Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 8160 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Arestiara Shaquelliniesa
"ABSTRAK
Pemanfaatan tanaman obat sebagai sumber senyawa yang dapat meningkatkan kualitas kesehatan terus berkembang. Salah satu tanaman obat yang memiliki berbagai manfaat kesehatan adalah Moringa oleifera Lam. Tanaman tersebut dikenal sebagai kelor dan daunnya banyak digunakan sebagai sumber makanan di Indonesia. Daun tanaman tersebut dilaporkan berpotensi sebagai agen antibakteri alami. Aktivitas antibakteri daun mungkin ditingkatkan melalui proses fermentasi. Penelitian dilakukan untuk mengevaluasi aktivitas antibakteri dari hasil fermentasi infusa daun M. oleifera Lam. menggunakan metode agar well diffusion terhadap Staphylococcus aureus InaCC B4 dan Escherichia coli InaCC B5. Proses fermentasi dilakukan oleh Lactobacillus pentosus InaCC B149 selama 24 jam dengan berbagai konsentrasi infusa daun (2,5%, 5,0% dan 10,0%). Infusa tidak difermentasi digunakan sebagai kontrol. Hasil penelitian menunjukkan infusa daun M. oleifera Lam. difermentasi dengan konsentrasi 5,0% dan 10,0% menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap kedua bakteri uji. Indeks aktivitas (IA) infusa 5,0% dan 10,0% tersebut terhadap S.aureus InaCC B4 berturut-turut adalah 0,45±0,006 dan 0,56±0,04; dan IA terhadap E.coli InaCC B5 berturut-turut adalah 0,59±0,053 dan 0,77±0,119. Asam organik (asam laktat dan asam asetat) yang diproduksi melalui fermentasi gula oleh L. pentosus diduga sebagai agen antibakteri utama dalam penelitian. Kadar total asam yang dinyatakan sebagai asam laktat dalam infusa difermentasi yaitu 0,64%±0,007 (infusa 5,0%) dan 0,89%±0,000 (infusa 10,0%). Sementara itu, aktivitas antibakteri dari infusa daun difermentasi dengan konsentrasi 2,5% dan kelompok kontrol tidak terdeteksi terhadap kedua bakteri uji. Penelitian menunjukkan bahwa proses fermentasi oleh Lactobacillus pentosus InaCC B149 meningkatkan aktivitas antibakteri dari infusa daun M. oleifera Lam. pada konsentrasi infusa 5,0% dan 10,0%.

ABSTRACT
Utilization of medicinal plants as a source of compounds that can improve the quality of health continues to develop. One of the medicinal plants which has various health benefits is Moringa oleifera Lam. The plant is known as Kelor and its leaves are widely used as a food source in Indonesia. The leaves are reported to have potential as a natural antibacterial agent. The antibacterial activity of the leaf possibly to be enhanced through the fermentation process. This study was conducted to evaluate the antibacterial activity of fermented M. oleifera Lam. leaf infusion using the well diffusion method against Staphylococcus aureus InaCC B4 and Escherichia coli InaCC B5. The fermentation process was carried out by Lactobacillus pentosus InaCC B149 for 24 hours with various concentrations of the leaf infusion (2.5 %, 5.0% and 10.0 %). The non-fermented leaf infusion used as control. The result reveals that fermented M. oleifera Lam. leaf infusion at 5.0% and 10.0% concentration exhibited antibacterial activity against both bacterial test. The activity index (IA) of fermented 5.0% and 10.0% against S.aureus InaCC B4 were 0.45 ± 0.006 and 0.56 ± 0.04, respectively; and IA against E.coli InaCC B5 were 0.59 ± 0.053 and 0.77 ± 0.119, respectively. Organic acids (lactic acid and acetic acid) produced from fermentation sugar by L. pentosus are assumed to be the primary antibacterial agents in the study. Total acid levels expressed as lactic acid in fermented infusions were 0.64% ± 0.007 (5.0% infusion) and 0.89% ± 0.000 (10.0% infusion). On the other hand, the antibacterial activity of the fermented leaf infusion with a concentration of 2.5% and the control group not detected against both bacterial test. This study shows that the fermentation process by Lactobacillus pentosus InaCC B149 increased the antibacterial activity of M. oleifera Lam. leaf infusion at a concentration of 5.0% and 10.0%."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Putri Lahu Selena Maufti
"Moringa oleifera Lam. merupakan tanaman dengan kandungan senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian dilakukan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari ekstrak daun M. oleifera menggunakan pelarut air. Ekstraksi dilakukan dengan metode infusa, yaitu menyeduh serbuk daun kering pada suhu 85°C selama 30 menit. Fermentasi dilakukan dengan variasi konsentrasi substrat (1%, 3% dan 5%) menggunakan Lactobacillus casei InaCC B75 dengan konsentrasi inokulum 10% selama 24 jam. Supernatan dari hasil fermentasi dilakukan uji antibakteri dengan bakteri uji Escherichia coli InaCC B5 dan Staphylococcus aureus InaCC B4 menggunakan metode Kirby-Bauer disk diffusion. Hasil uji antibakteri menunjukkan bahwa fermentasi infusa daun M. oleifera konsentrasi 1%, 3%, dan 5% dapat menghambat pertumbuhan S. aureus dengan nilai indeks aktivitas (IA) berturut-turut, yaitu 0,35±0,037, 0,23±0,042, dan 0,43±0,038, sedangkan pada E. coli tidak menunjukkan adanya aktivitas antibakteri. Fermentasi infusa daun M. oleifera oleh L. casei tidak berpengaruh pada aktivitas antibakteri, namun berpengaruh pada peningkatan total fenol dan total asam laktat. Peningkatan total fenol tertinggi terdapat pada infusa konsentrasi 5%, yaitu 0,42±0,022 mg GAE/g (kontrol) menjadi 0,54±0,010 mg GAE/g (fermentasi). Peningkatan total asam laktat tertinggi terdapat pada infusa konsentrasi 1%, yaitu 0,04%±0 (kontrol) menjadi 0,33%±0,00012 (fermentasi). Penurunan Nilai pH hasil fermentasi infusa daun M. oleifera konsentrasi 1%, 3%, dan 5% berturut-turut adalah 5,93±0,012 menjadi 4,03±0,003, 5,38±0 menjadi 4,16±0,003, dan 5,22±0,006 menjadi 4,26±0,002.

Moringa oleifera Lam. is a plant with phytochemical compounds that have the potential to be antibacterial. This research was conducted to study the antibacterial activity of M. oleifera leaf extracts using aqueous solvents. The extraction of leaves was carried out by infusion method which was brewing leaf powder at 85°C for 30 minutes. Fermentation was carried out with variations in substrate concentration (1%, 3% and 5%), using Lactobacillus casei InaCC B75 with 10% inoculum concentration for 24 hours. The supernatant of fermented leaves assayed antibacterial tests on Escherichia coli InaCC B5 and Staphylococcus aureus InaCC B4 using Kirby-Bauer disk diffusion method. Antibacterial test revealed that fermentation of M. oleifera leaf infusion concentrations of 1%, 3%, and 5% could inhibit the growth of S. aureus with activity index (IA) is 0.35±0.037, 0.23±0.042 and 0.43±0.038, respectively, whereas E. coli did not show antibacterial activity. Fermentation of M. oleifera leaf infusion using L. casei has no effect on antibacterial activity, but has an effect on increasing total phenol and total lactic acid. The highest increase in total phenol was at 5% infusion concentration, that is 0.42±0.022 mg GAE/g (control) to 0.54±0.010 mg GAE/g (fermentation). The highest increase in total lactic acid was at 1% infusion concentration, that is 0.04%±0 (control) to 0.33%±0.00012 (fermentation). Decrease in pH of fermented M. oleifera leaf infusion concentration of 1%, 3%, and 5% is 5.93±0.012 to 4.03±0.003, 5.38±0 to 4.16±0.003, and 5.22±0.006 to 4.26±0.002, respectively.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2019
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nurul Gusti Khatimah
"ABSTRAK
Infeksi Streptococcus pyogenes paling sering menyebabkan faringitis. Terdapat 10% populasi yang alergi terhadap penisilin sebagai terapi lini pertama, sehingga diberikan alternatif berupa eritromisin. Namun, S. pyogenes dilaporkan resisten terhadap eritromisin dan dapat menyebabkan kematian. Moringa oleifera Lamk. merupakan tumbuhan yang banyak ditemui di Indonesia dan diketahui memiliki efek antibakteri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efek antibakteri ekstrak daun M. oleifera Lamk. terhadap S. pyogenes. Penelitian ini menggunakan ekstrak daun M. oleifera Lamk. dengan metode makrodilusi untuk melihat nilai Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) terhadap S. pyogenes. Ekstrak dibagi menjadi konsentrasi 150 mg/mL, 75 mg/mL, 37,50 mg/mL, 18,75 mg/mL, dan 9,38 mg/mL dengan kontrol positif berupa media dengan bakteri dan media dengan DMSO dan bakteri, serta kontrol negatif berupa media, ekstrak, antibiotik, dan antibiotik dengan bakteri. Antibiotik yang digunakan adalah amoksisilin dan inokulum bakteri dibuat berdasarkan standar McFarland 0,5. Jumlah koloni bakteri pada seluruh uji dan kontrol dihitung dengan metode pour plate, dan hasil jumlah koloni yang didapat dianalisis menggunakan SPSS dengan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji ANOVA. Ekstrak daun M. oleifera Lamk. memiliki efek antibakteri terhadap S. pyogenes dengan nilai KHM 18,75 mg/mL dan KBM 37,50 mg/mL dengan hasil perhitungan jumlah koloni didapatkan data terdistribusi normal dengan rerata dan standar deviasi pada KHM sebesar 22,50 ± 6,091. Uji ANOVA menunjukkan terdapat perbedaan bermakna (p<0,05) dengan uji Post Hoc Bonferroni terdapat perbedaan bermakna (p<0,05) antara KHM dengan konsentrasi 9,38 mg/mL dan KHM dengan masing-masing kontrol positif, sedangkan antara kedua kontrol positif tidak terdapat perbedaan bermakna (p>0,05).

ABSTRACT
Streptococcus pyogenes infection mostly causes pharyngitis. Penicilin as the first-line therapy is not used by 10% of the population because of alergic reaction, so as an alternative therapy erythromisin is given. However, S. pyogenes is reported resistant to erytromycin and causes mortality. Moringa oleifera Lamk. abundantly grows in Indonesia and is known to have an antibacterial effect. This research is conducted to determine the antibacterial effect of M. oleifera Lamk. leaf extract against S. pyogenes. This research used M. oleifera Lamk. leaf extract to see Minimum Inhibitory Concentration (MIC) and Minimum Bactericidal Concentration (MBC) against S. pyogenes using macrodilution method. The extract is divided into 5 concentrations such as 150 mg/mL, 75 mg/mL, 37.50 mg/mL, 18.75 mg/mL, and 9.38 mg/mL with positive controls such as medium with bacteria, and medium with DMSO and bacteria, and negative controls such as medium, extract, antibiotic, and antibiotic with bacteria. The antibiotic that is used in this research is amoxicillin and the inoculum of bacteria is made using McFarland 0.5 standard. Colony counting among all samples and controls is conducted using pour plate method, and the results are analyzed using normality test Shapiro-Wilk and ANOVA test using SPSS. M. oleifera Lamk. leaf extract has an effect as an antibacterial against S. pyogenes with MIC in concentration 18.75 mg/mL and MBC in concentration 37.50 mg/mL. The result of colony counting is distributed normally with mean ± standard deviation in MIC is 22.50 ± 6.091. Both ANOVA test and Post Hoc Bonferroni test show that there are statistically significant (p<0.05). Between MIC and concentration 9.38 mg/mL and MIC with each positive control are statistically significant (p<0.05), while between each positive control is not statistically significant (p>0.05).
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2019
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Iif Pramesti Cahyani
"ABSTRAK
Angka resistensi bakteri Klebsiella pneumoniae terhadap beberapa antibiotik semakin meningkat setiap tahunnya. Salah satu alternatif untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan penggunaan tanaman obat Moringa oleifera Lamk.. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak daun Moringa oleifera Lamk. terhadap bakteri Klebsiella pneumoniae. Penelitian ini dilakukan melalui uji eksperimental dengan metode makrodilusi tabung. Terdapat lima konsentrasi berbeda ekstrak yang diteliti, yaitu 100 mg/mL, 200 mg/mL, 400 mg/mL, 800 mg/mL, dan 1600 mg/mL yang kemudian dibandingan dengan kontrol positif berupa media BHI dengan bakteri dan media BHI dengan bakteri dan DMSO, dan kontrol negatif berupa media BHI, media BHI dengan ekstrak, antibiotik gentamisin, dan antibiotik gentamisin dengan bakteri. Hasil uji dilaporkan dalam Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM), kemudian dilanjutkan dengan perhitungan jumlah koloni menggunakan plate count agar yang kemudian dianalisis menggunakan SPSS 20 dengan uji statistik One-way ANOVA dan Post Hoc Bonferroni. Hasil KHM ekstrak daun Moringa oleifera terdapat pada konsentrasi 400 mg/mL dan KBM berada pada konsentrasi 800 mg/mL. Data analisis statistik jumlah koloni pada KHM diperoleh rerata dan standar deviasi 47,83 ± 14, 986. Hasil analisis One-Way ANOVA dan Post Hoc Bonferroni ditemui perbedaan bermakna (p<0,05) antara kelompok ekstrak dengan kelompok kontrol positif, sedangkan antarkelompok kontrol positif tidak terdapat perbedaan bermakna (p>0,05).

Klebsiella pneumoniae bacterial resistance rates against several antibiotics are
increasing every year. One alternative to overcome this problem is through the use of
medical plant Moringa oleifera Lamk..The purpose of this study is to determine
antibacterial activity of Moringa oleifera Lamk. leaf extract againts Klebsiella
pneumoniae bacteria. This research was conducted through experimental study using
macrodilution tube’s method. There are five different concentrations of extract used,
consisting of 100 mg/mL, 200 mg/mL, 400 mg/mL, 800 mg/mL, and 1600 mg/mL that
will eventually be compared with positive control in the form of BHI media with
bacteria, BHI media with bacteria and DMSO, and negative control in the form of BHI
media, BHI media with extracts, gentamicin antibiotics, and gentamicin antibiotics with
bacteria. The test results are reported in Minimum Inhibitory Concentration (MIC) and
Minimum Bactericidal Concentration (MBC), then proceed with the calculation of the
number of colonies using plate count agar then analyzed using SPSS 20 with One-way
ANOVA and Post Hoc Bonferroni statistical test. The MIC of Moringa oleifera Lamk.
leaf extract is found at concentration of 400 mg/mL and MBC is at a concentration 800
mg/mL. Statistical analysis on the number of colonies in the MIC was obtained by
the mean and standard deviation of 47,83 ± 14, 986. One-way ANOVA and Post
Hoc Bonferroni analysis results show a significant differences (p<0,05) between
extract groups and the positive control groups, while there was no significant
difference (p>005) in between positive control groups.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ghaisani Fadiah Qisthina
"ABSTRAK
Daun kelor (Moringa oleifera Lam.) berpotensi sebagai tanaman obat. Daun kelor mengandung senyawa flavonoid yang dapat beraktivitas sebagai antiinflamasi, maka dari itu daun kelor dapat dikembangkan sebagai antiinflamasi. Obat antiinflamasi baik golongan non-setroid maupun steroid memiliki banyak efek samping apabila dipakai dalam jangka panjang. Banyak masyarakat menggunakan sedian bahan alam sebagai alternatif pengobatan inflamasi, antara lain sediaan ekstrak daun kelor. Tujuan penulisan review ini untuk mengkaji pengembangan sediaan gel dan krim ekstrak daun kelor antiinflamasi. Berdasarkan beberapa penelitian saat ini, sediaan antiinflamasi yang ada berbentuk gel dan krim. Artikel yang direview diperoleh dari penelusuran literatur pada platform seperti Google Scholar, PubMed, dan NCBI, yaitu artikel ilmiah yang melaporkan hasil formulasi sediaan gel dan formulasi sediaan krim antiinflmasi, evaluasi sediaan, dan pengujian daya antiinflamasi. Dari hasil review didapatkan formulasi yang sesuai untuk dikembangkan pada pembuatan sediaan gel dan krim ekstrak daun kelor antiinflamasi.

ABSTRACT
Moringa oleifera Lam. (Moringa oleifera) leaves have potential as medicinal plants. Moringa leaves contain flavonoid compounds that can act as an anti-inflammatory, therefore Moringa leaves can be developed as an anti-inflammatory. Anti-inflammatory both steroid and steroids have many side effects when used in the long run. Many people use natural dosage form as an alternative for inflammatory medication, such as Moringa leaf extract preparations. The aim of this review is to examine the development of anti-inflammatory Moringa leaf extract gel and cream. Based on some current research, existing anti-inflammatory preparations are gels and creams. The articles reviewed was obtained from literature searches on platforms such as Google Scholar, PubMed, and NCBI, namely scientific articles that report the results of formulataion of gel and cream anti-inflammatory, evaluation of preparation, and testing of anti-inflammatory activity. From the results of the review, it was found that a suitable formulation was developed for the preparation of anti-inflammatory Moringa leaf extract gel and cream."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Maghfirah Anastamia Mariska
"Peningkatan insidensi infeksi S. aureus melatarbelakangi peningkatan penggunaan antibiotik yang melawan S. aureus, sehingga kejadian resistensi antibiotik semakin meningkat. Ekstrak tanaman M. oleifera Lamk. telah diteliti di berbagai negara dan didapatkan hasil berupa efek antibakteri terhadap S. aureus. Penelitian ini bertujuan mengetahui efek antibakteri ekstrak daun M. oleifera Lamk. terhadap bakteri S. aureus. Penelitian dikerjakan di laboratorium Departemen Mikrobiologi FKUI dengan rancangan eksperimental dan menggunakan metode makrodilusi tabung. Konsentrasi ekstrak yang diuji efek antibakterinya adalah 3.200 mg/mL, 1.600 mg/mL, 800 mg/mL, 400 mg/mL, dan 200 mg/mL. Selain kelompok uji, juga terdapat 6 kelompok kontrol, yaitu brain heart infusion (BHI); BHI dan bakteri; BHI, dimethyl sulfoxide (DMSO), dan bakteri; BHI dan esktrak; eritromisin; dan eritromisin dan bakteri. Hasil pertumbuhan bakteri setiap tabung dinilai sebagai Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan pertumbuhan pada agar nutrisi dinilai sebagai Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM). Setiap konsentrasi juga dihitung jumlah koloni yang tumbuh pada plate count agar (PCA) menggunakan colony counter. Percobaan dilakukan dengan enam kali pengulangan. Ekstrak daun M. oleifera Lamk. memiliki KHM 800 mg/mL dan KBM pada konsentrasi1.600 mg/mL terhadap S. aureus. Jumlah koloni bakteri pada KHM dari pengamatan PCA adalah 55,83±10,685 (rerata±SD) dan pada KBM adalah steril (0 CFU/mL). Hasil uji ANOVA dan Post Hoc Bonferroni adalah terdapat perbedaan bermakna (p<0,05) baik antarkelompok uji maupun antara kelompok uji dan kontrol, sementara tidak terdapat perbedaan bermakna (p>0,05) antarkelompok kontrol positif. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun M. oleifera Lamk. memiliki potensi antibakteri terhadap S. aureus.

The increasing incidence of S. aureus infection is the background for the increasing use of antibiotics against S. aureus, so the occurrence of antibiotic resistance is increasing. M. oleifera Lamk. plant extract has been studied in several countries and the results revealed that there was an antibacterial effect againsts S. aureus. The aim of this research is to discover antibacterial effect of M. oleifera Lamk. leaves extract against S. aureus bacteria. Research conducted at Microbiology Department Laboratory of FKUI with an experimental study design and using tube macrodilution method. The extract concentrations tested for its antibacterial effect were 3.200 mg/mL, 1.600 mg/mL, 800 mg/mL, 400 mg/mL, and 200 mg/mL. There were also six control groups, i.e. brain heart infusion (BHI); BHI and bacteria; BHI, dimethyl sulfoxide (DMSO), and bacteria; BHI and extract; erythromycin; and erythromycin and bacteria. Result of bacterial growth of each tube was determined as Minimum Inhibitory Concentration (MIC) and on nutrient agar was determined as Minimum Bactericidal Concentration (MBC). Each concentration also planted on plate count agar (PCA), so the number of colonies were counted using colony counter. The experiment was repeated six times. The result revealed that MIC and MBC of M. oleifera leaves extract against S. aureus are 800 mg/mL and 1.600 mg/mL. The number of bacterial colonies of MIC through PCA observation was 55,83±10,685 (mean±SD) and on MBC was sterile. According to One-way ANOVA and Post Hoc Bonferroni test, there were statistical difference (p<0,05) between test and control groups, and between test groups, while there were no statistical difference between control groups itself. This research conclude that M. oleifera Lamk. leaves extract has an antibacterial effect against S. aureus.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2019
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Annisa Kusumawardani
"ABSTRAK
Pola resistensi bakteri Gram negatif Pseudomonas aeruginosa terus mengalami peningkatan, tetapi hal tersebut tidak diikuti oleh perkembangan penemuan antibiotik baru. Penelitian mengenai pembuatan antibiotik dari bahan alami pun mulai banyak dilakukan untuk menanggulangi hal tersebut. Salah satu tanaman yang diduga memiliki efek antibakteri adalah Moringa oleifera Lamk. Tujuan penelitian adalah mengetahui potensi penggunaan ekstrak daun Moringa oleifera Lamk. dalam penanganan infeksi Pseudomonas aeruginosa melalui metode in vitro. Penelitian dilakukan melalui uji eksperimental dengan metode makrodilusi. Konsentrasi ekstrak daun Moringa oleifera Lamk. yang digunakan yaitu 800 mg/mL, 400 mg/mL, 200 mg/mL, 100 mg/mL, dan 50 mg/mL. Selain itu, terdapat enam kelompok kontrol positif, yaitu BHI dan bakteri serta BHI, DMSO, dan bakteri juga kontrol negatif, yaitu gentamisin, gentamisin dan bakteri, BHI, serta BHI dan ekstrak. Ekstrak daun Moringa oleifera Lamk. Hasil penelitian didapatkan nilai Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) sebesar 200 mg/mL dan hasil Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) sebesar 400 mg/mL. Sedangkan, jumlah koloni pada lempeng PCA dari tabung KHM adalah 182,5±22,6 CFU/mL (data terdistribusi normal). Hasil uji ANOVA dan post-hoc Bonferroni menunjukkan perbedaan bermakna (p<0,05) antara tiap konsentrasi ekstrak dengan kontrol positif. Akan tetapi, tidak terdapat perbedaan bermakna (p>0,05) pada perbandingan dua kelompok kontrol positif. Kesimpulan penelitian ini adalah ekstrak daun Moringa oleifera Lamk. memiliki efek antibakteri terhadap Pseudomonas aeruginosa melalui kultur in vitro.

ABSTRACT
The resistance patterns of Gram negative bacteria Pseudomonas aeruginosa have increased tremendously these past few years, but it does not followed by the emergence of new antibiotics. Research about the development of antibiotics from natural products have been increasing in order to overcome bacterial resistance. Moringa oleifera Lamk. is considered to be one of the herbs with antibacterial effect. The aim of this study is to investigate Moringa oleifera Lamk. leaf extracts potential as treatment of Pseudomonas aeruginosa infection using in vitro culture. This study was conducted using experimental test through macrodilution method. We used Moringa oleifera Lamk. leaf extracts in five concentrations, which is 800 mg/mL, 400 mg/mL, 200 mg/mL, 100 mg/mL, and 50 mg/mL. Positive controls (BHI+P. aeruginosa, BHI+DMSO+P. aeruginosa) and negative controls (gentamicin, gentamicin+P. aeruginosa, BHI, BHI+extract) were also used. Moringa oleifera Lamk leaf extract showed MIC at 200 mg/mL and MBC at 400 mg/mL. Number of colonies on MIC was 182,5±22,6 CFU/mL (data normally distributed). We used ANOVA and post-hoc Bonferroni tests for colonies numbers that showed significant differences (p<0,05) between each extract groups and positive control. Meanwhile, there were no significants difference between control groups (p>0,05). Hence, it can be concluded that Moringa oleifera Lamk. leaf extract has antibacterial activity against Pseudomonas aeruginosa in in vitro culture.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2019
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Amalia Zahra Afifah
"Latar belakang: Kanker kolorektal merupakan kanker dengan insidensi tertinggi ketiga di dunia dengan angka mortalitas 880.792 jiwa (Globocan 2018). Saat ini tata laksana kanker kolorektal terbatas pada kemoterapi dan operasi dengan hasil klinis yang buruk. Adapun terapi target yang baru-baru ini dikembangkan ternyata memiliki efek samping yang cukup parah dan indikasinya terbatas. Di sisi lain, protein iNOS ditemukan meningkat pada jaringan yang mengalami inflamasi, termasuk pada kanker kolorektal. Peningkatan ekspresi iNOS dikorelasikan dengan prognosis kanker yang buruk sehingga berpotensi dijadikan sebagai target terapi dalam penanganan kanker kolorektal. Moringa oleifera merupakan tanaman obat yang diketahui khasiatnya sebagai agen antioksidan, antiinflamasi, dan antikanker. Penelitian ini ditujukan untuk menilai pengaruh ekstrak etanol daun Moringa oleifera terhadap ekspresi iNOS sel HT-29.
Metode: Ekstrak etanol daun Moringa oleifera diuji secara in vitro pengaruhnya terhadap ekspresi iNOS sel HT-29. Pengujian dilakukan secara imunositokimia dengan tiga serial konsentrasi ekstrak, yaitu 50, 100, dan 200 ppm, tanpa disertai kontrol. Ekspresi iNOS diukur dengan H-score melalui bantuan aplikasi ImageJ.
Hasil: Ekstrak etanol daun Moringa oleifera menurunkan ekspresi iNOS sel HT-29 pada konsentrasi 200 ppm dengan rerata H-score sebesar 118,67 ± 1,68.
Kesimpulan: Pemberian ekstrak etanol daun Moringa oleifera pada konsentrasi 200 ppm secara signifikan (p < 0,05) dapat menurunkan ekspresi iNOS sel kanker kolorektal HT-29.

Introduction: Colorectal cancer is cancer with the third-highest incidence globally with 880.792 mortality (Globocan 2018). Currently, the management of colorectal cancer is limited to chemotherapy and surgery with poor clinical outcomes. The recently developed targeted therapy has quite severe side effects and has limited indication. On the other hand, the iNOS protein was found to be increased in number in inflamed tissues, including colorectal cancer. Increased iNOS expression is correlated with a poor cancer prognosis so that it has the potential to be used as a therapeutic target in the treatment of colorectal cancer. Moringa oleifera is a medicinal plant known for its properties as an antioxidant, anti-inflammatory, and anticancer agent. This study aimed to assess the effect of Moringa oleifera leaf extract on iNOS expression in HT-29 cells.
Method: Ethanol extract from Moringa oleifera leaf tested in vitro for its effect on iNOS expression in HT-29 cells. The test was carried out through an immunocytochemical procedure with three serial concentrations of the extract, 50, 100, and 200 ppm. iNOS expression was measured by H-score using ImageJ application.
Result: Moringa oleifera leaf extract decreased the iNOS expression of HT-29 cells when given the extract with a concentration of 200 ppm with an average H-score of 118.67 ± 1.68.
Conclusion: The administration of Moringa oleifera leaf extract at a concentration of 200 ppm significantly (p < 0.05) can decrease iNOS expression in HT-29 colorectal cancer cells.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Maya Shifa Machdini
"ABSTRAK
Latar Belakang: Bakteri methicilin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) merupakan bakteri Gram positif Staphylococcus aureus yang sudah resisten terhadap methicillin. Seiring berjalannya waktu, kejadian infeksi bakteri MRSA semakin bertambah. Gejala yang ditimbulkan dari infeksi akibat bakteri MRSA dapat bervariasi mulai dari yang ringan seperti infeksi pada kulit hingga sepsis, bahkan sampai menyebabkan kematian. Tatalaksana yang digunakan untuk mengatasi infeksi MRSA ini pun masih sangat sedikit. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk menemukan obat-obatan baru yang dapat menyembuhkan infeksi MRSA. Pada beberapa penelitian ditemukan bahwa daun Moringa oleifera memiliki banyak manfaat, salah satunya sebagai antibakteri. Tujuan penelitian adalah untuk membuktikan efektivitas fraksi metanol daun Moringa oleifera sebagai antibakteri terhadap bakteri MRSA. Metode: Penelitian ini menggunakan metode makro dilusi dengan kadar konsentrasi 1280 µg/ml sampai 0,078 µg/ml. Sebagai pembanding atau kontrol, digunakan antibiotik vankomisin dengan kadar konsentrasi 256 µg/ml sampai 0,25 µg/ml. Hasil: Pada penelitian ini tidak ditemukan adanya Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) fraksi metanol daun Moringa oleifera terhadap bakteri MRSA pada konsentrasi dari 1280 µg/mL hingga konsentrasi 0,078 µg/mL. Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa fraksi metanol daun Moringa oleifera pada konsentrasi 1280 µg/mL hingga konsentrasi 0,078 µg/mL tidak memiliki efek antibakteri terhadap bakteri MRSA.

ABSTRACT
Background: Methicilin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) is a gram-positive bacterium Staphylococcus aureus that is resistant to the methicillin. Over time, the incidence of MRSA infections is increasing. Symptoms arising from infections due to MRSA can vary from mild ones such as infections of the skin to sepsis, even death. The management used to treat MRSA infection is still slightly. Therefore, research to find new drugs that can cure MRSA infections. In some studies, it was found that Moringa oleifera leaves have many benefits, one of which is as antibacterial. The aim of the study was to prove the effectiveness of the methanol fraction of M. oleifera leaves as an antibacterial against MRSA. Methods: This study used a macro dilution method with concentrations of 1280 µg/ml to 0,078 µg/ml. As a comparison or control, this study used vancomycin antibiotics with concentrations of 256 µg/ml to 0,25 µg/ml. Results: In this study, there was no minimum inhibitory concentration (MIC) and minimum bactericidal concentration (MBC) of the M. oleifera methanol fraction against MRSA at concentrations from 1280 µg/mL to 0.078 µg/mL. Conclusion: It can be concluded that the methanol fraction of M. oleifera leaves at a concentration of 1280 µg/mL to 0.078 µg/mL did not have an antibacterial effect on MRSA."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2019
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Amira Az Zahra
"ABSTRAK
Latar Belakang: Infeksi Staphylococcus aureus semakin meningkat dan diperumit oleh munculnya jenis yang resisten terhadap antibiotik methicillin. Perkembangan terakhir melaporkan penurunan kepekaan Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) terhadap terapi lini pertamanya yaitu antibiotik vankomisin. Daun kelor (Moringa oleifera) telah lama diketahui memiliki banyak manfaat bagi kesehatan dan berpotensi memiliki aktivitas antimikroba terhadap MRSA.
Tujuan: Mengetahui kemampuan antibakteri yang dimiliki oleh fraksi heksan daun kelor terhadap MRSA.
Metode: Penelitian dilakukan dengan uji Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) fraksi heksan daun kelor terhadap MRSA menggunakan metode makro dilusi. Konsentrasi yang digunakan adalah 0,078125 μg/mL hingga 1280 μg/mL. Uji makro dilusi antibiotik vankomisin terhadap MRSA dilakukan sebagai standar pembanding.
Hasil: Tidak ditemukan KHM dan KBM fraksi heksan daun kelor terhadap MRSA pada konsentrasi yang digunakan pada penelitian.
Kesimpulan: Fraksi heksan daun kelor tidak memiliki aktivitas antimikroba terhadap MRSA pada konsentrasi 0,078125 μg/mL hingga 1280 μg/mL.

ABSTRACT
Background: Staphylococcus aureus infection is increasing and becomes more complicated as a methicillin-resistant strain arises. Latest updates report decline in sensitivity of Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) to vancomycin as its first line therapy. Moringa oleifera leaves has long been known to possess many health benefits and potentially has antimicrobial properties against MRSA.
Aim: To find out antimicrobial activities possessed by hexane fraction of Moringa oleifera leaves against MRSA.
Methods: Minimum Inhibitory Concentration (MIC) and Minimum Bactericidal Concentration (MBC) test was carried out by macrodilution method. Concentration of hexane fraction used in the study was 0,078125 μg/mL to 1280 μg/mL. Macrodilution of vancomycin was done as a comparison standard.
Results: In MIC and MBC test of hexane fraction of Moringa oleifera leaves, there was no MIC nor MBC found in all concentration.
Conclusion: Hexane fraction of Moringa oleifera leaves in concentrations of 0,078125 μg/mL to 1280 μg/mL does not possess antimicrobial activities against MRSA.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2019
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>