Latar Belakang: Asupan protein yang rendah pada masa kehamilan dapat menyebabkan terjadinya intrauterine growth restriction (IUGR). IUGR berkaitan erat terhadap dislipidemia dan perubahan metabolisme lipid secara abnormal pada anak yang dilahirkan. Peningkatan asupan protein pada anak diharapkan mampu mengatasi kondisi tersebut. Moringa oleifera (MO) merupakan salah satu sumber makanan kaya nutrisi dan protein. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti efektivitas kandungan protein dari ekstrak etanol MO (EEMO) dalam mengatasi defisiensi protein pada anakan tikus dari induk defisiensi protein dengan mengamati profil lipid serta beberapa gen regulator metabolisme lipid di hati. Metode: Anakan tikus usia 3 minggu yang telah disapih dari induk yang mengalami defisiensi protein diberikan pakan rendah protein (protein 9%) dengan penambahan EEMO 400 mg atau 800 mg, atau diberikan pakan normal (protein 18%) selama 5 minggu. Kelompok pembanding adalah anakan dari induk tikus yang diberikan pakan normal tanpa pemberian EEMO. Pada akhir penelitian dilakukan pemeriksaan berat badan, pengukuran profil lipid darah dengan spektrofotometri, pemeriksaan ekspresi mRNA Fgf21, Pgc1a, Srebp1c, dan Srebp2 dengan menggunakan qRT-PCR, serta pemeriksaan ekspresi protein FGF21 di hati dengan imunohistokimia. Hasil: Pemberian EEMO tidak memberikan perbaikan kenaikan berat badan dibandingkan kelompok defisiensi protein (DP). Pemberian EEMO tidak meningkatkan kadar kolesterol total, trigliserida, dan HDL secara signifikan dibandingkan kelompok DP. Hanya EEMO 400 mg yang mampu menurunkan rasio TG/HDL dan EEMO 800 mg yang mampu meningkatkan kadar LDL secara bermakna terhadap kelompok DP. Pemberian EEMO tidak dapat menurunkan ekspresi mRNA Fgf21, Pgc1a, Srebp1c, dan Srebp2 di hati model hewan coba, namun pemberian EEMO 400 mg terbukti dapat menurunkan ekspresi protein FGF21 secara signifikan di hati. Kesimpulan: Pemberian ekstrak EEMO secara tunggal belum mampu memperbaiki kondisi dislipidemia dan perbaikan gen regulator metabolisme lipid di hati model hewan coba defisiensi protein.