Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 157831 dokumen yang sesuai dengan query
cover
cover
Muhammad Lukmanul Hakim
"Percepatan transisi energi bersih mendorong kebutuhan konversi pembangkit listrik berbahan bakar fosil menjadi sistem berbasis energi baru dan terbarukan (EBT). Penelitian ini mengkaji kelayakan repurposing PLTU Ombilin menjadi pembangkit EBT dengan tiga skenario: Skenario 1 (PLTS), Skenario 2 (PLTBm), dan Skenario 3 (kombinasi PLTS + PLTBm), menggunakan pendekatan Cost-Benefit Analysis (CBA) dan Analisis Rancangan Sistem Kelistrikan. Analisis teknis dilakukan melalui pemodelan sistem PLTS dengan PVsyst dan estimasi kebutuhan bahan bakar biomassa berdasarkan potensi lokal. Evaluasi ekonomi mencakup parameter kelayakan seperti NPV, IRR, DPP, LCOE, PI, dan BCR. Sementara itu, aspek kelistrikan dianalisis menggunakan simulasi aliran daya dan arus hubung singkat melalui software ETAP. Hasil menunjukkan bahwa seluruh skenario layak diterapkan dengan berbagai keunggulan. Skenario 1 unggul dari sisi keekonomian dengan IRR sebesar 22,87% dan LCOE paling rendah. Skenario 2 stabil dalam suplai energi, sementara Skenario 3 menawarkan kombinasi efisiensi teknis dan net keuntungan terbaik, dengan NPV tertinggi (Rp262,26 miliar) dan performa kelistrikan paling seimbang. Dengan mempertimbangkan potensi teknis, finansial, dan integrasi jaringan, Skenario 3 menjadi opsi yang paling direkomendasikan sebagai solusi paling optimal untuk mendukung target SDGs 2030 dan Net Zero Emission 2060 melalui pemanfaatan kembali infrastruktur eksisting PLTU.

The acceleration of clean energy transition necessitates converting fossil-fueled power plants into systems based on renewable energy. This study evaluates the feasibility of repurposing the Ombilin coal-fired power plant into a renewable-based generation system through three scenarios: Scenario 1 (Solar PV), Scenario 2 (Biomass), and Scenario 3 (Hybrid Solar PV + Biomass), using a Cost-Benefit Analysis (CBA) and Power System Design Analysis. Technical analysis was conducted using PVsyst for solar modeling and biomass fuel estimation based on local availability. Economic evaluation involved key indicators such as Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Discounted Payback Period (DPP), Levelized Cost of Energy (LCOE), Profitability Index (PI), and Benefit-Cost Ratio (BCR). Electrical system performance was assessed through load flow and short circuit simulations using ETAP software. Results show that all scenarios are feasible, each with distinct advantages. Scenario 1 offers the best financial outcome, with the highest IRR (22.87%) and lowest LCOE. Scenario 2 provides energy supply stability, while Scenario 3 achieves the best overall balance with the highest NPV (Rp262.26 billion) and robust grid performance. Considering technical, financial, and integration aspects, Scenario 3 is recommended as the optimal solution to support the SDGs 2030 and Net Zero Emission 2060 goals through effective reuse of existing PLTU infrastructure."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rudy Setiabudy
1996
LP-pdf
UI - Laporan Penelitian  Universitas Indonesia Library
cover
Muhamad Fadhil Nugraha
"Pembangkit A adalah sebuah Pembangkit Listrik Tenaga Uap yang berlokasi di Pulau Jawa. Pembangkit ini setiap tahun membangkitkan energi listrik rata-rata 7.900 GWh yang disalurkan dengan Saluran Udara Tegangan Tinggi 150 kV ke sistem interkoneksi Jawa melalui transformator utama (Generator Transformer) dengan menaikkan tegangan 17,5 kV menjadi tegangan 150. Sedangkan untuk sistem pemakaian sendiri, digunakan Main Auxiliary Transformer (MAT) dan Reserve Auxiliary Transformer (RAT). Rel pemakaian sendiri digunakan untuk memasok peralatan listrik di dalam pembangkit itu sendiri, antara lain instalasi penerangan, penyejuk udara, alat-alat, dan lain-lain. Namun, RAT mendapat pasokan daya dari rel jaringan pusat listrik kemudian memasok daya ke rel pemakaian sendiri, bukan dari generator. Dengan begitu, diajukan rangkaian alternatif dengan menambahkan dua circuit breaker 4.16 kV. Dari hasil simulasi aliran daya menunjukan persentase penggunaan tegangan tertinggi sebesar 99.3% serta terendah sebesar 97.4%. Untuk persentase loading transformator pada kondisi BFP Inactive (RSH) tidak mengalami overload. Dari hasil simulasi hubung singkat, breaking capacity dari circuit breaker pada setiap switchgear masih dapat menangani arus hubung singkat pada rangkaian terbaru dimana arus hubung singkat terbesar sebesar 61 kA dan terkecil sebesar 46.2 kA. Dari hasil perhitungan arus kas, didapatkan NPV bernilai Rp173.136.476,51, IRR bernilai 10,40% dengan payback period sekitar 18,48 tahun. Sehingga dari analisis tersebut, rangkaian alternatif layak untuk diaplikasikan pada Pembangkit A.

Power Plant A is an electric steam power plant that located at Java Island. Power Plant A annually generates an average of 7.900 GWh which is channeled by 150 kV high voltage air line to the Java and Bali Interconnection system through the main transformer (Generator Transformer) by increasing the voltage of 17.5 kV to a voltage of 150 kV. As for the usage system itself, the Main Auxiliary Transformer (MAT) and Reserve Auxiliary Transformer (RAT) are used. TheĀ  rail itself is used to supply electrical equipment inside the plant itself, including lighting installations, air conditioning, tools, and others. However, the Reserve Auxiliary Transformer (RAT) get power from the central electric network rails and then supply power to the usage rails itselves, not from generators. Therefore, alternative 6 is proposed by adding two 4.16 kV circuit breakers. From the results of the simulation of the power flow shows highest percentage of voltage usageĀ  by 99.3% and the lowest by 97.4%. For the percentage of transformer loading in BFP Inactive (RSH) conditions, the system dont overload. From the results of a short circuit simulation, the breaking capacity of the circuit breaker at each switchgear can still handle the short circuit current in the new alternative circuit where the largest sort circuit current is 61 kA and the smallest is 46.2 kA. From the results of the calculation of cash flows, the NPV is valued at Rp173,136,476.51, the IRR is 10.40% with a payback period of around 18.48 years. So from this analysis, alternative 6 is feasible to be applied in Power Plant A.

"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2020
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Krisandi Yonathan
"Gangguan yang biasa terjadi pada sistem tenaga listrik seperti pelepasan pasokan dapat memengaruhi stabilitas frekuensi suatu sistem. Frekuensi suatu sistem dapat digunakan sebagai parameter untuk melakukan Load Shedding untuk menjaga stabilitas sistem. Tesis ini membahas metode Load Shedding selama operasi islanding menggunakan relay frekuensi (Under Frequency Relay) pada sistem tenaga listrik Senayan-Sambas yang menggunakan generator sebagai mesin pembangkit listrik. Pemisahan beban dilakukan dengan melepaskan beban yang mengkonsumsi daya reaktif (Var) dalam jumlah besar terlebih dahulu, tetapi ada beban penting yang perlu dipertahankan.
Hasil simulasi menunjukkan bahwa sistem stabil pada skenario 1, 2 dan 3 yang berarti sistem dapat mempertahankan kondisi frekuensinya agar tetap stabil setelah pelepasan beban. Dalam skenario 1, suplai yang dilepaskan adalah 17,13 MW dan beban total padam sebesar 18 MW, frekuensi pulih setelah 28,38 detik. Dalam skenario 2 pasokan dilepaskan dalam jumlah 34,26 MW dan beban dilepaskan pada 35,76 MW, frekuensi pulih setelah 24,04 detik. Dalam skenario 3 jumlah pasokan dan beban yang dipadamkan sama dengan skenario 2, hanya waktu pasokan yang berbeda. Dan dalam skenario 4, sistem tidak lagi mampu menahan penurunan frekuensi yang tajam, sehingga dalam skenario 4 sistem mengalami pemadaman.

Disturbances that commonly occur in electric power systems such as supply discharges can affect the frequency stability of a system. The frequency of a system can be used as a parameter to perform load shedding to maintain system stability. This thesis discusses the Load Shedding method during islanding operations using a frequency relay (Under Frequency Relay) on the Senayan-Sambas electric power system that uses a generator as a power generation engine. Load separation is done by releasing loads that consume large amounts of reactive power (Var) first, but there are important loads that need to be maintained.
The simulation results show that the system is stable in scenarios 1, 2 and 3 which means the system can maintain its frequency condition so that it remains stable after releasing the load. In scenario 1, the supply released is 17.13 MW and the total load goes out to 18 MW, the frequency recovers after 28.38 seconds. In scenario 2 the supply is released in the amount of 34.26 MW and the load is released at 35.76 MW, the frequency recovers after 24.04 seconds. In scenario 3 the amount of supply and load that is extinguished is the same as scenario 2, only the time of supply is different. And in scenario 4, the system is no longer able to withstand a sharp decrease in frequency, so in scenario 4 the system experiences a blackout.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2019
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Benny Widjaja
"Sistem Boiler merupakan sistem yang melibatkan banyak variabel dan ketidak linieran. Pemodelan pada sistem boiler dilakukan untuk mendapatkan model dinamika. Model dinamika yang didapat merupakan persamaan yang memiliki sifat non liner. Proses linierisasi perlu dilakukan untuk mendapatkan persamaan-persamaan yang bersifat linier. Dari model dinamika dapat diketahui pengaruh perubahan laju masukan air, laju bahan bakar, laju keluaran uap terhadap tekanan pada drum dan ketinggian air dalam drum. Bagian dekopling diperlukan untuk memisahkan pengaruh silang antara variabel-variabel keluaran yang sedang dikendalikan. Sistem kendali adaptif dapat melakukan proses penataan secara terus menerus dengan adanya bagtan estimator yang berfungsi untuk mengestimasi nilai-nilai parameter sistem yang sedang dikendalikan. Hasil estimasi digunakan untuk menala ulang parameter-parameter pada sistem kendali. Pole Asignment. Pengendali Pole Asignment digunakan untuk memperbaiki respon sistem yang sedang dikendalikan."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1998
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Astamaizul Umar B.
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1999
TA3070
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
"Sistem kelistrikan pembangkit listrik tenaga nuklir. Pada sistem iini daya listrik disuplai dari2 sistem transmisi luar.yang pertama dari main transformer dan house service masing-masngsistem listrik dg safety dan sistem list tanpa safety.Pd sistem bolak balik dengan safety dan tanpa sfety masin2 trdapt embat bus tegangan menengah 6,9 KV dan empat bus sistem tegangan rendah 480 V. Pada sistem arus searah dg safety terdiri empat sistem daya 125 V dan sisitem tanpa safety terdiri dari dua sisitem daya 125V. Peralatan pada sisitem kelistrikan ini turbin generator utama, GTG safety, GTG alternate, UPS dan sisitem bateri dll. Untuk melindungi peralatan dan bangunan ini trdapat gangguan sanbaran langsubg dan tdk langsung dipasang sisitem pembunian netral dan peneangkal petir dan untuk melindungi personil thd tgangan sentuh dipasang sisitem pembumian peralatan dan pemumian stasiun. Sistem pembumian penangkal petir dihubungkan kesistem pumbumian stasiun."
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
"Telah dibuat dengan baik suatu sistem aplikasi yang akan digunakan pada blok
perumahan. Sistem ini bertujuan untuk mempermudah pemilik rumah, seperti
melakukan pengontrolan perangkat elektronik, dalam hal ini adalah lampu dengan
menggunakan saklar manual maupun telepon selular, menyediakan data-data kondisi
lampu dan saklar, melakukan komunikasi data dengan komputer sentral yang
berfungsi sebagai pusat pengontrolan dengan menggunakan komunikasi serial RS-
485. Sistem yang dibuat juga dapat dialamati sehingga pengontrolan tidak akan salah
rumah. Dari hasil pengujian pengontrolan lampu secara hardware dan softawre,
maupun pengujian permintaan data kondisi lampu dan saklar yang dilakukan pada
sistem ini berjalan dengan baik"
[Universitas Indonesia, ], 2007
S29216
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"Pada sistem kelistrikan PLTN, daya listrik disuplai menggunakan dua sistem transmisi luar yang pertama dari main transformer dan house service transformer dan kedua dari reserve transformet. Beban listrik pada sistem ini diklasifikasikan masing-masing sistem listrik dengan safety dan sistem listrik tanpa safety. Pada sistem bolak balik dengan safety dan tanpa safety masing-masing terdapat empat bus tegangan mengengah 6,9 kv dan empat bus sistem tegangan rendah 480v. Pada sistem arus searah dengan safety terdiri dari empat sistem daya 125 v dan sistem tanpa safety dengan dua sistem daya 125 v. Peralatan pada sistem kelistikan turbin generator utama GTG safety, GTG alternate, UPS dan sistem batrai dan lain-lain. Untuk melindungi peralatan dan bangunan dari gangguan sambaran langsung dan tidak langsung maka dipasang sistem pembumian netral dan penangkal petir dan untuk melindungi personel terhadap tegngan sentuh dipasang sistem pembumian peralatan dan stasiun."
PRIMA 6:11 (2010)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>