Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 63390 dokumen yang sesuai dengan query
cover
cover
cover
Asri Nugrahanti
"Glasir adalah merupakan lapisan tipis yang biasa digunakan untuk melapisi permukaan bahan keramik, baik keramik tradisional maupun keramik teknik. Pada keramik tradisional penggunaannya didasarkan pada sifat tahan panasnya, daya hantar panas yang kecil dan kekerasannya, misalnya alat-alat perlengkapan rumah tangga. Sedangkan pada keramik teknik penggunaannya didasarkan pada sifat mekanik, sifat elektrik, sifat optik dan sifat thermalnya. Sehingga bahan dasar pada keramik teknik bersifat khusus sesuai dengan kegunaannya.
Penelitian ini hanya membahas mengenai glasir yang digunakan pada keramik teknik yang penggunaannya didasarkan pada sifat mekanik dan sifat elektrik saja. Dan dibatasi pada glasir yang dipakai untuk mengglasir badan isolator listrik tegangan menengah yang menggunakan bahan dasar keramik. Bahan dasar keramik yang digunakan disini adalah khusus yang mana harus dapat menghasilkan sifat yang sesuai dengan kegunaan isolator. Bahan dasar yang memenuhi dan umum dipakai adalah jenis porselen yang mampu memberikan resistivitas dengan nilai dielektrik (kemampuan isolator untuk menahan kuat tembus listrik) yang tinggi dan mempunyai loss factor (faktor kerugian) yang rendah. Hal ini sesuai dengan fungsi isolator yaitu untuk mencegah aliran arus dari bagian konduktor listrik yang berbeda tegangan. Sehingga dapat dikatakan bahwa sifat-sifat teknis bahan glasir maupun badan isolator harus mempunyai sifat yang sesuai dengan sifat isolator listrik. Untuk isolator listrik tegangan menengah menurut hasil penelitian, bahan dasar yang sesuai dan umum dibuat adalah jenis Feldspatic Porselin untuk badan isolator dengan komposisi 15-30% kwarsa, 20-40% feldspar dan 40-60% tanah fiat. Sedangkan untuk glasirnya jenis glasir talk dengan bahan dasar yang terdiri dari kwarsa, feldspar, kaolin dan talk.
Dalam penelitian ini, komposisi badan glasir dibuat bervariasi guna mengetahui bagaimana pengaruh kwarsa dalam glasir pada isolator listrik tegangan menengah terhadap sifat mekanik dan kuat tembus listriknya. Untuk glasir yang sesuai dengan badannya akan meningkatkan sifat mekanik dan kuat tembus listriknya sedangkan yang tidak sesuai justru akan menurunkan. Untuk badan isolator disini dibatasi yang pembentukannya dengan menggunakan tekanan 3 ton. Sedangkan pembakaran yang dilakukan dalam penelitian ini mencapai suhu 1300 °C.
Hasil penelitian yang dianalisa memberikan gambaran bahwa tidak ada suatu hubungan langsung antara bertambah/berkurangnya mineral kwarsa dengan bertambah/berkurangnya sifat mekanis ataupun kuat tembus listriknya. Dari keenam macam komposisi glasir yang dibuat, glasir komposisi D merupakan komposisi yang paling cocok untuk digunakan pada badan isolator komposisi C yang dibuat dengan tekanan 3 ton."
Depok: Universitas Indonesia, 1993
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Madagaskar
"Pada jaringan-jaringan tenaga listrik, isolator yang dipergunakan berperan sebagai pemegang atau pemikul konduktornya, dengan demikian isolator selain harus memiliki sifat mekanik, sifat tahan panas serta sifat kimia yang baik juga harus memiliki kuat dielektrik yang tinggi. Salah-satu faktor yang terpenting dalam mendukung performans isolator yang sesuai dengan fungsinya adalah lapisan glasirnya. Fungsi utama dari lapisan glasir yang menyangkut segi teknik adalah menaikan sifat mekanik disamping ketahanan listriknya. Dengan menggunakan bahan dasar Feldspar, Kwarsa, Kaolin dan Talk, akan diperoleh bahan glasir yang memenuhi persyaratan untuk suatu isolator listrik. Hal ini disebabkan karena bahan-bahan tersebut diatas masing-masing mengandung unsur Al203 (kecuali kwarsa) yang memiliki sifat kuat mekanik yang tinggi disamping unsur SiO2 yang memiliki resistivity yang tinggi dan unsur magnesium (Mg) dari bahan talk mempunyai sifat mekanik dan sifat isolator listrik yang baik juga.
Dari ke 6 komposisi glasir yang ditentukan padapenelitian ini, dengan temperatur pembakaran t = 1300°C terlihat bahwa unsur feldspar sangat berpengaruh terhadap sifat mekanik dan kuat tembus listrik dari sampel isolator. Glasir dengan komposisi A memberikan sifat kuat tembus listrik dan sifat mekanik yang tinggi pada pemakaiannya terhadap badan isolator listrik jenis feldspatik porselen dengan komposisi: feldspar 35 %. : kwarsa 25 % ; kaolin 25 %. dan ballclay 15 % dengan penekanan 5 ton.
Hasil pemeriksaan XRD pada lapisan glasir dengan komposisi A ini secara kualitatif diperoleh unsur-unsur :
Quartz low ( Si02 ) dengan kristal Hexagonal.
Sillimanite ( A120a.SiOx ) dengan kristal Orthorhombic,
Indialite ( a-Mg2A145i501a ) dengan kristal Hexagonal."
Depok: Universitas Indonesia, 1993
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Amien Rahardjo
"Salah satu bahan dielektrik cair, yaitu minyak trafo yang dipergunakan sampai saat ini adalah bahan isolasi yang berbasiskan minyak mineral yang sudah tentu potensi ketersediaanya makin menipis dan harganya kian meningkat. Disamping itu limbah minyak raja "tidak ramah" Iingkungan. Pada akhir-akhir ini ada kecenderungan unluk melakukan penelitian tentang potensi 'minyak yang berasal dari tumbuh-tumbuhan sebagai bahan isolasi cair.
Oleh karena itu, dalam rangka usaha untuk menemukan bahan alternatif pengganti bahan isolasi cair (minyak trafo khususnya yang berbasis minyak mineral), maka pada tulisan ini disajiknn suatu stuck penelitian pendahuluan tentang potensi minyak kelapa sawit sebagai bahan isolasi cair (berbasis tumbuh-tumbuhan) yaitu penelitian pengaruh kenaikan temperatur terhadap karakterisktik tegangan tembus minyak goreng kelapa sawit. Dalam penelitian dilakukan pengujian tegangan tembus dari berbagai minyak goreng kelapa sawit produksi pabrikan dalam negeri serta minyak trafo sebagai pernbanding.
Hasil yang diperoleh menyatakan bahwa tegangan tembus minyak goreng kelapa sawit tersebut lebih besar dari minyak trafo yaitu berkisar 124% - 148%. Disamping itu kandungan kadar lemak jenuh sangat berpengaruh terhadap tegangan tembusnya. Minyak dengan sedikit kandungan lemak jenuhnya memiliki tegangan tembus yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang banyak mengandung lemak jenuh. Pada akhirnya, dapat dikatakan bahwa penelitian pendahuluan ini hasilnya cukup menggernbirakan dan diharapkan dapat dijadikan sebagai dasar penelitian lebih lanjut untuk lebih meyakinkan potensi minyak kelapa sawit sebagai bahan alternatif pengganti dari bahan dielektrik atau isolasi cair yang berbasiskan minyak mineral."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2004
T15020
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dian Puspitasari
"Bila sebuah isolasi diberikan tegangan yang mencapai ketinggian tertentu (tegangan di atas rating), maka bahan isolasi tersebut akan mengalami pelepasan atau kegagalan listrik. Sebelum terjadinya proses kegagalan pada sebuah isolasi, biasanya terdapat indikasi adanya korona. Korona hanya menimbulkan cahaya berwarna ungu dan bunyi bising pada peralatan atau batang penghantar tetapi tidak menghasilkan percikan listrik ataupun lompatan listrik. Korona menimbulkan beberapa efek, antara lain gangguan bising yang berasal dari bunyi yang ditimbulkan oleh korona, interferensi radio dan televisi, dan adanya rugi daya dari proses korona. Korona dapat dideteksi berdasarkan besarnya gangguan bising dan sampul cahaya yang dihasilkan. Semakin kecil jarak kawat penghantar penghantar ke pentanahan, gangguan bising yang dihasilkan semakin besar dan ini mengindikasikan semakin besar korona yang terjadi. Korona yang terjadi terus-menerus akan menyebabkan kerusakan pada peralatan secara tidak langsung. Semakin besar korona yang terjadi, akan mempercepat lompatan listrik, sehingga akan merusakkan peralatan. Oleh karena itu, korona perlu dieliminasi dengan meningkatkan kemampuan dielektrik dari isolasi yang digunakan. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengeliminasi gejala korona yang terjadi adalah dengan meningkatkan kemampuan isolasi dari peralatan, sehingga memperkecil kemungkinan terjadinya kegagalan isolasi. Resin dan pernis merupakan bahan yang dapat dimanfaatkan di antara berbagai bahan isolasi untuk mengeliminasi korona. Resin dan pernis memiliki kemampuan bahan yang hampir sama dengan kaca dan plastik."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2006
S40729
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Mahersa Rakhmat Ali
"Pengujian penerapan tegangan impuls pada isolator epoxy resin yang berpolutan dan diterpa embun ini bertujuan untuk menentukan ketahanan dan pengaruh embun serta polutan tersebut. Pada kondisi sebenarnya, kinerja isolator epoxy resin ini sangat dinengaruhi oleh kondisi lingkungan dimana isolator tersebut dipasang. Kondisi tersebut antara lain adalah polusi dan kondisi basah, baik oleh air hujan maupun embun- Selain iru, dalam menjalankan fungsinya, isolator ini juga harus dapat menahan tegangan impuls yang berasal dari tegangan induksi petir ataupun surja hubung.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa jenis dan bobot polutan akan mempengaruhi besarnya tegangan flashover impuls pada permukaan isolator epoxy resin, sedangkan variasi debit embun tidak menunjukkan pengaruh secara langsung. Pengujiam ini juga menemukan bahwa sifat tegangan impuls yang hanya sesaat berpengaruh dalam menentukan besarnya tegangan impuls pada saat flashover."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2003
S39207
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"Peningkatan keandalan dan penurunan biaya penyaluran sistem tenaga listrik tenus diupayakan. Dalam daflar penggunaan isolator saluran udara di Indonesia, isolator porselen merupakan isolator yang menempati posisi pertama dibandingkon dengan pemakaian isolator lainnya. Padahal isolator parselen
mempunyai bebarapa kelemahan, diantaranya proses produksi yang lama dan biaya produksi yang tidak. sedikit. Isalalor Epoxy Resin sebagai isolator dari jenis cycloaliphatic silica powder filled menjadi atlematif dalam pemakaian isolator di luar ruangan. Kelebihan isolator ini antara lain, harga yang relatif lebih murah, proses fabrikasi yang lebih mudah, sifat mekanis yang kuat dan ringan serta yang utama yaitu didukung oleh sifat isolasi yang mendukung dalam penggunaannya sebagai isolator. Sedangkan kekurangannya adalah terjadi penurunan unjuk kerja isolator ini pada lingkungan yang ekstrim dan berplutan. Untuk itu penulis terdorong untuk melakukan pengujian dengan judul "Analisis Pengaruh Debit Embun Terhadap tegangan Kritis Flashover pada isolator Epoxy Resin dengan Variasi Polutan Buatan". Adapun polutan yang dtgunakan adalah NaCI, CaC03, Carbon dan Semen dengan musing-masing divariasikan bobot nya sebesar 100 gr, 3()0 gr dan 500 gr. Sedangkan debit embun yang digunakan sebesar 16,7 ml/menit untuk tipe 1, 24 m/lmenit untuk tipe 11 dan 32 ml/menit untuk tipe III. Dari hasil pengujian menunjukkan bahwa vanrasi debit embun tidak…
"
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2002
S39696
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>