Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 155944 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Ellita Rahardyan Maharani
"Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak program pembangunan Sentra Industri Kecil Menengah tahun 2016-2019 terhadap peningkatan banyaknya Industri Kecil Menengah di Indonesia. Dengan menggunakan Data Industri Mikro Kecil, Data Industri Besar Sedang serta Data Status Operasional Sentra IKM dan menggunakan metode fixed effect difference in difference (FE-DID), penelitian ini menemukan bahwa operasional Sentra IKM di kabupaten/kota di Pulau Sulawesi, Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan, Maluku dan Papua memiliki dampak signifikan terhadap peningkatan banyakya Industri Kecil Menengah pada jenis industri pangan, kerajinan dan alat angkut. Namun banyakya IKM jenis industri logam dan alat mesin pertanian di Pulau Jawa dan Sumatera justru menurun pasca beroperasinya Sentra IKM. Hal ini disebabkan karena perbedaan kondisi wilayah serta adanya perbedaan manfaat produktivitas pada masing-masing jenis industri. Kemudian, dampak dinamis dari beroperasionalnya Sentra IKM terhadap banyaknya IKM mulai dirasakan pada tahun pertama setelah operasional Sentra IKM dan terus meningkat di tahun-tahun berikutnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Program Pembangunan Sentra Industri Kecil Menengah efektif dalam menumbuhkan IKM baru di luar Pulau Jawa dan Sumatera pada jenis industri padat karya.

This study aims to analyze the impact of the Small Medium Enterprise’s Cluster program in 2016-2019 on increasing of the number of Small Medium Enterprises by using micro and small industry, medium large industry and operational status of Small Medium Enterprise’s Cluster data with fixed effect difference in difference (FE-DID) method. This study found that Small Medium Enterprise’s Cluster program had a significant impact on increasing the number of Small Medium Enterprises on the island of Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku and Papua in food, craft and transportation industry. However, a decrease on the number of small and medium industries was identified on Java and Sumatera in metal and agriculture machine industry due to differences in regional conditions and also differences in productivity benefit for each type of industry. The dynamic effects of operation of Small Medium Enterprise’s Cluster can felt since 1 year after the operating and increases in the following year. The Small Medium Enterprise’s Cluster program is effective in growing new small and medium industries, especially labor-intesive industries, in outside Java and Sumatera."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2021
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Putri Amelia
"Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetisi terhadap kredit UMKM. Menggunakan data dari bank yang beroperasional di Indonesia pada tahun 2009 hingga 2016, penelitian ini melakukan regresi data panel. Persaingan memiliki efek yang tidak signifikan pada kredit UMKM, sementara faktor-faktor spesifik bank seperti ROE dan LDR memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat kredit UMKM. NPL kredit UMKM memainkan peran penting dalam mengurangi kredit UMKM. Indeks lerner dengan peraturan memiliki efek positif yang signifikan terhadap persentase pinjaman UMKM. Hasil ini menunjukkan bahwa secara umum, bank lebih cepat bereaksi terhadap peraturan daripada kondisi industri dalam hal pinjaman UMKM kepada perusahaan besar ketika pertumbuhan ekonomi meningkat.

This study aims to analyze the effect of the competition on MSME credit. Using data from Indonesia banks in 2009 until 2016, this research performed panel data regression. Competition has an insignificant effect on MSME credit, while bank-specific factors such as the ROE and LDR have a significant effect on the level of MSME Credit. The NPL of MSME Credit plays a significant role in reducing MSME credit. Lerner index with regulation has significant positive effects on the percentage of MSME loans. This result indicates that, in general, banks are faster reacting to regulations than industry conditions in terms of MSME lending to big firms when the economic growth is increasing."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2020
T55060
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dhayita Rukti Tanaya
"Sebagai negara berkembang, Indonesia menghadapi berbagai tantangan dalam mempersiapkan Usaha Kecil, Mikro, dan Menengah (UMKM) untuk bersaing di pasar global, sehingga diperlukan strategi pemberdayaan UMKM yang tepat dalam pengembangannya. Untuk itu, dalam penelitian ini, penulis melakukan evaluasi strategi pemberdayaan UMKM yang selama ini diterapkan oleh BRI Microfinance Center (BMC), sebuah lembaga riset independen di bawah BRI Group yang merupakan pelopor microfinance di Indonesia. Penelitian ini juga menganalisis potensi dan permasalahan yang dihadapi oleh BMC dalam melakukan pemberdayaan UMKM, serta memformulasikan strategi alternatif yang dapat menjadi rekomendasi bagi perbaikan strategi pemberdayaan UMKM ke depannya. Sebagai penelitian studi kasus dengan pendekatan deskriptif kualitatif, penulis melakukan pengumpulan data melalui wawancara mendalam pada narasumber terkait dari BMC dan kajian literatur pada dokumen-dokumen terkait, triangulasi, serta analisis SWOT. Hasil dari penelitian ini akan menyajikan poin-poin penting dalam strategi pemberdayaan UMKM yang diterapkan oleh BMC, potensi dan permasalahan yang dihadapi, serta rekomendasi strategi bagi pengembangan di masa yang akan datang. Penelitian ini juga akan melengkapi penelitian-penelitian serupa terkait strategi pemberdayaan untuk meningkatkan daya saing UMKM di Indonesia.

ABSTRACT
As a developing country, Indonesia is facing many challenges in preparing the Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) to enter the global market, therefore, the right empowerment strategy is needed to develop the MSMEs. Hence, this paper presents research to evaluate the empowerment strategy of Indonesian MSMEs implemented by the BRI Microfinance Center (BMC), an independent research institution under BRI Group as the leader of microfinance in Indonesia. This research also analyse the potentials and problems faced by BMC in conducting their empowerment effort, and formulate alternative strategies as recommendation for future improvement. As a case study with descriptive qualitative approach, the data collections are done by in-depth interviews on BMC`s key people and literature studies on supporting documents, triangulation, and SWOT analysis. The result presented in this paper has important points to deeply understand the existing MSMEs empowerment strategy in Indonesia implemented by BMC, the potentials and problems they`re facing, and recommendation for strategy improvements. This paper will also complete similar researches regarding the studies on empowerment strategy to enhance the MSME`s competitiveness in Indonesia."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2020
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Aruan, Danielle C.D.
"Penelitian ini menganalisa dampak kompetisi industri perbankan terhadap penyaluran kredit dan suku bunga kredit usaha UMKM di tiap provinsi Indonesia periode tahun 2013 sampai dengan 2018. Banyak studi empiris yang menyatakan bahwa tingkat kompetisi berpengaruh terhadap penyaluran kredit. Penelitian ini menggunakan dua ukuran kompetisi yaitu concentration ratio dan Herfindahl-Hirschman Index, namun hasil dari kedua ukuran tersebut berbeda terhadap penyaluran kredit UMKM. Adapun, kompetisi industri perbankan tidak berpengaruh terhadap suku bunga kredit UMKM. Hal ini mendukung penelitian sebelumnya yang mempertimbangkan contestability dalam industri perbankan sebagai ukuran kompetisi dan adanya rigiditas perubahan suku bunga kredit dalam pasar yang berkonsentrasi tinggi.

This paper address the affect of banking industry competition on credit distribution and interest rates for micro, small and medium enterprises (MSME) in Indonesia during the period of 2013 until 2018. Many studies has proven that competition in bank level affect the credit distribution. This study uses two competition measures namely concentration ratio and the Herfindahl-Hirschman Index, but the results of the two measures differ from the distribution of MSME loans. Meanwhile, the banking industry competition has no effect on MSME credit interest rates. This supports previous research that considers contestability in the banking industry as a measure of competition and the rigidity of changes in lending rates in highly concentrated markets."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2020
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Pasaribu, Gabriel Mercy Tovano
"ABSTRAK
Skripsi ini meneliti tentang pengaruh penerapan sejumlah aktivitas dalam green supply chain management (GSCM), terhadap operational performance dan supply chain performance pada Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di JABODETABEK. Responden dari penelitian ini melibatkan 70 responden yang merupakan pemilik dan manajer dari UKM dengan bidang usaha umum yang berlokasi di JABODETABEK. Penelitian ini menggunakan metode analisis data berupa Partial Least Square (PLS) dengan software SmartPLS versi 3. Hasil yang diperoleh adalah terdapat pengaruh positif dari aktivitas reverse logistics dan green manufacturing terhadap operational performance dan terdapat pengaruh positif dari operational performance terhadap supply chain performance. Selain itu hasil analisis turut menunjukkan adanya pengaruh langsung dari reverse logistics dan green manufacturing terhadap supply chain performance. Hasil ini menunjukkan perlu adanya perencanaan dan pemilihan atas aktivitas yang tepat dalam penerapan GSCM pada UKM di JABODETABEK, melalui penerapan aktivitas GSCM yang tepat pada kegiatan UKM dapat mempengaruhi secara positif performa dari operasional UKM, bahkan turut mempengaruhi secara langsung performa dari rantai pasokan UKM.

ABSTRACT
This thesis examines the effect of implementing a number of activities in green supply chain management (GSCM), on operational performance and supply chain performance in Small and Medium Enterprises (SMEs) in JABODETABEK. Respondents from this study involved 70 respondents who were owners and managers of SMEs with general business fields located in JABODETABEK. This research uses data analysis method in the form of Partial Least Square (PLS) with SmartPLS version 3. The results obtained are there are positive effects of the activities of reverse logistics and green manufacturing on operational performance and there is a positive effect of operational performance on supply chain performance. In addition, the results of the analysis also showed the direct influence of reverse logistics and green manufacturing on supply chain performance. These results indicate the need for planning and selection of appropriate activities in GSCM implementation for SMEs in JABODETABEK, through the application of appropriate GSCM activities in SME activities that can positively influence the performance of SME operations, and even directly influence the performance of SME supply chains.
"
Jakarta: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2019
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Putri Wahyu Handayani
"Pemerintah Indonesia telah mengimplementasikan berbagai program dalam upayanya untuk mengentaskan kemiskinan, baik program yang memberikan bantuan langsung kepada penduduk miskin seperti jaminan kesehatan masyarakat (jamkesmas), beras sejahtera (rastra), cash transfer baik yang bersyarat seperti Program Keluarga Harapan (PKH) maupun tanpa syarat seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT), Bantuan Siswa Miskin (BSM), Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM), dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) maupun program yang menyediakan pelayanan dasar yang terjangkau yang secara tidak langsung memengaruhi hidup penduduk miskin. Banyak penelitian yang telah mengkaji dan menganalis dampak dan efektivitas dari program bantuan langsung tersebut. Namun demikian, kajian atau analisis terkait program bantuan yang tidak langsung masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini mencoba untuk menguji secara empiris dampak dari program tersebut, khususya terkait penyediaan listrik, dan menawarkan jalur yang mungkin untuk memperkuat keefektifannya. Kondisi geografis Indonesia yang kompleks membuat upaya untuk penyediaan akses listrik yang handal dan menjangkau seluruh wilayah Indonesia terkendala. Tidak tersedianya akses listrik yang handal di beberapa wilayah menghambat perkembangan ekonomi lokal dan pengentasan kemiskinan. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung seberapa besar dampak elektrifikasi terhadap kemiskinan dan menganalisis mekanisme ekonomi yang terjadi dengan berfokus pada industri mikro kecil sebagai saluran transmisi. Untuk mengatasi permasalahan endogenitas, kami menggunakan pendekatan instrumental variable dengan menggunakan jarak desa ke pembangkit listrik terdekat di tahun 1985 sebagai instrument untuk akses listrik. Kami juga menggunakan causal mediation analysis untuk mengidentifikasi mekanisme saluran pengaruh dari elektrifikasi ke kemiskinan. Kami membuktikan bahwa perluasan penyediaan energi listrik yang handal berkontribusi pada penurunan angka kemiskinan. Hasil estimasi kami menunjukkan kenaikan 10 persen poin pada proporsi desa yang memiliki akses ke suplai energi listrik yang handal secara ratarata menurunkan angka kemiskinan sebesar 1.54 persen poin, kedalam kemiskinan sebesar 0.34 poin, dan keparahan kemiskinan sebesar 0.12 poin. Kami juga menemukan bahwa industri mikro kecil secara meyakinkan memegang peran yang penting dalam memediasi dampak tersebut melalui semakin panjangnya jam operasional usaha dan peningkatan pendapatan/profitabilitas usaha.

The Indonesian government has implemented various programs in its effort to alleviate poverty. The programs are either provide direct assistance to the poor such as health insurance, rice subsidy, conditional and unconditional cash transfers (PKH, BLT), scholarships, community development (PNPM), and credit subsidy (KUR) or provide affordable basic services that indirectly affects the poor’s life such as housing, transportation, clean water, and electricity. Many studies has reviewed and examined the effects and efficacy of the direct programs. However, the effects of the indirect one is less known. Thus, this study attempts to empirically test the effects of such programs, particularly electricity, and offer the possible pathway to strengthen its effectiveness. Indonesia’s complex geographical condition with more than 17,000 islands spanning about 5,150 km has constrained the government’s target to achieve universal electricity access. The unavailability of reliable electricity access in some areas hampers their local economic development and poverty alleviation effort. This study aims to quantify the average magnitude of the causal impact of electrification on poverty and to examine whether SME’s performances, as the transmission channel, mediate the impact, if any. To tackling the endogeneity problem, we use instrumental variable (IV) approach by exploiting the proximity village to the nearest power plant in 1985 as the oldest available data as an the instrumental variable for electricity access. We also use causal mediation analysis to identify the channeling mechanism of electrification’s impact on poverty. We find that expanding reliable electricity services contribute to poverty reduction. A ten percentage points increase in the proportion of villages with access to reliable electricity service is, on average, associated with a 1.54 percentage points reduction in the poverty rate, 0.34 points reduction in the poverty gap, and 0.12 points reduction in the poverty severity index. We also find that SME convincingly plays an important part in mediating the effect of electrification to poverty reduction through longer operating hours and higher revenue."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2021
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Qaryati
"Penelitian ini menganalisa faktor penghambat keunggulan daya saing industri, faktor kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dalam meningkatkan daya saing Industri Kecil Menengah Pangan Olahan Hasil Laut di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Analisis yang dilakukan menggunakan analisis basis ekonomi, model diamond porter, dan analisis SWOT. Berdasarkan analisis SWOT, industri kecil menengah pangan olahan hasil laut di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung posisinya pada kuadran IV, ini berarti dengan segala daya upaya, pelaku IKM da n semua stakeholder harus berusaha meminimalisir segala kelemahan dan berupaya keras untuk mengatasi segala macam ancaman. Hasil Analisis SWOT menyarankan bahwa perlu dilakukan program-program untuk pemberdayaan klinik IKM, differensiasi produk, kerjasama dengan industri pariwisata, dan pembentukan kluster industri pangan olahan hasil laut.

This study attempts to analyze the competitive advantage barrier factors of the industry and the strengths, the weaknesses, the opportunities, and the threats factors in enhancing the competitiveness of small and medium seafood industries in the Province of Bangka Belitung Archipelago. Analyzes were performed using the economic base analysis, diamond porter model, and SWOT analysis. Based on SWOT analysis, the position of the small and medium seafood industries in the Province of Bangka Belitung Archipelago is at the fourth quadran, means that stakeholders have to do all efforts to minimize the weaknesses and to overcome the threats. Based on the SWOT analysis, the writer proposes the following suggestion: (1) the empowerment of IKM clinic, (2) product differentiation, (3) cooperation with tourism industries, and (4) the establishment of the small and medium seafood industry cluster."
Jakarta: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2014
T43416
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Khansa Khairunisa Putri
"Seiring berkembangnya teknologi, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) berupaya meningkatkan performa pengelolaan bisnis dengan menggunakan aplikasi rantai pasok. Salah satunya adalah aplikasi Krealogi yang dikembangkan oleh PT Karya Du Anyam. Meskipun telah terbukti dapat memudahkan UMKM dalam mengelola bisnisnya, Krealogi masih memiliki permasalahan terkait alur penggunaan dan tampilan pada aplikasi. Dengan demikian, adanya penelitian ini bertujuan untuk memberikan solusi permasalahan tersebut berupa rancangan desain interaksi alternatif. Perancangan tersebut dilakukan dengan metode User-Centered Design yang mengacu pada teori Shneiderman’s Eight Golden Rules of Interface Design. Dalam mengetahui kesulitan dan kebutuhan pengguna, penulis menyebarkan survei, melakukan wawancara, dan menganalisis hasil usability testing yang dilakukan pihak Krealogi pada desain sebelumnya. Berdasarkan analisis tersebut, dihasilkan solusi desain interaksi untuk fitur keuangan, manajemen hubungan pelanggan, integrasi dengan e-commerce dan logistik, rencana produksi, pesanan masuk, manajemen stok, serta performa. Selanjutnya, dilakukan evaluasi guna menilai usability dari rancangan desain yang dibuat. Evaluasi dilakukan secara kualitatif dengan usability testing dan kuantitatif melalui kuesioner System Usability Scale (SUS). Hasil perhitungan dari evaluasi SUS menunjukkan bahwa desain yang direkomendasikan pada penelitian ini memiliki nilai rata-rata sebesar 80.75. Skor SUS ini memiliki predikat A yang berarti sudah cukup baik.

As technology develops, Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) seek to improve business management performance using supply chain applications. One of them is the application called Krealogi that developed by PT Karya Du Anyam. Although it has been proven to make it easier for MSMEs to manage their business, Krealogi still has problems related to the application’s flow of use and appearance. Thus, this research aims to provide solutions to these problems in the form of alternative interaction designs. The design was carried out using the User-Centered Design method, which refers to Shneiderman’s Eight Golden Rules of Interface Design theory. In knowing the difficulties and needs of users, the authors distribute surveys, conduct interviews, and analyze the results of usability testing conducted by Krealogi on the previous design. Based on this analysis, interaction design solutions are generated for financial features, customer relationship management, integration with e-commerce and logistics, production planning, incoming orders, stock management, and performance. Furthermore, an evaluation is carried out to assess the usability of the designs made. The evaluation was conducted qualitatively with usability testing and quantitatively through the System Usability Scale (SUS) questionnaire. The calculation results from the SUS evaluation show that the recommended design in this study has an average value of 80.75. This SUS score has an A predicate which means it is pretty good."
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2022
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nafisah Nadjib
"Pandemi Covid-19 melumpuhkan segala sektor kehidupan di Indonesia, termasuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Rendahnya daya konsumsi masyarakat mengakibatkan UMKM turut mengalami beberapa kesulitan, seperti turunnya omset dan berkurangnya jumlah modal usaha. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu kebijakan yang dapat menstimuluskan ekonomi UMKM di tengah pandemi seperti ini. Diketahui pada tahun 2020, pemerintah mengeluarkan kebijakan insentif Pajak Penghasilan Final Ditanggung Pemerintah. Disisi lain, realisasi pemanfaatan dari insentif ini masih sangat rendah, hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya adalah kurangnya literasi perpajakan yang dimiliki Wajib Pajak UMKM. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh tingkat literasi pajak Wajib Pajak UMKM terhadap minat pemanfaatan insentif Pajak Penghasilan Final Ditanggung Pemerintah di Kota Bima. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengambilan data campuran (mix method), yaitu menggunakan instrumen kuesioner dan wawancara mendalam. Kuesioner disebarkan kepada 100 orang Wajib Pajak UMKM di Kota Bima dengan menggunakan teknik non-probability sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi sederhana untuk melihat pengaruh antar variabel. Hasil penelitian menunjukan bahwa literasi pajak Wajib Pajak UMKM memiliki pengaruh positif terhadap minat pemanfaatan insentif Pajak Penghasilan Final Ditanggung Pemerintah. Minat pemanfaatan insentif ini dipengaruhi sebanyak 76,4% oleh tingkat literasi pajak dan sebesar 23,8% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain. Faktor lain tersebut dapat disebabkan beberapa hal, diantaranya adalah administrasi dan mekanisme pajak yang rumit, kurangnya kecakapan UMKM dalam teknologi, insentif Pajak Penghasilan Final Ditanggung Pemerintah bersifat sukarela (voluntary), dan memiliki biaya yang cukup tinggi.

The Covid-19 pandemic has paralyzed all sectors of life in Indonesia, including Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs). The low consumption power of the community has resulted in MSMEs experiencing several difficulties, such as a decrease in turnover and a reduced amount of working capital. Therefore, a policy is needed that can stimulate the MSME economy in the midst of a pandemic like this. It is known that in 2020, the government issued an incentive policy for the Final Income Tax Borne by the Government. On the other hand, the realization of the utilization of this incentive is still very low, this can be caused by several factors, one of which is the lack of tax literacy owned by MSME Taxpayers. This study was conducted to analyze the effect of the tax literacy level of MSME taxpayers on the interest in the use of Government-borne Final Income Tax incentives in Bima City. This study uses a quantitative approach with mixed data collection techniques (mix method), namely using questionnaires and in-depth interviews. Questionnaires were distributed to 100 MSME Taxpayers in Bima City using non-probability sampling technique. The data analysis technique used is simple regression analysis to see the effect between variables. The results of the study indicate that the tax literacy of MSME taxpayers has a positive influence on the interest in using the Government-borne Final Income Tax incentives. Interest in using this incentive is influenced by 76,4% by the level of tax literacy and another 23,8% is influenced by other factors. These other factors can be caused by several things, including complicated tax administration and mechanisms, lack of MSME skills in technology, incentives for Government-borne Final Income Tax incentives are voluntary, and have quite high cost."
Depok: Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Annisa Dwi Putri
"Penelitian ini menganalisis mengenai penerapan pengendalian Kredit Usaha Kecil Menengah (UKM) pada Bank X, sebuah bank swasta nasional yang berkomitmen untuk terus mendukung program Pemerintah Indonesia dalam pemberdayaan Usaha Kecil Menengah (UKM). Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain deskriptif. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan bagaimana Bank X mengendalikan pertumbuhan angka kredit macet (Non Performing Loan) disaat pertumbuhan portofolio terus bertambah. Bank X telah melakukan sistem pengendalian kredit baik sebelum ataupun sesudah pemberian kredit yakni dengan adanya kebijakan pemberian kredit yang jelas, pemberian tugas dan tanggung jawab yang jelas pada pihak-pihak yang berhubungan dengan pemberian kredit UKM serta adanya prosedur pemberian kredit dan pengawasan kredit setelah diberikan.
Dalam penelitian didapatkan bahwa peningkatan jumlah portofolio diikuti dengan peningkatan jumlah kredit macet. Bank X perlu meningkatkan sistem pengendalian kredit UKM karena nilai Non Performing Loan yang terus naik akan menyebabkan ancaman bagi Bank X pada masa yang akan datang. Telah dilakukan berbagai strategi untuk mengantisipasi kenaikan nilai Non Performing Loan yakni dengan mengubah Account Officer menjadi Marketing Officer dan Credit Officer serta dilakukannya penyederhanaan proposal kredit sehingga diharapkan pemberian kredit menjadi lebih terkendali dan Non Performing Loan dapat berkurang.

This research analyzes the application of Small Medium Enterprise (SME) credit control in Bank X, a private national bank that commits itself to keep supporting Indonesian Government program in empowering Small Medium Enterprise. This is a qualitative research with a descriptive design. The purpose of this research is to explain how Bank X control the growth of Non Performing Loan in the times of growing portfolio. Bank X has conducted credit control system either before or after release of loan, namely by applying clear-cut policy of loan release, assigning clear-cut tasks and responsibilities to those who might be involved in the UKM loan release, and also applying loan release procedure and supervison.
From the research, it can be seen that the increase of the number of portfolios is followed by the the increase of non-performing loans. X bank needs to improve the UKM credit control system because the continuous increase of non-performing loans might threaten the bank in the future. Some strategies have been conducted to anticipate the increase of non-performing loans, namely by changing account officer into marketing officer and credit officer, and also by simplifyng credit proposal, in hope to take better control of loan release and to reduce the number of non-performing loans.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2012
S45321
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>