Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 58745 dokumen yang sesuai dengan query
cover
cover
cover
Talitha Tri Pujiyati
"ABSTRAK
Pembentukkan kompleks ion logam dengan ligan multidentat yang
berstruktur 1, 2 dan 3 dimensi menarik untuk dipelajari karena dapat
membentuk kompleks yang stabil. Penelitian ini, mempelajari pembentukkan
kompleks ligan 2 dimensi, yaitu 18-Crown-6-ether dengan ion Pb(II) melalui
ekstraksi dalam sistem heksana-air. Ion Pb(II) dipilih berdasarkan
kesesuaian ukuran diameter Pb(II) dengan cincin eter. Reaksi pembentukkan
kompleks dipelajari melalui spektrum absorpsi dengan spektrofotometer UVVis.
Kompleks Pb(II)–18-Crown-6 yang terbentuk berupa kompleks kation,
[Pb(18-Crown-6)]2+ yang terlarut dalam fasa air yang ditandai kenaikkan
serapan 18-Crown-6 dalam fasa air, dan penurunan serapan 18-Crown-6
dalam fasa organik. Ion pikrat diberikan untuk meningkatkan ekstraksi
dengan membentuk kompleks pasangan ion, berupa [Pb(18-Crown-6)]Pic2.
Adanya kompleks ini ditunjukkan dengan kenaikan absorbansi pada 280 nm
dalam fasa organik. Keberadaan anion lain seperti Cl-, CH3COO-, dan OHdalam
sistem akan memberikan efek kompetisi terhadap pembentukkan
kompleks yang diinginkan. Mekanisme pembentukan kompleks ini kemudian
diperjelas dengan data antarmuka sistem heksana-air, menggunakan High
Speed Stirring Spectrophotometry. Pada antarmuka diamati adanya spesies
ligan dan kompleks pasangan ion yang teradsorpsi, sehingga pembentukan
kompleks dapat dibuktikan melalui tahap pertemuan reaktan pada
antarmuka."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Indonesia, 2006
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Universitas Indonesia, 1995
TA200
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Birul Andini
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1998
S49046
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"PEMANFAATAN AMONIUM ZEOLIT DAN POLIMER DALAM PENGOLAHAN LIMBAH AIR PENDINGIN REAKTOR NUKLIR. Pengoperasian reaktor nuklir akan menimbulkan limbah radioaktif yang salah satunya adalah limbah air pendingin primer yang mengandung hasil belah Sr90, Cs137 dan produk korosi Co60 . Limbah ini harus dikelola dengan baik agar tidak memberikan dampak bagi masyarakat dan lingkungan. Telah dilakukan penelitian pengolahan limbah air pendingin primer dengan memanfaatkan zeolit murni dan amonium zeolit, serta imobilisasi zeolit bekas menggunakan polimer. Penelitian bertujuan untuk mempelajari kemampuan penyerapan zeolit murni dan amonium zeolit terhadap Sr, Cs dan Co, serta karakteristik hasil imobilisasi. Percobaan dilakukan secara catu dengan mengkontakkan zeolit murni dan amonium zeolit dengan limbah air pendingin reaktor simulasi yang mengandung Sr, Cs dan Co dalam berbagai waktu kontak. Imobilisasi amonium zeolit bekas dengan polimer dilakukan pada berbagai kandungan limbah 10, 20, 30, 40 dan 50 % berat. Karakteristik blok polimer-amonium zeolit bekas yang dipelajari adalah densitas, kuat tekan dan laju pelindihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu kontak optimal adalah 90 menit dengan efisiensi penyerapan amonium zeolit lebih tinggi dibandingkan zeolit murni, dengan urutan: Sr > Co > Cs. Karakterisasi blok polimer-amonium zeolit bekas menunjukkan bahwa semakin besar kandungan limbah maka densitas dan laju pelindihan semakin tinggi dan kuat tekan semakin turun. Karakteristik blok polimer-amonium zeolit bekas terbaik diperoleh pada kandungan limbah 20 % berat dengan densitas 1,3051 g/cm-3, kuat tekan 9,68 kN/cm-2 dan tidak terdeteksi adanya hasil belah yang keluar dari blok polimer-amonium zeolit bekas. Kata kunci: Hasil belah, air pendingin reaktor, zeolit, polimer. ABSTRACT UTILIZATION OF AMMONIUM ZEOLITES AND POLYMERS IN TREATMENT OF COOLANT WASTE OF NUCLEAR REACTOR. Operation of nuclear reactor generates radioactive wastes, and one them is the waste from primary coolant water that contain fission products Sr90, Cs137 and corrosion product Co60 . This waste must be managed to prevent impact to the community and environment. A research on treatment of primary cooling water that contain fission products by utilizing pure zeolite and ammonium zeolite, and immobilization of the spent ammonium zeolite with polymer has been completed. The aim of the research is to study both the sorption ability of pure zeolite and ammonium zeolite to Sr,Cs and Co, and the characteristics of the immobilization product. The experiments was carried out by contacting pure zeolite and ammonium zeolite with simulated waste which contain Sr,Cs and Co in a varied contact time. Immobilization of spent ammonium zeolite with a polymer is conducted in a varied waste loading, i.e.: 10, 20, 30, 40 and 50% weight. The characterization of the ammonium zeolite-polymer blocks was performed by the measurement of the density, compressive strength and leaching rate. The result, at the 90 minutes optimal contact time, showed that the ammonium zeolite sorption efficiency is higher than pure zeolite’s, in an order of Sr> Co> Cs. The characteristics of ammonium zeolite-polymer blocks was found to be the greater the waste loading the higher the density of the waste, as well as the compressive strength and the leaching rate. The best ammonium zeolite-polymer blocks were obtained at waste loading of 20% weight, the blocks density of 1.3051 g/cm3, and the compressive strength of 9.68 kN/cm2. The presence of fission product leaching was not detected. "
604 JTPL 16:2 (2013)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Dewi Permatasari
"Telah dilakukan preparasi lapisan tipis TiO2 di atas plat Ti dengan metode oksidasi termal pada suhu yang kondusif untuk pembentukan fasa anatase, yaitu 300°C dan 400°C. Uji aktifitas fotoelektrokatalisis menggunakan metode Linier Sweep Voltammetry (LSV) menunjukkan bahwa lapisan tipis TiO2 yang dipreparasi pada suhu 400°C selama 48 jam memiliki respon arus cahaya tertinggi. Lapisan tipis TiO2 yang dipreparasi pada suhu 400°C selama 48 jam kemudian dibandingkan aktifitas fotoelektrokatalisisnya dalam mendegradasi zat warna congo red menggunakan reaktor fotoelektrokatalisis sistem batch, dengan lapisan tipis TiO2 rutile yang dipreparasi pada suhu 650°C selama 2 jam. Pengaruh beberapa parameter seperti bias potensial, konsentrasi awal, dan pH dipelajari untuk menentukan kondisi optimum. Kondisi optimum dicapai dengan menggunakan bias potensial +1 V vs Ag/AgCl, konsentrasi awal congo red 10 ppm dalam NaNO3 0,1 M, dan pada pH alami yaitu 5,3. Pada kondisi optimum, lapisan tipis TiO2 rutile yang dipreparasi pada suhu 650°C selama 2 jam menunjukkan aktifitas fotoelektrokatalisis yang lebih tinggi dalam mendegradasi congo red selama 60 menit, yaitu mencapai 80,957% dibandingkan lapisan tipis TiO2 yang dipreparasi pada suhu 400°C selama 48 jam, yang hanya mencapai 78,487 % . Lapisan tipis TiO2 yang dipreparasi pada suhu 650°C selama 2 jam selanjutnya diaplikasikan pada reaktor fotoelektrokatalisis rotating drum. Pengaruh kecepatan putar rotating drum dipelajari. Hasil menunjukkan bahwa pada kecepatan putar 39 rpm, lapisan tipis TiO2 yang dipreparasi pada suhu 650°C selama 2 jam menghasilkan aktifitas fotoelektrokatalisis tertingginya dalam mendegradasi congo red selama 60 menit, yaitu mencapai 63,618 %.

Preparation a thin film of TiO2 on Ti plate with thermal oxidation method at temperatures that is conducive to the formation of anatase phase, 300°C and 400°C, has been done. Photoelectrocatalytic activity test using Linear Sweep Voltammetry (LSV) shows that a thin film of TiO2, prepared at 400°C for 48 hours has the highest photocurrent response. Photoelectrocatalytic activity to degrade congo red using a batch reactor system, of thin film of TiO2, prepared at 400°C for 48 hours compared with a thin film of TiO2 rutile, prepared at 650°C for 2 hours. The influence of several parameters such as applied potential, initial concentration, and pH has been studied to determine the optimum conditions. The optimum condition is achieved by using applied potensial + 1 V vs Ag/AgCl, initial concentration of 10 ppm Congo Red in NaNO3 0,1 M, and at natural pH 5,3. At optimum conditions, a thin film of TiO2 rutile that prepared at 650°C for 2 hours shows a higher photoelectrocatalytic activity to degrade Congo Red for 60 minutes, reaching 80,957 %, compared with thin film of TiO2, prepared at 400°C for 48 hours, only reaching 78,487 %. Thin film of TiO2 that is prepared at 650o C for 2 hours then is applied to the rotating drum photoelectrocatalytic reactor. The effect of rotating speed has been studied. The results show that at 39 rpm rotating speed, a thin film of TiO2 that is prepared at 650°C for 2 hours produces the highest photoelectrocatalytic activity to degrade Congo Red for 60 minutes, reaching 63,618 %."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2012
S42575
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Darul Hamdi
"Telah dilakukan preparasi lapisan tipis TiO2 di atas plat Ti dengan metode oksidasi termal pada suhu yang kondusif untuk pembentukan fasa anatase, yaitu 300o C dan 400o C. Uji aktifitas fotoelektrokatalisis menggunakan metode Linier Sweep Voltammetry (LSV) menunjukkan bahwa lapisan tipis TiO2 yang dipreparasi pada suhu 400o C selama 48 jam memiliki respon arus cahaya tertinggi. Lapisan tipis TiO2 yang dipreparasi pada suhu 400°C selama 48 jam kemudian dibandingkan aktifitas fotoelektrokatalisisnya dalam mendegradasi zat warna congo red menggunakan reaktor fotoelektrokatalisis sistem batch, dengan lapisan tipis TiO2 rutile yang dipreparasi pada suhu 650°C selama 2 jam. Pengaruh beberapa parameter seperti bias potensial, konsentrasi awal, dan pH dipelajari untuk menentukan kondisi optimum. Kondisi optimum dicapai dengan menggunakan bias potensial +1 V vs Ag/AgCl, konsentrasi awal congo red 10 ppm dalam NaNO3 0,1 M, dan pada pH alami yaitu 5,3. Pada kondisi optimum, lapisan tipis TiO2 rutile yang dipreparasi pada suhu 650°C selama 2 jam menunjukkan aktifitas fotoelektrokatalisis yang lebih tinggi dalam mendegradasi congo red selama 60 menit, yaitu mencapai 80,957% dibandingkan lapisan tipis TiO2 yang dipreparasi pada suhu 400°C selama 48 jam, yang hanya mencapai 78,487 %. Lapisan tipis TiO2 yang dipreparasi pada suhu 650°C selama 2 jam selanjutnya diaplikasikan pada reaktor fotoelektrokatalisis rotating drum. Pengaruh kecepatan putar rotating drum dipelajari. Hasil menunjukkan bahwa pada kecepatan putar 39 rpm, lapisan tipis TiO2 yang dipreparasi pada suhu 650°C selama 2 jam menghasilkan aktifitas fotoelektrokatalisis tertingginya dalam mendegradasi congo red selama 60 menit, yaitu mencapai 63,618 %.

Preparation a thin film of TiO2 on Ti plate with thermal oxidation method at temperatures that is conducive to the formation of anatase phase, 300°C and 400°C, has been done. Photoelectrocatalytic activity test using Linear Sweep Voltammetry (LSV) shows that a thin film of TiO2, prepared at 400°C for 48 hours has the highest photocurrent response. Photoelectrocatalytic activity to degrade congo red using a batch reactor system, of thin film of TiO2, prepared at 400°C for 48 hours compared with a thin film of TiO2 rutile, prepared at 650°C for 2 hours. The influence of several parameters such as applied potential, initial concentration, and pH has been studied to determine the optimum conditions. The optimum condition is achieved by using applied potensial + 1 V vs Ag/AgCl, initial concentration of 10 ppm Congo Red in NaNO3 0,1 M, and at natural pH 5,3. At optimum conditions, a thin film of TiO2 rutile that prepared at 650°C for 2 hours shows a higher photoelectrocatalytic activity to degrade Congo Red for 60 minutes, reaching 80,957 %, compared with thin film of TiO2, prepared at 400o C for 48 hours, only reaching 78,487 %. Thin film of TiO2 that is prepared at 650°C for 2 hours then is applied to the rotating drum photoelectrocatalytic reactor. The effect of rotating speed has been studied. The results show that at 39 rpm rotating speed, a thin film of TiO2 that is prepared at 650°C for 2 hours produces the highest photoelectrocatalytic activity to degrade Congo Red for 60 minutes, reaching 63,618 %."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2012
S42576
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Anggun Kurniasari
"Pemisahan bioproduk seperti asam laktat membutuhkan kemurnian yang tinggi untuk aplikasi industri. Selain itu, proses separasi dan purifikasinya kerap mengalami kendala karena harus memurnikan senyawa dalam konsentrasi yang rendah dan kestabilan biomolekuler. Sistem ekstraksi cair-cair (ECC) merupakan salah satu metode yang banyak dipakai untuk memisahkan asam laktat dari impuritasnya. ECC dapat memisahkan zat terlarut pada konsentrasi rendah. Pada penelitian ini, asam laktat diekstraksi menggunakan campuran tri-n-butylamine (TBA) dalam kloroform sebagai ekstraktan. Pengamatan dilakukan pada berbagai rasio volume ekstraktan organik untuk memperoleh ekstrak 20 mL asam laktat yang optimal. Variasi juga dilakukan pada kisaran suhu 25 ? 50 °C. Analisa kandungan asam laktat dilakukan dengan metode titrasi dan HPLC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume asam laktat yang paling optimal dalam mengekstrak 40% (v/v) asam laktat adalah sebesar 40,12 mL TBA dalam 10 mL kloroform. Adapun suhu optimal yang digunakan dalam proses ECC adalah sebesar 30°C.
Bioproduct separation such as lactic acid need high purity for industrial application. Besides, separation pr°Cess and purification usually has problem because it has to purified compound in low concentration and biomolecular stability. Liquid-liquid extraction system (L/LE) is one of many methods used in lactic acid purification from its impurities. L/LE can separate soluted in low concentration. In this observation, lactic acid extracted by Tri-n-butylamine (TBA) mixture in chloroform as extractant. The research carried out in ratio variation of volume organic extractant to obtain 20 mL optimum lactic acid in extract. Temperature variation is on 25 ? 50 °C range. Lactic acid analization on organic phase use titration and HPLC method. The results shows that the most optimum volume extractant to extract lactic acid 40% (v/v) is 40,12 mL TBA in 10 mL of chloroform. The optimum temperature used in ECC pr°Cess is 30°C."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2014
S57199
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nurhadi, translator
"Tesis ini membahas kemampuan unit pengolahan limbah UASB, UASB-DHS dan DHS dalam menyisihkan pencemar di Waduk Setiabudi Jakarta Selatan. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif; dan data diperoleh dari penelitian parameter kualitas air di laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan teknologi kombinasi UASB~DHS mampu menyisihkan pencemar paling baik diikuti dengan sistem pengolahan tunggal DHS. Berdasarkan pertimbangan kesesuaian, kapabilitas teknologi, lahan tersedia, serta kelayakan finansial, satu unit pilot project teknologi DHS dapat dibangun di Waduk Setiabudi Jakarta Selatan.

The focus of this study is to research capability of wastewater treatment units UASB, UASB-DHS and DHS for reducing contaminant in Setiabudi reservoir in South Jakarta. The purpose of this study is to determine the best technology for reducing contaminant. This research is quantative descriptive interpretive, and the data were collected by researching in laboratory. The result of this study shows that technology combination of UASB-DHS is the best for reducing contaminant. Based on suitability considerations, technological capability, land available, as well as the financial feasibility, a unit of DHS technology can be built as a pilot project in South Jakarta Setiabudi Reservoir."
Jakarta: Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia, 2010
T33252
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>