Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 627 dokumen yang sesuai dengan query
cover
cover
Zikril Hakim Badri
"Penelitian ini membahas mengenai fenomena terbentuknya aliansi gerakan penduduk asli (Indigenous Movement) dengan gerakan Kiri (Left Movement) yang merupakan dua kelompok utama dalam catatan historis perlawanan gerakan sosial melawan elit-elit oligarki politik dan lembaga-lembaga keuangan internasional yang kerap campur tangan dalam urusan dalam negeri Bolivia. Seiring perjalanan waktu, perlawanan gerakan sosial dan elemen masyarakat mencapai puncaknya dengan terjadinya kasus privatisasi air pada tahun 2000 dan privatisasi gas di Bolivia pada tahun 2003. Dalam kedua peristiwa penting ini aktor-aktor gerakan sosial seperti Evo Morales dan partainya yang berbasis gerakan sosial penduduk asli, Movimiento al Socialismo berperan besar melakukan mobilisasi kolektif, konstruksi politik identitas serta pembingkaian wacana anti Neoliberalisme dan Imperialisme yang berhasil menyatukan perlawanan kolektif dari dua arus besar tradisi gerakan sosial yakni kelompok indigenous maupun kelompok Kiri yang pada masa lalu kerap terpecah-pecah akibat ideologi dan garis perjuangan yang berbeda.
Implikasi teoritis berdasarkan hasil temuan data yang penulis dapatkan menunjukan adanya sumbangan penting penelitian penelitian ini dalam hal keterkaitan teori politik identitas, struktur kesempatan politik gerakan sosial, serta mobilisasi kolektif dan pembingkaian wacana gerakan sosial dengan fenomena nyata terbentuknya aliansi perlawanan bersama gerakan penduduk asli bersama dengan gerakan Kiri. Terbentuknya aliansi kolektif gerakan penduduk asli dengan gerakan Kiri sebagaimana temuan penulis ini terbukti memiliki andil besar dalam membawa perubahan politik baru di Bolivia dengan tumbangnya kekuasaan politik rezim oligarki politik Neoliberal yang telah bertahan cukup lama. Selain itu, aliansi kolektif gerakan penduduk asli dengan gerakan Kiri tersebut juga berkontribusi mengantarkan Evo Morales tidak saja sebagai presiden dari kalangan ras penduduk asli tetapi juga pemimpin yang lahir dari latar belakang kuat perjuangan gerakan sosial untuk pertama kalinya melalui pemilihan umum tahun 2005 di Bolivia.

This research discusses about the phenomenon of the establishment of the alliance between the Native Social Movement (Indigenous Social Movement) and the Left Movement which are two major groups in the historical record of social movement resistance against the rule of oligarchic political elites and international financial institution that often intervenes in Bolivia?s domestic affairs. After a long period of resistance, the social movement resistance in Bolivia reached it?s peak momentum with the occurence of water and gas privatization in the year of 2000 and 2003 respectively. In both of these important events in history of Bolivia, social movement actors such as Evo Morales and his political party based on native social movement, namely Movement Toward Socialism (Moviemiento al Socialismo or MAS) play their major role to mobilize collective struggle of social movements, constructing common political identity and making a framing social movement discourse of anti Neoliberalism and Imperialism which succeeded in uniting collective resistance of the two largest mainstreams of social movements in Bolivia, namely the Native Social Movement and the Left Movement. In the past, both of these movements are often fragmented to each other due to differences of their ideological and platform of struggle.
The Theoritical Implication according to the data find by the author in this research shows the importance of this research and academic contribution in terms of the interrelation between political identity theory, social movement political opportunity structure theory, collective mobilization theory and social movement framing discourse theory with empirical (real) phenomenon of the establishment of collective resistance alliance between Indigenous Movement and the Left Movement against Neoliberal Oligarchic government in Bolivia. This Alliance of social movements proved posessing large contribution in the collapse of Neoliberal oligarchic regime and succeeded to bring Evo Morales not only as the first president from the native people of Bolivia but also a president which have a strong background from social movement through the Bolivian election in 2005."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2014
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Lintang Sugiarti
"Banyak wanita ingin merasakan menjadi ibu dan menikmatinya (Donelson, 1999). Lebih lanjut Donelson (1999) menjelaskan bahwa terdapat beberapa stereotipe sosial yang mengatakan bahwa menjadi seorang ibu adalah pencapaian utama seorang wanita. Banyak hal yang mendasari seorang wanita ingin menjadi seorang ibu, namun tidak semua wanita beruntung untuk memiliki anak. Tidak memiliki anak tanpa direncanakan (Involuntary childlessness) bisa diartikan sebagai bentuk ketidakmampuan seseorang secara fisik, misalkan infertilitas. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana seorang wanita yang tidak memiliki anak tanpa direncanakan (Involuntary childless) mampu melakukan penerimaan diri meskipun tekanan yang mereka hadapi cukup besar. serta bagaimana kondisi penerimaan diri-nya tersebut. Teori yang digunakan adalah teori faktor-faktor penerimaan diri dari Hurlock. Peneliti akan mencoba mencari tahu apakah ketidakhadiran anak dalam perkawinan dan besarnya tekanan yang dihadapi (akibat tidak hadirnya anak) dapat mempengaruhi gambaran penerimaan diri seorang wanita. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode kualitatif dengan metode pengambilan data melalui wawancara tiga orang wanita yang telah menikah lebih dari tiga tahun, namun belum memiliki anak. Dari hasil penelitian, ditemukan bahwa para wanita Involuntary childless juga mampu menerima diri namun kondisi penerimaan diri mereka berbeda-beda dan dipengaruhi oleh faktor-faktor yang berbeda pula.

Many women do want motherhood and do enjoy it (Donelson, 1999). Furthermore, Donelson (1999) explain that there is a set of social stereotypes that tells women that being a mother is their ultimate fulfillment. There are Many reasons why a woman wants to be a mother, but not every woman can have the luck of having a child of her own. Involuntary childlessness can be defined as physically disability, such as infertility. The purpose of the research was to see how involuntary childless women can accept herself despite of the high pressure they may encounter, and also to see how the condition of the self acceptance was. Self acceptance factors theory from Hurlock aws used in this research. Researcher will try to find out wether childlessness and the pressure that women encounter (due to childlessness conditions) may influence the self acceptance of a woman. The research was using qualitative method by interviewing three childless women who has been married for three years. The result showed that Involuntary childless women are also capable of self-accepting thus having different ways in accepting and also affected by different factors."
Depok: Universitas Indonesia, 2008
155.633 SUG g
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Maiden, Jennifer
Berrima, NSW: South Head Press, 1981
821.3 MAI f
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Geneva: United Nations, 1989
323 HUM VI
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Arifin Djauhari
"ABSTRAK
Synchronous Digital Hierarchy (SDH) merupakan salah satu teknologi yang memungkinkan dilakukannya proses komunikasi antar sinyal dijital yang berlainan laju bit dan strukturnya.
Kemampuan mentransmisikan berbagai sinyal berlainan disebabkan karena terdapat elemen-elemen transmisi dengan fungsi yang unik. Salah satu elemen adalah Virtual Container dengan fungsi sebagai elemen pembawa informasi yang memiliki struktr tergantung pada muatan. Elemen-elemen transmisi lainnya adalah Synchronous Transport Module, Tributary Unit, Administrative Unit, Overhead, dan Pointer dengan fungsinya masing-masing. Semua elemen transmisi ini terdapat dalam rangkaian proses multipleks sinyal-sinyal tributary yang bertujuan agar sinyal ini dapat ditransmisikan dalam format SDH. Struktur multipleks SDH terdiri dari 3 proses, yaitu pemetaan (Mapping), Multipleks (Multiplexing), dan Penyesuaian (Aligning).
Elemen-elemen transmisi SDH akan dibahas terlebih dahulu meliputi arti dari masing-masing elemen dan fungsinya sebagai dasar pemahaman mengenai prinsip SDH. Pembahasan lebih lanjut adalah mengenai struktur multipleks SDH. Sebagai pembahasan akhir adalah mengenai kasus perencanaan uji lapangan penerapan SDH antar sentral tandem lokal dalam jaringan telekomunikasi di Jakarta"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1994
LP-pdf
UI - Laporan Penelitian  Universitas Indonesia Library
cover
Piskurich, George M.
"Are you looking for a way to facilitate synchronous Web-based Training (WBT)? This Infoline will delve into the differences between online and classroom facilitation, as well as how to prepare, design, and facilitate an online class. Learn how to not only impart knowledge, but also use techniques that will help the learners comprehend and utilize that knowledge."
Alexandria, VA: [American Society for Training & Development Press, American Society for Training & Development Press], 2003
e20429177
eBooks  Universitas Indonesia Library
cover
Diggins, John Patrick
New York: W.W Norton, 1992
320.531 DIG r
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Moyes, Jojo, 1969-
"France 1916. Sophie Lefevre must keep her family safe whilst her adored husband Edouard fights at the front. When she is ordered to serve the German officers who descend on her hotel each evening, her home becomes riven by fierce tensions. And from the moment the new Kommandant sets eyes on Sophie's portrait, painted by Edouard, a dangerous obsession is born, which will lead Sophie to make a dark and terrible decision. Almost a century later Sophie's portrait hangs in the home of Liv Halston, a wedding gift from her young husband before he died.
France, 1916. Sophie Lefevre must keep her family safe whilst her adored husband Edouard fights at the front. When she is ordered to serve the German officers who descend on her hotel each evening, her home becomes riven by fierce tensions. And from the moment the new Kommandant sets eyes on Sophie's portrait - painted by Edouard - a dangerous obsession is born, which will lead Sophie to make a dark and terrible decision. Almost a century later, and Sophie's portrait hangs in the home of Liv Halston, a wedding gift from her young husband before he died. A chance encounter reveals the painting's true worth, and its troubled history. A history that is about to resurface and turn Liv's life upside down all over again."
London: Michael Joseph, 2012
823.92 MOY g
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Singh, Mohinder
New Delhi: Macmillan, 1978
954.03 SIN a
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>