Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 62646 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Danke Muhammad Iqbal
"Studi ini membahas interpretasi nilai-nilai penting cagar budaya pada Goedang Ransoem dan pemanfaatannya. Dalam manajemen sumber daya arkeologi/budaya, salah satu kriteria dalam mengelola cagar budaya adalah nilai-nilai penting yang terkandung dalam cagar budaya atau sumber daya arkeologi itu sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui nilai-nilai penting yang ada pada Goedang Ransoem
untuk dijadikan rujukan tambahan alasan dijadikannya Goedang Ransoem sebagai cagar budaya, dan menjadikan nilai-nilai penting tersebut sebagai acuan dalam
pemanfaatan Goedang Ransoem sebagai upaya pelestarian cagar budaya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif serta metode komparatif. Hasil penelitian menjelaskan bahwa Goedang Ransoem memiliki lima nilai-nilai penting
cagar budaya berupa nilai sejarah, nilai ilmu pengetahuan, nilai ekonomi, nilai pendidikan, dan nilai integritas. Pemanfaatan yang saat ini dilakukan sudah tepat dengan membuat Goedang Ransoem sebagai museum untuk dimanfaatkan dalam bidang pendidikan, kebudayaan dan pariwisata. Kemudian kedepannya Goedang Ransoem juga sudah terdapat beberapa rencana pemanfaatan lebih lanjut yang sudah disesuaikan dengan nilai-nilai penting Goedang Ransoem

This study discusses the interpretation of the important values of cultural heritage in
the Goedang Ransoem and their use. In archaeological/cultural resource management,
one of the criteria in managing cultural heritage is the important values contained in the cultural heritage or archaeological resources itself. The purpose of this research is to find out the important values that exist in Goedang Ransoem to be used as an
additional reference for the reasons for making Goedang Ransoem as cultural heritage and to make these important values a reference in the use of Goedang Ransoem as an effort to preserve cultural heritage. The method used in this research is descriptive analysis and comparative methods. The results of the study explain that Goedang
Ransoem has five important cultural heritage values in the form of historical values, scientific values, economic values education values, and integrity values. The use that is currently being carried out is appropriate by making the Goedang Ransoem a
museum to be used in the fields of education, culture, and tourism. Then in the future,
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2020
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Agseora Ediyen
"Tesis ini menganalisa proses pemaknaan dari memorialisasi pemerintah kota dalam mengkonstruksi citra Kota Sawahlunto yang diartikulasikan dalam Museum Goedang Ransoem dan Lubang Tambang Mbah Soero. Penelitian memfokuskan pada persilangan pemaknaan dari ingatan masyarakat, memorialisasi pemerintah kota, dan penulisan sejarah. Data diperoleh dari pendekatan etnografi di Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat dari bulan Januari 2016 sampai dengan Februari 2017. Penelitian menggunakan konsep memori kolektif dan warisan budaya.
Hasil penelitian ini menunjukkan adanya kompleksitas pemaknaan memorialisasi pemerintah sebagai pemaknaan dominan. Pemerintah membentuk makna dominan melalui penamaan situs pariwisata, dan benda material museum yang ditanggapi secara beragam oleh masyarakat. Masyarakat menggunakan justifikasi kedekatan dengan keseharian dan sejarah lisan. Penulis menemukan pemaknaan dominan pemerintah kota berbeda dengan penulisan sejarah. Pemegang otoritas memiliki kuasa dalam mengkonstruksi memori kolektif menjadi pemaknaan dominan. Kompleksitas dari pemaknaan dominan memperlihatkan bahwa tidak ada wacana dominan yang mutlak. Penelitian ini menunjukkan akan selalu ada pemaknaan berbeda yang terbentuk.

This thesis analyzes the process of how the dominant meaning by the city government in constructing Sawahlunto rsquo s branding articulated in Museum Goedang Ransum and Lubang Tambang Mbah Soero. There are various meanings encoded in the museums, which are the society rsquo s memory, how the government constructs memory, and the writing of history. The data were obtained through ethnographic research in Sawahlunto, West Sumatera Province, from January 2016 to February 2017. Exploring the dynamics of the construction of the dominant meaning reflects how collective memory, representation, and cultural heritage could be further problematized in these case studies.
The results of this study indicate the complexity of how the government constructs memory as a dominant forces in the transformation of Sawahlunto. The government enforce a dominant meaning through, for example, naming of tourism sites and museum representation, which is responded differently by the society. Society uses the justification of stheir daily life and also its oral history. The dominant meaning is increasingly visible when compared to the writing of history and this reveals its position in the construction of the city 39 s branding. The government has the power to construct a particular collective memory as the dominant meaning. The complexity of the chosen studies shows that there is no absolute dominant discourse. This study shows that there will always be other different meanings."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2017
T49109
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Atika Noviana
"Perlindungan dalam Undang-Undang Cagar Budaya merupakan salah satu pilar dari paradigma pelestarian cagar budaya selain pengembangan dan pemanfaatan. Salah satu upaya perlindungan adalah zonasi. Zonasi kawasan Kota Lama Tambang Sawahlunto masih belum diterapkan karena kajian yang dibuat sebelumnya masih belum sesuai dengan fungsi zonasi seharusnya sehingga perlu dilakukan pembagian dan penerapan ulang. Hal itu disebabkan oleh pengletakan atau pembagian sistem zonasi yang perlu dilakukan perbaikan lagi, sehingga penerapan ataupun penetapannya baru dapat dilakukan. Sehingga penerapan zonasi belum bisa dilakukan sampai saat ini. Padahal zonasi sangat penting dalam perlindungan cagar budaya, apalagi dilihat bahwa Sawahlunto telah ditetapkan sebagai warisan dunia (World Heritage).
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui rencana penerapan fungsi zonasi di Kawasan Sawahlunto, Sumatera Barat. Dengan demikian masyarakat memperoleh gambaran mengenai pelestarian situs warisan budaya ini di antara situs-situs yang ada di Sumatera Barat. Sedangkan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pembagian zonasi yang tepat untuk diterapkan pada kawasan Sawahlunto sebagai kawasan living city yang terdiri dari zona inti dan zona penyangga. Untuk memberikan perlindungan optimal bagi zona inti, maka area zona penyangga secara keseluruhan mengelilingi zona inti, sehingga dapat tetap menjaga nilai penting yang terdapat pada zona inti Kawasan Sawahlunto.

Protection in the Cultural Conservation Law is one of the pillars of the cultural heritage preservation paradigm in addition to development and utilization. One of the protection efforts is zoning. The zoning of the Sawahlunto Old Mine City area has not yet been implemented because the studies previously made are still not in accordance with the zoning function it should have so that it needs to be divided and re-applied. This is caused by the laying or division of the zoning system that needs to be repaired again, so that its implementation or determination can only be carried out. So that the application of zoning can not be done until now. Whereas zoning is very important in protecting cultural heritage, especially considering that Sawahlunto has been designated as a world heritage (World Heritage).
The purpose of this study was to determine the plan for implementing the zoning function in the Sawahlunto Region, West Sumatra. Thus, the public gets an idea about the preservation of this cultural heritage site among the sites in West Sumatra. While the method used in this study is a qualitative research method.
The results of this study indicate that the zoning division is appropriate to be applied to the Sawahlunto area as a living city area consisting of a core zone and a buffer zone. To provide optimal protection for the core zone, the buffer zone area as a whole surrounds the core zone, so as to maintain the important values contained in the core zone of the Sawahlunto Area.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2021
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Jazmi Dwi Hartono
"Studi ini membahas mengenai interpretasi nilai penting dan pemanfaatan cagar budaya pada Gedung A.A. Maramis. Gedung ini merupakan bangunan peninggalan pemerintahan kolonial Belanda yang mulai dibangun pada masa pemerintahan Daendels. Saat ini Gedung A.A. Maramis yang dikelola oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia dalam kondisi tidak difungsikan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui nilai penting yang terdapat pada Gedung A.A. Maramis sebagai acuan dalam melakukan pemanfaatan cagar budaya sebagai salah satu upaya pelestarian cagar budaya. Penelitian ini dirancang dengan metode analisis deskriptif, yaitu mendeskripsikan bangunan dan nilai penting yang terdapat pada bangunan menggunakan definisi nilai penting dari Raharjo dan Muluk serta Pedoman Penilaian Kriteria Penetapan Cagar Budaya oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Studi ini menghasilkan identifikasi lima nilai penting yang terdapat pada Gedung A.A. Maramis yang terdiri dari nilai sejarah, nilai ekonomi, nilai politik, nilai pengetahuan, dan nilai keutuhan. Upaya pemanfaatan yang dapat dilakukan berdasarkan penelitian ini terdiri dari dua yaitu, pemanfaatan bangunan sebagai perpustakaan dan pemanfaatan bangunan sebagai museum.

This study discusses the interpretation of important values and utilization of cultural heritage in A.A. Maramis Building. This building is a relic of the Dutch colonial government that began to be built during the reign of Daendels. Currently, Gedung A.A. Maramis managed by the Ministry of Finance of the Republic of Indonesia is not functioning. The purpose of this research is to know the important value contained in A.A. Maramis Building as a reference in utilizing cultural heritage as one of the efforts to preserve cultural heritage. This research was designed with descriptive analysis method, which is to describe the building and important values contained in the building using the definition of important value of Raharjo and Muluk as well as Guidelines for Assessment of Criteria for The Establishment of Cultural Heritage by the Ministry of Education and Culture. This study resulted in the identification of five important values contained in the A.A. Maramis Building consisting of historical values, economic values, political values, knowledge values, and wholeness values. Utilization efforts that can be done based on this research consists of two, namely, the utilization of buildings as libraries and the utilization of buildings as museums."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Washington, DC: National Geographic Society, 1987
R 909 NAT o
Buku Referensi  Universitas Indonesia Library
cover
Suh, Jai-sik, 1956-
"Machine generated contents note: Preface 7 --Gyeongju: City of Historic World Heritage -- Properties. 9 --Seokguram Grotto, Bulguksa Temple: Buddha?s Nation in a Mundane World 37 --Tripitaka Koreana at Haeinsa Temple: The Symbol of Defender of the Fatherland 59 --Hwaseong Fortress in Suwon: Apex of Scientific Structural Skill and Knowledge 79 --Changdeokgung Palace: The Beauty of Joseon Dynasty 101 --Jongmyo shrine: A Testimony to the Majesty of 500 Years of Joseon Dynasty 125 --Dolmen Sites: Area of Eternal and Immortal -- Spirit. 147 "
Seoul: Hollym Elizabeth, 2001
R KOR 306.519 SUH w
Buku Referensi  Universitas Indonesia Library
cover
Beijing: Intercontinental Press, 2008
R SIN 731.760 51 WOR
Buku Referensi  Universitas Indonesia Library
cover
Luo, Zhewen, compiler
"The Chinese Treasure World Heritage in China is a full- length academic pictorial album offering unrivalled coverage of the UNESCO World Heritage List entries in China, with detailed specialist content from Chinese architectural experts and stunning photography. "
Beijing: China Architecture & Building Press, 2010
R SIN 722.11 LUO c
Buku Referensi  Universitas Indonesia Library
cover
Seoul: Korea Tourism Organization, 2011
910.9 WOR
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Luo, Zhewen
Beijing: China Architecture & Building Press, 2010
951 LUO c
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>