Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 68224 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Eko Jati Priyono
"Perusahaan sering menekankan aktifitas pemasarannya untuk pengembangan, pemeliharaan dan peningkatan kepuasan dan loyalitas pelanggan terhadap suatu produk atau pelayanan yang ditawarkan. Untuk mencapai kepuasan pelanggan (customer satisfaction) perusahaan harus lebih focus pada kepercayaan (trust) dan komitmen (commitment) yang secara umum diketahui sebagai mediator penghubung antara kepuasan dan loyalitas. Komitmen pelanggan pada akhirnya akan mengarah pada pembentukan word of mouth yang positif dan peningkatan intensitas pembelian pelanggan.
Berdasarkan uraian singkat diatas, penelitian ini ingin melihat lebih jauh hubungan antara kepuasan dan loyalitas pelanggan pada gerai, dimana dalam penelitian ini ingin mengukur faktor-faktor awal terbentuknya kepuasan pelanggan seperti citra gerai, afeksi positif dan kecenderungan hubungan pelanggan Lebih lanjut, penelitian ini juga fokus terhadap kepercayaan dan komitmen pelanggan yang diketahui sebagai mediator terpenting, dalam suatu hubungan antara kepuasan dan Ioyalitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor anteseden kepuasan pelanggan yaitu, kecenderungan hubungan pelanggan (customer relationship proneness), afeksi positif (positive affect), dan citra gerai (store image) mempunyai pengaruh positif terhadap penciptaan kepuasan pelanggan.
Hasil penelitian juga menemukan bahwa kepuasan berpengaruh secara positif terhadap kepercayaan (trust) dimana kepercayaan tersebut akan mengarah pada pembentukan komitmen yang akhirnya dapat meningkatkan word of mouth dan intensi pembelian pelanggan. Key point dari penelitian ini adalah faktor anteseden kepuasan gerai merupakan faktor terpenting yang perlu diperhatikan oleh manajemen gerai dalam upaya menciptakan kepuasan dan loyalitas pelanggan.
Penelitian ini merupakan suatu studi kasus pada gerai Giant Hypermarket, dengan jumlah responden sebanyak 155 orang yang diperoleh dari pelanggan gerai Giant Hypermarket di dua tempat yang berbeda yaitu, Giant Hypermarket Mega Mall Bekasi dan Giant Hypermarket Pondok Gede. Jumlah responden yang besar dikarenakan pengolahan data dilakukan dengan metode analisis faktor dan analisis regresi berganda yang menggunakan program SPSS 10.0.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor anteseden kepuasan pelanggan yaitu, kecenderungan hubungan pelanggan (consumer relationship proneness), afeksi positif (positive affect), dan citra gerai (store image) mempunyai pengaruh positif terhadap penciptaan kepuasan pelanggan. Selain itu, hasil penelitian menemukan bahwa kepuasan berpengaruh secara positif terhadap kepercayaan (trust) dimana kepercayaan tersebut akan mengarah pada pembentukan komitmen yang akhirnya dapat meningkatkan word of mouth dan intensi pembelian pelanggan. Key point dari penelitian ini adalah faktor anteseden kepuasan gerai merupakan faktor terpenting yang perlu diperhatikan oleh manajemen gerai dalam upaya menciptakan kepuasan dan loyalitas pelanggan.

The central thrust of the marketing activities of the firm is often viewed in terms of development, maintenance, or enhancement of customers loyalty toward its products or services. To achieve customer satisfaction, focus on trust and commitment are generally recognized as important mediators of the relationship between satisfaction dan loyalty. More over, positively satisfaction will impacts trust which in turn leads to commitment and finally increased word of mouth and purchase intentions.
Based on that statement, this research try to take a closer look at the relationship between store satisfaction and store loyalty. Which prime interest is in assessing some disregarded antecedence of store satisfaction in terms of store image. positive affect and consumer relationship proneness. ln addition, this research will focus on trust and commitment as important mediators of the relationship between satisfaction and loyalty.
This research found that a positive impact of customer relationship proneness, store image and positive affect on store satisfaction. Furthermore, the result shows that satisfaction has positive impact on tnist and trust has a positive impact on commitment. Finally, commitment has the strongest impact on positive word of mouth and purchase intentions. And the key point of this research is management should seriously consider all the antecedent factors of customer satisfaction."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2005
T15793
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Asadatun Abdullah
"Loyalitas pelanggan merupakan isu yang penting dalam meningkatkan kesuksesan suatu organisasi bisnis. Pada perkembangan pasar ritel dewasa ini, tuntutan konsumen yang semakin meningkat dan persaingan yang semakin ketat membuat perusahaan ritel hares tetap fokus dalam tindakan penciptaan kepuasan dan membangun loyalitas pelanggan. Salah satu pendekatan pemecahan masalah yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan strategi pemasaran relasional.
Pada penelitian ini akan dianalisis pengaruh dari persepsi pelanggan mengenai usaha implementasi pemasaran relasional terhadap terbangunnya loyalitas pelanggan pada toko ritel. Selanjutnya penelitian ini juga akan melihat variabelvariabel penelitian yang menghubungkan antara persepsi pelanggan terhadap implementasi pemasaran relasional dengan loyalitas pelanggan. Variabel-variabel tersebut adalah kepercayaan pelanggan dan komitmen terhadap hubungan relasional. Hubungan antar variabel-variabel dianalisis dengan menggunakan analisis faktor dan analisis regresi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa:
1. Persepsi pelanggan terhadap usaha implementasi pemasaran relasional berpengaruh positif terhadap kepercayaan pelanggan.
2. Kepercayaan pelanggan terhadap toko ritel berpengaruh positif dalam membentuk komitmen pelanggan pada toko ritel.
3. Persepsi pelanggan terhadap usaha implementasi pemasaran relasional tidak berpengaruh positif dalam membentuk komitmen pelanggan toko ritel.
4. Komitmen pelanggan berpengaruh positif terhadap loyalitas pelanggan toko ritel.
Secara umum hasil dari penelitian ini memiliki kesamaan dengan penelitian yang dilakukan oleh Too et al. (2000). Selanjutnya, dari hasil penelitian ini juga dapat disimpulkan bahwa persepsi terhadap usaha implementasi pemasaran relasional yang dilakukan oleh toko ritel dapat membangun kepercayaan, membentuk komitmen serta memperkuat loyalitas pelanggan toko ritel.

Customer loyalty is increasingly seen to be crucial to the success of a business organization. In the context of retail markets especially, customer demand and intense competition accentuate the need to focus on customer satisfaction and develop customer loyalty. The strategy of relationship marketing implementation on retail store is able to use as one of the problem solving.
This research will analyze the effect of customer perception in relationship marketing implementation effort to develop customer loyalty in retail store and seek the research variables that relate the perception to customer loyalty. These variables are customer trust and commitment to the store relationship. The connection between variables was analyzed using factor analysis and regression analysis.
The results indicate that:
1. The customer perception of the relationship marketing implementation effort has a positive effect on customer trust.
2. Customer trust to the retail store has a positive effect in forming the retail store customer commitment.
3. The customer perception of relationship marketing implementation effort does not have a positive effect in forming the customer commitment.
4. The customer commitment has a positive effect to the customer loyalty in retail store.
In general, the results from this research have the same results with the research conducted by Too et al (2000). In advanced, from the results of this research, it could be concluded that the customer perception in relationship marketing implementation effort conducted by retail store can develop the customer trust, forming customer commitment and also strengthen the customer loyally of the retail store.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2006
T17059
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Zainal Abidin
"Enterprise Resource Planning (ERP) adalah sebuah sistem informasi pada sebuah perusahaan untuk mengoptimalkan proses dan transaksi bisnis. Salah satu aplikasi yang menggunakan sistem ERP adalah System Applications and Products (SAP). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel yang menunjukkan apakah sistem telah beroperasi dengan layak sehingga dapat menunjang kinerja sistem secara maksimal. Variabel yang digunakan adalah Perceived Quality, Perceived Value, Brand Preference, dan Customer Satisfaction. Metode analisis data yang digunakan adalah model persamaan struktural atau Structural Equation Model- Partial Least Square (SEM-PLS) menggunakan aplikasi SmartPLS 3.0 Studi kasus yang digunakan pada penelitian ini adalah PT Hutama Karya Proyek Divisi Sipil Umum sebagai perusahaan jasa konstruksi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan penyebaran kuesioner pada 68 responden, yaitu user atau pengguna aplikasi SAP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Perceived Quality memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap Customer Satisfaction, Perceived Value, dan Brand Preference. Perceived value memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap Brand Preference dan Customer Satisfaction. Brand Preference memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap Customer Satisfaction.

Enterprise Resource Planning (ERP) is an information system in a company to optimize business processes and transactions. System Applications and Products (SAP) is one application that uses ERP system applications. The purpose of this study is to determine the effect of each variable indicating whether the system has been operating properly so that it can support maximum system performance. The research variables are brand preference, perceived quality, perceived value, and customer satisfaction. The data analysis method used a structural equation model or Structural Equation Model-Partial Least Square (SEM-PLS) using the SmartPLS 3.0 application. The case study used in this research is PT Hutama Karya Project, General Civil Division, a construction service company. Data collection was carried out using questionnaires to 68 respondents, who are users of the SAP application. The results show that the variable Perceived Quality positively and significantly impacts Customer Satisfaction, Perceived Value, and Brand Preference. Perceived value has a positive and significant influence on Brand Preference and Customer Satisfaction. Brand Preference has a positive and significant influence on Customer Satisfaction."
Jakarta: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2023
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rina Kristina Prihatini
"Tesis ini membahas tentang nilai kepuasan pelanggan Jepang pada produk penyaring air bersih Yamaha dan dukungan Yamaha Total Support System. Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif eksploratory. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif. Dari analisis tersebut dapat diketahui mengenai perilaku pembelian pelanggan Jepang dan nilai yang memicu kepuasan pelanggan terhadap produk penyaring air bersih Yamaha dan sistem pelayanannya. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa sistem pelayanan terhadap pelanggan gaya Jepang, dalam hal ini sistem pelayanan Yamaha Total Support System belum dapat mendukung dan menjamin peningkatan kepuasan pelanggan terhadap produk penyaring air bersih Yamaha tanpa adanya perbaikan kualitas sumber daya manusianya.

The focus of this study is the Japanese customer satisfaction value of Yamaha Water Purifier and Yamaha Total Support System. The purpose of this study is to know Japanese customer purchasing behaviour and to know value which triggering customer satisfaction of Yamaha water purifier and its service system. This research is qualitative descriptive. The data was collected by means of deep interview, and analysed by descriptive analyse method. The result of this research conclude that Japanese customer service system, in this case Yamaha Total Support System is not yet earned to support and guarantee the customer satisfaction of Yamaha water purifier product, without improvement of quality of its human resource."
Depok: Universitas Indonesia, 2009
T29183
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Deepraj Kaur
"ABSTRAK
Dalam ilmu perilaku konsumen, hal-hal yang dapat meningkatkan brand loyalty adalah brand affect, kepuasan konsumen, dan disconfirmation. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah konsumen lanjut usia di Indonesia lebih menggunakan afeksi atau kognisinya dalam meningkatkan brand loyalty apabila kepuasan mereka juga turut diperhatikan. Responden penelitian ini adalah lansia Indonesia N= 344 yang mengisi self-report kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan konsumen merupakan mediator dalam hubungan brand affect terhadap brand loyalty. Namun demikian, disconfirmation tidak terbukti memengaruhi atau meningkatkan kesetiaan konsumen lansia. Dapat disimpulkan bahwa faktor afeksi pada konsumen lansia lebih berperan daripada faktor kognisi dalam mempengaruhi kesetian mereka menggunakan produk. Oleh karena itu, pemasar perlu mendesain produk yang tepat untuk memenuhi kebutuhan konsumen lansia sehingga mereka puas dan setia dalam menggunakan produk.

ABSTRACT
In consumer behaviour science, it is argued that brand affect, consumer satisfaction, and disconfirmation influence brand loyalty. This study aims to investigate whether brand affect predict brand loyalty in older adult consumers if the relationship is mediated by consumer satisfaction and moderated by disconfirmation. Therefore, we would like to know if older adult consumers are likely to use their affect or their cognitive to be loyal to a brand if their satisfaction is also measured. There were 344 older adult consumers participated in this study by filling in self report questionnaires. The results showed that consumer satisfaction increased the relationship between brand affect and brand loyalty on older adult consumers. However, disconfirmation did not influence that relationship. It can be concluded that older adult consumers were more likely to use their affection than their cognition to be loyal to a brand. Therefor, marketers should design better produk that suit with older consumers so they can satisfy and loyal to the product."
2017
T48697
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dila Lustri Resfani
"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepuasan konsumen dan positioning produk dari franchise atau waralaba es teh instan, merek Es Teh Poci, terhadap beberapa merek lainnya yang menyediakan produk serupa. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode survei yang menggunakan total sampel konsumen Es Teh Poci yakni sebanyak 100 orang. Analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif, Importance-Performance Analysis, Semantic Differential, dan Multidimensional Scaling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesaing utama Es Teh Poci adalah GoodTea, Teh 2Tang, dan Tong Tji. Sedangkan Tastea cukup terdiferensiasi dari Es Teh Poci karena posisinya berada cukup jauh.

This research is intended to find out product positioning of instant tea franchise, Es Teh Poci, towards some brands which provide similar product. This research used quantitative approach with survey method using in total 100 consumers of Es Teh Poci as a sampling. Analysis technique which is used are descriptive analysis, Importance-Performance Analysis, Semantic Differential, and Multidimensional Scaling. This research result shows that Es Teh Poci?s main competitors are GoodTea, The 2Tang, dan Tong Tji. Meanwhile Tastea is differentiated from Poci due to its far enough position."
Depok: [Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia;, ], 2013
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Bertha Deva
"Dalam era persaingan bisnis yang semakin ketat sekarang ini, suatu perusahaan akan memenangkan persaingan bila dapat menciptakan suatu strategi untuk memberi kepuasan kepada pelanggan melalui penyampaian produk atau jasa yang berkualitas, harga yang kompetitif dan pelayanan purna jual dari produk yang dibelinya. Kepuasan pelanggan akan menimbulkan hubungan antara perusahaan dan pelanggan menjadi harmonis, yang akhirnya terjadi pembeliaan ulang dan terciptanya loyalitas pelanggan yang akan memberikan rekomendasi dari mulut kemulut (word of mouth) yang menguntungkan perusahaan.
Auto 2000 merupakan main dealer dari PT Toyota Astra Motor, adapun salah satu bidang usahanya adalah penjualan sukucadang yang disertai dengan pelayanan yang profesional. Usaha pelayanan tersebut memerlukan penanganan yang serius agar tetap survive sehingga pada akhirnya dapat memenangkan persaingan yang semakin berat seiring dengan keadaan perekonomian yang terpuruk dewasa ini.
Penelitian ini berfokus pada kualitas layanan penjualan sukucadang khususnya pada penjualan langsung yang ada di Auto 2000 Cabang Pramuka menurut persepsi pelanggan dan harapan pelanggan dalam penyajian pelayanan. Dalam mengkaji kualitas pelayanan yang diberikan oleh manajemen perusahaan serta mengukur tingkat kepuasan pelanggan digunakan metode Servqual yang terdiri dari lima dimensi :
1. Tampilan fisik (tangibles)
2. Kemampuan mewujudkan janji (reliability)
3. Ketanggapan dalam memberi layanan (responsiveness)
4. Kemampuan memberi jaminan layanan (assurance)
5. Kemampuan memahami kebutuhan pelanggan (empathy)
(Zeithaml,et,al., 1990:26)
Berdasarkan kelima dimensi tersebut di atas, dan dari hasil penelitian terhadap persepsi responden, dapat diketahui bahwa pelanggan "puas" terhadap kualitas layanan penjualan sukucadang, terutama dalam hal tampilan fisik (tangibles), kemampuan mewujudkan janji (reliability), kemampuan memberikan jaminan pelayanan (assurance) dan kemampuan memahami kebutuhan pelanggan ( empathy). Sedangkan untuk tanggapan dalam memberi layanan (responsiveness) responden memberi penilaian "sangat puas".
Secara umum kualitas layanan yang diberikan oleh bagian penjualan sukucadang langsung Auto 2000 Cabang Pramuka termasuk dalam katagori "puas". Hal ini menunjukan bahwa kualitas layanan perlu dipertahankan dan lebih ditingkatkan agar dapat mencapai katagori sangat puas."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2002
T11447
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Randolph A. Tjahja
"Dengan diterbitkannya Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 21 tahun 2001 tentang penyediaan dan pelayanan pelumas dan dicabutnya Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 18 tahun 1998 tentang penyediaan dan pelayanan pelumas dan dihapuskannya monopoli Pertamina dalam pengadaan pelumas di dalam negeri membuat banyak pelumas impor yang beredar di Indonesia.
Salah satu cara untuk mempertahankan pangsa pasar yang sudah ada adalah dengan program kepuasan pelanggan. Masalah yang dihadapi CV CMD adalah tidak diketahuinya apa saja yang telah diberikan kepada pelanggan yang telah memenuhi harapan pelanggan, apakah pelanggan sudah puas dengan pelayanan yang diberikan oleh CV CMD, dan faktor-faktor apa yang membuat pelanggan tidak puas dengan pelayanan yang diberikan. Dan masalah di atas, maka tujuan penelitian dalam tesis ini adalah untuk mengetahui pelayanan yang dapat memenuhi harapan pelanggan, mengetahui kepuasan pelanggan terhadap pelayanan yang telah diberikan dan mengetahui faktor-faktor yang menjadi kelemahan dalam pelayanan yang diberikan kepada pelanggan. Pengukuran kualitas pelayanan menggunakan metode yang diperkenalkan oleh Zeithaml, Parasuraman dan Berry tentang kualitas pelayanan dengan lima dimensi pengukuran yaitu dimensi berwujud (tangible), keandalan (reliability), keresponsifan (responsiveness), keyakinan (assurance), dan empati (empathy) yang kemudian penulis menyusun 21 set pertanyaan yang ditanyakan kepada para pelanggan.
Dari hasil penelitian dengan diagram kartesius disarankan kepada CV CMD untuk melakukan perbaikan pada penggunaan alat uji dan alat demo yang lebih modern, mencetak brosur dan katalog produk dengan material yang berwarna sehingga menarik secara visual, dan berusaha untuk selalu menjaga pengadaan produk yang dibutuhkan oleh pelanggan agar tidak terjadi kekosongan ataupun kehabisan stok."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2002
T 9456
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nurshinta Rifianty R.
"Di era globalisasi ini persaingan dalam menarik pelanggan sangat
ketat, dibuktikan dengan banyaknya produk-produk kecantikan yang beredar
di Indonesia baik yang bermerk luar negeri maupun pmduk-produk dan
dalam negeri.
Dalam meraih peluang dan meraih loyaiitas pelanggan, perusahaan
melakukan befoagai macam ra, muiai dengan aktivitas promosi, penetrasi
pasar, kemampuan sumber daya manusia, seminar dan hal-hal Iain yang
dapat menank minat konsumen. Sebagaimana diketahui bahwa produk-
produk perawalan Mustika Ratu adalah produk yang panama kali muncul dan
perusahaan PT Mustika Ratu ibk, berawal clari proses yang sederhana, berkembang akibat tuntutan kemajuan zaman, dan kebutuhan konsumen
sehingga proses fabrikasipun ditingkatkan seiring peningkaian mutu produk
Untuk mengetahui sejauhmana persepsi pelanggan produk perawatan
Mustika Ratu, harapan peianggan, serta seberapa besar kesenjangan yang
terjadi akibat perbedaan persepsi dan harapan tersebut, maka dilakukan
penelitian ini, guna mengetahui tingkat kepuasan pelanggan produk
perawatan Mustika Ratu ini. Dalam mengkaji kualitas produk dan layanan
yang diberikan oleh perusahaan serta mengukur tingkai kepuasan
pelanggan_ digunakan metode Service Quality Dimension, yang terdiri dan 5
(lima) dimensi, yaitu: Tampilan Fisik (Tangib!es); Kemampuan Mewujudkan
Janji (Reliabflifl/)ยง Ketanggapan dalam Memberikan Layanan
(Responsiveness); Kemampuan Memberikan Jaminan Layanan (Assurance);
Kemampuan Memahami Kebutuhan Pelanggan(Emphaty).
Berdasarkan kelima dimensi tersebut di ataS_ kemudian dilakukan penelitian
mengenai persepsi pelanggan produk perawatan Mustika Ratu, diperoleh
sejauhmana kepuasan pelanggan_ ditinjau dari persepsi pe1anggan terhadap
produk dan layanan yang selama ini diperoleh, dan bagaimana harapan
pelanggan terhadap produk dan pelayanan yang diinginkan. Kemudian
diperoleh pula kesenjangan yang teljadi antara persepsi perusahaan
memberikan pelayanan, dengan harapan pelanggan tentang keinginan
produk dan pelayanan yang diinginkan."
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2000
T6554
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>