Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 88613 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Ariel Valentino Soetedjo
"ABSTRAK
Demam dengue (DD) dan demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan virus
dengue (DENV). Terdapat 390 juta kasus infeksi DENV per tahunnya, dan di Indonesia sendiri kasus DBD pada tahun 2017 berjumlah 68.407 dengan 493 kasus kematian. Tata laksana untuk infeksi DENV hanya bersifat suportif, serta belum ditemukan antivirus untuk DENV. Propil galat memiliki potensi untuk menjadi antivirus DENV, namun mekanisme propil galat sebagai antivirus belum diketahui.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas propil galat terhadap penghambatan replikasi DENV-2 secara in vitro serta in silico dengan menganalisis energi ikatan propil galat terhadap protein NS3 dan NS5. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental untuk mengidentifikasi mekanisme propil galat sebagai antivirus DENV-2 secara in vitro dengan menggunakan sel Vero. Focus assay dilakukan untuk mengukur persentase penghambatan dan MTT assay dilakukan untuk mengukur persentase viabilitas terhadap dua kelompok yaitu penambahan propil galat pada kelompok replikasi dan penempelan-replikasi. Pada studi ini juga terdapat analisis in silico untuk mengetahui energi ikatan serta konstanta inhibisi propil galat terhadap protein NS3 dan protein NS5. Persentase penghambatan propil galat pada kelompok replikasi dan penempelan-replikasi sebesar 4,34±7,53% dan 30,7±4,88%,
berturut-turut. Persentase viabilitas sel Vero sebesar 94,64±0,4% dan 95,31±3,38% setelah kelompok replikasi dan penempelan-replikasi, secara berurutan. Energi ikatan antara propil galat dengan NS5 adalah -3,49 kkal/mol, sedangkan pada NS3 protease dan NS3 helikase sebesar -2,47 kkal/mol dan -3,72 kkal/mol. Propil galat memiliki aktivitas penghambatan penempelan-replikasi DENV secara in vitro dan memiliki ikatan yang stabil terhadap NS5 dan NS3.

ABSTRACT
Dengue fever (DF) and dengue hemorrhagic fever (DHF) are diseases caused by dengue virus (DENV). There are 390 million cases of DENV infection globally every year, and in Indonesia, there were 68.407 identified DHF cases with 493 mortality cases in 2017. The mainstay of treatment for DENV infection is supportive, and an antiviral drug for DENV has not been developed. Propyl gallate has potential to be an antivirus for DENV. However, the mechanism is still unknown. This study aims to identify the activity of propyl gallate in DENV-2 replication in vitro and analyze the binding energy of propyl gallate
towards NS3 and NS5 protein in silico. This is an experimental study to identify the mechanism of propyl gallate as an antivirus for DENV-2 in vitro using Vero cells as viral culture. Focus assay was conducted to measure inhibition percentage and MTT assay was conducted to measure viability percentage in two groups, which is viral replication and viral attachment-replication. In this study, there is also in silico analysis to identify the binding energy and inhibition constant of propyl gallate towards NS3 dan NS5 protein. Inhibition percentage in viral replication and viral attachment-replication are 4,34±7,53% and 30,7±4,88%, respectively. Viability percentage in viral replication and viral
attachment-replication are 94,64±0,4% and 95,31±3,38%. The binding energy between propyl gallate and NS5, NS3 protease, and NS3 helicase are -3,49 kkal/mol, -2,47 kkal/mol, and -3,72 kkal/mol. Propyl gallate has good inhibition activity towards DENV-2 attachment-replication in vitro, and good binding stability with NS5 and NS3 in silico."
2020
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Kemal Abdeelah
"Pendahuluan: Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi virus dengue (DENV) dengan vektor Aedes aegypti. Pada tahun 2016, terdapat 290 ribu kasus dengue di dunia dan 68.507 kasus DBD di Indonesia pada tahun 2017. Regimen terapi DBD adalah terapi suportif yaitu terapi cairan dan simptomatik. Butil galat memiliki potensi sebagai antiviral dengue. Namun, mekanisme penghambatannya masih belum diketahui sehingga penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efek butil galat terhadap penghambatan reseptor dan penempelan virus dengue serotipe 2 (DENV-2) in vitro dan ikatan energi butil galat dengan protein E secara in silico.
Metode: Penelitian ini merupakan studi eksperimental untuk menganalisis mekanisme butil galat sebagai antiviral dengue in vitro terhadap DENV-2 menggunakan sel Vero sebagai sel uji dan in silico untuk mengetahui ikatan energi butil galat dengan protein E DENV. Focus assay dan MTT Assay digunakan untuk menilai pengambatan reseptor dan penempelan virus, serta viabilitas sel secara berturut-turut. Konsentrasi butil galat yaitu dua kali IC50. DMSO digunakan sebagai kontrol.
Hasil: Persentase hambat pada reseptor dan penempelan virus adalah 28,68% dan 36,10%, viabilitas sel bernilai 108,69% serta ikatan energi bernilai -4,89 kkal/mol dengan konstanta inhibisi 0,26 mM.
Kesimpulan: Butil galat memiliki efek penghambatan penempelan virus yang lebih baik daripada reseptor serta memiliki ikatan yang baik dengan protein E.

Introduction: Dengue hemorrhagic fever (DHF) is an infectious disease caused by dengue virus (DENV) with vector Aedes aegypti. In 2016, 290 thousand people were diagnosed with DHF. In 2017, there are 68,507 DHF cases in Indonesia. Therapy regiment of DHF are supportive treatments; fluid therapy and symptomatic therapy. Butyl gallate has potential antiviral activity against dengue serotype 2 virus (DENV-2). However, the inhibitory mechanism is still unknown. Therefore, this research aims to find out the effect of butyl gallate in receptor and virus attachment inhibition of DENV-2 in vitro and binding energy between butyl gallate and protein E DENV in silico.
Method: Experimental study was done to analyze butyl gallate mechanism as dengue antiviral in vitro to DENV-2 using Vero cell as test cell and in silico to calculate binding energy between butyl gallate and DENV’s E protein. Focus assay and MTT assay were used to evaluate receptor inhibition and virus attachment as well as cell viability, respectively. Butyl gallate concentration was twice that of IC50. DMSO was used as control.
Results: Inhibition percentage on receptor and virus attachment yielded 28.68% and 36.10%, Cell viability yielded 108.69%, and energy bond valued -4.89 kcal/mol with inhibition constant of 0.26 mM
Conclusion: Butyl gallate had higher inhibition effect on virus attachment compared to receptor and had stronger bond with E protein.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2019
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Haifa Mayang Lestari
"ABSTRAK
Pendahuluan: Infeksi Virus Dengue (DENV) yang dibawa oleh vektor nyamuk Aedes sp. Nyamuk ini bertanggungjawab atas 1,14 juta disability-adjusted life-years (DALY) pada tahun 2013 dengan angka insidensi 50-100 juta setiap tahunnya, namun belum ada tatalaksana kausatif yang teruji secara klinis dengan hasil bermakna. Telah diketahui bahwa terdapat hubungan antara viremia dengan keparahan manifestasi DENV sehingga perlu dikembangkan antivirus DENV. Turunan asam galat yaitu butil galat mempunyai aktivitas antivirus dan tidak bersifat toksik akan tetapi mekanisme bagaimana senyawa tersebut menghambat replikasi DENV belum diketahui. Metode: Uji in vitro dilakukan dengan memberi butil galat pada sebelum dan juga setelah DENV menginfeksi sel. Uji fokus digunakan untuk mengetahui penurunan titer virus setelah diberi perlakuan, sedangkan uji MTT digunakan untuk mengetahui efek toksik dari butil galat. Pada Uji in silico, ikatan Energi didapatkan melalui apllikasi Autodock Tools sehingga dapat ditentukan konformasi ikatan antara butil galat dengan NS-3 dan NS-5. Hasil: Persentase efektivitas hambat butil galat sesudah infeksi DENV adalah 67,4% sedangkan perlakuan sebelum-sesudah infeksi DENV adalah 41,1%. Persentase viabilitas butil galat sesudah dan pada sebelum-sesudah infeksi DENV adalah 99,8% dan 95,9% secara berurutan. Konformasi terbaik ligan internal SAH dan NS-5 memiliki ikatan energi -6,84 kkal/mold dan konstanta inhibisi 9,68 mM. Konformasi terbaik butil galat dan NS-5 memiliki ikatan energi -5,28 kkal/mold dan konstanta inhibisi 134,08 mM. Konformasi terbaik butil galat dan NS-3 memiliki ikatan energi -2,11 kkal/mold dan konstanta inhibisi 28,42 mM Kesimpulan: Butil galat memiliki aktivitas hambat yang baik dengan toksisitas yang rendah pada mekanisme post dan pre-post infeksi. Sedangkan energi ikatan yang terjadi antara butil galat dengan NS-3 dan NS-5 yaitu -2,11 kkal/mold dan -5,28 kkal/mold. Butil galat memiliki potensi sebagai antivirus DENV dimasa mendatang."
Depok: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2019
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Elsa Anjani
"ABSTRAK
Demam dengue (DD) yang disebabkan karena infeksi virus dengue (DENV) dan diperantai oleh nyamuk.Pada daerah subtropis dan tropis DBD ini merupakan penyakit yang muncul pada setiap tahunnya (endemik) dan meningkat pada saat musim hujan.  Di Indonesia dapat diketahui bahwa jumlah dan persebaran penyakit DBD ini semakin meluas serta jumlah incidence rate penyakit DBD selama 47 tahun terakhir ini tidak kunjung membaik, namun terus meningkat. Oleh karena itu, diperlukannya obat spesifik yang menghambat replikasi DENV dan mudah didapat. Carica papaya mempunyai potensi sebagai antivirus DENV dengan nilai IC50 dan CC50 6,57 ug/mL dan 244,76 ug/mL, akan tetapi mekanisme penghambatannya belum diketahui. Pada penelitian ini dilakukan intervensi pada DENV dengan ekstrak Carica papaya pada post dan pre-postinfeksi. Untuk melihat efektivitas penghambatan dan toksisitas ekstrak dilakukan uji focus dan MTT. Hasil menunjukan bahwa pada intervensi post dan pre-postinfeksi mengalami penurunan titer virus sebesar 27,71 ± 10,68%  dan 33,81 ± 19,31 % secara berurutan, tetapi tidak ada perbedaan bermakna. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun Carica papaya berpotensi menjadi alternatif pengobatan untuk dengue.

ABSTRACT
Dengue fever is caused by dengue virus (DENV) infection and is transmitted by mosquitoes. In the subtropical and tropical regions, Dengue Fever is endemic annually and the incidence increases during the rainy season. The prevalence and distribution of dengue fever cases in Indonesia is wide spread and there is no improvement of incidence rates over the past 47 years. Therefore, there is a need for specific and readily available drugs that inhibit the DENV replication. Carica papaya has the potential as DENV antivirus with IC50 and CC values 6.57 ug / mL and 244.76 ug / mL. However, the inhibition mechanism is still unknown. In this study, intervention was given on DENV with Carica papaya extract both on pre and post-infection stage. Focus test and MTT test were carried out to evaluate the effectiveness of the inhibition and toxicity of the extract. The result showed that in post and pre-post infection there was a decrease in viral titers by 27.71 ± 10.68% and 33.8 ± 19.31% respectively although the result is not statistically significant. It can be concluded that Carica papaya leaf extract has the potential to be an alternative treatment for dengue infection."
2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yoga Arif Syah Hidayat
"ABSTRACT
Demam berdarah dengue (DBD) memiliki prevalensi yang tinggi di daerah subtropis dan tropis, khususnya di kawasan Asia Pasifik. Di Indonesia sebagai salah satu negara di kawasan tersebut, angka kesakitan DBD mencapai 49,5 per 100.000 penduduk di tahun 2015. Terapi suportif masih menjadi standar tata laksana kasus DBD karena terapi spesifik terhadap dengue virus (DENV) belum ditemukan hingga kini walaupun angka kematian penyakit terkait dapat mencapai 20% bila terjadi komplikasi dengue shock syndrome (DSS). Penelitian ini merupakan studi eksperimental untuk mengetahui aktivitas ekstrak daun trengguli dalam menghambat replikasi DENV dengan menggunakan sel Huh7it-1 dan DENV. Tingkat toksisitas ekstrak diperoleh melalui uji MTT dalam bentuk nilai half-cytotoxic consentration (CC50), sedangkan kemampuan penghambatan replikasi DENV diperoleh melalui uji fokus dalam bentuk nilai half-inhibitory concentration (IC50). Nilai indeks selektivitas (SI) didapatkan dari kedua nilai tersebut. Hasil menunjukkan bahwa ektrak daun trengguli memiliki nilai CC<50, IC50 dan SI sebesar 81,25 µg/mL, 23,66 µg/mL  dan 3,43. Nilai IC50 yang didapatkan menunjukkan adanya efek antiviral ekstrak daun trengguli, akan tetapi nilai CC50 yang rendah menyebabkan nilai SI sangat rendah. Nilai SI yang rendah memerlukan penelitian lebih lanjut dengan fraksinasi ektrak untuk menurunkan efek toksik terhadap sel.

ABSTRACT
Dengue fever has high prevalence in subtropical and tropical area, especially in Asia Pacific region. In Indonesia as one of the country in the region, the incidence rate of dengue fever reached 49,5 per 100.000 person in 2015. Supportive treatment is still the standard of dengue fever therapy because the specific therapy against dengue virus (DENV) has not been found yet although the mortality rate of the disease reached 20% in the incidence of its complication, dengue shock syndrome (DSS). This is an experimental study to measure the activity of the Cassia fistula leaves extract in inhibiting the replication of DENV using Huh7it-1 cell and DENV. The toxicity level of the extract was obtained from MTT assay test as half-cytotoxic concentration (CC50) score, while the DENV replication inhibitory level was obtained from focus assay test as half-inhibitory concentration (IC50). From both scores, the score of selectivity index (SI) was obtained. From the experiment, the scores of CC50, IC50 and SI were 81,25 µg/mL, 23,66 µg/mL and 3,43. The score of IC50 acquired shown that there are antiviral activity of Cassia fistula leaves extract, but the low score of CC50 reduced the SI score. The low score of SI needed further research with extract fractination to reduce the toxicity level to the cell."
2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Salsabila Nadhif Fadhilah
"Demam berdarah dikenal luas sebagai salah satu beban bagi kesehatan global. Sebagai salah satu penyakit yang ditularkan artropoda yang paling umum, jumlah kasusnya meningkat setiap tahun di Indonesia. Jika tidak segera diobati, penyakit ini dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih parah. Sayangnya, pengobatan untuk demam berdarah masih belum spesifik. Dalam penelitian ini, xanthone dievaluasi pengaruhnya terhadap replikasi virus dengue secara in vitro pada human cell line Huh7it-1. Efek dari sifat antivirus xanthone dikuantifikasi menggunakan nilai IC50. Penentuan persentase penghambatan dihitung menggunakan perbandingan jumlah uji fokus dan DMSO sebagai kontrolnya. Di sisi lain, viabilitas sel dihitung menggunakan uji MTT dan kemudian dibandingkan dengan nilai viabilitas kontrol DMSO. Dari penelitian ini didapatkan hasil IC50 sebesar 13,707 μg/ml. Hasil CC50 yang didapat sebesar 2,7 μg/ml. Kedua nilai tersebut menghasilkan indeks selektivitas sebesar 0,19. Meskipun xanthone menunjukkan kemampuan untuk menghambat replikasi virus dengue, di sisi lain xanthone juga menunjukkan toksisitas terhadap sel. Xanthone bukan kandidat potensial untuk menjadi antivirus dengue karena indeks selektivitasnya yang rendah. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk memodifikasi struktur xanthone untuk mengurangi sitoksisitasnya.

Dengue fever is widely known as one of the global health burden. As one of the most common arthropod-borne illness, the number of the cases increases every year in Indonesia. Furthermore, when it is not treated promptly, this disease could progress into a more severe condition. Unfortunately, the treatment for dengue fever is still not specific. In this research, xanthone is evaluated for its effect on dengue virus replication in vitro using the human cell line, Huh7it-1. The effect of the antiviral properties of xanthone is quantified using the IC50 value. The determination of the inhibition percentage is calculated using the comparison of the amount of focus assay and DMSO as its control. On the other hand, cell viability is calculated using the MTT assay and then compared with the value of DMSO control viability. From this experiment, the result of the IC50 of xanthone is 13.707 μg/ml. The CC50 obtained is 2.7. It results in the value of selectivity index, which is 0.19. Even though xanthone shows the ability to inhibit dengue viral replication, in the other hand it also exhibits toxicity towards the cell. Thus, xanthone is not a potential candidate to become dengue antiviral due to its low selectivity index. Further research is suggested to modify xanthone’s structure to reduce its cytoxicity."
Depok: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia , 2019
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Marissa Angelina
"Latar Belakang: Infeksi virus dengue (DENV) masih endemis di Indonesia dan di banyak negara tropis. Hingga saat ini belum ada antivirus terhadap DENV. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan antivirus dari tanaman Cassia alata Linn (CA) terhadap DENV-2 secara in vitro, in vivo, dan in silico.
Metode: Penelitian ini dilakukan dilakukan di Laboratorium LIPI dan Departemen Mikrobiologi FKUI, 2017-2019. Penelitian in vitro menggunakan DENV serotipe 2 strain New Guinea C (NGC) dan sel Huh 7it-1. DENV diberi perlakuan ekstrak CA dan fraksi dan senyawa murni hasil isolasi dengan bebagai dan konsentrasi untuk menentukan nilai IC50 dan CC50. Penentuan nilai IC50 dan CC50 melalui uji fokus dan MTT secara berurutan. Selanjutnya dilakukan percobaan untuk menentukan mekanisme penghambatan pada tahapan reseptor, pre, post dan pre/post infeksi dari ektrak CA dan fraksinya. Uji efikasi ekstrak CA in vivo dilakukan pada model mencit Balb/c dengan melakukan pengukuran titer virus dengue, jumlah trombosit, leukosit, IL-6 dan IL-10 yang dilanjutkan dengan uji  toksisitas akut  ekstrak CA.  Dilakukan juga uji in silico untuk mengetahui interaksi antara senyawa dengan  protein DENVmenggunakan software Autodock 1.5.6.
Hasil: Uji in vitro menunjukkan nilai IC50 ekstrak CA, fraksi heksan, etil asetat, butanol, dan air berturut-turut adalah 0,026; 0,004; 0,0013; 4,6; dan 2,5 mg/ml dengan nilai CC50 berturut-turut adalah 208,9; 47,46; 57,2; 753,8; 311,33 mg/ml. Hasil uji mekanisme pada dosis 10 mg/ml, ekstrak CA, fraksi heksan dan etil asetat menunjukkan hambatan pada tahapan reseptor, pre, post dan pre/post infeksi yang lebih baik dibandingkan fraksi butanol dan etil asetat. Ekstrak CA dapat menghambat keempat mekanisme di atas dengan nilai >95%. Fraksi heksan dan etil asetat menghambat 100% pada post dan pre/post infeksi. Hasil uji in vivo dengan pemberian ekstrak 1 hari setelah infeksi menunjukkan bahwa ekstrak CA dosis 0,2; 0,4; 1 g/kg bb menurunkan titer virus DENV-2 dan menaikkan hitung trombosit  secara bermakna dibandingkan dengan kelompok DENV-2 tanpa ekstrak . Ekstrak CA tidak  memberikan efek terhadap jumlah leukosit dan kadar sitokin IL-6 dan IL-10. LD50 semu ekstrak CA > 15 g/kg bb. Aloe-emodin diisolasi dari ekstrak CA dengan metode kolom kromaografi. IC50 senyawa kaempferol, emodin dan aloe-emodin  terhadap DENV-2 berturut-turut adalah  22,24; 42,47; 7,51 mg/ml, dan CC50 terhadap Huh7-it 1 berturut-turut 68,28; 74,19; 68,28 mg/ml. Uji in silico  ketiga senyawa menunjukkan bahwa mekanisme penghambatan ekstrak CA yang paling stabil adalah terhadap protein NS5 (IL9K4) dimana diperoleh tingkat energi bebas (DG) terendah.
Kesimpulan: Ekstrak CA menghambat DENV-2 secara in vitro dan in vivo. Selain menurunkan titer virus dengue, ekstrak CA juga  meningkatkan hitung trombosit, dengan mekanisme penghambatan in vitro >95% pada tahap pre, post, pre/post dan reseptor. Mekanisme penghambatan fraksi heksan dan EA terbaik pada post dan pre/post infeksi sebesar 100%. Ikatan paling stabil senyawa yang terdapat didalam ekstrak CA adalah ikatan dengan protein NS5.

Background: Dengue virus infection (DENV) is still endemic in Indonesia and in many tropical countries. Until now there is no anti viral available against dengue virus. This study aimed to investigate the antiviral effects of Cassia alata Linn (CA) leaves on DENV in vitro, in vivo, and in silico.
Methods: This research was carried out at Laboratories of LIPI, Department of Microbiology  FMUI, 2017-2019. In vitro tests of CA extract,fractions and isolated compound were carried out to determine the IC50, CC50  and the inhibition mechanism  at receptor, pre, post and pre/post infection stages. In vivo efficacy  of CA extract was tested in mice Balb/c model. Dengue virus titers, platelet, leukocytes and IL-6 and IL-10 in bloods were measured. Acute oral toxicity test was carried out to determine the LD50 of CA extract.  Isolation of compounds was carried out  from CA extract. In silico test was carried out to know interaction test compound with DENV protein using Autodock 1.5.6 software.
Results: The results of the in vitro test showed that  the IC50 of CA extract, hexane, ethyl acetate, butanol, and water fraction  against DENV-2 were 0.026; 0,004; 0.0013; 4.6; and 2.5 mg/ml and the CC50 to Huh 7 it-1 were 208.9; 47.46; 57.2; 753,8; 311.33 mg/ ml, respectively. The results of the  mechanism study showed that at a dose of 10 mg/ml, CA extract, the hexane and ethyl acetate fractions  inhibited DENV-2 at the receptor stage, pre, post and pre/post infection which were better than the butanol and ethyl acetate fractions. CA extract inhibited the four mechanisms above by more than 95%.  Hexane and ethyl acetate fractions inhibited DENV-2 100% at post and pre-post infection stages. In vivo test showed that  the administration of CA extract at doses of 0.2; 0.4; 1 g/kg bw 1 day after DENV-2 infection  significantly reduced virus titers and increased platelet counts compared to DENV-2 infected group only. CA extract did not affect the number of leukocytes and  cytokines of IL-6 and IL-10 back to normal which had been altered in  the DENV-2 group. LD50 of CA extract was more than 15 g/kg bw. Aloe-emodin was isolated from CA extract used column chromatography. The IC50 of  kaempferol, emodin and aloe emodin to Huh7-it 1, respectively were 22.24; 42,47; 7.51 mg ml, and the CC50 respectively were 68.28; 74,19; 68.28 mg/ml. In silico study of the three compounds showed that the most stable inhibition mechanism of CA extract was on protein NS5 (IL9K4) which had the lowest free energy (DG) level.
Conclusion: CA extracts have high inhibitory activity against DENV-2 in vitro and in vivo. In addition to reducing dengue virus titers, CA extract also increased platelet count, with in vitro inhibition mechanism >95% at the pre, post, pre/post and receptor stages. Hexane and ethyl acetate fractions inhibit DENV-2 100% at post and pre/post infections. The most stable bond of the compounds contained in CA extract is the bond with NS5 protein."
Depok: Universitas Indonesia, 2019
D-Pdf
UI - Disertasi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Cita Christine Mayorita
"Saat ini, demam berdarah sudah menjadi masalah kesehatan di seluruh dunia. Penyakit ini makin sering terjadi bahkan seringkali menyebabkan kematian khususnya di beberapa negara Asia termasuk Indonesia. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui genotipe virus dengue serotype 1 di Indonesia sebagai dasar untuk turut ambil bagian dalam pengembangan diagnostik dan vaksin dari virus dengue.
Riset ini terdiri dari 100 responden yang terdiri dari pria dan wanita berusia antara 14-60 tahun. Semua sampel dipilih secara konsekutif dan virus dengue yang digunakan dalam riset ini dipilih secara acak pada bulan Maret 2010- Desember 2010. Kemudian dilanjutkan dengan proses sequencing pada bulan Januari 2011 sampai bulan Oktober 2011 yang bertempat di Departemen Mikrobiologi dengan metode cross sectional.
Hasil dari penelitian ini adalah virus dengue serotype 1 yang berasal dari strain Indonesia termasuk dalam golongan genotype 4. Saran yang dapat diberikan untuk riset selanjutnya adalah datanya harus lebih dilengkapi terlebih untuk data yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia.

Currently, dengue fever has become a worldwide health problem. This disease occurs more and more frequently and often cause death, especially in some Asian countries including Indonesia. The purpose of this study was to determine the genotype of dengue virus serotype 1 in Indonesia as a base to take part in the development of diagnostics and vaccines of the dengue virus.
This research consisted of 100 respondents consisting of men and women aged between 14 to 60 years. All samples were selected by consecutive and dengue viruses used in this study were randomly selected in March 2010 to December 2010. Afterwards, the next step was sequencing process in January 2011 to October 2011 in the Department of Microbiology by using cross sectional method.
The result of this study was dengue virus serotype 1 strains originating from Indonesia belonged to genotype 4. The suggestion for further research is the quantity of data should be increased especially for data collected from various provinces in Indonesia.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2012
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Seruni Hanna Ardhia
"ABSTRAK
Tingkat kejadian infeksi DENV telah meningkat 30 kali lipat dengan penyebaran ke negara-negara baru dalam beberapa dekade terakhir. Di Indonesia sendiri, terdapat peningkatan 126.675 kasus dari tahun 2014 ke tahun 2015. Sampai saat ini, obat antiviral spesifik untuk DENV belum tersedia. Alternatif dari masalah tersebut adalah dikembangkan penelitian mengenai pengobatan menggunakan tanaman herbal. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa ekstrak daun Psidium guajava memiliki potensi sebagai antiviral DENV dalam percobaan in vitro, dengan nilai IC50 dan CC50 sebesar 7,2 µg/mL dan 153,18 µg/mL. Namun, mekanisme penghambatan spesifik terhadap infeksi DENV belum diketahui. Penelitian ini melakukan studi eksperimental terhadap DENV Serotipe 2, sel HUH7it-1, dan ekstrak daun Psidium guajava pada dua mekanisme penghambatan, yaitu pada tahap pre-post infeksi dan post infeksi. Penentuan persentase penghambatan DENV menggunakan focus assay dan penentuan persentase viabilitas sel HUH7it-1 menggunakan MTT assay untuk mengetahui efek toksisitas dari ekstrak. Hasil dari kedua pengujian tersebut, didapatkan persentase penghambatan DENV dan persentase viabilitas sel pada pre-post infeksi adalah 6,58% dan 110,20%. Sedangkan, persentase penghambatan DENV dan viabilitas sel pada post-infeksi adalah 21,15% dan 108,26%. Perlakuan post-infeksi menyebabkan penurunan infektivitas yang lebih besar dibandingkan pre-post infeksi, sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak daun Psidium guajava akan lebih baik setelah sel terinfeksi DENV.

ABSTRACT
Over the last few decades, the incidence of DENV infection has seen a 30-fold increase, with the outspread to new countries. In Indonesia, the data from 2015 shown an increase of 126,675 cases than in 2014. To date, antiviral drugs against DENV are not yet available. Nowadays, researches on herbal plants are being carried out. Previous studies have shown that Psidium guajava leaf extract has the potential to be an antiviral for DENV in in vitro experiments, with IC50 and CC50 values of 7,2µg/mL and 153,18g/mL. However, the specific inhibitory mechanism is remained unknown. This study conducted an experimental study using DENV-2, HUH7it-1 cell, and Psidium guajava leaf extract, testing two inhibitory mechanisms, pre-post infection and post infection. This study determined the inhibitory percentage using focus assay and the cell viability percentage using MTT assay. The results showed the inhibitory percentage and the cell viability percentage of the pre-post infection mechanism were 6,58% and 110,20%, whereas for the post-infection were 21,15% dan 108,26%. The result in post-infection mechanism caused a greater decrease in infectivity compared to pre-post infection, therefore the extract is found to be more effective when administered after the cells have been infected by the virus."
2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sekar Asri Tresnaningtyas
"ABSTRAK
Infeksi virus dengue (DENV) masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Hingga saat ini patogenesis infeksi DENV masih belum diketahui secara jelas. DENV dapat menginfeksi dan bereplikasi pada monosit yang mengarah pada hipotesis ADE (Antibody-Dependent Enhancement). Infeksi DENV juga seringkali menyebabkan kerusakan hati, hepatomegali hingga disfungsi hati. Organ hati merupakan salah satu target utama infeksi DENV. Beberapa mekanisme yang terlibat dalam kerusakan hepatosit selama infeksi DENV yaitu efek sitopatik langsung yakni dari infeksi virus, dan efek tidak langsung yakni terkait disfungsi mitokondria, dan pengaruh faktor imun seluler dan humoral pada hati. Untuk mengetahui peranan DENV dan monosit dalam kerusakan sel hati, pada penelitian ini dilakukan infeksi DENV pada galur sel hepatosit Huh 7 it-1 yang diko-kultur dengan PBMC secara in vitro untuk mengetahui kadar sitokin IL-6, IL-10, TNF-a, IP-10 dan GRO-a menggunakan ELISA. Pada penelitian ini juga dilakukan pengamatan infektivitas DENV-2 pada sel Huh 7it-1 melalui FFU assay, dan pengukuran serta pengamatan viabilitas sel melalui MTT assay dan pewarnaan tryphan blue. Hasil menunjukkan bahwa kadar sitokin IL-6, IL-10, TNF-a, GRO-a pada PBMC yang dikultur bersama sel Huh 7it-1 terinfeksi DENV-2 lebih tinggi jika dibandingkan dengan kontrol. Sementara kadar kemokin IP-10 pada PBMC yang dikultur bersama sel Huh 7it-1 terinfeksi DENV-2 lebih rendah jika dibandingkan dengan kontrol. Penambahan PBMC dapat menurunkan infektivitas sel Huh 7it-1terinfeksi DENV-2. Penambahan PBMC pada sel Huh 7it-1 terinfeksi DENV-2 menurunkan viabilitas sel.

ABSTRACT
Dengue virus (DENV) infection increases every year and still being a health problem in Indonesia. Pathogenesis of DENV infection still not clearly known. DENV can infect and replicate monocytes that lead to the ADE (Antibody-Dependent Enhancement). DENV infection may cause liver damage, hepatomegaly and liver dysfunction. Liver is also known to be the main target of DENV infection. Some of the mechanisms involved in hepatocytes damage during DENV infection are direct cytopathic effects of the virus,and indirect cythopatic effects due to mitochondrial dysfunction, and effect of cellular and humoral immune factors in the liver. To determine the role of DENV and monocytes in liver cell damage, this study carried out DENV infection on Huh 7it-1 hepatocyte cell lines cultured with PBMC in vitro to determine levels of cytokine IL-6, IL-10, TNF-a, IP-10 and GRO-a using ELISA. This study also observed infectivity of DENV-2 infected Huh 7it-1 cells through FFU assay, and cell viability through MTT assay, and tryphan blue staining. The results showed that the levels of cytokines IL-6, IL-10, TNF-a, GRO-a in PBMC cultured with DENV-2 infected Huh 7it-1 cells were higher than control. While levels of chemokine IP-10 in PBMCs co-cultured with DENV-2 infected Huh 7it-1 cells were lower than control. Addition of PBMC decreased the infectivity of DENV-2 infection in Huh7it-1 cells. Addition of PBMC in DENV-2 infected Huh 7 it-1 cells decreased cells viability.
"
2019
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>