Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 83633 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Eddy Sa`ud
"Diantara peralatan yang digunakan untuk pemakaian energi salah satunya adalah Heat Exchanger (Alat Penukar Kalor). Perkembangan Heat Exchanger selling dengan perkembangan pembangunan industri seperti industri pupuk, industri perminyakan, industri makanan, industri tekstil, industri kimia dan lain-lain. Untuk menggairahkan industri produk heat exchanger dalam negeri pada era sepuluh tahun mendatang (tahun 2006) diperlukan adanya suatu pendekatan untuk manilal prospek produk dan pasarnya.
Dalam melihat kondisi produk heat exchanger tersebut peninjauannya dibutuhkan begitu banyak unsur-unsur yang terkait. Namun dalam tinjauan penilaian disini hanya memakai metode forecasting jenis judgement, dimana datanya berdasarkan data impor dan data ekspor heat exchanger serta data pemakaian heat exchanger dibeberapa Industri.
Kenyataannya kebutuhan heat exchanger di Indonesia pada periode tahun 1989-1996 masih mengimpor relatif besar dari 24 negara. Adapun jumlah impor tertinggi pada priode 1992 berjumlah 12.619 ton dengan nilai 133,6 juta dolar US, dimana negara pengimpor terbesar adalah Jepang, Korea Selatan, USA, Italia. Meskipun ada pabrlk yang mengelola industri heat exchanger dalam negeri sebanyak 27 perusahaan dengan kapasitas produksi terpasang lebih kurang 2.675 ton/tahun, sedangkan kebutuhan kandungan materialnya 87% masih impor.
Untuk sepuluh tahun mendatang (tahun 2006) kebutuhan heat exchanger masih terus berkembang pesat, sehingga kebutuhan sumber daya manusia, teknologi, serta material sangat perlu ditingkatkan untuk menyerap pasar dalam negeri kita sendiri.

One of the equipment used for energy consumption is heat exchanger. The development of heat exchanger Is in line with growing of industry development such as fertilizer industry, oil industry, food industry, textiles Industry, chemicals industry and so on. To enthusiasm the industry for heat exchanger product in domestic in the next ten years era (year 2006) to be required any approach to evaluate the product and Its market prospects.
To see the condition of the heat exchanger product that the reviewed to be needed so many concerned elements. Although, In review of this evaluation here duly use forecasting method of judgment type, where its data Is based on import and export data heat exchanger and application data of it in several industrials.
In reality, the need for heat exchanger in Indonesia for the period of 1989 - 1996 still most relatively import from 24 countries. There is the highest import amount in the period of 1992 is 12.619 tons with value of 133,6 millions dollar US, which the largest imported countries are Japan, South Korea, USA, Italy. However there is a factory which processed the heat exchanger industry in domestic of 27 companies with power capacity at last 2.675 ton/year, while the demand for containing its material of 87% still imported.
For the next ten year (year 2006) the demand for heat exchanger still rapid growth, so that the demand for human resources, technology, and material is necessary to be enhanced to absorb our domestic market.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1997
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Ratna Sari
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2003
AJ-Pdf
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Simarmata, Djamester
Jakarta: Gramedia, 1984
332.6 SIM p
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Nahumury, Fluordy E.
"Pada penelitian ini dilakukan rekayasa untuk mendapatkan kondisi yang optimum dari nanofluida TiO2 dengan memvariasikan konsentrasi nanofluida dan waktu sonikasi. Nanofluida dibuat dengan mendispersikan nanopartikel TiO2 dengan diameter partikel sebesar 21 nm dalam air, konsentrasi nanofluida sebesar 0,5-8,0 % volume dan waktu sonikasi adalah 5, 10, 15 dan 30 menit. Alat Decagon-KD2 digunakan untuk mengukur nilai konduktivitas termal nanofluida TiO2.
Kondisi optimum nanofluida TiO2 dalam penelitian ini diperoleh pada waktu sonikasi selama 10 menit dengan konsentrasi 5 %, dimana nilai konduktivitas termal nanofluida sebesar 1,3 kali dari konduktivitas termal fluida dasarnya dan peningkatan konduktivitas termal sebesar 40 % dari nanofluida yang tidak disonikasi.

This study conducted engineering to obtain the optimum conditions of nanofluids TiO2 with varying concentrations and sonication time of nanofluids. Nanofluids synthesis performed with TiO2 nanoparticles 21 nm size was dispersed into the water based fluid. Various concentration is 0.5-8% vol and sonication time is 5. 10. 15. and 30 minutes. Decagon-KD2 instrument used to measured the thermal conductivity of nanofluids.
The result showed that the optimum sonication time is 10 minutes in 5 % volume concentration of TiO2 wich can increase 40 % thermal conductivity from the nanofluids with no sonication and 1.3 times higher than amount of the base fluids thermal conductivity.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2009
S51987
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Paska Ariandy Iswanto
"Pembangunan kota memicu kontrasnya suhu antara daerah rural dan urban yangdikenal sebagai efek Urban Heat Island (UHI). Mengambil studi kasus pada Kota Pangkalpinang yang perkembangannya sangat pesat, studi ini menggunakan citra Landsat untuk mengetahui pola spasial suhu permukaan di Pangkalpinang pada tahun 2000 dan 2006 dan hubungan suhu permukaan dengan tutupan lahan, kerapatan vegetasi (NDVI) dan kerapatan lahan terbangun dan/atau lahan terbuka (NDBI).
Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa terjadi pertambahan wilayah UHI, tutupan lahan urban dan lahan terbuka mempunyai suhu permukaan tertinggi, antara suhu permukaan dengan kerapatan vegetasi berkorelasi negatif, dan antara suhu permukaan dengan kerapatan lahan terbangun dan/atau lahan terbuka berkorelasi positif.

Urbanization can induce the urban-rural contrast in temperature. This phenomenon is known as Urban Heat Island (UHI) effect. Taking Pangkalpinang City as a case study due to its rapid development, this study utilized Landsat images to analyze the spatial patterns of surface temperatures for years 2000 and 2006 and surface temperature - land cover, vegetation density (NDVI), built-up and/or bare land density (NDBI) relationships.
The results showed that UHI regions increased, urban and bare land had the highest mean surface temperatures, vegetation density and surface temperature correlated negatively, and built-up and/or bare land density and surface temperature correlated positively.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2008
S34064
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Robby Prijatmodjo
"Indonesia telah mengalami pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi (6 -- 8 % per tahun) sebelum Juli 1997, yang diimbangi juga oleh pertumbuhan kebutuhan BBM berkisar 5 - 6 % per tahun. Selain karena faktor pendorong industrialisasi yang meningkatkan Produk Domestik Bruto, penduduk dan harga BBM Indonesia juga merupakan faktor yang cukup berperan dalam pertumbuhan BBM di Indonesia. Produksi minyak mentah dan kapasitas kilang yang ada kurang mampu mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan BBM Indonesia. Dengan asumsi pertumbuhan skenario rendah, kekurangan kapasitas kilang Indonesia diperkirakan sudah mencapai 440 MBCD. Pada tahun 2006 pada skenario optimis dan pada tahun 2013, Indonesia akan menjadi negara pengimpor minyak (net oil importer country), perkiraan tersebut akan dipercepat bila kondisi ekonomi Indonesia pulih kembali. Disamping kemampuan keuangan Pemerintah yang terbatas, untuk mengatasi hal tersebut, Indonesia harus mampu menarik investor asing agar berpartisipasi pada kedua sektor industri minyak, yaitu eksplorasi minyak dan pembangunan kilang. Untuk eksplorasi minyak, insentif penanaman modal di Indonesia harus lebih menarik dibanding dengan negara tetangga, seperti Vietnam, Laos, Malaysia. Sedangkan untuk pembangunan kilang swasta, penyesuaian harga BBM Indonesia adalah sebagai peluang utama untuk memberikan kesempatan investor asing/swasta agar mampu mendapatkan untung. Diusahakan agar pembangunan kilang swasta menyertakan `secondary and tertiary process' untuk mengantisipasi kelebihan 'bottom product' Indonesia, sehingga akan dapat diperoleh `added product value' yang lebih tinggi dan dapat meningkatkan keuntungan investor asing/swasta."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1998
T5953
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Retno Hastuti
"Dengan semakin maraknya merek mobil yang beredar di Indonesia, maka persaingan dalain bidang usaha ini menjadi semakin ketat. Dari 86 model mobil dari 26 merek yang berbeda, sekitar 70% volume penjualan setiap tahunnya, dikuasai oleh jenis kendaraan niaga, dimana bagian terbesar penjualannya dicapai oleh kendaraan niaga kategori I. Salah satu merek jenis kendaraan itu adaiah Toyota Kijang yang posisinya bersaing ketat dengan Isuzu Panther. Terjadinya peningkatan penjualan yang sangat tinggi terhadap Panther, semeritara Kijang mengalami
penurunan yang tajadi pada tahun '91/'92, tentunya
tidak semata-mata disebabkan karena Panther menggunakan bahan bakar solar yang berarti biaya operasional sehari-harinya jauh lebih murah dibanding Kijang.
Disamping itu, diperkirakan ada perbedaan persepsi konsumen terhadap atribut-atribut yang dimiliki Kijang dan Panther, sehingga menyebabkan perbedaan dalam keputusan penentuan pembeliannya.
Model analisa yang digunakan
adalah Multidimensional Scaling (Multiattrihute Scaling), dengan alat analisa MDPREF (Multidimensional Preferences) yang menghasilkan matrix product mapping, dan dievaluasi dengan model analisa PC'S., PG'L, Vector Model, Distance Model dan Compensa tory Distance Model.
Data hasil analisis tersebut kemudian dipakai sebagal dasar penentuan posisi produk (product positioning) dengan menggunakan model positioning berdasarkan Porter, Kotler, Stanton, dan Peta Persepsi.
Dengan menetapkan posisi produk yang benar pada benak konsumen, maka akan terhentuk persepsi dan preferensi yang tepat terhadap suatu produk. Dengan deinikian, program yang dikomunikasikan perusahaan untuk membentuk persepsi produk yang benar pada benak konsumen, akan tercapai."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 1994
S18782
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Yadrifil
"Dalam satu dasawarsa terakhir ini berbagai pendekatan produksi seperti sistem Kanban dan MRP yang merupakan sistem Produksi Just In Time, sering terdengar telah banyak bermanfaat dalam optimisasi produksi. P.T TAM sebagai salah satu industri otomotif terbesar di Indonesia telah menerapkan sistem kanban pada proses produksinya. Namun pada saat ini masih ditemukan beberapa masalah dalam pelaksanaanmya. Penelilian ini dilakukan untukk menanggulangi masalah yang ada pada pemesanan yaitu dengan cara menghitung stock minimum pada palet, membuat alat yang paraktis bagi pemesanan dan membuat alamat pada kanban."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1996
LP-Pdf
UI - Laporan Penelitian  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>