Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 61372 dokumen yang sesuai dengan query
cover
cover
Trimanah
"Penelitian ini membahas tentang Strategi Komunikasi linformasi dan Edukasi (KIE) yang dilakukan oleh Yayasan Pelita I1mu dalam upayanya untuk melakukan pencegahan penularan HIV yang disebabkan oleh pemakaian jarum suntik di kalangan penyalahguna obat di wilayah Kampung Bali Jakarta Pusat. Kerangka penelitian ini mengacu pada Stategi Nasional Penanggulangan HIV/AIDS yang dicanangkan oieh Kementrian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Komisi Penanggulangan AIDS Nasional tahun 2003. Strategi ini merupakan rujukan bagi segala upaya pencegahan dan penanggulangan HIV yang dilakukan oleh pemerintah, LSM-LSM, maupun perorangan.
Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, sedangkan satuan analisis yang digunakan adalah single case-multi level analysis dengan tujuan untuk menyediakan pengertian yang mendalam tentang program pencegahan penularan HIV melalui narkoba IDU.
Penelitian ini mempunyai tujuan untuk memperoleh gambaran yang jelas tentang strategi KIE yang sedang dilakukan oleh YPI. Level analisis yang digunakan adalah multi level analysis dimana obyek analisisnya adalah individu sebagai anggota masyarakat yang mendapatkan sosialisasi program pencegahan penularan HIV melalui narkoba IDU dan organisasi (VPI) sebagai pihak yang melakukan sosialisasi tersebut. Maka metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan memaparkan, menuturkan, menafsirkan dan menganalisis data yang ada.
Hasil temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa strategi komunikas informasi dan edukasi yang dilakukan oleh YPI dalam upayanya untuk melakukan pencegahan penularan HIV sudah mencakup bebebara aspek, mulai sasaran, peran, saluran yang digunakan dan juga feed back yang didapatkan. Strategi ini dibuat berdasarkan data yang diperoleh dilapangan, sehingga kemudian dibuat strategi berdasarkan data tersebut. Strategi ini dianggap paling efektif, sebab pertama, sasaran menjadi jelas mulai dari umur, pendidikan, pekerjaan dan lain sebagainya. Kedua, pesan yang dirancangpun menjadi lebih tajam dan terarah karena sasaran sudah dilakukan pengelompokan sasaran berdasarkan beberapa hal. Ketiga, saluran yang digunakan menjadi lebih terarah. Keempat, feedbacknya juga menjadi jelas sehingga dapat dibuat antisipasi dan stratgei lanjutan berdasarkan feedback tersebut.
Hasil yang didapat dan penelitian ini juga sesuai dengan lead difusi inovasi dan teori pemasaran social yang disampaikan Rogers. Dimana ide social atau produk social yang ditawarkan oleh YPI sudah dapat diadopsi sebagai suatu inovasi baru bagi masyarakat Kampung Bali. Mereka yang tadinya menolak ide ini akhirnya menerima, bahkan mau melaksanakannya bersama-sama dengan YPI."
Depok: Universitas Indonesia, 2004
T13732
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Rochani Istiawan
"Adanya pengawas minum obat seharusnya mampu meningkatkan klien TBC patuh tetapi angka konversi BTA negatip masih dibawah target Nasional (80%). Tujuan dari penelitian ini untuk menguji hubungan antara pengawas minum obat oleh keluarga dan petugas kesehatan dengan pengetahuan, perilaku pencegahan dan kepatuhan klien TBC di Kabupaten Wonosobo. Sedangkan desain yang digunakan deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Total sampel yang memenuhi kriteria inklusi yang digunakan pada studi berjumlah 72 responden. Instrumen dibuat sendiri dan diuji validitas (r hitung > r tabel=0,361) dan reliabilitas dengan a=0,9298 (pertanyaan peran PMO), a = 0,9076 (pertanyaan pengetahuan), a = 0,8076 (pertanyaan perilaku pencegahan), a = 0,6631 (pertanyaan kepatuhan). Untuk menguji hubungan antara PMO oleh keluarga dan petugas kesehatan dengan pengetahuan, perilaku pencegahan dan kepatuhan klien TBC digunakan Product Moment Pearson's Correlation Coefficient. Selanjutnya hubungan tersebut akan dikontrol dengan karakteristik PMO maupun klien TBC.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hubungan peran PMO oleh keluarga dengan pengetahuan klien TBC menunjukkan Hubungan peran PMO oleh keluarga dengan perilaku pencegahan klien TBC menunjukkan hubungan yang kuat (r=0,656) dan berpola positip. Ada hubungan yang signifikan antara PMO oleh keluarga dengan perilaku pencegahan klien TBC (p=0,0001 ). Hubungan peran PMO petugas dengan pengetahuan klien TBC menunjukkan hubungan kuat (r=0,706) dan berpola positip. Hubungan peran PMO petugas dengan perilaku pencegahan klien TBC menunjukkan hubungan kuat (r=0,673) dan berpola positip. Hubungan peran PMO petugas dengan kepatuhan klien TBC menunjukkan hubungan sedang (r=0,553) dan berpola positip. Ada hubungan yang signifikan antara peran PMO petugas dengan pengetahuan, perilaku pencegahan dan kepatuhan klien TBC. Variabel confounding (umur baik dari PMO oleh keluarga dan petugas kesehatan maupun klien TBC yang diawasi) tidak berpengaruh terhadap hubungan peran PMO keluarga dengan pengetahuan, perilaku pencegahan dan kepatuhan klien TBC.
Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang kuat antara peran PMO keluarga terhadap perilaku pencegahan klien TBC, dan ada hubungan yang kuat antara peran PMO petugas terhadap pengetahuan, perilaku pencegahan dan kepatuhan kIien TBC agar program penatalaksanaan TBC berhasil, harus ada kunjungan rumah dari petugas kesehatan (perawat kornunitas) untuk memantau perilaku pencegahan dan kepatuhan pengobatan klien TBC.

The program of TB drug observer should be increased the TB client in adherence, but the national number of the negative result of Tuberculosis diagnostic still below the national target (80%). The goal of this study was to know the correlation between TB Drug Observer by the Family and Health Worker with the Knowledge, Behavior and Adherence of TB patient. This study was used descriptive correlation design with cross sectional approach. The total sample of this study where that matches with the inclusive criteria was 72 TB patients. The instruments were self prepared by the researcher with validity test (counted r>tabled r 0.361) and the reliability test with a=0,9298 (TB drug observer role), a=0.9076 (knowledge), a=0.8067 (prevention behavior), a=0,6631 (adherence). Product Moment Pearson's Correlation Coefficient was used to analyze the correlation between TB Drug Observer by the Family and Health Worker with the Knowledge, Behavior and the Adherence of TB patient.
The result of this study showed a strong correlation between the family TB Drug Observer to the prevention Behavior (r=0,656) in positive pattern. The significant correlation family TB Drug Observer to the prevention TB behavior (p=0.0001). Another result showed a strong correlation between health workers TB Drug Observer to the knowledge of the patient (r=0.706) in positive pattern. Also the result showed a strong correlation between health workers TB Drug Observer to the prevention TB behavior (r=0.673) in positive pattern. And there was a mild correlation also between health workers TB Drug Observer to the adherence of TB medication (r=0.553) in positive pattern. There was also a significant correlation between health workers TB Drug Observer role to the knowledge, TB prevention behavior and TB medication adherence. Confounding variables were not having correlation to the family TB Drug control Adherence Observer role to the knowledge, TB prevention behavior and TB medication.
The conclusion from this study showed a strong correlation between family TB drug observer and the prevention behavior, and a strong correlation between health worker TB drug observer and the knowledge, prevention behavior and adherence of the patient. This study suggested that the community nurse should keep visit the family to observe and maintain the prevention behavior and adherence to the TB medication program.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2005
T18687
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"Tugas perkembangan remaja adalah belajar. Belajar merupakan kebutuhan yang sangat penting untuk menentukan masa depan remaja. Namun akhir-akhir ini orang tua mengeluhkan anaknya yang malas belajar sehingga nilainya kurang memuaskan. Ketika mulai masuk masa ujian, siswa mempunyai persiapan beragam sesuai dengan pola belajamya. Dalam hal tersebut pola belajar berpengaruh terhadap tingkat kecemasan siswa. Tujuan penelitian ini adalah peneliti ingin mengatahui apakah ada hubungan pola belajar dengan tingkat kecemasan dalam menghadapi ujian. Penelitian ini melibatkan 96 responden, dan dilakukan di SMA N 1 Kartasura Sukoharjo. Disain penelitian yang digunakan deskripsi korelasi dengan instrumen penelitian kuisioner. Analisa data yang digunakan adalah Chi-square untuk menganalisa hubungan antar variabel yaitu pola belajar dan tingkat kecemasan dalam menghadapi ujian. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara pola belajar dengan tingicat kecemasan dalam menghadapi ujian. Nilai p value 0,947 dengan nilai alpha 0,05. Nilai p value > nilai alpha. "
Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2008
TA5717
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Jakarta: Kantor Menteri Negara Kependudukan / BKKBN, 1995
616.97 PED
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
"Keluarga, terutama pasangan merupakan individu yang sangat dekat (selalu kontak) dan
memegang peranan penting bagi kehidupan keluarganya. Tingkat pengetahuan pasangan
klien TB paru tentang pencegahan dan penularan TB paru sangat penting untuk
mencegah tertular penyakit TB, yang diderita oleh pasangannya. Penelitian ini bertujuan
untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan pasangan klien TB paru tentang
pencegahan dan penularan penyakit TB paru. Desain yang di gunakan dalam penelitian
ini adalah deskriptif sederhana. Sampel yang digunakan adalah pasangan klien TB pam
dalam ikatan perkawinan yang sah. Peneiitian ini dilakukan di Puskesmas Kecamatan
Cempaka Putih Jakarta Pusat, pada tangga 1 dan 6 Mei 2002. Pengumpulan data
dilakukan pada 27 responden (n=27),dengan menggunakan kuesioner dan dengan teknik
berdasarkan quota yang berisi data demografi yang meliputi nama (inisial), usia,
pendidikan, pekerjaan (pasangan), agama, dan Iamanya menderita TB (pasangan), serta
pertanyaan-pertanyaan yang dirancang untuk mengetahui sejauhmana tingkat
pengetahuan tentang pencegahan dan penularan TB paru, sebayak 17 penanyaan. Data
diolah dengan menggunakan metode statistik tendensi sentral yaitu mean, median, dan
modus. Analisa data dalam penelitian ini hanya menggunakan mean dan modus. Hasil
perhitungan diperoleh rata-rata tingkat pengetahuan tentang penularan adalah 5,22 dan
termasuk dalam kriteria tingkat pengetahuan sedang ( berkisar antara 4-6). Sedangkan
tingkat pengetahuan tentang pencegahan diperoleh rata-rata 4,82 dan termasuk dalam
kriteria tingkat pengetahuan sedang (berkisar antara 3-5). Jadi kesimpulannya adalah
rata-rata tingkat pengetahuan pasangan klien TB paru tentang pencegahan dan penularan
penyakit TB paru di Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Jakarta Pusat adalah tingkat
pengetahuan sedang."
Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2002
TA5185
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Universitas Indonesia, 2005
S27604
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2010
Lap. penelitian Deb N10t
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>