Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 101674 dokumen yang sesuai dengan query
cover
cover
Ririen Prihandarini
Jakarta: Perpod, 2004
363.728 Pri m
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
"Permasalahan kelangkaan pupuk bersubsidi tidak ada habis-habisnya dalam perjalanan petani berbudidaya padi. Sewaktu pupuk dibutuhkan biasanya menjadi barang langka sehingga harganya membumbung tinggi....."
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Abubakar Riry
"Penelitian ini melaporkan dan mengevaluasi pelaksanaan program intervensi yang dilakukan untuk mengurangi penyebab tak langsung dari tingginya angka kematian ibu (AKI) di Indonesian, yakni rendahnya kemampuan ekonomi keluarga.
Pendekatan yang digunakan adalah pengembangan komunitas berbasis asset dan partisipasi warga. Adapun asset utama yang diberdayakan dalam penelitian ini adalah potensi sumber daya alam dan sumber daya manusianya. Untuk itu teori yang digunakan adalah Asset-Base community development.
Program intervensi ini berhasil memotivasi warga untuk ikut serta mengembangkan perekonomian desa melalui produksi pupuk organik. Berbagai elemen warga berhasil didorong partisipasinya dalam merencanakan pengembangan pupuk organik."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2006
T18291
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"pupuk hilang membuat petani berang, diduga ada penyelundupan pupuk. Untuk melakukan pengawasa terhadap distribusi pupuk seharusnya ditunjuk koordinator di antara 4 instansi yang terlibat yaitu BUMN, Deptan, Depdag dan Depkeu"
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
"Di dalam UU No. 18 tahun 2008 kawasan perkantoran diwajibkan untuk menyelanggarakan pengurangan sampah dan penanganan sampah sehingga dipandang perlu untuk mengembangkan model pengelolaan sampah. Pada umumnya kawasan perkantoran memiliki luas yang cukup besar dan berlokasi cukup jauh dari TPA oleh karena itu banyak dari sampah perkantoran belum terlayani. Pola pengelolaan terpadu berbasis 3R (reduce, recycle, reuse) dan potensi daur ulang sampah organic menjadi pupuk dapat menjamin keberlanjutannya sehingga perlu didukung keberadaannya oleh semua pihak."
JURPEM 8:1 (2013)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Iswara Laksmana
"Pupuk adalah sarana produksi dalam sektor pertanian yang mempunyai peranan penting untuk meningkatkan produktifitas dan produksi komoditas pertanian, dan karenanya pupuk, khususnya Urea, mempunyai peranan yang sangat strategis dalam rangka mensukseskan program swasembada pangan (beras), meningkatkan taraf hidup masyarakat dan kesejahteraan petani itu sendiri.
Mengingat peranan pupuk yang sangat strategis tersebut, maka penyediaan pupuk dengan harga yang terjangkau oleh petani merupakan masalah yang krusial. Oleh karena itu, harga pupuk tidak dapat diserahkan kepada mekanisme pasar sepenuhnya karena harga pupuk yang tercipta kemungkinan besar tidak terjangkau oleh petani. Sehubungan dengan hal ini, maka pemerintah masih merasa perlu untuk memberikan subsidi harga terhadap penyediaan pupuk melalui penerapan Harga Eceran Tertinggi (HET), atau dikenal juga dengan istilah "Ceiling Price'.
Untuk mengetahui dampak kebijakan subsidi pupuk terhadap petani, maka penulis mencoba menghitung besarnya surplus petani, surplus produsen, serta besarnya dead weight loss (DWL). Hal ini dilakukan karena selama ini nilai surplus petani, surplus produsen, dan DWL tersebut mempunyai kaitan yang erat dengan manfaat pemberian subsidi, sehingga dapat dijadikan sebagai suatu tolok ukur dalam menghitung dampak subsidi pupuk tersebut terhadap petani.
Untuk menunjang hal tersebut di atas, maka metode yang digunakan adalah analisa kuantitatif dengan melakukan persamaan regresi berganda dengan membentuk fungsi permintaan pupuk dan fungsi penawaran pupuk dan kemudian mempertemukan kedua fungsi tersebut dalam suatu keseimbangan pasar (market equilibrium) yang berkaitan dengan topik tesis.
Adapun fungsi permintaan dan penawaran dimaksud di atas adalah sebagai berikut:
Q D = f(X1, X3)
Qs= f(X2, X4)
Dimana:
QD = Jumlah Permintaan Pupuk Urea oleh Petani.
Qs = Jumlah Penawaran Pupuk Urea oleh Produsen.
X1 = Harga Pupuk Urea (Petani).
X2 = Harga Pupuk Urea (Produsen).
X3 = Luas Sawah.
X4 = Kapasitas Produksi Pabrik Pupuk.
Sedangkan persamaan permintaan dan penawaran Pupuk Urea adalah sebagai berikut:
Log YD = a - b1X1 + b2X3 + e
Log Ys = a + b1X2 + b2X4 + e
Persamaan di atas merupakan persamaan semi-log dikarenakan setelah dilakukan beberapa kali penghitungan dan simulasi didapatkan bentuk permintaan maupun penawaran pupuk Urea tersebut adalah tidak linear.
Di samping itu, juga akan dilakukan uji secara statistik terhadap persamaan di atas. Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah variabel-variabel yang digunakan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap model persamaan permintaan dan penawaran pupuk.
]ika dilihat dari nilai surplus konsumen dan surplus produsen, maka dapat disimpulkan bahwa kebijakan pemberian subsidi pupuk yang dikombinasikan dengan kebijakan HET telah memberikan manfaat yang lebih besar kepada petani daripada kepada produsen pupuk karena nilai surplus konsumen jauh lebih besar daripada surplus produsen.
Oleh karena itu, secara teoritis dengan harga pupuk yang lebih rendah daripada harga pasar (harga keseimbangan), maka petani dapat membeli pupuk dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan dalam rangka meningkatkan produktifitas dan produksi tanaman padi.
Dan sejalan itu, pendapatan petani meningkat karena dengan harga pupuk Urea yang di bawah harga keseimbangan, maka biaya produksi (production cost) yang dikeluarkan oleh petani relatif berkurang, sehingga petani menjadi lebih sejahtera.
Di samping itu, manfaat pemberian subsidi tersebut sangat tergantung pada elastisitas permintaan dan penawaran masingmasing. Bentuk kurva persamaan permintaan diketahui hampir tegak lurus, artinya permintaan pupuk Urea tersebut bersifat inelastis. Pada permintaan yang inelastis member! gambaran bahwa petani tidak mempunyai bargaining position dalam pasar pupuk (khususnya Urea), sehingga melalui pemberian subsidi dan penetapan HET dapat memberikan dampak signifikan dan positif bagi kesejahteraan petani.
Lebih lanjut, kebijakan subsidi pupuk Urea dan HET yang ditetapkan oleh pemerintah berdampak bagi petani terutama terhadap biaya produksi dan tekanan produsen. Selama ini perubahan harga pupuk Urea tidak banyak berpengaruh terhadap permintaan pupuk Urea, atau dengan kata lain, petani tetap harus membeli pupuk Urea untuk melanjutkan usaha taninya."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2004
T12053
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Agung Sulistyo
"Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pemanfaatan potensi sampah organik di Pasar Induk Kramat Jati sebagai bahan baku biogas, menentukan teknologi konversi, menghitung kapasitas energi listrik dari PLT Biogas yang dapat dibangkitkan dan menganalisa kelayakan ekonomi penerapan teknologi konversi gas engine dan gas turbin engine sebagai teknologi konversi pembangkit listrik tenaga biogas. Berdasarkan hasil perhitungan dan analisis, potensi harian sampah organik di Pasar Induk Kramat Jati yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku biogas sebesar 111,7 ton/hari, produksi metan yang dihasilkan sebesar 9.299,3 m3/hari, hasil analisa penerapan teknologi konversi pembangkit menggunakan gas engine menghasilkan produksi listrik sebesar 11.728.986,5 kWh/tahun, net present value sebesar Rp. 1.493.811.495, IRR 11,81 % dan payback period 8,24 tahun, sedangkan dengan gas turbin engine menghasilkan produksi listrik sebesar 9.648.000 kWh/tahun, net present value sebesar Rp. 2.357.612.207, IRR 12,13 % dan payback period 8,04 tahun.

This research was conducted to determine the potential utilization of organic waste in the Pasar Induk Kramat Jati biogas as a raw material, determine the conversion technology, to calculate the capacity of electricity from DG Biogas can be generated and analyzed the economic feasibility of conversion technology application of gas turbine engines and gas engines as power conversion technology biogas power plant. Based on the calculation and analysis, the potential of organic waste daily in the Market Master Jati Kramat that can be utilized as raw material for biogas amounted to 111.7 tons / day, the production of methane generated at 9299.3 m3/day, application analysis of power conversion technologies using gas engines generate electricity production amounted to 11.728.986,5 kWh/year, net present value of Rp. 1.493.811.495, IRR 11,81 % and the payback period is 8,24 years, while the gas turbine engine produce electricity amounted to 9.648.000 kWh/year, net present value of Rp. 2.357.612.207, IRR 12,13 % and the payback period is 8,04 years."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2010
T27867
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>