 120oC selama 1 jam. Karakterisasi yang dilakukan pada filter kombinasi karbon aktif/TiO2 adalah SEM-EDX ,dan Bilangan Iodin. Uji kinerja pengurangan dilakukan dengan melakukan analisa kandungan gas pada beberapa titik waktu selama reaksi. Hasil SEM dan pembesaran mikroskop digital menunjukan peningkatan agregat TiO2 sebanding dengan meningkatnya kadar TiO2 yang ditambahkan. Uji Bilangan Iodin menunjukan adanya penurunan luas permukaan dengan meningkatnya kadar TiO2 dengan hasil terbesar 453 m2/g oleh Filter Karbon-0%wt TiO2 dan terkecil 302 m2/g oleh Filter Karbon-5%wt TiO2. Hasil karakterisasi namun tidak berbanding lurus dengan pengurangan kadar polutan, sampel dengan kinerja paling tinggi dimiliki oleh F. Karbon- 5%wt TiO2 dengan kemampuan mengurangi 42% konsentrasi polutan dalam waktu 120 menit. Secara keseluruhan kemampuan kinerja pengurangan polutan secara berurutan dimiliki oleh 5%wt >0%wt >3%wt TiO2. Proses pengurangan kadar polutan yang terjadi karena adsorpsi karbon aktif dapat ditingkatkan dengan penambahan semikonduktor TiO2 yang mampu memfotodegradasi senyawa teradsorpsi di karbon aktif sehingga gugus aktif tetap tersedia untuk proses adsorpsi selanjutnya.

Air pollution caused by motor vehicle exhaust occurs in major cities in the world, including in Indonesia. Humans exposed to gases such as COx, NOx, exceeding the threshold can cause illness even death. Activated carbon as an adsorbent compound has good adsorbing ability so that it can be used to reduce polutant gas levels in the air. However, it has a weakness that can occur saturation which stops the adsorption process. This weakness can be overcome by combining it with TiO2 to degrade pollutant compounds with a photocatalytic process. This study aims to obtain the best TiO2 addition to the carbon filter in the process of reducing pollutant gas levels. The combination is carried out by coating the surface of the carbon filter with TiO2 suspended in aquoeus solution. Drying is carried out in a furnace at a temperature of 120oC for 1 hour. The characterization carried out on the activated carbon / TiO2 combination filter is SEM-EDX, and Iodine Number. The reduction performance test is carried out by analyzing the gas content at several time points during the reaction in chamber. SEM results and digital microscope magnification showed an increase in the TiO2 aggregate was proportional to the increase in the TiO2 content added. The Iodine Number test shows a decrease in surface area with increasing levels of TiO2 with the largest yield of 453 m2 / g by the Carbon-0% wt TiO2 Filter and the smallest 302 m2 / g by the 5% wt TiO2 Carbon Filter. However it is not directly proportional to the reduction in pollutant levels, the sample with the highest performance was F. Carbon- 5% wt TiO2 with the ability to reduce 42% of pollutant concentrations within 120 minutes. Overall, the performance capability for reducing pollutants is 5% wt> 0% wt> 3% wt TiO2, respectively. The process of reducing the levels of pollutants that occur due to the adsorption of activated carbon can be increased by the addition of TiO2 which are able to photodegradate the adsorbed compounds on activated carbon so that the active groups remain available for the next adsorption process."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nugraha Dhanadipa
"Kendaraan roda empat merupakan diperlukan pemantauan secara berkala dan rutin agar tetap optimal dalam operasionalisasinya. Industri 4.0 memperkenalkan pemanfaatan Internet sebagai IoT sehingga segala keadaan teknologi dapat terhubung langsung dengan internet dan dapat diketahui dengan mudah oleh manusia sebagai penggunanya. Dalam hal kendaraan roda empat, pemantauan perlu dilakukan pada setiap komponen termasuk komponen mesin salah satunya air filter. Dengan menerapkan IoT, terdapat sebuah aplikasi yang dapat mengetahui keadaan air filter pada kendaraan roda empat. Aplikasi tersebut menerapkan nilai caf sebagai nilai yang menggambarkan kondisi air filter pada kendaraan roda empat. Nilai caf tersebut akan semakin menurun apabila air filter sudah berada pada kondisi semakin buruk.
Penelitian ini akan melakukan verifikasi terhadap kondisi air filter yang ditunjukan pada aplikasi tersebut dengan menggunakan alat alternatif. Penelitian dilakukan dengan menggunakan 3 klasifikasi berkendara yang berbeda dan pada tingkat udara yang tidak sehat dengan malukan perjalanan sejauh 300 km. Kendaraan roda empat yang digunakan memiliki mesin bensin 1500 cc dengan kondisi air filter yang baru pada setiap perjalanannya. Penelitian dilanjutkan dengan memverifikasi nilai caf yang diperoleh dengan alat alternatif untuk mengetahui nilai error yang diperoleh pada aplikasi. Alat alternatif akan menggunakan cahaya sebagai langkah untuk mengetahui kondisi air filter.
Hasil akhir dari penelitian ini yaitu pengembangan dari aplikasi yang telah dikembangkan sebelumnya menggunakan hasil verifikasi sebagai dasarnya. Hasil verifikasi dari penelitian dapat menentukan pengaruh dari klasifikasi berkendara dan tingkat polusi udara pada penurunan kondisi air filter. Kondisi air filter akan diberikan dalam nilai persen baik pada saat pengambilan data maupun hasil verifikasi. Persen kondisi air filter dapat memberikan estimasi waktu penggantian filter udara dalam bulan tersisa sehingga dapat diketahui kondisi terbaik air filter merupakan hasil dari salah satu klasifikasi berkendara. Estimasi air filter baru berdasarkan produsen adalah 18 bulan apabila digunakan pada lingkungan yang kotor. Estimasi produsen tersebut akan dibandingkan dengan estimasi dari hasil pendekatan matematika dan pendekatan linear.

Four-wheeled vehicles are required regular and routine monitoring to remain optimal for operation. Industry 4.0 introduces the use of the Internet as an IoT so that all technological things can be connected directly to the internet and can be easily used by humans as users. In the case of four-wheeled vehicles, monitoring needs to be carried out on every component including the engine components, one of which is the air filter. By implementing IoT, there is an application that can determine the state of the air filter on four-wheeled vehicles. The application applies the value of caf as a value that describes the condition of the water filter on four-wheeled vehicles. The value of the caf will decrease if the water filter is in a worse condition.
This research will verify the condition of the water filter shown in the application by using an alternative tool. The study was conducted using 3 different driving classifications and at unhealthy air levels by traveling 300 km. The four-wheeled vehicle has a 1500 cc petrol engine with new air filter conditions on each trip. The study continued by verifying the value of caf obtained with alternative tools to determine the value of the error obtained in the application. An alternative tool will use light as a way to find out the condition of the filter water.
The final result of this research is the development of an application that has been developed previously using the results of verification as a basis. Verification results from the study can determine the effect of the classification of driving and air pollution levels on decreasing air filter conditions. The condition of the filter water will be given in percent values both at the time of data collection and verification results. Percent of air filter conditions can provide an estimate of the time of air filter replacement in the remaining months so that it can be seen the best condition of the air filter is the result of one of the driving classifications. The estimated new filter water based on the manufacturer is 18 months when used in a dirty environment. Estimates of these producers will be compared with estimates of the results of a mathematical approach and a linear approach."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Esti Tyastirin
"Di Indonesia diperkirakan 70%. pencemaran udara bersumber pada emisi
kendaraan bermotor. Dampak terbesar dari pencemaran udara adalah gangguan
pernapasan. Sebagai upaya pengendalian emisi kendaraan dilakukan uji emisi
kendaraan yang sejak 2005. Pada penelitian ini akan dilakukan korelasi hasil
emisi kendaraan, kualitas udara dan faktor meteorologis terhadap kejadian ISPA,
sepanjang 2010. Selain itu dilakukan pula survei pengetahuan, sikap dan perilaku
(PSP) terhadap 311 pemilik kendaraan mengenai kegiatan uji emisi kendaraan.
Setelah dilakukan analisis diketahui angka kejadian ISPA di Jakarta sebesar 93
kasus/1000 penduduk, dengan kejadian terbesar di wilayah Jakarta Pusat, yaitu
215 kasus/1000 penduduk. Sedangkan analisis emisi kendaraan bermotor
didapatkan presentase kendaraan bermotor dengan tahun pembuatan 2007 ke atas,
yang tidak lulus uji emisi, paling besar adalah 23,6 % di wilayah Jakarta Selatan.
Sedangkan, kualitas udara di wilayah Jakarta Pusat memiliki tingkat kosentrasi
CO, SO2, O3 dan NO2
yang tinggi dibandingkan wilayah lain. Pada gambaran
periode bulanan didapatkan angka kejadian ISPA tertinggi pada bulan Agustus
2010, sebesar 96,9 kasus/1000 penduduk. Begitu pula dengan presentase
kendaraan bermotor dengan tahun pembuatan lebih dari 2007 yang tidak lulus uji
emisi pada Agustus 2010 mencapai titik tertinggi sebesar 50%. Korelasi ini secara
statistic dinyatakan signifikan dengan nilai p 0,0005. Kepada seluruh pemilik
kendaraan bermotor diharapkan rutin melakukan perawatan kendaraan/uji emisi
guna mengurangi polutan emisi kendaraan di DKI Jakarta.

Estimated air pollution originates from motor vehicle emissions, In Indonesia is
70%.. Meanwhile, the greatest impact of the air is pencemaraan respiratory
distress. This research will be conducted on the correlation results of vehicle
emissions, air quality and meteorological factors on the incidence of respiratory
infections, during 2010. In addition it also conducted a survey of knowledge,
attitudes and behavior (KAB) against 311 vehicle owners regarding vehicle
emissions testing activities. After analyzing known incidence of ARI in Jakarta is
93 cases/1000 population, with the largest events in the area of Central Jakarta
(215 cases/1000 population). While the analysis found in South Jakarta, 23.6% of
motor vehicle with year of manufacture 2007 and up, did not pass the emissions
test. Meanwhile, the air quality in Central Jakarta has a level of concentration of
CO, SO2, O3 and NO2
Keywords:
are higher than in other regions. The highest incidence rate
of ARI in August 2010 (96.9 cases/1000 population). Similarly, the percentage of
vehicles with year of manufacture 2007 and up, which did not pass the emissions
test in August 2010 reached its highest point at 50%. This correlation is
statistically significant (P=0,0005). It is suggest for vehicles owner to check their
vechicle routinely/ doing emissions test, so that its can reduce pollution in Jakarta.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2013
T35214
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sunu Bagaskara
"

Peran emosi dalam performa mengemudi mulai mendapat perhatian khusus dalam studi mengenai perilaku mengemudi dalam beberapa tahun terakhir ini. Hal ini mengingat bahwa pengalaman emosional, terutama marah, memiliki hubungan dengan perilaku mengemudi berisiko, yang merupakan salah satu penyebab utama kecelakaan. Melalui pendekatan afek heuristik dan appraisal tendency framework, penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara emosi marah (disposisional/trait dan situasional/state) dengan memperhitungkan peran sikap pro risiko sebagai mediator. Disertasi ini terdiri dari dua studi. Studi pertama meggunakan metode survei yang melibatkan 202 pengemudi mobil; studi kedua menggunakan metode eksperimental terhadap 100 pengemudi berusia 19-25 tahun. Hasil kedua penelitian tersebut menunjukkan bahwa emosi marah, baik dalam perspektif trait maupu state memengaruhi munculnya perilaku mengemudi berisiko. Secara lebih spesifik, pengemudi dengan trait driving anger tinggi dan pengemudi yang merasakan pengalaman emosi marah menunjukkan perilaku mengemudi berisiko yang lebih sering. Hasil studi ini juga menunjukkan bahwa pengaruh state marah terhadap perilaku mengemudi berisiko terjadi secara independen dari peran trait driving anger. Artinya, situasi yang membangkitkan state marah pengemudi mampu meningkatkan munculnya perilaku mengemudi berisiko, terlepas dari tingkat trait driving anger yang dimiliki pengemudi. Analisis mediasi menemukan bahwa hubungan antara emosi marah dan perilaku berisiko tersebut dimediasi oleh sikap positif terhadap risiko. Dengan kata lain, pengemudi yang pemarah ataupun dalam keadaan marah cenderung membentuk sikap yang positif terhadap perilaku mengemudi berisiko, yang pada akhirnya mendorongnya untuk menampilkan perilaku mengemudi berisiko. Temuan-temuan ini berimplikasi pada pentingnya pemahaman dan pengelolaan dampak emosi marah terhadap keselamatan berlalu-lintas. Sejumlah intervensi perlu dikembangkan dalam upaya meminimalisasi dampak negatif dari emosi negatif terhadap performa mengemudi.


The role of emotions in driving performance began to receive special attention in studies of driving behavior in recent years. This is considering that emotional experience, especially anger, has a fairly strong relationship with risky driving behavior, which is one of the main causes of accidents. Utilising heuristic affect and appraisal tendency framework approaches, this study aims to examine the relationship between anger (both dispositional/trait and situational/state) by taking into account the role of pro-risk attitudes as the mediator. This dissertation consists of two studies. The first study used a survey method involving 202 car drivers; the second study used an experimental method for 100 drivers aged 19-25 years. The results of the two studies show that anger, both in the perspective of trait and state, influence the risky driving behavior. More specifically, drivers with high trait driving anger and those who experience anger while driving show risky driving behavior more frequently. The results of this study also show that the influence of state anger on risky driving behavior occurs independently of the role of driving anger trait. That is, situations that elicit the drivers anger state is able to increase the likelihood of risky driving behavior, regardless of the level of drivers trait driving anger. Mediation analysis found that the relationship between anger and risky behavior was mediated by positive attitude towards risk. In other words, drivers high on trait driving anger or those who experience high anger while driving tend to form positive attitudes towards risky driving behaviors, which in turn encourages them to engange risky driving behavior. These findings have implications for the importance of understanding and managing the effects of anger on traffic safety. A number of interventions need to be developed in an effort to minimize the negative impact of negative emotions on driving performance.

"
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2019
D2781
UI - Disertasi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>