Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 58493 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Christina Audilia
"Arsitektur sebagai ilmu merancang tak hanya berkutat pada material, ruang, dan menyalurkan aspirasi. Bentuk maupun gaya bangunan yang berubah-ubah menunjukkan respon dari adanya keterlibatan dengan lingkungan sekitar dan dapat menjadi tantangan yang dapat menghilangkan karakteristik suatu tempat apabila dibiarkan. Regionalisme sebagai pendekatan dalam arsitektur menjadi salah satu pengetahuan yang dapat diterapkan untuk mengungkapkan kembali karakteristik dan nilai yang dimiliki daerahnya. Gereja Katolik di Indonesia menjadi salah satu contoh yang memiliki hubungan dengan pendekatan tersebut, terutama karena melakukan adaptasi dari budaya setempat untuk menjadi akrab dengan masyarakat, tetapi juga menunjukkan unsur gereja yang universal di dalamnya. Mangunwijaya, salah satu arsitek di Indonesia yang juga seorang budayawan, menunjukkan adanya penerapan dari pendekatan regionalisme dalam karya arsitekturnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh penerapan dari regionalisme di salah satu karyanya dan mengetahui langkah-langkah beliau dalam menerapkan regionalisme tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan pengumpulan data pustaka dari berbagai sumber. Penulis menggunakan metode deskriptif analitik dalam menguji elaborasi teori mengenai regionalisme terhadap studi kasus Gereja Santa Maria Assumpta di Klaten karya Y. B. Mangunwijaya. Penelitian ini menunjukkan bahwa konsep regionalisme dapat diterapkan di Indonesia. Penelitian juga menemukan adanya penerapan regionalisme yang tak hanya menampilkan karakteristik setempat tetapi juga penunjang kebutuhan umat di gereja.

Architecture as a science of designing, does not revolve around materials, spaces, and expressing aspirations only. The shape of the building style that changes from time to time shows the response of involvement to the surrounding environment and can be a challenge that may eliminate the characteristics of the place if it is left unnoticed. Regionalism as an approach in architecture becomes a knowledge that can be applied to express the characteristics and values of the region. The Catholic Church in Indonesia is one of the examples that has a connection with the approach, and not just related to the adaptation of local culture so it becomes familiar with the community, but also how it shows the universal church in it. Mangunwijaya, one of the architects in Indonesia, who was also a culturalist, pointed out the use of regionalism in his architectural works. This study aims to determine how far the application of regionalism in one of his works and discover his actions in implementing regionalism. The research used a qualitative approach and collected library data from various sources. The author used descriptive analytic methods in verifying elaborated theories about regionalism in the case study of the Church of Santa Maria Assumpta in Klaten by Y. B. Mangunwijaya. This research shows that the concept of regionalism can also be applied in Indonesia. The research also found the importance of applying regionalism which is not only to display the local characteristics but also to support the needs of the people in church."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Jakarta: Gramedia Pustaka Utama , 2011
720 UNI a
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Tutu T.W. Surowiyono
Jakarta: Sinar Harapan, 1982
728 Sur d
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
cover
PATRA 11 (3-4) 2010 (1)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
iGuzzini illuminazione UK LTD, 2013
050 TAJ
Majalah, Jurnal, Buletin  Universitas Indonesia Library
cover
Syafwandi
"ABSTRAK
Lokasi dan situasi Kabupaten Daerah Tingkat II Kudus terletak diantara 110_ 36 dan 110`50 Bujur Timur serta 6_ 51 dan 7_16 lintang Selatan, atau sekitar 50 km sebelah Timur Semarang .Dengan ketinggian 55 m dari permukaan air laut serta luas sekitar 422,21 km2. Kota Kudus secara geografis mempunyai batas yakni : - di sebelah Utara Kabupaten Dati II Jepara dan Kabupaten Dati II Pati.- di sebelah TimurKabupaten Dati II Pati.- di sebelah Selatan Kabupaten Dati II Grobogan dan Dati II Pati.- di sebelah Barat : Kabupaten Dati II Demak dan Kabupaten Dati II Jepara. Daerah Kudus bahagian Selatan merupakan dataran rendah dengan persawahan, bagian Utara adalah dataran tinggi ( pegunungan Muria ), sedangkan daerah Tengah merupakan dataran. Kota Kudus dibelah oleh Sungai Gelis yang mengalir ke Selatan dan membagi kota dua bahagian yaitu Kudus Kulon bagian kota yang terletak di sebelah Batay Sungai, dan Kudus Wetan bagian kota yang terletak di sebelah Timur Sungai_

"
1984
S13402
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Tasjkin al-idarah al-dinijah li-muslimi Asia al-Wustha wa Kazachtan [t.th.]
RB 723.3 A 380
Buku Referensi  Universitas Indonesia Library
cover
Achmad Ghazali Rizky Winata
"Skripsi ini membahas mengenai gaya bangunan pada abad ke-20. Obyek penelitian ini adalah Gereja Paulus yang terletak di Jalan Sunda Kelapa No.12, Menteng, Jakarta Pusat. Metode penelitian dilakukan dengan cara membandingkan elemen-elemen yang ada pada Gereja Paulus dengan bangunan yang ada di Eropa dan Indonesia. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa terdapat beberapa macam unsur gaya yang dipadukan pada bangunan Gereja Paulus. Di dalamnya terdapat perpaduan gaya Eropa dan tradisional Indonesia. Perpaduan dua gaya antara Eropa dan tradisional Indonesia ini disebut dengan arsitektur Indis. Maka dari itu, diperoleh kesimpulan bahwa Gereja Paulus Menteng merupakan salah satu bangunan bergaya Indis
The focus of this thesis is architectural style in 20th century. Object of this research is the Paulus Church which located at Jalan Sunda Kelapa No.1, Menteng, Central of Jakarta. Method used in this research is comparison of elememnts of the Paulus Church with building from similiar period in Europe and Indonesia. Analysis result shows that there some architectural style applied in Paulus Church. There is a mixture of European architectural style with Indonesian tradisional style. The mixture of those architectural style called as Indis Architecture. This research conclude that Paulus Church is one of the Indis architecture building"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2011
S11499
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Widya Purnama Dewi
"Penelitian ini memiliki tiga tujuan. Yang pertama adalah untuk mengetahui apakah yang dimaksud dengan genkan dalam struktur tata ruang rumah Jepang. Tujuan yang kedua adalah untuk mengetahui mengapa genkan merupakan bagian yang harus ada dalam struktur tata ruang rumah Jepang. Kemudian, yang ketiga bertujuan untuk mengetahui bagaimana genkan di tengah perkembangan desain tata ruang yang semakin modern mampu bertahan hingga saat ini. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kepustakaan. Berdasarkan pada pengertian genkan yang tertera pada Kamus Kojien akan dilakukan analisis terhadap pengertian dan fungsi genkan yang dikaitkan dengan teori uchi-soto Seiichi Makino dan Charles J. Quinn, Jr, serta pernyataan Shigeru Iijima mengenai factor pembentukan psikologi orang Jepang yang ada dalam lingkup arsitektur Jepang.
Hasil penelitian menunjukan bahwa genkan yang merupakan bagian dari tata ruang rumah jepang tetap dapat bertahan dengan karakteristiknya yang khas, memiliki fungsi lebih dari sekedar pintu masuk kedalam rumah. Genkan yang juga dapat disebut sebagai aimai no tobira atau pintu yang bukan pintu (pintu yang bersifat ambigu), merupakan pembatas antara bagian dalam dan luar dari bangunan rumah yang memiliki makna lebih dari sekedar pengertian ruang yang bersifat konkrit, seperti dapat dicontohkan dengan juga fungsi genkan yang dapat menyatakan _gmana yang merupakan orang dalam (uchi) dan mana yang merupakan orang luar (soto)_h. Selain itu, genkan juga berfungsi untuk memisahkan antara bagian yang bersih dan yang kotor, serta bagian yang suci dan tidak suci. Dari analisis juga dapat disimpulkan bahwa fungsi genkan dapat dapat mencerminkan kesadaran psikologi dan cara pandang orang Jepang terhadap pembagian antara dalam (uchi) dan luar (soto).

This research has three objectives. The first is to figure out what genkan means in Japanese interior design. The second is to figure out why genkan is a has to be a part of Japanese interior design. Finally, the third objective is to figure out how genkan manages to survive despite the modernization of interior design. The research is done by the dictum method. Based on the description of genkan that is described in the Kojien Dictionary, there will be an analysis concerning the comprehension and the functions of genkan that is related to Seiichi Makino and Charles J. Quinn, Jr._fs uchi-soto theory, along with Shigeru Iijima_fs statement about the shaping of Japanese people_fs psyche within the range of the Japanese architecture.
The research shows that genkan as a part of Japanese interior can still survive with its certain characteristic, that it is more functional than merely an entrance to the house. Genkan, which can also be described as the aimai no tobira or a door that is not a door (an ambiguous door), separates the indoor space and the outdoor space of the house that has a deeper meaning than _gspace_h in a concrete sense. For example, genkan can separate between _ginsiders (uchi) and outsiders (soto)_h. Apart from that, genkan also functions as a separator between the clean and the dirty, as well as the pure and impure . From the analysis we can also conclude that the functions of genkan can reflect the Japanese_fs psyche and point of view about separating the inside (uchi) and outside (soto)."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2008
S13750
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>