Siti Masyito Krife I.
"Suku Mosuo adalah salah satu suku minoritas di Tiongkok yang menganut sistem matrilinealisme. Suku ini hidup di sekitar danau Lugu serta tersebar di Provinsi Yunnan dan Sichuan. Berbeda dengan suku-suku minoritas lainnya yang menganut sistem patrilineal, suku ini menganut sistem matrilineal yang terwujud dalam festival Chaosan sebagai bentuk penyembahan ?Dewi Wanita? dan tradisi Perkawinan Azhu (阿注婚姻; Āzhù hūnyīn).
Tulisan ini akan membahas gambaran kehidupan suku Mosuo beserta hal-hal yang menjadi ciri khasnya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan studi kepustakaan yang relevan.
Hasil penelitian memberikan gambaran mengenai kekhasan sistem matriliniealisme suku Mosuo yang antara lain terlihat dalam tradisi Perkawinan Azhu (阿注婚姻; Āzhù hūnyīn), tradisi festival Chaosan, serta bentuk kepercayaan yang merupakan perpaduan antara aliran Daba (达巴教; dábājiào) dan Lamaisme (喇嘛教; lǎmajiào).
Mosuo is a tribe that lived around Lugu Lake and scattered in Yunnan and Sichuan Province that adopt matriarchy system. In contrast to other minority ethnic groups in China, this tribe has a very unique customs because they preserve matriarchy system. Their unique customs are Chaosan festival which is a form of worship to 'Goddess Women' and a marriage called Azhu Hunyin (阿注婚姻; Āzhù hūnyīn).
This research will discuss the overview of Mosuo people's lives to the hallmark of this tribe. The method used in this research is qualitative method that collects various data from various sources to explain the matriarchy system of this tribe.
The result of this research provides an overview of the matriarchy system of Mosuo tribe that embodied in the tradition of Azhu Hunyin (阿注婚姻; Āzhù hūnyīn), Chaosan festival, and also the integrated belief between Daba (达巴教; dábājiào) and Lamaism (喇嘛教; lǎmajiào)."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2015