Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 76337 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Syafruddin Ilyas
"Huang Lingkup dan Cara Penelitian : Telah dilakukan penelitian mengenai pengaruh pemberian teh hijau dan teh hitam terhadap kualitas spermatozoa yang berasal dari semen astenozoospermia. Penelitian ini dilakukan di bagian Biologi Fakultas Kedokteran Indonesia. Seluruh sampel semen diperoleh dari 30 pasangan infertil. Tiap sampel semen dibagi dalam 4 kelompok, yakni kontrol tanpa perlakuan, kontrol dengan perlakuan (penambahan 50 μL aquabides), dan 2 kelompok perlakuan masing-masing yaitu 500 μL semen ditambahkan 50 μL larutan teh hitam dan larutan teh hijau. Motilitas, kecepatan gerak, penetrasi ke dalam getah serviks sapi, dan integritas membran spermatozoa diteliti satu jam setelah inkubasi.
Hasil dan Kesimpulan : Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan, bahwa motilitas spermatozoa diberi perlakuan dengan larutan teh hitam memperlihatkan peningkatan yang bermakna (p<0,01) dibandingkan dengan kelompok teh hijau dan kelompok - kelompok kontrol. Sebaliknya antara kelompok teh hijau dan semua kelompok kontrol tidak terdapat perbedaan motilitas yang bermakna. Kecepatan gerak kelompok kontrol tidak dipengaruhi oleh perbedaan perlakuan. Dengan analisis variansi jelas terlihat bahwa tidak ada perbedaan yang bermakna (P<0,05) pada kecepatan gerak antara kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol. Persentase uji HOS positif antara kedua kelompok perlakuan dan kelompok kontrol tidak bermakna. Jarak yang terjauh (5 cm) dari penetrasi sperma ke dalam getah serviks sapi terdapat pada kelompok kontrol tanpa perlakuan dan kelompok perlakuan teh hitam, dibandingkan dengan teh hijau (4 cm).

Materials and methods : The effects of black tea and green tea invitro on the quality of spermatozoal from asthenozoospermia semen was investigated. This study was carried out in the Department of Biology, Faculty of Medicine University of Indonesia. All semen were obtained from 30 infertile couples. Each sample of semen was devided into 4 groups, that were untreated control, treated control (added 50 μL aquabidest), and 2 treated groups namely 50μL of semen added to 50 µL black tea solution and green tea solution, respectively. The motility, velocity, penetration into the bovine cervical mucus, and the integrity of spermatozoal membrane were studied one hour after incubation.
Result and conclusion : The results of this investigation showed that motility of spermatozoa which treated with black tea solution were significantly increased (P<0.01) as compared to green tea group and to the control groups. However, no significant differences were found between the green tea compared to all control groups. The velocity in the treated groups were unaffected by the different treatments. With an analysis of variance, it was clear that there was no significant difference (P>0.05) in the velocity between experimental groups and the control groups. The percentage of positive HOS test between both treated groups and the control groups were not significant as well. Highly distance (5 cm) of sperm penetration into the bovine. cervical mucus were noted from that found in the untreated control group and from black tea group of treatment, compared to green tea (4 cm).
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 1996
T3165
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Mardiana Sjamsuddin
"ABSTRAK
Ruang Iingkup dan cara penelitian : Kemampuan spermatozoa untuk mengadakan fertilisasi harus didukung oleh motilitas spermatozoa. Salah satu penyebab infertilitas adalah gangguan motilitas pada spermatozoa. Pada astenozoospermia motilitas spermatozoa menurun. Seng termasuk elemen renik (trace element). Seng sitrat dapat meningkatkan motilitas spermatozoa manusia di dalam semen in vitro. Larutan Tyrode sebagai pengencer dan serum anak sapi (calf) dapat mempertahankan motilitas dan daya hidup spermatozoa. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh kombinasi larutan Tyrode, serum dan seng sitrat terhadap kualitas spermatozoa semen astenozoospermia manusia in vitro. Kualitas spermatozoa meliputi persentase spermatozoa motil dengan gerak maju dari penetrasi spermatozoa yang menembus (in vitro) getah serviks sapi masa estrus. Terlebih dahulu ditentukan waktu inkubasi yang optimum untuk meningkatkan persentase spermatozoa motil dengan gerak maju dari 5 sampel semen. Dengan waktu inkubasi optimum yang diperoleh penelitian dilanjutkan terhadap 30 sampel semen astenozoospermia pasangan ingin anak (PIA) dengan kriteria : volume > 2.5 mL; jumlah spermatozoa di dalam semen > 10 juta per mL; persentase spermatozoa motil < 50%. Masing-masing sampel semen dibagi 4, untuk kontrol (K), kontrol dengan perlakuan (Kdp), perlakuan (PI dan P2).
Hasil dan Kesimpulan : Penelitian pendahuluan menunjukkan waktu inkubasi 0,5 jam berpengaruh paling baik terhadap persentase spermatozoa motil dengan gerak maju di dalam semen. Hasil penelitian lanjutan, dengan analisis varian 2 arch, menunjukkan perbedaan bermakna (P < 0,01) antara persentase spermatozoa motil dengan gerak maju pada kelompok 0 dan 0,5 jam, juga antara kelompok K, Kdp, P1 dan P2. Uji BNT menunjukkan bahwa kelompok P2 setelah inkubasi 0,5 jam 37°C mempunyai persentase spermatozoa motil dengan gerak maju tertinggi. Kelompok P2 juga memperlihatkan penetrasi spermatozoa ke dalam getah serviks bertambah secara bermakna (P < 0,01)
Kesimpulan : Pengaruh pemberian kombinasi larutan Tyrode, serum dan seng sitrat masing-masing larutan Tyrode sebanyak 50%, serum sebanyak 5% dan seng sitrat dosis 183 mikrogram/mL pada semen astenozoospermia in vitro dapat meningkatkan persentase spermatozoa motil dan penetrasi spermatozoa ke dalam getah serviks bertambah.

ABSTRACT
Scope and Methods of study : The motility of spermatozoa is very important for fertilization. The disturbance of the sperm motile is one of the caused of male infertility. In the asthenozoospermia the motility of spermatozoa is descending. Zinc belong to trace element. Zinc citrate can increase motile spermatozoa in human semen in vitro. Solution of Tyrode as dilute and calf serum can stand in life and motile sperm. This study is intended to investigate the effects of combination of solution of Tyrode, serum and zinc citrate on the quality of human spermatozoa in vitro. The quality of spermatozoa consist the percentage of progressive motility and spermatozoa penetrating cervical mucus. The bovine cervical mucus in the estrous period was used instead of midcycle human cervical mucus. The optimal incubation period that can increase the percentage of progressive motility of spermatozoa was first determined on 5 semen samples. This incubation period was then used in further investigation on 30 sperm samples of asthenozoospermia from infertile men, which fulfill the criteria : volume of semen > 2,5 mL; percentage of progressive motility of spermatozoa < 50%; sperm count > 10 million per mL semen. Each semen samples was divided into 4 groups ; untreated control, treated control, treatment I and treatment 2.
Finding and conclusions : The preliminary study showed that incubation period of 0,5 hour was optimal to increase the percentage of progressive motility of spermatozoa. The follow up investigation by two way nova, showed a significant difference in the percentage of progressive motility of spermatozoa between the 0,5 hour and 0 hour incubation, and also between the four groups. BNT test showed the treatment 2 group after 0,5 hour incubation at 370C the percentage of progressive motility of spermatozoa was increased significantly (P < 0,01). Friedman's test on penetrating of spermatozoa cervical mucus showed that the treatment 2 group was increased 4 cm significantly (P<0,01).
Conclusions : The effects of combination of solution of Tyrode, serum and zinc citrate instead of solution of Tyrode 50%, serum 5% and zinc citrate 183 ug/mL on human asthenozoospermia semen in vitro, the percentage of progressive motility of spermatozoa was increased and spermatozoa penetrating cervical mucus was increased.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 1996
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Samsul Mustofa
"Ruang lingkup dan cara penelitian : Motilitas spermatozoa merupakan salah satu faktor yang penting dalam menentukan kesuburan pria Salah satu kendala yang dapat menyebabkan terjadinya kegagalan proses fertilisasi adalah rendahnya motilitas spermatozoa. Mekanisme gerakan aksonema yang menghasilkan motilitas spermatozoa, ditentukan oleh energi yang dihasilkan dari hidrolisa ATP oleh aktivitas enzim ATPase pada lengan dinein. Oleh karena itu aktivitas ATPase dinein merupakan kunci 'itama dalama penyelenggaraan motilitas spermatozoa. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian pentoksifilin terhadap kualitas spermatozoa dan aktivitas dinein ATPase pada semen normozoospermia dan astenozoospermia. Untuk ini telah dilakukan pemeriksaan terhadap 60 sampel semen dari pasangan infertil. 30 sampel semen memenuhi kriteria normozoospermia dan 30 sampel semen memenuhi kriteria astenozoospermia Setelah dilakukan pencucian dengan menggunakan larutan Hank, setiap sampel dibagi menjadi dua bagian, satu bagian diberi perlakuan dengan inkubasi salaam 60 merit dalam 1 mg/ml pentoksifiiin dan satu bagian tanpa pentoksiflin. Parameter yang diukur meliputi persentase spermatozoa meta, kecepatan gerak progresif daya tembus ke dalam getah servik sapi dan aktivitas ATPase baik pada dinein maupun pada membran spermatozoa.
Hasil dan kesimpulan : Persentae sperma motil, meningkat pada normozoospermia dari 48,83 % (Nk) menjadi .55,5 % (Np), pada astenozoospermia dari 29,5 % (Ak) menjadi 39,33 % (Ap). Kecepatan gerak progresif meningkat pada normozoospermia, dan 40,3 μ/detik (Nk) menjadi 44,8 μ/detik (Nk); pada astenozoospermia dari 28,3 μ /detik (Ak) menjadi 36,5 μ /detik (Ap). Kemampuan menembus getah serviks sapi ada kecenderungan peningkatan tetapi tidak selalu berbeda bermakna Aktivitas ATPase dinein menunjukkan peningkatan dari 0,709 U/mL (Nk) menjadi 0,849 U/mL (Np); pada astenozoospennia meningkat dari 0,439 U/mL (Ak) menjadi 0,635 U/mL (Ap). Aktivitas ATPase pada membran menunjukkan penurunan pada perlakuan dibandingkan dengan kontrol dengan perbedaan sangat bermakna (P<0,01). Pemberian pentosifilin terbukti meningkatkan kualitas dan aktivitas ATPase spermatozoa."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 1998
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Simanjuntak, Christina N.
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2001
S31229
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Faris Basalamah
"Pendahuluan : Disfungsi endotel terjadi sejak fase awal dari aterosklerosis yaitu pada pasien-pasien hipertensi, diabetes, hiperhomosisteinemia, perokok maupun pada fase lanjut dari aterosklerosis. Kegagalan fungsi endotel pada respons dilatasinya akibat aktifasi eNOS yang menurun. Teh hijau terbukti mampu memperbaiki disfungsi endotel dinilai dari perbaikan forearm blood flow perokok sehat yang belum mengalami PJK.
Tujuan Penelitian : Untuk membuktikan bahwa pemberian teh hijau sekali asupan dapat memperbaiki flow mediated dilatation pada pasien-pasien penyakit jantung koroner, yang berarti ada perbaikan disfungsi endotel.
Metode : Penelitian dilakukan pada 23 pasien yang terbukti penyakit jantung koroner dari basil kateterisasi, bail( yang sudah menjalani revaskularisasi maupun yang belum. Sampel dibagi menjadi dua kelompok, kelompok pertama mendapatkan teh hijau setelah sebelumnya diperiksa FMDnya serta FMD pasca perlakuan 1,5jam sesudah pemberian teh, kelompok kedua mendapatkan placebo (air putih). Kemudian dilakukan crossover setelah 3-5 hari periode washout, kelompok pertama ganti mendapatkan placebo dengan diperiksa FMD sebelum dan sesudah perlakuan dan kelompok kedua mendapatkan teh hijau. Dilakukan pemeriksaan FMD pada orangorang yang sehat usia kurang dari 25 tahun sebagai kontrol populasi sehat.
Hasil : Tidak ada perbedaan bermakna pada karakteristik dasar antara kelompok yang mendapatkan teh hijau dahulu dibandingkan yang mendapatkan placebo dahulu. Sedangkan FMD kelompok baseline kelompok teh 4,80±5,37 berbeda bermakna dibandingkan kontrol sehat 9,15±3,65 (p=0,047) sedangkan FMD baseline sebelum mendapatkan placebo 5,87±3,89 tidak ada perbedaan bermakna dibandingkan FMD baseline pre teh hijau (p=0,398) maupun dibandingkan kelompok kontrol sehat (p=0,082). FMD pasca perlakuan menunjukan perubahan perbaikan yang bermakna pada kelompok teh hijau bila dibandingkan baseline (4,80±5,37 vs 8,68±6,00 p=0.026) sedangkan kelompok placebo menunjukan perubahan perburukan FMD bila dibandingkan pre dan pasca placebo (5,87±3,89 vs 3,34±3,66 p=0,026)_ FMD pasca teh hijau berbeda bermakna bila dibandingkan pasca placebo (8,68±6,00 vs 3,35±3,66 p=0,002). Tidak ada perubahan diameter arteri brachialis kelompok teh hijau maupun placebo (4,60-0,36 vs 4,57±0,41 ; p=0,800 dan 4,57±0,41 vs 4,61±0,36 p=0,601). Tidak ada perubahan tekanan darah sistolik kelompok teh hijau dan placebo (144,78±25,69 vs 146,91±24,76 ; p=0,502 dan 141,30±25,46 vs 139,78±22,99 ; p=0,632). Tekanan darah diastolik kelompok teh hijau dan placebo juga tidak ada perubahan bermakna (86,82±10,55 vs 87,27±9,84; p0,549 dan 83,63±9,24 vs 81,81±8,73; p=0,510). Demikian juga nadi kelompok teh hijau dan kelompok placebo. (67,174±12,492 vs 66,609±11,900; p=0,236 dan 68,043±9,028 vs 66,739±8,247; p=0,127)
Kesimpulan : Teh hijau mampu memperbaiki fungsi endotel dinilai dari perbaikan flow mediated dilatation jangka pendek pada pasien-pasien penyakit jantung koroner, dimana efek yang berlawanan justru diperlihatkan air putih, pada penelitian eksperimental dengan design crossover.

Background : Endothelial dysfunction begins when atherosclerosis developed as what go through on hypertension, diabetes, hyperhomocysteinemia, and also what go through among smoker who hasn't have CAD until end phase of atherosclerosis. Impairment of endothelial function depends on vasodilatation due to the decreasing of eNOS activity. Green tea has been proved to have positive effect in reversing endothelial dysfunction among healthy smoker.
Objectives : to determine the short term effect of green tea on flow mediated dilatation among coronary artery disease patients which repaired the dysfunction of endothelial cells.
Methods : 23 coronary artery disease patients which had been confirmed by coronary angiography joined the study. The sample was divided into two groups, first was the group who took green tea, and the 2nd was the group who took placebo (mineral water). Before treatment, the FMD of both two groups were measured and one hour and half after treatment. After 3-5 days of treatment, both groups were crossover. FMD among healthy group of age Iess than 25 years old was also measured as control group.
Results : There was no significant differences in baseline characteristic between the first group and the 2"d (both received green tea but in different time). FMD after treatment was increased among group who took green tea (4.8015.37 vs 8.6816.00, p=0.026), while FMD among placebo group was decreased (5.8713.89 vs 3.3413.66 p=0.026). There was significant differences of FMD after treatment with green tea and after treatment with placebo (8.68±6.00 vs 3.3513.66 p = 0.002). There was no differences of brachialis artery diameter in both groups (4.6010.36 vs 4.5710.41, p=0.8 and 4.5710.4I vs 4.61±0.36, ptl.601). There was no differences od systolic pressure in both group (144.78 125.69 vs 146.91124.76, p=0.502 and 141.30±25.46 vs 139.78122.99, p=0.632). Also there was no differences of diastolic pressure in both groups (86.82110.55 vs 87.2719.84, p= 0.549 and 83.6319.24 vs 81.8118.73, p=0.510). No differences of heart rate in both groups (67.174112.492 vs 66.609111.900, p=0.236 and 68.043 ±9.028 vs 6633918.247, p=0.127)
Conclusion : From this study we conclude that green tea had positive effect in reversing endothelial dysfunction among coronary artery disease patient by assessing flow mediated dilatation in short time. The group who took placebo showed the paradoxical effect.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2006
T18147
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Aji Sutarmaji
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 1994
S31979
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Tuti Mulyaharti
"ABSTRAK
Teh adalah minuman yang sangat digemari oleh masyarakat. Teh mempunyai aroma yang wangi dan rasa yang khas. Dikatakan; bahwa penggunaan yang berlebihan, dari teh dapat mengganggu kesehatan. Penelitian sebelumnya yang dilakukan di Jurusan Farmakologi FK-UI, menyatakan bahwa ekstrak teh hijau dapat menyebabkan. keiainan kimroskopis hati pada mencit. Untuk melihat lebih jelas efek toksik dari ekstrak. teh hijau. ini maka dilakukan penelitian lanjutan tentang pengaruh ekstrak teh hijau terhadap fungsi hati, degan meggunakan tikus sebagai hewan. percobaan. Pada penelitian ini tikus diberikan ekstrak teh hijau dengan dosis yang berbeda-beda. Kelompok pecobaan. di berikan ekstrak teh hijau setiap hari, dengan dosis 150 mg/ kg berat badan, 750 , mg/kg berat badan dan 3750 mg/kg berat badan, selama 90 hari. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Pemberian ekstrak teh hijau dengan dosis rendah dan sedang tidak memengaruhi berat badan sedangkan pada dosis tinggi dapat menyebabkan penurunan berat badan. Demikian pula dengan kenaikan aktivitas SGPT dan SGOT, hanya terjadi pada pemberian ekstrak teh hijau dengan dosis tinggi."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 1989
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Mariatun Meima Saumi
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2000
S31202
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sri Herdini
"ABSTRAK
Ruang lingkup dan cara penelitian: Kemampuan spermatozoa untuk mengadakan fertilisasi harus didukung oleh membran spermatozoa yang memiliki integritas dan fuiditas yang optimum. Salah satu penyebab infertilitas adalah kerusakan membran spermatozoa. Pada kerusakan membran spermatozoa, diduga penyebab utamanya adalah peroksida lipid membran yang terbentuk dari reaksi berantai antara suatu radikal bebas dengan asam lemak tak jenuh jamak (ALTJJ). Karena spermatozoa dapat menghasilkan senyawa oksigen reaktif (radikal bebas) seperti anion superoksida dan peroksida hidrogen yang berasal dari oksidasi NADPH di mitokondria, maka ALTJJ yang banyak dalam membran mudah menjadi peroksida lipid. Pada sel lain peroksida lipid akan menganggu stabililas membran dan mengacaukan aktifitas enzim-membran, terutama ATP-ase. Akibalnya regulasi kation intraseluler seperti kalsium yang memegang peranan penting dalam motilitas spermatozoa akan terganggu. Diduga astenozoospermia terjadi akibat kerusakan membran yang disebabkan oleh terbentuknya peroksida lipid. Untuk ini telah dilakukan penelitian pada 19 sampel semen astenozoospermia pria ingin anak (PIA), sebagai kontrol adalah 19 semen pria punya anak (PPA) yang berumur kurang dari 1 tahun atau istri sedang hamil. Parameter yang dinilai adalah persentase motilitas spermatozoa progresif, kecepatan spennatozoa, persentase morfologi spermatozoa normal, persentase uji HOS positif, dan kadar peroksida lipid spermatozoa.
Hasil dan kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan kadar peroksida lipid sperma pada ke 2 kelompok tidak menunjukkan perbedaan bermakna pada kelompok PPA dan PIA astenozoospermia (p > 0,05). Persentase motilitas spermatozoa progresif, kecepatan spermatozoa dan persentase uji HOS positif dari kelompok PPA lebih tinggi secara bermakna dari kelompok PIA astenozoospermia (p < 0,01). Sedangkan persentase morfologi spermatozoa normal tidak menunjukkan perbedaan bermakna pada kelompok PPA dan PIA astenozoospermia (p > 0,05).
Pada uji korelasi, kadar peroksida lipid sperma tidak berkorelasi dengan kualitas sperma yang meliputi persentase motilitas spermatozoa progresif, kecepatan spermatozoa, morfologi spermatozoa normal dan persentase uji HOS positif baik pada kelompok PPA dan PIA astenozoospermia. Kecuali kadar peroksida lipid sperma berkorelasi negatif bermakna dengan persentase motilitas progresif pada kelompok PPA. ;Scope and Methods of study

ABSTRACT
The optimal integrity and fluidity of sperm plasma membrane is very important for fertilization. The damage of the sperm plasma membrane is one of the caused of male infertility. Rumen sperm is able to generate reactive oxygen species (free radicals), such as superoxide anion and hydrogen peroxide, which are derived from NADPH oxidation in mitochondria. The abundance of unsaturated lipids in the sperm plasma membrane renders it vulnerable to peroxide attack which in turn generates the lipid peroxide. In other cell types the membrane stabilizing effects of lipid peroxidation have been found to disrupt the activity of key membrane-bound enzymes, such as ATP-ases. As a consequence, the regulation in intracellular cations such as calcium, which are known to play an important role in the control of liumen sperm motility is disrupted. In the asthenozoosperrnia it is supposed that there is membrane damage caused by lipid peroxidation. In this research we used 19 sperm samples from patients with asthenozoospermia, and 19 sperm samples from men whose wife are pregnant or whose a child is less than one yearof age as control. The parameter are: the percentage of progressive motility, mean velocity, percentage of normal morphology, percentage of positive HOS test and sperm lipid peroxide concentration.
Findings and conclusions: Sperm from the fertile men were significantly better than the infertile men, based oil percentage of progressive motility, mean velocity and percentage of positive HOS test. Whilst the percentage of normal morphology and sperm lipid peroxide concentration is not significantly different. Sperm lipid peroxide concentration has no significant correlation with the quality of spermatozoa (including percentage of progressive motility, mean velocity, percentage of normal morphology and percentage of positive I-30S lest), in the infertile men as well as the fertile men. However sperm lipid peroxide concentration has a significant negative correlation with the percentage of progressive motility in the fertile men.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 1995
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yanti Indrawati Sukmadji
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 1989
T58491
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>