Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 271 dokumen yang sesuai dengan query
cover
cover
"Abu Zaid merasa resah pada kondisi umat yang terjebak dalam dua wacana ekstrim yang saling bertentangan. Ada yang mendukung rasionalisme dengan mengabaikan spiritualisme, juga ada yang mengusung spiritualisme seraya melupakan rasionalisme. Sebab itu, harus ada wacana yang dikemas dengan sentuhan-sentuhan nasionalisme plus spiritualisme. Ia pengagum Ibn Rusyd dan sekaligus Ibn Arabi, sehingga ia menjadi titik temu antara wacana diskursif [burhani] dan intuitif [irfani]. Sebagai pemikir filsafat yang Ibn Arabian dan juga pengkaji tasawuf yang Ibn Rusydian, ia memajukan ide-ide filsafati yang mempunyai semangat sufistik dan membela epistemologi sufistik dengan nuansa filosofis. Kerangka epistemologinya bertolak dari empirisme dan berujung pada spiritualisme. Epistemologinya sebagai kelanjutan dari epistemologi Ibn Rusyd sehingga bersifat pinggiran tetapi berevolusi ke arah garis tengah" hingga lebih populis. Kitabnya Hakazha Takallam Ibn Arabi [begitulah kata Ibn Arabi] menjadi saksi betapa ia ingin menghadirkan tasawuf sebagai sitem pengetahuan alternatif detengan dominasi sistem-sitem pengetahuan yang dogmatik-doktrinal dan rasional-positivistik. Namun, pada kenyataannya tasawuf tidak bisa berbuat banyak. Watak masyarakat modern yang rasional telah menghalangi tasawuf untuk berperan maksimal."
JTW 1:1 (2012)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Cooper, John
Jakarta: Erlangga , 2002
297.61 COO p
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
"Nasr Hamid Abu Zayd menerapkan konsep penafsiran al-Qur'an melalui kebebasan berpikir terhadap teks-teks al-Qur'an, dan ia mengikuti pemikiran Mu'tazilah yang menegaskan bahwa al-Qur'an adalah makhluq. Dalam bukunya yang berjudul "Mafhum an-Nash", terdapat hal-hal yang membingungkan, bahkan ia menyatakan bahwa al-Qur'an adalah produk budaya, hingga akhirnya dituduh sebagai orang yang murtad. Dan pemikiran Abu Zayd dipengaruhi oleh pemikir-pemikir Barat. Bahwa metode penafsiran yang didengungan oleh Nasr Hamid Abu Zayd terhadap teks al-Qur'an sangat membingungkan, dan ia juga menegaskan bahwa penafsiran pada teks al-Qur'an dan Injil adalah sama. Dan Nasr Hamid Abu Zayd juga merujuk pada orientalis yang merivisi pemahaman terhadap al-Qur'an sebagai wahyu Allah. Dan ia menempatkan Nabi Muhammad sebagai penulis al-Qur'an. Hal itulah yang memunculkan pertanyaan kenapa Muslim dan penafsir tidak saja mempertanyakn al-Qur'an secara kontektual."
KONSTAINT 9:1 (2012)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Mochammad Rijaal Soedrajad
"Tulisan ini merupakan studi mengenai esensi kemurnian Islam dalam diskursus Islam Pribumi dan Islam Puritan yang ada di Indonesia. Berbagai peristiwa sosiologis berperiodik di wilayah Nusantara telah membuat masyarakat muslim di Indonesia kini terfragmentasi menjadi dua kelompok berbeda, berdasarkan kiblat ideal otentisitas Islam masing-masing. Sebagian ada yang menganggap bahwa esensi Islam ada pada zaman keemasan Muhammad dan berkiblat pada budaya Timur Tengah pada masa itu. Sebagian lainnya menganggap bahwa esensi Islam justru sudah hadir dan hidup di tengah transformasi sosial dan budaya di wilayah Nusantara. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali seperti apa esensi dan wajah Islam di Indonesia yang seharusnya, melalui dialektika antara kedua jenis kelompok tersebut. Metode yang dipakai di dalam tulisan ini adalah studi literatur dengan pendekatan melalui hermeneutik Nasr Hamid Abu Zayd, dengan gagasannya terkait pembacaan kitab suci melalui konteks historis dan kritik teks Al-Qur’an. Esensi dan wajah Islam sesungguhnya telah hidup di Indonesia sejak awal kehadirannya di wilayah Nusantara karena Islam di Indonesia harus dapat berdialektika dengan pluralitas budaya dan masyarakatnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompatibilitas gagasan Islam Pribumi dengan kondisi Indonesia, sesuai dengan pendekatan Nasr Hamid dalam melihat agama yang seharusnya dapat bersinergi dengan budaya.

This paper is a study of the essence of Islam in the discourse of Puritan Islam and Indigenous Islam in Indonesia. The Muslim community in Indonesia is now fragmented into two distinct groups. The first group considers that the essence of Islam must follow Middle Eastern traditions in all its aspects. The second group considers that the essence of Islam must adapt to local traditions/cultures as long as it does not conflict with the holy text of the Qur'an and Sunnah of Muhammad SAW. The purpose of this research is to explore what the essence of Islam in Indonesia should be. The method used in this paper is a literature study through Nasr Hamid Abu Zayd's hermeneutic approach with his ideas related to the reading of the Qur’an through the historical context and criticism of Quranic verses. The results of the study indicate that the essence of Indonesian Islam is Indigenous Islam because Islam should be able to synergize with all times and places and thus be able to have a dialectic with the plurality of culture and society, so that Islam can be accepted by all, including Indonesian cultures that is different from the Middle Eastern culture."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2021
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Nadwah
"Buku ini merupakan kumpulan tentang sejarah Islam pada masa Nabi Muhammad SAW dan Khilafah Rasyidin"
[Place of publication not identified]: Jamiyatul Da'wah Al-Islamiyah Al-Aliyah, 2000
ARA 297 NAD t
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Zaukah, Muhammad Khumis
"buku ini berisi tentang geografis atau keadaan alam negara islam."
kairo: Dar al-Ma`rifat, 1994
ARA 297.09 ZAU j
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Mustofa Ugurdarman
Istambul IRCICA 1990
RB 652.109 53 U 161 m
Buku Referensi  Universitas Indonesia Library
cover
Luban, Ibrahim Abd al-Majid
Kairo : Maktabat al-Nahdat al-Misriyyah , 1954
ARA 297.61 LUB f
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Labban, Ibrahim Abd al-Majid
"Buku ini berisi pembahasan tentang filsafat dari definisi filsafat, pemikiran dalam filsafat, dan topik-topik dalam filsafat. Selain itu, buku ini juga membahas perkembangan filsafat di Eropa dan di dunia Arab khususnya masyarakat Islam. Bagi masyarakat Islam, filsafat memberi pengaruh dengan berkembangnya ilmu-ilmu pengetahuan lain dan memecahkan permasalahan di dunia Arab. "
Kairo : Maktabah al-Nahdah al-Misriyyah , 1950
ARA 297.01 LAB f
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>