Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 10540 dokumen yang sesuai dengan query
cover
"Analysis of Cosmetic Products, second edition, advises the reader on the choice of suitable analytical methods for production monitoring and quality control of cosmetic products according to their composition."
Oxford: Elsevier, 2018
646.72 ANA
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Jenifer
"ABSTRAK
Skripsi ini membahas pola-pola verba imperatif yang terdapat dalam petunjuk
pemakaian produk makanan, obat-obatan dan kosmetik. Penulis menganalisis verba
yang menunjukkan perintah yang digunakan dalam produk tersebut. Penelitian ini
merupakan penelitian kualitatif dengan desain deskriptif. Penulis menjadikan 16
produk yang terdiri dari enam produk jenis makanan, lima produk jenis obat-obatan,
dan lima produk jenis kosmetik, sebagai sumber data dalam penelitian. Tujuan
penelitian ini adalah mendeskripsikan bagaimana penggunaan verba imperatif dalam
teks iklan, yakni petunjuk pemakaian beberapa produk yang sering digunakan
masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa verba imperatif yang terdapat pada
produk-produk tersebut adalah verba imperatif asli dan verba imperatif berdasarkan
pragmatik dengan jumlah verba imperatif berdasarkan pragmatik lebih banyak
digunakan daripada verba imperatif asli. Adapun verba imperatif berdasarkan
pragmatik tersebut antara lain berupa nomina deverbal, verba imperfektif, dan
nomina berpreposisi. Sebagian besar verba imperatif berdasarkan pragmatik dalam
petunjuk pemakaian ini merupakan verba imperfektif.

Abstract
The focus of this study is verb, one of imperative devices, which appears in
instruction of use in food, medicines and cosmetic product. Imperative verb which is
used in the products will be analyzed through this study. The method of this study is
qualitative with descriptive design. The sources of this study are 16 products which
consist of six products of food, five products of medicines and five products of
cosmetic. The purpose of this study is to describe how to use imperative verb in
advertisement text, specifically instruction of use in products which is common in
public. The result shows that the imperative verb which appears in these products are
original imperative verb and non-original imperative verb. In addition, the number of
non-imperative verb is more dominant than original imperative verb ones. As for
non-original imperative verbs are verbal noun, imperfective verb and prepositional
noun. The non-original imperative verb which is mostly used is imperfective verb."
Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2012
S43172
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Putri Ariestyanti Kusuma
"Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kualitas produk (product quality), design, nama merek (brand name), lingkungan toko (store environment), kualitas pelayanan (service quality), promosi (promotion) dan harga (price) pada loyalitas merek. Penelitian ini dilakukan melalui survey kepada 100 responden yang sedang menggunakan produk kosmetik perawatan kulit. Pengolahan data ini menggunakan SPSS dengan uji regresi linier berganda (Multiple Linear Regression). Dari penelitian yang dilakukan didapat hasil bahwa variabel kualitas produk, desain, nama merek, promosi dan harga mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap loyalitas merek. Sedangkan variabel lingkungan toko dan kualitas pelayanan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap loyalitas merek. Melalui pengujian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman secara empiris berkaitan dengan upaya-upaya untuk meningkatkan loyalitas merek.

The purpose of this research is to examine the effect of product quality, design, brand name, store environment, service quality, promotion, and price upon the brand loyalty. This research was conducted through a survey of 100 respondents who currently using skin care cosmetic products. Data was analyzed by using SPSS multiple linear regression. From the research, that product quality, design, brand name, promotion and price variables were affecting significantly on brand loyalty. Meanwhile store environment and service quality were not affecting significantly on brand loyalty. Through this research, it is expected that the research can provide an understanding of empirically associated with efforts to increase brand loyalty."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2013
S44650
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dyzka Fadela
"Persaingan industri kosmetik tidak luput dari persaingan antar industri. Persaingan antara perusahaan kosmetika dapat dilihat dari banyaknya variasi produk kosmetika baik dari dalam maupun luar negeri. Perusahaan membutuhkan cara mempromosikan produk agar dapat menjadi pembeda dari pesaingnya. Salah satunya melalui pemakaian brand endorser. Pemakaian endorser oleh perusahaan akan menciptakan pencitraan produk kosmetik Mustika Ratu yang akan dinilai oleh calon konsumen melalui persepsi. Persepsi konsumen yang berbeda-beda akan memberikan penilaian apakah pemakaian brand endorser berhasil sebagai pengantar pesan dalam perannya menyampaikan pesan produk kepada calon konsumen.
Penelitian ini membahas persepsi konsumen pada brand endorser produk kosmetika Mustika Ratu Nadine Alexandra Dewi Ames melalui pembahasan dimensi-dimensi pada brand endorser yang terdiri dari source attractiveness dan source credibility. Selain itu penelitian membahas perbandingan perspesi brand endorser antara kelompok usia muda dan usia matang melalui uji independent sample t-test. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan tujuan deskriptif, yaitu untuk menggambarkan secara nyata fakta-fakta dan kejadian yang ada. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada anggota Forum Fashionese Daily. Total sampel berjumlah 100 responden dengan teknik penarikan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan persepsi konsumen pada endorser bernilai positif dan sebagian besar tidak terdapat perbedaan persepsi antara dua kelompok usia.

The competition of cosmetic industries cannot be separated among the industry competition. The competition among cosmetics companies can be seen from the great variety of cosmetic products both within and outside the country. The company requires ways to promote the products that can be differentiated from its competitors. One of them is through the use of brand endorser. Endorser will be used to imaging company of cosmetic products that will be assessed by prospective customers through perception. Perception of different consumer will assess whether the use of brand endorser succeed in its role as a messenger, delivering a message to the prospective consumer products.
The study examines consumer perceptions of the brand endorser cosmetic products of Mustika Ratu Nadine Alexandra Dewi Ames through a discussion of the dimensions of the brand endorser consisting of source attractiveness and source credibility. Moreover, the study is examines the comparative study brand endorser perception among younger age groups and age of maturity through the test of independent sample t-test. This study uses a quantitative approach with a descriptive purpose, namely to describe the real facts and events that exist. Data were obtained through questionnaires to members of the Forum Fashionese Daily. The samples are 100 respondents with a purposive sampling technique. The results show the consumer perception on the endorser is positive and mostly there is no difference in perception between the two age groups."
Depok: Universitas Indonesia, 2012
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Jacobs, Morris B.
Princenton: Van Nostrand Reinhold, 1962
543.1 JAC c
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Romanowski, Perry
"The average American spends approximately $588 on personal care products each year. People would like to know whether these expensive items work and whether they are safe to use. Cosmetic chemist Romanowski and the creators of thebeautybrains.com have compiled the most frequently asked questions from that website along with information about the history of cosmetics, how they work, and how cosmetic companies advertise. The Q&A format offers brief explanations with basic information about topics such as how hair dyes work, why lip balm seems to be addictive, and the pros and cons of products with fragrance. The authors include a list of other useful websites for further information, an explanation of cosmetic labels and how to read them, and references for each chapter."
Canada: Brains Publishing, 2011
646.72 ROM c
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Ika Yulistyawati
"Tekstil dan produk tekstil merupakan salah satu komoditas penting yang memiliki persaingan ketat di pasar global. Indonesia telah menjadi salah satu negara yang kompetitif dan memiliki sektor terpadu dari hulu hingga hilir. Dalam perkembangannya, terbentuknya perjanjian perdagangan regional dapat mempengaruhi kinerja ekspor. Dalam penelitian ini, AFTA menjadi fokus utama karena Indonesia adalah anggota ASEAN yang terikat dalam perjanjian dagang regional (AFTA).
Tesis ini menggunakan model gravity dengan pengolahan data panel. Dari hasil pengolahan diketahui bahwa model ini mampu menjelaskan variasi faktor determinan ekspor tekstil dan produk tekstil Indonesia ke beberapa negara mitra dagang sebesar 80%.
Hasil dari penelitian juga menunjukan bahwa beberapa variabel independen seperti GDP dan populasi dari negara mitra, dummy AFTA dan krisis secara signifikan memberikan pengaruh untuk ekspor tekstil dan produk tekstil Indonesia. Variabel tersebut berpengaruh secara signifikan pada level kepercayaan 99% dan 90%. Sementara itu, jarak dan nilai tukar riil tidak berpengaruh terhadap kinerja ekspor tekstil dan produk tekstil Indonesia.

Textile and textile products is one of important commodity that has thigh competition in global market. Indonesia has been one of the competitive countries that has integrated sector from upstream to downstream industry. In recent development, the creation of regional trade arrangement may influence export performance. In this research, the creation of AFTA becomes the main focus since Indonesia is a member of AFTA.
This thesis uses gravity model with panel data estimation. The model chosen in this thesis is fixed effect model. From the estimation, it is found that the model is able to explain the variation of Indonesian textile and textile product exports to the several trade partner countries for 80 %.
The estimation result of this research also found that some of independent variables such as GDP and population of partner country, AFTA and crisis dummy variable significantly give effect to Indonesian textile and textile products export. It affects significantly at the level of 99% and 90%. On the contrary, distance and real exchange rate has insignificant effect to Indonesian textile and textile products export.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2010
T28740
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Abi Antono
"Lada (Pepper ningrum linn) merupakan produk rempah-rempah yang memiliki peran penting dalam perekonomian antara lain sebagai sumber devisa, memberikan lapangan pekerjaan, bahan mentah industri dan konsumsi di dalam negeri.Lada berasal dari India Barat dan dikenal sebagai Rajanya rempah-rempah.
Untuk menganalisa daya saing produk lada Indonesia di pasar dunia, maka dalam penulisan thesis ini di gunakan dua methode, yaitu Constant Market Share Analysis (CMSA) dan Competitiveness Matrix. CMSA digunakan untuk menganalisa produk lada Indonesia dan negara-negara pesaingnya, sedangkan Competitiveness Matrix digunakan untuk melihat daya saing produk lada Indonesia di negara-negara tujuan ekspornya.
Analisa CMS menunjukkan bahwa lada Indonesia untuk HS 090411 tidak kompetitif di pasar dunia. Indonesia memiliki efek daya saing negative yaitu -0,22. Negara pesaing utama Indonesia untuk lada utuh atau yang tidak di tumbuk adalah Vietnam, Brazil, European Union, Jerman dan China. Untuk lada bubuk atau produk lada HS 090412, analisa CMS menunjukkan bahwasannya Indonesia memiliki efek daya saing positif yaitu 0,75. India, Vietnam, China, Malaysia, USA, dan Singapura merupakan negara-negara pesaing Indonesia untuk produk ini.
Competitiveness Matrix menunjukkan bahwa pasar yang sesuai untuk lada utuh Indonesia adalah Kanada, Jerman, Malaysia dan Afrika Selatan. Negara-negara tersebut memiliki pertumbuhan yang positif dan diklasifikasikan sebagai rising stars. Sedangkan pasar yang sesuai untuk lada bubuk adalah Jepang dan Korea yang memiliki nilai baik untuk setiap variable daya saing.
Pepper (Pepper ningrum Linn) is one of the spice products that has a significant role on the economy such as national foreign exchange earnings, providing job opportunity, raw material of internal country industry and direct consumption in the country. Pepper comes from West India and is called by ?King of Spices?.
To examine the competitiveness of Indonesian pepper product in the world market, uses two methods; constant market share analysis (CMS) and competitiveness matrix. CMS Analysis is to measure Indonesia and its main competitors, while Competitiveness Matrix is to examine Indonesian pepper product competitiveness in Indonesia?s destination exporting countries. CMS analysis shows that Indonesian pepper HS 090411 is not competitive in the global market.
Indonesia has negative competitiveness effect (-0.22). Indonesian main competitor for pepper neither crushed nor ground are Vietnam, Brazil, European Union, Germany and China. For pepper crushed or ground CMS analysis shows that Indonesia has positive competitiveness (0.75). India, Vietnam, China, Malaysia, USA, and Singapore are Indonesia?s competitors for pepper crushed or ground.
Competitiveness matrix result shows that the appropriate markets for Indonesia?s pepper neither crushed nor ground are Canada, Germany, Malaysia, and South Africa, which have a positive growth and graded as rising stars. Meanwhile, for Indonesia?s pepper crushed or ground, the appropriate markets are Japan and Korea that have a good remark in all variables of competitiveness.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2010
T28742
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Ranganna, S.
New Delhi: McGraw-Hill, 1986
R 664.07 RAN h (1)
Buku Referensi  Universitas Indonesia Library
cover
Wina Sundari
"Tren produk kosmetik berbahan alami atau natural based cosmetic products
memiliki pasar yang luas dan menjanjikan baik di dalam maupun di luar negeri.
Indonesia sebagai negara yang memiliki kekayaan alam luar biasa mempunyai
potensi besar untuk ikut ambil bagian dalam tren ini. Di pasaran terdapat banyak
kosmetik berbahan alami impor yang merupakan pesaing bagi kosmetik berbahan
alami produksi Indonesia. Kedua produk ini memiliki keunggulan dalam strategi
pemasaran produk. Produk impor cenderung memiliki modal besar untuk beriklan
di media massa, sedangkan produk kosmetik Indonesia telah melekat dalam
kehidupan masyarakat. Hal-hal tersebut akan mempengaruhi ekuitas merek kedua
kosmetik berbahan alami di benak masyarakat.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan antara kosmetik berbahan
alami Indonesia dan kosmetik berbahan alami impor. Pengumpulan data
dilakukan di Bekasi dengan alat berupa kuesioner yang telah diuji validitas dan
realibilitas. Bekasi merupakan daerah suburban dimana masyarakatnya berada
dalam peralihan kota dan desa. Diharapkan masyarakat Bekasi dapat mewakili
karakteristik masyarakat kota, desa, dan suburban itu sendiri. Penelitian dilakukan
dengan metode convenience sampling di tempat-tempat perawatan kecantikan di
Bekasi dengan jumlah sampel 200 orang.
Responden di Bekasi memiliki perbedaan antara kosmetik berbahan alami
Indonesia dengan ekuitas merek dengan kosmetik berbahan alami impor di
seluruh dimensi ekuitas merek. Kosmetik berbahan alami Indonesia memiliki nilai
rata-rata yang lebih tinggi di semua dimensi ekuitas merek.

The trend of cosmetic products made from natural ingredients or natural-based
cosmetic products has a vast and promising market both nationwide and abroad.
Indonesia as a country with tremendous natural wealth has great potential to take
part in this trend. In the market there are many imported natural-based cosmetics
which is a competitor for Indonesian natural-based cosmetics product. Both of
these products have advantages in product marketing strategy. Imported products
tend to have a large capital to advertise in the mass media, while the Indonesian
natural-based cosmetic products have been embedded in people's lives. These
things will affect the brand equity of both natural cosmetics brands in the minds of
the public.
This study aimed to analyze the differences between Indonesian natural-based
cosmetics and imported natural-based cosmetics. The data was collected in
Bekasi by questionnaire that had been tested for validity and reliability. Bekasi is
a suburban area where people are in transition between the capital and rural
areas, so hopefully the people of Bekasi can represent the characteristics of rural,
urban and suburban people itself. Sampling method that was used in this study is
convenience sampling method that was done ini beauty service vendors in Bekasi.
There are 200 respondents ini this study.
The respondents in Bekasi have a difference in Indonesian natural-based
cosmetics brand equity and imported natural-based cosmetics brand equity. The
respondent in Bekasi have a higher average value in all the dimensions of brand
equity in Indonesian natural-based cosmetics.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2013
T35012
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>