Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 183796 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Astridia Permatasari
"Penelitian ini bertujuan memberikan bukti terkait adanya efek moderasi headquarter regional culture pada pengaruh kinerja CSR terhadap kinerja keuangan low cost (LCC) dan full service (FSC) air-carrier. Hubungan tersebut diuji dengan moderated regression analysis terhadap sejumlah 200 observasi data panel dari 12 perusahaan LCC dan 28 perusahaan FSC pada periode 2015-2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya power distance index, long term oriented, masculinity dan indulgence memperlemah pengaruh negatif CSR terhadap ROA LCC dan memperlemah pengaruh positif CSR terhadap kinerja keuangan FSC (ROA dan Tobin’s Q). Budaya long term oriented dan indulgence juga memperlemah pengaruh positif yang tidak signifikan dari CSR terhadap Tobin’s Q LCC, sementara budaya power distance index dan masculinity memperkuat pengaruh tersebut.

This research aims to provide evidence related to the moderating effect of headquarter regional culture in the relationship of ESG performance and financial performance of low-cost carrier/LCC and full-service carrier/FSC. This relationship was investigated using moderated regression analysis on panel data of 200 observations from 12 LCC companies and 28 FSC companies in the 2015-2019 period. The results showed that the culture of power distance index, long term oriented, masculinity and indulgence weakened the negative impact of CSR on LCC’s ROA and weakened the positive impact of CSR on FSC's financial performance (ROA and Tobin's Q). Long-term oriented and indulgence culture also weakened the insignificant positive impact of CSR on LCC’s Tobin's Q, while power distance index and masculinity culture strengthened this influence."
Depok: Fakultas Ekonomi dan BIsnis Universitas Indonesia, 2021
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yusriati Alifah
"Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris mengenai pengaruh kinerja CSR dan tipe pengungkapan CSR terhadap biaya utang perusahaan, serta pengaruh moderasi pandemi Covid-19. Studi sebelumnya mengukur pengungkapan CSR secara umum, tanpa mempertimbangkan perbedaan tipe pengungkapan CSR berdasarkan motivasinya. Penelitian ini membedakan tipe pengungkapan CSR berdasarkan hard disclosure dan soft disclosure yang terkait dengan teori pengungkapan sukarela dan teori manajemen kesan. Dalam mengukur tipe pengungkapan CSR, penelitian ini mengacu pada Clarkson et al (2008) dengan melakukan kodifikasi item penelitian CSR. Menggunakan 600 sampel perusahaan tahun dari 2016 hingga 2020 pada ASEAN 5, hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja CSR terbukti mengurangi biaya utang. Tipe pengungkapan CSR hard mengurangi biaya hutang sesuai dengan teori pengungkapan sukarela, sementara CSR soft disclosure meningkatkan biaya hutang sesuai dengan teori manajemen kesan. Selain itu, pandemi dalam penelitian ini tidak terbukti memoderasi hubungan ketiganya, menunjukkan tidak ada perubahan penilaian kreditor atas kinerja dan tipe pengungkapan CSR dalam menentukan besaran biaya utang pada masa pandemi dan non pandemi. Akan tetapi, pada analisis tambahan dengan menggunakan sampel tahun 2019 dan 2020, regresi baik secara langsung maupun terpisah secara sub periode, menunjukkan hasil bahwa selama masa pandemi perusahaan dengan tipe pengungkapan soft dihargai dengan biaya utang yang lebih tinggi dibandingkan non pandemi. Hal ini mengimplikasikan bahwa kreditor lebih konservatif dalam menilai pengungkapan soft pada saat menentukan biaya utang.
.....This study aims to obtain empirical evidence regarding the effect of CSR performance and types of CSR use on the cost of corporate debt, as well as the moderating effect of the Covid-19 pandemic. Previous studies measure CSR in general, without considering the different types of CSR based on motivation. This study distinguishes the types of CSR use based on hard disclosure and soft disclosure which are related to the voluntary disclosure theory and impression management theory. In measuring the CSR disclosures types, this study refers to Clarkson et al (2008) by codifying CSR research items. Using a sample of 600 firm-year from 2016 to 2020 in ASEAN 5, the results show that CSR performance is proven to reduce the cost of debt. CSR hard disclosure reduces costs according to voluntary disclosure theory, while CSR soft disclosure increases the cost of debt according to impression management theory. In addition, the pandemic in this study was not proven to moderate the relationship between the three, indicating there was no change in the performance and CSR disclosure’s types in determining the amount of cost of debt during the pandemic and non-pandemic periods. However, in an additional analysis with the 2019 and 2020 samples, the regressions both directly and separately by sub-periods, show that during the pandemic period companies with returns that are rewarded with higher costs of debt than non-pandemic. This implies that creditors are more conservative in assessing soft disclosures when determining the cost of debt."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2022
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Fahd Al Aqib
"Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh kinerja CSR terhadap kinerja keuangan perusahaan dan menganalisis kemampuan komite CSR dalam memoderasi pengaruh kinerja CSR dengan kinerja keuangan perusahaan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 20 perusahaan non-finansial yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang memiliki nilai environmental, social, dan governance (ESG) sebagai pengukuran kinerja CSR pada periode 2013 hingga 2020. Penelitian ini menggunakan data panel yang diolah menggunakan regresi data panel fixed effect dan random effect. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja CSR memengaruhi Return on Assets perusahaan secara signifikan dan positif. Selain itu, hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa komite CSR tidak memiliki kemampuan dalam memoderasi kinerja CSR dan kinerja keuangan perusahaan.

This study aims to analyze the effect of CSR performance on firm’s financial performance and to investigate the ability of CSR committee in moderating the effect of CSR performance on financial performance of companies in Indonesia. The sample used in this study includes 20 non-financial companies that are listed in the Indonesia Stock Exchange and disclose environmental, social, and governance (ESG) scores as a proxy of CSR performance for the period of 2013 to 2020. This study uses panel data which is processed using fixed effect and random effect panel data regression. The results imply that CSR performance has significant and positive effect towards Return on Assets. Moreover, the results indicate that CSR committee does not have the ability to moderate CSR performance and firm’s financial performance."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisinis Universitas Indonesia, 2022
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fadilla Purwitasari
"ABSTRAK
Penelitian ini menganalisis pengaruh CSR pada kinerja keuangan 386 perusahaan non keuangan yang terdaftar di BEI tahun 2014. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CSR berpengaruh negatif signifikan pada Market-to-Book MB value ratio of equity dan tidak berpengaruh signifikan pada Return On Asset ROA . Hal ini disebabkan karena pengaruh CSR baru bisa terlihat dalam profitabilitas jangka pendek dan belum adanya formulasi yang tepat mengenai pengaruh CSR pada kinerja keuangan membuat para investor masih menganggap kegiatan CSR hanya sebagai hal yang hanya menghabiskan aset perusahaan.

ABSTRACT
This thesis analyzes the effect of CSR on financial performance of 386 non financial companies listed on the Stock Exchange in 2014. The study was a quantitative research by regression analysis. The results showed that CSR has a significant negative effect on the MB value ratio of equity and no significant effect on the ROA. This is due to the influence of CSR can be seen in the long term profitability and the absence of proper formulation on the effect of CSR on financial performance makes investors still consider CSR as a matter of spending the company 39 s assets."
2017
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Miharni Tjokrosaputro
"Maksud utama penelitian ini untuk meneliti etika pemasaran sebagai moderasi terhadap hubungan antara CSR, reputasi perusahaan dan implikasinya pada kinerja pemasaran perusahaan. Kinerja pemasaran diukur melalui kepuasan dan loyalitas pelanggan. Ranah penelitian ini termasuk dalam teori pemasaran sosial, dimana teori pertukaran sosial menjadi fondasinya. Selain itu, Resource based Theory digunakan untuk memperkuat penelitian ini guna menjelaskan kinerja pemasaran. Kesenjangan yang hendak dipecahkan adalah inkonsistensi pada sikap konsumen terhadap etika pemasaran dan CSR, inkonklusif pada hubungan CSR dan reputasi perusahaan, serta hubungan antara CSR dan kinerja pemasaran.
Adapun tujuan penelitian ini adalah menjawab pertanyaan penelitian sebagai berikut:
1. Apakah keyakinan konsumen terhadap CSR mempengaruhi reputasi perusahaan ?
2. Apakah reputasi perusahaan memediasi kaitan antara keyakinan konsumen terhadap CSR dan kinerja pemasaran perusahaan?
3. Apakah etika pemasaran memoderasi interaksi keyakinan konsumen terhadap CSR dan reputasi perusahaan?
4. Apakah etika pemasaran memoderasi interaksi reputasi dan kinerja pemasaran perusahaan?
5. Apakah keyakinan konsumen terhadap CSR mempengaruhi kinerja pemasaran perusahaan ?
Subyek penelitian ini adalah konsumen dari industri produk konsumen yang terdiri dari PT. Unilever Indonesia, Tbk., PT. Loreal Indonesia, PT. Procter and Gamble Indonesia, PT. Lion Wings Indonesia, dan PT. Kao Indonesia Chemicals. Penelitian berupa survei pada konsumen akhir dengan menggunakan metode analisis SEM.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa keyakinan konsumen terhadap CSR mempengaruhi reputasi perusahaan, etika pemasaran memoderasi interaksi keyakinan konsumen terhadap CSR dan reputasi perusahaan dengan pengaruh yang lebih besar pada kelompok dengan skor persepsi etika pemasaran dibawah rata-rata, dan persepsi konsumen terhadap etika pemasaran memoderasi interaksi reputasi dan kinerja pemasaran perusahaan terutama pada loyalitas pelanggan. Temuan ini menunjukkan bahwa etika pemasaran sebagai isu etis dapat mendorong peran CSR menjadi sumberdaya nirwujud yang memberi nilai strategis bagi perusahaan dengan membentuk reputasi sebagai aset perusahaan berbasis pasar (Market-based assets), yang akhirnya memberi pengaruh pada kinerja pemasaran perusahaan, dalam hal ini berupa kepuasan dan loyalitas pelanggan.
Selain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa efek moderasi etika pemasaran menguat pada kelompok dengan skor etika pemasaran dibawah rata-rata dibandingkan pada kelompok diatas rata-rata. Hal ini karena penelitian dilakukan pada produk konsumen yang memiliki harga relative murah dan perbedaan konteks penelitian karena penelitian sebelumnya tidak diadakan di Indonesia.
Kontribusi teoritis yang dicapai adalah sumbangan berupa pendalaman dan perluasan terhadap teori pertukaran sosial. Pendalaman terhadap teori pertukaran sosial berupa penggunaan persepsi konsumen terhadap etika pemasaran dan perluasan teori berupa pengukuran kinerja pemasaran. Sedangkan kontribusi dari konteks penelitian yang dilakukan berupa sumbangan pada penerapan pemasaran sosial dalam konteks bisnis di Indonesia.

The main purpose of this research is to study marketing ethics as moderator between CSR, firm’s reputation, and marketing performance. Marketing performance measured by consumer satisfaction and loyalty. The territory this research is social marketing theory and social exchange theory as the basis theory. In addition, Resource-based Theory is used to strengthen the research in order to explain the marketing performance. The lack of previous researches to be filled is the inconsistence relationship between marketing ethics and CSR upon the customer’s attitude, inconclusivity on the relationship of CSR and firm’s reputation, also the relationship between CSR and marketing performance.
The purpose of this research is to answer the research questions, which are:
1. How CSR beliefs affect firms’s reputations?
2. How firm’s reputation mediates CSR and firm’s marketing performance.
3. How marketing ethics moderates the relationship between CSR and firm’s reputation?
4. To show the moderation effect of marketing ethics in the relationship between firm’s reputation and firm’s marketing performance.
5. To show the influence of CSR to the firm’s marketing performance.
The subjects of this study were consumers of PT. Unilever Indonesia, Tbk., PT. L’Oreal Indonesia, PT. Procter and Gamble Indonesia, PT. Lion Wings Indonesia, and PT. Kao Indonesia Chemicals. This research utilizes survey method to collect data and were analyzed with SEM.
The results showed that consumer beliefs in CSR affect company reputation, marketing ethics moderate the relationship between consumer beliefs of CSR and firm’s reputation with a greater influence in the group with perception of marketing ethics score is below average, and marketing ethics moderate interaction between firm’s reputation and marketing performance especially in consumer loyalty. These findings suggest that marketing ethics can enhance the role of CSR as intangible resource that provides strategic value to the firm by establishing a reputation as market-based assets, which finally contributes on marketing performance, in this case a satisfaction and customer loyalty.
Furthermore, this study found that the moderating effects of marketing ethics is higher in below-average scores group than the above-average group. This phenomenon happened because this research conducted on consumer products that have a relatively low price and the difference in the context of the study, by which previous studies have not held in Indonesia.
Theoretical contribution of this research is ??in the form of deepening and widening to social exchange theory. The deepening of social exchange theory in the form of the use of consumer perceptions of marketing ethics and the expansion of the theory purports to measure marketing performance. Whilst the context contribution of the research was based on the contribution on the application of social marketing in the context of business in Indonesia
"
Depok: Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, 2014
D-pdf
UI - Disertasi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Eki Putri Susilowati
"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah Bank Pembangunan Daerah memiliki kinerja yang baik apabila memiliki modal intelektual Total Bank Pembangunan Daerah yang penulis teliti sebanyak 26 perusahaan sejak tahun 2005 sampai 2014 Dalam penelitian ini penulis mengukur modal intelektual melalui HCE SCE CEE dan VAICTM Sedangkan untuk mengukur kinerja keuangan penulis menggunakan ROA dan ROE Penelitian ini menggunakan 4 model dimana didapatkan hasil yang menunjukan bahwa VAICTM berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan Namun ketika VAICTM dibagi kedalam 3 komponen maka CEE merupakan komponen yang paling berpengaruh terhadap kinerja keuangan BPD.

This study aims to determine the Regional Development Banks whether has a good performance if it has intellectual capital Total Regional Development Banks of this research are 26 companies from 2005 to 2014 In this study intellectual capital is measured using the HCE SCE CEE and VAICTM Meanwhile to company rsquo s performance is measured using the ROA and ROE This study used four models where the results show that VAICTM positively associated with company 39 s financial performance But when VAICTM is split into three components CEE is the most influence component on financial performance in Regional Development Banks."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2016
S62509
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hannum Prabawati Siswaya
"Penelitian ini membahas mengenai pengaruh disclosure yang dilakukan sebuah perusahaan pada hubungan kinerja CSR yang bertanggung jawab CSR strength dan tidak bertanggung jawab CSR concern dengan nilai perusahaan tersebut berdasarkan sektor industrinya yang berada dalam kategori sensitif atau non-sensitif. Sampel data yang digunakan adalah perusahaan-perusahaan non-keuangan yang terdaftar di bursa efek negara Thailand, Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Singapura sejak tahun 2006 hingga 2015. Dari penelitian ini, ditunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara disclosure atas setiap kinerja CSR dengan nilai perusahaan di perusahaan-perusahaan berindustri sensitif, sedangkan pada perusahaan-perusahaan berindustri non-sensitif, hanya disclosure atas kinerja CSR concern saja yang signifikan.

This research discusses the influence of disclosure done by a firm on CSR strength and CSR concern with the value of the firm based on its industrial sector which is in the sensitive or non sensitive category. The sample data used are non financial companies listed on the stock exchanges of Thailand, Indonesia, Malaysia, Philippines, and Singapore from 2006 to 2015. From this study, there is an indication of significant relationship between disclosure on all CSR performance with firm value in firms on sensitive industries, whereas firms on non sensitive industries only have a significant relationship on disclosure of CSR concern performance."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2017
S67654
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Manuel Aristo Surbakti
"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kinerja perusahaan terhadap kinerja CSR yang dimoderasi oleh proporsi dewan komisaris independen pada perusahaan nonkeuangan yang terdaftar di BEI periode 2016 sampai dengan 2020. Dengan purposive sampling, didapatkan 1.940 sampel. Peneliti menggunakan regresi data panel. Hasil menunjukkan kinerja perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja CSR. Perusahaan memiliki tanggung jawab sosial terhadap masyarakat sehingga baik dan buruknya kinerja perusahaan tidak mempengaruhi kinerja CSR. Hasil juga menunjukkan proporsi dewan komisaris independen tidak dapat memperkuat pengaruh kinerja perusahaan terhadap kinerja CSR. 

This study aims to find out the effect between the company's performance and CSR performance in non-financial companies listed on the IDX for the period 2016 to 2020. Using purposive sampling, 1,940 research samples were obtained. Researchers use regression panel data. The results showed the company's performance was not significantly related to CSR performance. Companies have a social responsibility to society that the good and bad performance of the company does not affect CSR performance. The results also showed the proportion of independent boards of commissioners could not strengthen the influence of company's performance on CSR."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2022
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Raffael Han
"Dalam beberapa tahun terakhir, globalisasi telah menjadi metode yang jauh lebih mudah untuk berkomunikasi dan memperluas jaringan. Corporate Social Responsibility telah menjadi sangat penting. Dalam perspektif investor, CSR ini telah menjadi hal penting untuk dipertimbangkan dalam membuat keputusan investasi. Tesis ini akan membuat beberapa independent t-test analisis dan satu arah analisis Anova untuk menemukan apakah ada perbedaan yang signifikan antara perusahaan yang memiliki tanggung jawab sosial yang tinggi dibandingkan dengan perusahaan yang memiliki tanggung jawab sosial perusahaan yang rendah. Analisis ini akan menghasilkan sebuah kesimpulan akan adanya perbedaan yang signifikan antara ROE & ROA yang dipengaruhi oleh CSR di persusahaan. Namun, tidak ada perbedaan yang signifikan pada ratio Sharpe ratio Treynor dalam hubungannya dengan CSR dan  kinerja keuangan di perusahaan. Kesimpulan dari thesis ini adalah para investor harus memperhatikan hubungan CSR dan kinerja keuangan jika merka menitikberatkan pada perhitungan akuntansi. Akan tetapi, jika para investor lebih menitikberatkan pada perhitungan market-based untuk keputusan berinvestasi, maka CSR tidak perlu menjadi salah satu komponen penting yang mempengaruhi keputusan berinvestasi dari investor. 

In the recent years, where globalization has taken into place for a far greater easier method of communications and networking, Corporate Social Responsibility has been ever so critically important. In the investors’ perspective, this topic has been a conundrum to take Corporate Social Responsibility into account in making investing decisions or not. This thesis will make several independent t-test analyses and One-way ANOVA analysis to find if there is a significant difference in high performing corporate social responsibility versus those companies that are low performing corporate social responsibility. The analyses will also attempt to find correlation by performing post-hoc analyses. The analyses will come to a conclusion about the significant difference in ROE and ROA due to the impact of CSR in companies; however, there are no significant differences in Sharpe ratio and Treynor ratio in relation to CSR and financial performance in companies. The conclusions of the thesis are that investors will have to take into account about relations of CSR to financial performance if they put emphasis in accounting measures; however, if an investor puts more emphasis on market-based measure for their investing decisions, then CSR should not be one of the key components to affect the investing decisions of an investor."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2014
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Shelly Rufita
"ABSTRAK
Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh bukti empiris pengaruh praktik pelaporan CSR terhadap kualitas pengungkapan CSR serta pengaruh kualitas pengungkapan CSR tersebut terhadap kinerja perusahaan. Praktik pelaporan CSR dinyatakan melalui tiga variabel: i) Laporan CSR tersendiri, ii) kerangka pelaporan GRI, dan iii) jasa asurans. Kualitas Pengungkapan CSR diukur dengan empat indeks: i) kuantitas relatif, ii) densitas, iii) akurasi, dan iv) orientasi manajerial. Penelitian ini meneliti perusahaan yang terdaftar pada BEI dan indeks Kompas100 periode 2012-2014 dengan teknik analisis regresi linier berganda. Kontribusi dari penelitian ini adalah menggunakan pengukuran kualitas pengungkapan yang lebih komprehensif dan menguji pengaruh antara praktik pelaporan CSR, kualitas pengungkapan CSR, serta kinerja perusahaan. Hasil penelitian menunjukan seluruh praktik pelaporan CSR berpengaruh positif terhadap kualitas pengungkapan CSR. Namun, kualitas pengungkapan CSR tidak berpengaruh terhadap kinerja perusahaan, sehingga secara tidak langsung praktik pelaporan CSR tidak memengaruhi kinerja perusahaan.

ABSTRACT
This study investigates the effect of CSR reporting practices on CSR disclosure quality and the effect of the CSR disclosure quality to corporate performance. The CSR reporting practices are stated through three variables: i) CSR standalone report, ii) GRI reporting framework, and iii) external assurance. The CSR disclosure quality is measured by four indexes: i) relative quantity, ii) density, iii) accuracy, and iv) managerial orientation. This study uses companies listed in the Indonesia Stock Exchange and Kompas100 index for 2012 to 2014 and multivariate linear analysis method. Contribution of this study are using more comprehensive measurement of CSR disclosure quality and investigates the effect of the CSR reporting practices, the CSR disclosure quality, and the corporate performance. This study finds that all CSR reporting practices have positive effect on the CSR disclosure quality. However, the CSR disclosure quality does not have impact to the corporate performance. So, CSR reporting practices does not have effect to corporate performance indirectly
"
2016
S63895
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>