Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 146120 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Hutauruk, Syahrial M.
Depok: Badan Penerbit FK UI, 2012
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Jakarta: Badan Penerbit FKUI, 2018
617.51 BUK
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
"On ear, nose, and throat diseases; Ear, Nose, and Throat Specialists"
Jakarta: BP FKUI, 2012
617.51 BUK
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Nurbaiti Iskandar
Jakarta : Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2006
611.85 NUR i
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Nurbaiti Iskandar
Jakarta : Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 1993
617.51 NUR i
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Ballenger, John Jacob
Jakarta : Binarupa Aksara, [date of publication not identified]
617.51 BAL p
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 1992
617.51 PEN
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Masrin Munir
Jakarta: UI-Press, 2002
PGB 0208
UI - Pidato  Universitas Indonesia Library
cover
Nurbaiti Iskandar
Jakarta: Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2000
617.51 UNI t
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Ni Wayan Sudiarni
"Pola napas dikontrol oleh satu seri mekanisme sentral dan perifer. Selama aktiviti fisis, termasuk pula kecemasan dan ketakutan terjadi peningkatan metabolisme, keadaan ini menyebabkan pola napas mengalami penyesuaian dengan meningkatkan ventilasi. Kegiatan bernapas individu normal saat istirahat adalah kegiatan yang tidak disadari. Kegiatan bernapas mulai disadari bila otot pernapasan mulai dikerahkan saat melakukan aktiviti ringan sampai sedan& Kegiatan bernapas yang disadari akan disertai perasaan tidak nyaman bila individu melakukan aktiviti yang melelahkan. Perasaan atau sensasi subjektif tidak nyaman saat bernapas itulah yang didefinisikan sebagai dispnea (sesak napas). Dispnea dapat muncul pada individu normal akibat latihan dan ketinggian, namun dispnea sudah muncul dengan sedikit atau tanpa aktiviti pada penderita penyakit tertentu terutama penyakit kardiopulmoner.
Penderita sesak napas secara umum mengemukakan sensasi sesak napas berupa napas pendek, sulit bernapas, tidak mendapatkan cukup udara dan perasaan ketat pada dada. Dispnea timbul akibat interaksi kompleks sinyal dari komponen dispnea dan sensasinya dipengaruhi oleh banyak faktor. Penyakit dengan gejala dispnea, menunjukkan sensasi sesak napas berupa sensasi multipel sehingga sesak napas tidak cukup dijelaskan hanya dengan satu mekanisme fisiologis saja.
Evaluasi sesak napas dapat dilakukan dengan berbagai alat ukur, namun alas ukur yang paling efektif masih belum ditentukan. Pemilihan alat ukur dispnea untuk aplikasi klinis tertentu didasarkan pada validiti dan reliabiliti alat ukur tersebut. Beberapa cara pengukuran telah dikembangkan dalam usaha menderajatkan dispnea baik cara pengukuran langsung maupun tidak langsung. Beberapa waktu kemudian sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan beberapa peneliti melakukan penelitian untuk mencoba mencari cara pengukuran dispnea yang dapat digunakan menentukan penyebab dispnea. Salah satu cara pengukuran tersebut adalah Indeks diferensiasi sesak (IDS) atau dyspnea differentiation index oleh Ailani dkk pada Meridia Huron Hospital OH USA. Nilai IDS ditentukan dari peak expiratory flow rate (PEFR) dikalikan tekanan oksigen arteri (PaO2) dibagi 1000."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2004
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>