Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 12426 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Abigail Shekinah Glory
"Penggunaan fotokatalis TiO2 dan modifikasinya dalam produksi hidrogen secara fotokatalitik merupakan salah satu teknologi yang ramah lingkungan. Salah satu solusi untuk mengatasi keterbatasan TiO2 dalam pemanfaatan sinar tampak adalah penambahan g-C3N4 dan grafena yang memiliki kesamaan struktur 2D dengan peran yang berbeda dalam meningkatkan aktivitas fotokatalis. Penelitian ini mengkaji pengaruh loading g-C3N4 dan grafena pada TiO2 serta kombinasinya terhadap kinerja produksi hidrogen secara fotokatalitik. Sintesis katalis pada penelitian ini dilakukan dengan metode impregnasi. Karakterisasi fotokatalis dilakukan pada TiO2 P25, g-C3N4, variasi dari g-C3N4/TiO2 dan G/TiO2, serta g-C3N4/G/TiO2 dengan karakterisasi XRD, UV-Vis, dan FTIR. Uji produksi Hidrogen dilakukan dalam reaktor dengan pencahayaan internal yang dilengkapi lampu UV 20W, dan buret dengan karakterisasi produk H2 menggunakan GC. Akumulasi hidrogen yang diperoleh dengan katalis TiO2 P25, 1% g-C3N4/TiO2, 0,3% G/TiO2, dan g-C3N4/G/TiO2 secara berturut-turut sebesar 327,22 µmol, 661,43 µmol, 727,99 µmol, dan 491,2 µmol mengindikasikan bahwa 0,3% G/TiO2 adalah katalis dengan efektivitas tertinggi dengan band gap 2,97 eV yang dapat meningkatkan produksi hidrogen hingga 2,22 kali lebih tinggi dari TiO2 P25. Kombinasi g-C3N4/G/TiO2 tidak menunjukkan performa maksimal karena keberadaan g-C3N4 dan grafena secara bersamaan diduga menyebabkan adanya efek yang menghambat peran dari masing-masing promotor tersebut dalam memperbaiki performa TiO2 dalam memproduksi H2 secara fotokatalitik.

The modification of TiO2 as a photocatalyst in photocatalytic hydrogen production is one of the environmentally friendly technologies. One of the solutions to resolve its limitation in utilizing visible light efficiently of TiO2 is the addition of Graphitic Nitride and Graphene that have a similar 2D structure with different role to improve the photocatalytic activity. This study examines the effect of loading g-C3N4 and Graphene in TiO2 along with the combination of those materials to the performance of photocatalytic hydrogen production. The synthesis process on this study was done by an impregnation method. The photocatalyst characterization was conducted on TiO2 P25, g-C3N4, variations of g-C3N4/TiO2 and G/TiO2, also g-C3N4/G/TiO2 with the method of XRD, UV-Vis, and FTIR. Hydrogen production experiment was carried out in a reactor with with 20W UV lamp, and burette with the GC analysis for the product’s characterization. The accumulation of hydrogen products for TiO2 P25, 1% g-C3N4/TiO2, 0,3% G/TiO2, and g-C3N4/G/TiO2 were 327,22 µmol, 661,43 µmol, 727,99 µmol, dan 491,2 µmol, respectively, indicating that 0.3% G/TiO2 is the most effective catalyst with a band gap of 2.97 eV that can improve the hydrogen production up to 2.22 times of TiO2 P25. The g-C3N4/G/TiO2 was not performed maximally because of the presence of g-C3N4 and Graphene simultaneously suspected could block the roles of each promoter to improve the photocatalytic performance of TiO2 in producing H2."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2022
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Jenny Azzahra
"Salah satu teknologi produksi hidrogen yang ramah lingkungan adalah pemisahan air secara fotokatalitik dengan TiO2. Modifikasi TiO2 dengan dopan logam transisi Ni memerlukan bantuan promotor untuk memaksimalkan produksi hidrogen. Grafena dan g-C3N4 dapat berperan sebagai promotor bagi TiO2 karena memiliki kesamaan struktur 2D namun memiliki peran yang berbeda dalam produksi hidrogen secara fotokatalitik. Pada penelitian ini, loading Ni divariasikan pada Ni-G/TiO2 hingga diperoleh loading Ni terbaik dengan produksi hidrogen tertinggi, kemudian akan digunakan pada Ni-g-C3N4/TiO2 untuk membandingkan pengaruh promotor grafena dan g-C3N4. Karakterisasi fotokatalis dilakukan dengan analisis XRD, UV-Vis, dan FTIR. Uji produksi hidrogen dilakukan selama 4 jam dalam reaktor menggunakan lampu UV 20W dengan pencahayaan internal. Hasil uji produksi hidrogen untuk variasi loading Ni (0%, 0,5%, 1%, 2%, dan 4%) pada Ni-G/TiO2 berturut-turut sebesar 407,95 μmol, 450,62 μmol, 418,87 μmol, 477,89 μmol, dan 507,38 μmol. Sementara hasil uji produksi hidrogen pada TiO2 P25, g-C3N4, dan 4% Ni-g-C3N4/TiO2 berturut-turut sebesar 327,02 μmol, 291,93 μmol, dan 358,81 μmol. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komposit 4% Ni-G/TiO2 merupakan alternatif yang menjanjikan untuk produksi hidrogen secara fotokatalitik karena menghasilkan hidrogen hingga 55% lebih tinggi dari TiO2 P25.

One of environmentally friendly hydrogen production technologies is photocatalytic water-splitting with TiO2. Modification of TiO2 with transition metal Ni requires the help of promoter to maximize hydrogen production. Graphene and g-C3N4 can act as promoters for TiO2 because they have the same 2D structure but have different roles in photocatalytic hydrogen production. In this study, Ni loading was varied on Ni-G/TiO2 to obtain the best Ni loading with the highest hydrogen production, then it would be used on Ni-g-C3N4/TiO2 to compare the effect of graphene and g-C3N4 promoters. Photocatalyst characterization was carried out by XRD, UV-Vis, and FTIR analysis. Hydrogen production test was carried out for 4 hours in a reactor using 20W UV lamp with internal lighting. The results of the hydrogen production test for variations in Ni loading (0%, 0.5%, 1%, 2%, and 4%) on Ni-G/TiO2 were 407.95 μmol, 450.62 μmol, 418.87 μmol, 477.89 μmol, and 507.38 μmol. Meanwhile, the results of the hydrogen production test on TiO2 P25, g-C3N4 and 4% Ni-g-C3N4/TiO2 were 327.02 μmol, 291.93 μmol, and 358.81 μmol. The results of this study indicate that 4% Ni-G/TiO2 is a promising alternative for photocatalytic hydrogen production because it produces up to 55% higher than TiO2 P25.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2022
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nurhayati Indah Ciptasari
"Dalam beberapa tahun terakhir, peningkatan pesat teknologi telah mendorong pengembangan berbagai jenis material di bidang ilmu pengetahuan dan penelitian. Salah satu material yang paling populer untuk penelitian adalah reduced Graphene Oxide (rGO). Material dibuat dari Graphene Oxide (GO) dengan melakukan berbagai metode pengolahan kimia dan termal untuk mengurangi kandungan oksigen di dalamnya. Sifat-sifat luar biasa dari rGO seperti sifat termal, mekanik, dan elektronik menjadikannya sebagai kandidat bahan yang potensial digunakan dalam berbagai aplikasi dengan penambahan matriks untuk memperluas penggunaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kemungkinan material nanokomposit reduced Graphene Oxide (rGO) untuk aplikasi fotokatalitik yang lebih ramah lingkungan serta pengembangan material nanokomposit reduced Graphene Oxide (rGO) untuk aplikasi superkapasitor. Penelitian dilakukan dengan beberapa tahapan. Pertama dengan membuat bahan baku reduced graphene oxide dari grafit dengan menggunakan metode Hummers modifikasi. Kemudian mensintesis rGO dengan AgNPs (Perak Nanopartikel) menggunakan metode hidrotermal in-situ dengan reduktor NaBH4. Setelah itu, dilakukan pengujian aktivitas fotokatalitiknya terhadap ion Pb untuk mengetahui kinerja efektivitas rGO/AgNPs fotokatalitik dan potensinya sebagai bahan fotokatalitik alternatif dalam pengolahan limbah. Selanjutnya sintesis nanokomposit rGO dengan ZrO2 (Zirkonia) dilakukan dengan metode hidrotermal in-situ menggunakan reduktor NaBH4. Kemudian dilakukan karakterisasi sifat fisik dan kimianya agar dapat diaplikasikan pada superkapasitor. Analisis dilakukan dengan menggunakan X-Ray Diffraction (XRD), Scanning Electron Microscope (SEM), Spektroskopi Raman, Spektrofotometer UV-Vis, Fourier Transform Infra Red (FTIR), dan Electrochemical Impedance Spectroscopy (EIS). Hasil penelitian ini Sintesis nanokomposit rGO/AgNPs menggunakan metode hidrotermal in-situ dengan reduktor NaBH4 untuk menguji aktivitas fotokatalitiknya terhadap ion Pb berhasil dilakukan. Performa fotokatalitik dengan uji terhadap ion Pb didapatkan persentase maksimum sebesar 44% pada 1,5 jam iradiasi. Nanokomposit rGO/ZrO2 berhasil disintesis dengan metode hidrotermal in-situ menggunakan reduktor NaBH4. Nilai spesifik kapasitansi tertinggi sebesar 482 F/g diperoleh pada rGO-ZrO2 = 1:2 dengan menggunakan PANI dalam larutan elektrolit H2SO4 karena pada kondisi ini menghasilkan nilai resistansi yang rendah sebesar 238,53 ohm.  

In recent years, rapid advancements in technology have driven the development of various types of materials in the field of science and research. One of the most popular materials for research is reduced Graphene Oxide (rGO). This material is made from Graphene Oxide (GO) through various chemical and thermal processing methods to reduce its oxygen content. The outstanding properties of rGO, such as thermal, mechanical, and electronic properties, make it a potential candidate for use in various applications with matrix additives to expand its usage. This research aims to explore the potential of reduced Graphene Oxide (rGO) nanocomposite materials for environmentally friendly photocatalytic applications and the development of rGO nanocomposite materials for supercapacitor applications. The research is conducted in several stages. Firstly, raw materials of reduced graphene oxide are produced from graphite using a modified Hummers method. Then, rGO is synthesized with AgNPs (Silver Nanoparticles) using an in-situ hydrothermal method with NaBH4 as the reducing agent. Subsequently, the photocatalytic activity of the rGO/AgNPs composite is tested against Pb ions to evaluate its effectiveness and potential as an alternative photocatalytic material in wastewater treatment. Furthermore, the synthesis of rGO nanocomposites with ZrO2 (zirconium dioxide) is carried out using an in-situ hydrothermal method with NaBH4 as the reducing agent. The physical and chemical properties of the nanocomposites are characterized for their application in supercapacitors. Analysis is performed using X-Ray Diffraction (XRD), Scanning Electron Microscope (SEM), Raman Spectroscopy, UV-Vis Spectrophotometry, Fourier Transform Infrared (FTIR) Spectroscopy, and Electrochemical Impedance Spectroscopy (EIS). The results of this research show the successful synthesis of rGO/AgNPs nanocomposites using an in-situ hydrothermal method with NaBH4 as the reducing agent to test their photocatalytic activity against Pb ions. The photocatalytic performance, tested against Pb ions, achieved a maximum percentage of 44% after 1.5 hours of irradiation. Additionally, the rGO/ZrO2 nanocomposites were successfully synthesized using the in-situ hydrothermal method with NaBH4 as the reducing agent. The highest specific capacitance value of 482 F/g was obtained at rGO-ZrO2 = 1:2 ratio, using PANI in the H2SO4 electrolyte solution, as this condition resulted in a low resistance value of 238.53 ohms."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2023
D-pdf
UI - Disertasi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Lizbeth Cantik Christina
"Fotokatalisis merupakan proses katalisis reaksi yang dapat berlangsung dengan adanya cahaya atau foton. Fotokatalisis dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan bahan bakar ramah lingkungan seperti gas hidrogen, dari reaksi redoks molekul air menjadi gas H2 dan O2. Metal-organic framework (MOF) sebagai material yang bersifat semikonduktor memiliki kemampuan untuk menjadi fotokatalis yang baik apabila terintegrasi dengan logam dan ligan penyusun yang bersifat fotoaktif. Dalam penelitian ini, MOF berbasis logam lantanida (Sm dan Dy) dengan ligan perylene 3,4,9,10-tetrakarboksilat (PTC) disintesis dengan metode solvotermal pada temperatur 170 °C dalam pelarut DMF-H2O. Rasio mol logam dan mol ligan serta waktu sintesis divariasikan dalam proses sintesis untuk diamati pengaruhnya terhadap struktur dan sifat fotokatalitik MOF. Dari hasil karakterisasi UV-Vis DRS, diketahui bahwa seluruh sampel MOF memiliki nilai energi celah pita yang relatif kecil, yaitu antara 2.175-2.328 eV. Karakterisasi XRD dan SEM-EDS membuktikan struktur kristal MOF telah terbentuk dengan persebaran yang belum homogen dalam seluruh bagian sampel, serta memiliki nilai kristalinitas meningkat seiring dengan semakin lamanya waktu sintesis. Kedua sampel MOF memiliki stabilitas termal yang baik, dimana reaksi dekomposisinya terjadi pada temperatur 525 °C. Ukuran pori MOF adalah mesopori, dengan luas permukaan 51.853 m2/g untuk Sm-MOF serta 36.228 m2/g untuk Dy-MOF. Adanya data karakterisasi multi pulse amperometry membuktikan Sm-MOF dan Dy-MOF memiliki respons yang baik terhadap cahaya. Nilai potensial reduksi dan oksidasi untuk Sm-MOF adalah -1.763 V dan 0.45 V, sedangkan untuk Dy-MOF adalah -1.982 V dan 0.28 V vs NHE. Dari hasil fotokatalisis larutan air dan metanol 10% oleh sampel Sm-MOF dan Dy-MOF, diproduksi gas hidrogen dengan rata-rata tiap jam untuk kedua sampel MOF adalah sebesar 8.788 μmol g-1 untuk Sm-MOF, dan 8.333 μmol g-1 untuk Dy-MOF. Dari hasil produksi hidrogen ini dan juga karakterisasi lainnya, dapat disimpulkan bahwa Sm-MOF dan Dy-MOF memiliki potensi untuk menjadi material fotokatalis yang baik dan dapat digunakan untuk memproduksi gas hidrogen

Photocatalysis is a catalysis process which takes place in the presence of light or photons. Photocatalysis can be used to produce environmentally friendly fuel such as hydrogen gas, from the redox reaction of water molecules to H2 and O2 gas. Metal-organic framework (MOF) as a semiconductor material has the ability to become a good photocatalyst material when it is integrated with metals and constituent ligands that have photoactive properties. In this study, MOF which composed of lanthanide metals (Sm and Dy) and perylene 3,4,9,10-tetracarboxylate ligand (PTC) were synthesized using solvothermal method at a temperature of 170 °C in DMF-H2O solvent. The metal to ligand mole ratio and synthesis time were varied in this study to observe their effects on the structure and photocatalytic properties of MOF. From the results of UV-Vis DRS characterization, it is known that all MOF samples have a relatively small band gap energy value, which are between 2,175-2,328 eV. The characterization of XRD and SEM-EDS proves that MOFs in this study have crystalline structure with non-homogeneous distribution in all parts of the sample. The crystallinity value of MOFs increases along with the longer synthesis time. Both MOF samples have good thermal stability, where the decomposition reaction takes place at a temperature of 525 °C. The pore size of MOFs are mesoporous, with the surface area of 51,853 m2/g for Sm-MOF and 36,228 m2/g for Dy-MOF. Supported with multi pulse amperometry characterization data, Sm-MOF and Dy-MOF in this study proved to have good response to light. Reduction and oxidation potential values for Sm-MOF are -1.763 V and 0.45 V, while for Dy-MOF are -1.982 V and 0.28 V vs NHE. From the photocatalysis process of 10% aqueous methanol solution by Sm-MOF and Dy-MOF samples, the average amount of hydrogen gas produced by two MOF samples were 8.788 μmol g-1 for Sm-MOF, and 8.333 μmol g-1 for Dy-MOF. From these results of hydrogen production and other characterizations, it can be concluded that Sm-MOF and Dy-MOF have the potential to become good photocatalyst materials and can be used to produce hydrogen gas."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Edrian Edwin
"Material fotokatalis Mg2+ ? ZnO dengan penambahan surfaktan disintesis untuk peningkatan efisiensi fotokatalisis dari semikonduktor ZnO. Serbuk fotokatalis yang disintesis dengan menggunakan teknik presipitasi ini dikarakterisasi melalui serangkaian pengujian, seperti pengujian X-Ray Diffraction (XRD), pengujian Ultraviolet Visible Spectroscopy (UV-Vis Spectroscopy) dan pengujian Field Emission Scanning Electron Microscope (FE SEM). Metil jingga sebagai media degradasi digunakan untuk mengetahui aktivitas fotokatalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ion Mg2+ dan surfaktan mempengaruhi aktivitas fotokatalis ZnO. Ion Mg2+ berperan penting dengan memodifikasi nilai energi celah pita dari sampel tersebut. Sedangkan surfaktan berperan penting dalam pengontrolan bentuk partikel nano yang dihasilkan. Kombinasi dari kedua komponen, yaitu penambahan ion Mg2+ dan jenis surfaktan yang tepat, akan meningkatkan aktivitas fotokatalisis dari material tersebut.

Mg2+ ZnO photocatalyst material were synthesized with surfactant added for the enhancement in photocatalytic efficiency from ZnO semiconductor. The photocatalyst powder synthesized by using precipitation method were characterized by several testing, such as X-Ray Diffraction (XRD), Ultraviolet Visible Spectroscopy (UV-Vis Spectroscopy) and Field Emission Scanning Electron Microscope (FE SEM) testing. Methyl orange as degradation media was used to determine the photocatalytic activity. The results showed that Mg2+ ion and surfactant influence the ZnO photocatalytic activity. Mg2+ ion played an important role in modifying the band gap values from the samples. While surfactant greatly influenced in controlling the nanoparticles? shape produced. The combination of those two component, appropriate concentration of Mg2+ ion and right type of surfactants, will enhance the materials? photocatalytic activity."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2013
S44644
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ibnu Sultan A.
"ABSTRAK
Upaya untuk memproduksi hidrogen masih sedikit dari sumber yang terbarukan, termasuk hasil limbah biomassa berupa gliserol. Kombinasi proses fotokatalisis dan reformasi uap untuk produksi hidrogen telah diinvestigasi. Analisis SEM menunjukkan morfologi batu apung yang di-coating dengan TiO2 dan TiO2-Ni menempel pada batu apung secara merata. Analisis UV-Vis DRS menunjukkan batu apung yang di-coating TiO2 dan TiO2-Ni memiliki absorbansi dengan band gap energy yaitu menjadi 3,1 eV untuk batu apung-TiO2 dan 3 eV untuk batu apung-TiO2-Ni sehingga menunjukkan adanya penurunan energy bandgap. Penambahan dopan Ni pada TiO2 mampu menaikkan produksi hidrogen mencapai 1,5 kali lebih banyak dibandingkan hanya dengan TiO2. Melalui proses fotokatalisis selama 250 menit dengan mengkombinasikan proses fotokatalisis dan reformasi uap pada suhu 100 0C menghasilkan hidrogen sebesar 2334 µmol.

ABSTRACT
Attempts to produce hydrogen is still slightly from renewable sources, including biomass waste results in the form of glycerol. The combination process of photocatalytic and steam reforming for hydrogen production has been investigated. SEM analysis showed that the morphology of pumice-coating with TiO2 and TiO2-Ni stuck in pumice evenly. UV-Vis DRS analysis shows that in the pumice-coating of TiO2 and TiO2-Ni has absorbance with a band gap energy is 3.1 eV for pumice-TiO2 and 3 eV for pumice-TiO2-Ni suggesting a decrease in the bandgap energy . The addition of dopants Ni on TiO2 is able to increase the production of hydrogen up to 1.5 times more than the just the TiO2. Through a photocatalytic process for 250 minutes by combining the photocatalytic process and steam reforming at 100 0C produces hydrogen at 2334 μmol.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2013
T36065
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Katsnelson, Mikhail I.
Cambridge, UK: Cambridge University Press, 2012
546.681 KAT g
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Rika Firmansyah
"ZnO memiliki akitifitas fotokatalis yang sangat baik di bawah sinar UV namun celah pita yang lebar dari ZnO (3,19 eV) menjadikan aktivitas fotokatalitik pada sinar tampak cukup rendah. Peningkatan aktivitas fotokatalitik ZnO pada sinar tampak telah berhasil dilakukan melalui proses komposit dengan ZnMoO4 secara hydrothermal green synthesis menggunakan ekstrak daun Mentha x piperita yang mengandung alkaloid sebagai sumber basa lemah dan metabolit sekunder lainnya sebagai capping agent. Produk nanokomposit ZnO/ZnMoO4 telah dikarakterisasi dengan baik menggunakan FTIR, XRD, UV-Vis DRS, SEM, FESEM, dan TEM. Nanokomposit ZnO/ZnMoO4 mempunyai energi celah pita (band gap) 2,61 eV yang akan menjadi pemicu reaksi heterojunction fotokatalisis dalam sinar tampak. Pembuktian terjadinya peningkatan aktivitas fotokatalitik didasarkan pada hasil degradasi zat warna Rhodamine B (Rh B) oleh komposit ZnO/ZnMoO4 dalam cahaya tampak. Hasil degradasi zat warna Rh B oleh nanokomposit ZnO/ZnMoO4 pada cahaya tampak adalah sebesar 83,7% yang jauh lebih baik dibandingkan ZnO yang hanya mencapai 13,9%. Pengembangan metode green synthesis pada penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengurangi penggunaan bahan prekursor yang beracun.

ZnO has very good photocatalytic activity under UV light but the wide band gap of ZnO (3,19 eV) makes the photocatalytic activity in visible light quite low. Enhancing the photocatalytic activity of ZnO in visible light has been successfully carried out by compositing with ZnMoO4 through hydrothermal green synthesis using Mentha x piperita leaf extract which contains alkaloids as a weak base source and other secondary metabolites as capping agents. The products of ZnO/ZnMoO4 nanocomposites have been well characterized using FTIR, XRD, UV-Vis DRS, SEM, FESEM, and TEM. The ZnO/ZnMoO4 nanocomposite has a band gap energy of 2.61 eV which will trigger a heterojunction photocatalytic reaction in visible light. Evidence of the increasing photocatalytic activity was based on the results of the degradation of Rhodamine B (Rh B) dye by the ZnO/ZnMoO4 composite in visible light. The result of the degradation of Rh B dye by the ZnO/ZnMoO4 nanocomposite in visible light is 83.7% wich is much better than ZnO which only reached 13.9%. The development of the green synthesis method in this research was carried out with the aim of reducing the use of toxic precursor materials."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2023
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Farid Wijaya
"Fotokatalis Li+-ZnO disintesis untuk kepentingan peningkatan efisiensi fotokatalisis dari smeikonduktor ZnO. Serbuk fotokatalis yang disintesis dengan menggunakan teknik presipitasi ini dikarakterisasi melalui serangkaian pengujian, seperti pengujian X-Ray Diffraction (XRD), pengujian Ultraviolet-Visible (UV- Vis), dan pengujian Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). Metil jingga sebagai media degradasi digunakan untuk mengestimasi aktivitas fotokatalisis dari sampel-sampel dengan melakukan perhitungan pada presentase degradasi dari media tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas fotokatalisis meningkat dengan penambahan konsentrasi doping. Selain itu, semakin besar konsentrasi doping, maka semakin kecil celah pita energi yang membuat semakin mudahnya eksitasi elektron dari pita valensi ke pita konduksi.

Li+-ZnO photocatalys were synthesized for the sake of improvement in photocatalytic efficiency from ZnO seiconductor. The photocatalyst powder synthesized by using precipitation mehod were characterized by several testing, such as X-Ray Diffraction (XRD) testing, Ultraviolet-Visible (UV-Vis) testing, and Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS) testing. Methyl orange as degradation media was used to estimate the photocatalytic activity from samples by calculating the degradation percentage of those media. The result showed that photocatalytic activity increased with the higher doping concentration. In addition, higher concentration of doping, smaller band gap energy making electron easily exicitate."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2013
S44922
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Arief
"Dalam penelitian ini telah berhasil disintesis nanopartikel Seng Oksida (ZnO) dari prekusor Zn(CH3COO)2. 2H2O dalam bentuk cairan koloid dengan metode pengendapan kimia basah berdasarkan variasi konsentrasi larutan natrium hidroksida. Variasi konsentrasi larutan natrium hidroksida yang digunakan adalah 0,1; 0,2; dan 0,4 M. Reaksi pengendapan kimia basah merupakan metode sintesis yang mudah dan murah karena tidak membutuhkan suhu tinggi, peralatan dan bahan yang sederhana. Material semikonduktor ZnO nanopartikel sebagai alternatif material pengganti TiO2 nanopartikel yang menjanjikan untuk aplikasi dalam fotokatalisis yang menghasilkan electron dan hole tengah gencar dikembangkan dewasa ini. Fotokatalisis merupakan sebuah proses reaksi kimia yang dibantu oleh cahaya dan katalis padat. Katalis padat yang digunakan sebagai fotokatalisator adalah nanopartikel ZnO zincite. Untuk mendapatkan partikel berukuran kecil, terdistribusi seragam dan tingkat kristalinitas yang tinggi, dilakukan sintesis dengan metode pengendapan kimia basah kemudian dilanjutkan proses drying, annealing, dan hidrotermal. Hasil yang didapatkan dari karakterisasi XRD, metode hidrotermal menghasilkan produk dengan tingkat kristalinitas yang tinggi dibandingkan dengan proses anil dan drying. Serbuk hasil hidrotermal memilki ukuran kristalit rata-rata sebesar 34,37 nm, serbuk hasil anil 25,96 nm, dan serbuk hasil drying 11,69 nm. Energi celah pita yang dihasilkan serbuk hasil hidrotermal sebesar 3,07 eV, serbuk hasil anil 3,20 eV, dan serbuk hasil drying 3, 24 eV. Katalis nanopartikel ZnO dalam penelitian ini, hasil proses pengendapan kimia basah pada kondisi hidrotermal cukup efektif dalam menyisihan methyl orange sebesar 54,86 % dalam waktu 90 menit, sedangkan pada kondisi anil dapat menyisihkan methyl orange sebesar 83,91 % dalam waktu 90 menit.

In this study have been successfully synthesized nanoparticle Zinc Oxide (ZnO) of the precursor Zn(CH3COO)2. 2H2O in the form of colloidal liquid with a wet chemical deposition methods based on variations in the concentration of sodium hydroxide. Variations in the concentration of sodium hydroxide solution used was 0.1; 0.2, and 0.4 M. Wet chemical precipitation reaction is a synthesis method that is easy and cheap because it does not require high temperatures, the simple tools and materials. Semiconductor material ZnO nanoparticles as an alternative replacement material TiO2 nanoparticles are promising for applications in photocatalyst that produce electrons and holes being intensively developed today . Photocatalyst is a chemical reaction process, assisted by light and the solid catalyst. Solid catalyst is used as photocatalyst ZnO nanoparticles zincite. To obtain small sized particles, uniformly distributed and the degree of crystallinity is high, the synthesis by a wet chemical precipitation method and then continued the process of drying, annealing, and hydrothermal. Results obtained from XRD characterization, the hydrothermal method produces a product with a high degree of crystallinity compared to the annealing process and drying. Hydrothermal powders have the results of the average crystallite size of 34.37 nm, 25.96 nm powders annealed results, and 11.69 nm powder drying results. Bandgap energy generated hydrothermal powders result of 3.07 eV, 3.20 eV powder annealing results, and drying the powder 3.24 eV. ZnO nanoparticle catalysts in this study, the results of wet chemical deposition process in hydrothermal conditions is effective in degrading methyl orange by 54.86% within 90 minutes, while in the annealed condition to degrade methyl orange by 83.91% within 90 minutes."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2011
S1017
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>