Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 91560 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Cicilia Windiyaningsih
"Di seluruh dunia Tuberculosis masih masalah kesehatan yang utama. Koinfeksi TB + HIV dan TB resisten obat Menjadi beban di pemerintah maupun di masyarakat. Tujuan
pemberdayaan ini adalah membuktikan edukasi akan meningkatan pengetahuan wanita usia subur dalam pencegahan penularan Tuberkulosis sebelum dan sesudah diberikan materi pencegahan penularan tuberculosis. Sampel untuk wanita usia subur di Ruang Publik Terpadu
Ramah Anak (RPTRA) Bambu Petung sejumlah dan Payung Tunas Teratai sebanyak 139 Wanita Usia Subur (WUS). WUS secara sukarela yang mau melakukan pre, post dan visitasi tes.
Kuesioner yang dipergunakan sesuai standar Kementrian Kesehatan Tahun 2019. Analisis secara deskriptif dan analitik dengan Spearman Corelation:. Hasil Pengetahuan berhubungan bermakna nilai pretes dan post tes setelah dilakukan edukasi pencegahan penularan Tuberculosis pada
WUS dengan proposi yg menjawab salah pada pre tes 40WUS (28.8%) sedangkan post tes yang salah 10 WUS (7.2%) artinya ada penurunan proporsi yang menjawab pertanyaan tidak benar. Proporsi yang menjawab benar dari 70% menjadi 92.8% artinya ada peningkatan yang menjawab
pertanyaan benar sejumlah 22.8%. Hasil analisis statistik perbedaan penurunan dan kenaikan tersebut bermakna dengan nilai p 0.006, OR 6.788, 95%CI 1.659-27.779. Kesimpulan edukasi meningkatan pengetahuan WUS tentang pencegahan penularan Tuberculosis."
Yogyakarta : Sekolah Tinggi Teknologi Adisutjipto, 2020
600 JPM 3:1 (2020)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Idham Latif
"Dari Studi Evaluasi Manfaat tahun 2001 (SEM 2001) oleh Balitbangkes Depkes RI di Indramayu, 74% responden penelitian menyatakan bahwa pengobatan TB boleh dihentikan setelah merasa sembuh meskipun baru beberapa minggu/bulan minum obat/berobat TB. Hal itu berarti sebagian besar masyarakat Indramayu ?berpengetahuan salah? menyatakan boleh menghentikan pengobatan TB. Fakta tersebut merupakan masalah yang dianggap penting untuk diatasi, mengingat angka Case Notivication Rate tuberkulosis di Indramayu dari tahun 1999 s/d 2001 terlihat adanya peningkatan, disamping itu angka kesembuhan tiga tahun terakhir masih belum optimal. Tingginya proporsi pengetahuan masyarakat yang salah tentang pengobatan TB tersebut, kemungkinan menjadi ancaman bagi keteraturan pengobatan penderita TB.
Atas alasan tersebut, penulis melakukan penelitian dengan menganalisis data sekunder basil SEM 2001, dengan tujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan tentang penghentian pengobatan TB. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional/potong lintang, dengan sampel anggota rumah tangga yang berumur di atas 15 tahun dari rumah tangga terpilih SEM 2001. Jumlah sampel minimal yang diperlukan untuk mencapai tingkat kepercayaan 95%, tingkat kemaknaan 5% (a=0,05), dan kekuatan uji 90% yaitu sebanyak 3.338 responder, dengan presisi 0,0242.
Hasil penelitian menujukkan bahwa, proporsi pengetahuan masyarakat yang ?menyatakan salah? boleh menghentikan pengobatan TB adalah sebesar 67%. Dan ke enam variabel independen yang diteliti, empat diantaranya berhubungan dan bermakna secara statistik, yaitu faktor: keterpaparan media komunikasi (p=0,0000, 0R=13,732, 95% CI: 10,142-18,592), keterpaparan sumber informasi petugas kesehatan (p=0,0000, OR=11,765, 95% CI: 8,220-16,840), pendidikan (p=,0000, OR=2,952, 95% CI: 2,327-3,744), dan pekerjaan (p=0,0000, OR=1,416, 95% CI:1,180-1,700). Dari perhitungan dampak potensial, disimpulkan bahwa faktor keterpaparan media komunikasi memberikan kontribusi sebesar 88,28%. Berdasarkan temuan penelitian, Departemen Kesehatan hendaknya meningkatkan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) yang bertujuan untuk mendekatkan dan mengintensifkan. keterpaparan media komunikasi kepada masyarakat tentang program penanggulangan TB. Kegiatan tersebut antara lain penyebarluasan informasi tentang penanggulangan TB dalam bentuk kampanye dengan menggunakan media komunikasi seperti: TV/radio/koran/poster/spanduk/leaflet yang menjangkau wilayah terkecil, yaitu desa/kelurahan.

Based on Benefit Evaluation Study in 2001 (BES 2001) by the Bureau of Health Research and Development in Indramayu, 74% of the respondents said that tuberculosis treatment can be stopped if the patient feels recovered after consuming TB drugs for a few weeks/month. It shown that most of Indramayu people wrongly stated that they are allowed of quitting the TB treatment at any time. This fact becomes an important problem to be solved considering that tuberculosis Case Notification Rate in Indramayu from 1999 to 2001 was increased. In addition the cure rate for the last 3 years is still not optimal. This high rate proportions of the knowledge of the community that allowing self-stopping TB treatment will affect the regularity of treatment. Therefore, a study was conducted to analyze the secondary data obtained from BES 2001 in order to know factors related to the knowledge explaining the allowance of self quitting the treatment. This study uses cross sectional design with the sample of household members aged over 15 years or over from those elected by BES 2001. The samples, at least, should be 3.338 respondents in order to achieve confidence level 95%, significance level 5% (a=0,05), and power of the test 90%, for precision 0,0242. The research shows that the proportion of the knowledge of the community wrongly stated allowing to self-stopping tuberculosis treatment is 67%. Based on the six variables been studied, statistically, there were four variables significantly related i.e: the expose of media of communication (p=0,0000, OR=13,732, 95% CI: 10,142-18,592), the expose of health information by health staff (p=0,0000, OR=11,765, 95% CI: 8,220-16,840), education (p=0,0000, OR=2,952, 95% CI: 2,327-3,744), and job (p=0,0000, OR=1,416, 95% CI:1,180-1,700). From potential impact calculation, it is concluded that the expose of the media of communication contributing 88,28%. Based on the research result, it is recommended that the Health Department should improve the service on communication, information and education in order to make it access to the community and to intensify the expose of media of communication on tuberculosis problem. The following efforts include dissemination of information, on tuberculosis infection by using certain media like TV/radio/newspaper/ poster/banner/leaflet in order to cover the entire area including village and hamlet."
Depok: Universitas Indonesia, 2002
T4035
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Iman Jaya
"Pemberantasan dan pengobatan penyakit TB paru belum memperlihatkan hasil yang memuaskan, diperkirakan ada 500.000 penderita baru setiap tahunnya dan 175.000 diantaranya akan meninggal. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kemungkinan adanya hubungan antara faktor resiko lingkungan dengan terjadinya penyakit TB paru.
Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Aceh Barat dengan menggunakaan desain kasus kontrol. Sebagai responden diambil 79 orang penderita TB paru BTA (+), dengan jumlah yang sama juga diambil sebagai kontrol yang dipilih secara purposif dari 671 penderita tersangka yang terdaftar dalam registrasi TB Kabupaten. Keadaan ventilasi, kelembaban, pencahayaan sinar matahari dan konstruksi lantai yang berhubungan dengan rumah responden diobservasi sebagai faktor Iingkungan fisik, sedangkan data demografi diperoleh dari hasil interview oleh petugas Puskesmas yang telah dilatih. Data lingkungan fisik dan demografi diuji dengan menggunakan analisis univariat, bivariat dan mullivariat untuk mcnentukan dislribusi frekuensi, adanya hubungan dan kekuatan hubungan antara faktor lingkungan sebagai variabel bebas dan penderita TB paru BTA(+) sebagai variabel terikat.
Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa responden TB paru laki-laki dengan BTA(+) diperkirakan 2 kali lebih besar dari responden wanita. Dari mereka yang terkena TB paru BTA (+), 49,3% diantaranya berada pada usia produklif (25-44). Sekitar 30% dari responden yang terinfeksi TB adalah mareka yang berpendidikan rendah dan sedang (SDISLTP). Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya kontak penularan serumah, ventilasi kamar tidur yang jelek dan kepadatan penghuni sekamar secara statistik mempunyai hubungan yang signifikan dengan terjadinya TB pare BTA positif, dengan nilai Odd Ratio 3,36 (p=0,035); 2,82 (p=0,001) dan 2,12 (0,028). Diantara faktor-faktor resiko lingkungan tersebut, analisis muitivarial menunjukkan bahwa ventilasi kamar tidur merupakan variabel yang paling kuat hubungannya dengan terjadinya penularan TB paru (OR = 1,63; p = 0,005). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kualitas udara dalam rumah ikut berperan terjadinya TB paru BTA (+)."
2000
T3368
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Alma Luspa
"Secara Nasional Penyakit TB paru sampai saat ini masih menjadi beban kerja yang berat, karena hampir 70% penderita TB paru adalah penduduk yang berusia produktif terutama mereka yang yang berasal dari ekonomi lemah, RS RK Charitas Kota Palembang merupakan salah satu jalan keluar (outlet) untuk peningkatan cakupan Program Penanggulangan Penyakit TB paru dengan strategi DOTS, sehingga dapat direplikasikan kepada RS swasta lainnya, haI ini terlihat tingginya angka sembuh dari hasil pelaksanaan pengobatan Penyakit TB paru dengan strategi DOTS. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi mendalam tentang proses efektifitas Penanggulangan Penyakit TB paru dengan strategi DOTS di RS RK Charitas Kota Palembang, dengan melihat dari pendekatan sistem, yang terdiri dari komponen masukan (input) terdiri dari tenaga pelaksana yang dilihat dari pengetahun, lama kerja, beban kerja dan sikap, serta dana, obat, sarana dan metoda. Komponen proses dilihat dari perencanaan, pelaksanaan dan monitoring. Penelitian ini dilakukan dengan metoda Kualitatif, di mana pengumpulan data dilakukan dengan melaksanakan wawancara mendalam (WM) dengan Direktur RS, Ketua tim Penanggulangan Penyakit TB paru serta Perawat kesehatan dan tenaga Farmasi yang bertugas di Poliklinik DOTS. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa proses Penanggulangan Penyakit TB paru dengan strategi DOTS di RS RK Charitas Palembang secara keseluruhan telah herhasil dengan baik, sesuai dengan Pedoman Nasional Penanggulangan Penyakit TB paru Departemen Kesehatan RI yaitu angka kesembuhan >85%, Drop out <10% dan angka kambuh 4,5%, Namun walau demikian masih terdapat kendala baik di komponen masukan (Input) maupun di pelaksanaan kegiatan. Untuk mereplikasikan keberhasilan Penanggulangan Penyakit TB paru dengan strategi DOTS ke RS swasta lainnya, maka perlu Political Komitmen dari Pimpinan RS, dan pemberian makanan tambahan, bebas biaya retribusi setiap kunjungan serta PMO dari kalangan keluarga sendiri. Dan pihak penanggung jawab Program Penanggulangan Penyakit TB paru yaitu Dinas Kesehatan Kota Palembang diharapkan untuk memberikan umpan balik dan saran dari hasil kerja RS RK Charitas serta benclunarking RS swasta Iainnya ke RS RK Charitas kota Palembang.

Tuberculosis disease currently is still a major problem, because almost 70% of lung tuberculosis sufferers are people in productive age, especially those from lower income. RK Charitas Hospital of Palembang City as one of outlets for improving the coverage of lung tuberculosis disease overcoming program by DOTS. It seems that this strategy can be applied to the other private hospitals, as it can be seen from the high of recovery rate of result implementation treatment of lung tuberculosis disease by DOTS strategy. The objective of this study is to obtain further information on the process of the effectiveness overcoming of lung tuberculosis disease by DOTS strategy at RK Charitas Hospital of Palembang City. We used system approach that covers of input components that consist of knowledge, working duration, attitude and workload of staff, fund, medicine, means and method. The process component included was planning, implementation and monitoring. This study conducted using qualitative method, where data collected by in-depth interview to the director of the hospital, the chief of the team on lung tuberculosis disease overcoming, nurses, chemistry officer who work at DOTS polyclinic. Based on the result of this study showed that the process of lung tuberculosis disease overcoming by DOTS strategy at RK Charitas hospital of Palembang. It wholly has been success with good result. And it met with the Lung Tuberculosis Disease Overcoming National Guidelines, MOH RI, i.e. recovery rate > 85%, drop-out < 10% and recurrence rate 4,5%, even though is still having obstacle in input component and the implementation activity.
To reapply the success of lung tuberculosis disease overcoming by DOTS strategy to other private hospitals, so it needs Political Commitment of the Hospital?s leader, and giving additional food, free from retribution each visiting also the PMO from nuclear family. For one who?s responsible to the program on lung tuberculosis overcoming, the Local Health Service of Palembang City, it is hoped to give a feedback and suggestion to the work achievement of RK Charitas Hospital also the benchmark from other private hospitals to RK Charitas Hospital of Palembang City.
"
Depok: Universitas Indonesia, 2002
T4036
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dizayrun
"ABSTRAK
Pasien TB kasus baru diharuskan menjalani pengobatan rutin dan tuntas. Namun, lamanya pengobatan disertai efek samping obat dapat menjadi penyebab menurunya kualitas hidup pasien sehingga jalanya pengobatan dapat terganggu. Penelitan ini bertujuan untuk melihat gambaran kualitas hidup pada pasien TB paru pada ketiga aspek yaitu aspek perubahan fisik, aspek perubahan mental, dan aspek perubahan sosial. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. Hasil penelitian menunjukan pasien memiliki kualitas hidup kategori baik diketiga aspek kualitas hidup. Peneliti menyarankan rumah sakit melibatkan keluarga pasien berperan aktif dalam jalannya pengobatan pasien; rumah sakit juga harus menyediakan sarana dan fasilitas yang mendukung peningkatan keterlibatan keluarga dalam pengobatan pasien.

ABSTRACT
New cases of active TB patients are required to undergo routine and complete treatment. However, the duration of therapy accompanied by side effects of drugs can be a cause of decreased quality of life of patients so that the procedure can be interrupted. The purpose of this study was to describe the quality of life of TB pulmonary patients in three aspects namely aspects of physical change, issues of mental adjustment, and points of social change. This research was a quantitative study with a descriptive design. The results showed that patients had a good quality of life in all three aspects of quality of life. The researcher suggests the hospital involves the patient's family to play an active role in the course of patient treatment and also provide facilities that support family involvement in the treatment of patients."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan. Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Indri Rizkiyani
"Menurut data WHO,Indonesia menempati urutan ketiga setelah India dan Cina untuk jumlah terbanyak kasus TB di dunia. Pada tahun 1993, WHO mencanangkan kedaruratan global penyakit TB karena banyak penderita yang tidak berhasil disembuhkan sehingga pada tahun 1995 program Directlyb served Treatment Shortcourse (DOTS) diberlakukan termasuk di Indonesia dan angka kesembuhan nasional adalah 85%. Berdasarkan laporan tahunan tahun 2006 Suku Dinas Kesehatan Masyarakat Jakarta Barat, angka kesembuhan TB Paru BTA positif masih 69,1% dan di Kecamatan Palmerah baru mencapai 64,6%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor- faktor yang berhubungan dengan kesembuhan penderita TB paru BTA positif di puskesmas wilayah Kecamatan Palmerah tahun 2006.
Penelitian ini menggunakan data sekunder yang berasal dari kartu pengobatan TB (TB-01) di puskesmas yang ada di Kecamatan Palmerah dengan desain studi crosssectional. Sampel penelitian berasal dari seluruh penderita TB paru BTA positif yang tercatat dalam formulir TB-01 pada tahun 2006. Analisis univariat bertujuan untuk menggambarkan distribusi frekuensi variabel dependen (kesembuhan) maupun variabel independen. Sedangkan analisis bivariat bertujuan untuk menjelaskan besarnya risiko (prevalenceratio) antara variabel independen dengan variabel dependen.
Hasilnyamenunjukkanbahwasebagianbesaradalahpenderitausiaproduktif(87,6%),penderita laki-laki (60,8%), penderitabaru (89,7%), penderita yang teratur berobat (83,5%), penderita yang taat memeriksakan dahak ulang (55,7%), penderita yang memiliki PMO (85,6%), penderita yang PMOnya berasal dari keluarga (96,4%), dan penderita yang jarak tempat tinggalnya dekat dengan puskesmas (91,8%). Sedangkan kekuatan hubungan yang paling besar untuk menentukan besarnya risiko adalah variabel keteraturan berobat (PR=9,9;CI=1,5-66,4).
Peran PMO sangat penting untuk proses kesembuhan seorang penderita TB BTA positif karena hanya TB BTA positif yang dapat menularkan penyakit tuberkulsis ke orang lain. Sehingga penyuluhan yang efektif untuk penderita maupun PMO sangat diperlukan, dan diharapkan petugas kesehatan lebih selektif dalam memilih PMO, jadi pemilihan PMO bukan hanya untuk dijadika nformalitas saja.
"
Depok: Universitas Indonesia, 2008
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Toman, K.
Geneva: World Health Organization, 1979
362.196 TOM t
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Siti Aisah
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2008
T-pdf
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Nidya Permatadewi Laksmana
"ABSTRAK
Anak-anak merupakan pribadi yang memiliki perspektif yang unik dalam melihat sebuah ruang. Namun, anak-anak sering dianggap sebagai pribadi yang tidak kompeten dalam mengambil keputusan. Hal ini berdampak pada kurangnya pelibatan anak-anak dalam proses desain walaupun mereka adalah pengguna utama dari desain. Skripsi ini bertujuan untuk memahami lebih jauh bagaimana akhirnya proses desain yang melibatkan anak-anak dapat menghasilkan ruang yang baik untuk anak-anak. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan perancangan partisipatorisdimana pendekatan ini memberiruang untuk semua orang berbicara dan menyampaikan pendapat mereka. Pendekatan desain ini memungkinkan anak-anak untuk terlibat dalam proses desain. Dengan melibatkan anak-anak dalam prosesnya, karakteristik komponen permainanseperti apa yang hadirdan bagaimana karakteristik tersebut dapat membantu anak-anak dalam tumbuh dan berkembang secara fisik dan mental. Ruang bermain anakdi lingkungan mereka akan menjadi fokusan utama dalam penulisan skripsi ini. Hal ini dikarenakan kecenderungan anak-anak yang tidak lagi memiliki ketergantungan untuk berkegiatan di lingkungan sekitarnya. Hal itu bertolak belakang pada kenyataan bahwa bereksplorasi dalam konteks lingkungan sekitar dibutuhkan oleh anak-anak untuk membantu tumbuh kembang mereka.

ABSTRACT
Children are individuals that have their unique perspective on how they see some space. However, children are often seen as individuals who are not competent in making decisions. This has an impact on the lack of involvement of children in the design process even though they are the main users of the design. This thesis aims to understand how the design process that involves children can produce good space for children. Participatory designis an approach that gives voice for everyone to speak and express their own opinions. This design approach allows children to be involved in the design process. By involving children in the process, what kind ofplay component characteristics emerge, and how these characteristics can help children grow and develop physically and mentally. Children's playroomsintheir environment will be the main focus in writing this thesis. This is due to the tendency of children who no longer tend to engage with their surrounding environment. In fact, exploring their surrounding environment is needed by children to help their growth and development."
2020
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sri Yuliastini
"

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan faktor kejadian diare pada balita 6-59 bulan di Kecamatan Babakan Madang tahun 2019. Desain penelitian adalah cross sectional. Metode pengambilan sampel yaitu cluster random sampling, diperoleh 612 balita. Pengumpulan data dilakukan bulan Mei-Agustus 2019, dengan mengukur berat badan dan panjang badan balita serta wawancara terstruktur kepada ibu balita menggunakan kuesioner. Hasil penelitian diketahui 22,5% balita mengalami diare pada 1 minggu, 2 minggu, 1 bulan dan 3 bulan terakhir sebelum wawancara dilakukan. Faktor dominan terjadinya diare pada balita 6-59 bulan di Kecamatan Babakan Madang tahun 2019 adalah sumber air bersih untuk minum setelah dikontrol variabel usia ibu, menyimpan MP-ASI sisa, potong kuku balita, air bersih untuk masak dan mencuci peralatan makan balita. Perlu diupayakan infrastruktur untuk memenuhi kebutuhan air minum bagi masyarakat berpenghasilan rendah, penyehatan lingkungan dengan penyuluhan tentang bahaya diare dan cara pencegahannya.


This study aims to determine the determinants incidence of diarrhea in infants 6-59 months in Babakan Madang District in 2019. Study design was cross sectional. Sampling method was purposive sampling, obtained 612 toddlers. Data collection in May August 2019, by measuring the weight and length of infants, structured interviews with toddler mothers using questionnaire. The results of the study found that 22.5% of children under five had diarrhea at 1 week, 2 weeks, 1 month and the last 3 months before the interview. Dominant factor in the occurrence of diarrhea in infants 6-59 months in Babakan Madang Sub-district in 2019 was the source of clean water for drinking after being controlled by the mother's age variable, storing leftover complementary feeding, cutting toddler's nails, clean water for cooking and washing toddler's tableware. Infrastructure needs to be sought to meet drinking water needs for low-income people, environmental health through counseling about the dangers of diarrhea and how to prevent it.

"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2020
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>