Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 94988 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Sunarto
"Cold rolling mill adalah salah satu divisi produksi pada pabrik baja PT."X" yang berfungsi untuk melakukan penipisan baja lembaran.
Karena beragamnya produk yang dihasilkan baik kualitas, tebal strip, lebar strip dan beret cogs; tentunya tiap macam produk mernerlukan biaya produksi yang berberda.
Saat ini metode yang digunakan untuk mengetahui biaya produksi adalah membagi biaya yang dikeluarkan dengan tonase produk yang dihasilkan pada peroode tertentu, tanpa memperhatikan parameter strip yang telah diproses. Penghitungan tersebut tidak dapat menggambarkan proses yang sebenarnya. Maka perlu dicari metode baru sistem penghitungannya.
Pada penelitian ini dilakukan konversi dan parameter bent coil, tebal strip, lebar strip menjadi bentuk satuan lain yaitu panjang strip, luas permukaan strip, luas sisi strip serta jam produksi. Satuan tersebut merupakan dasar pembebanan untuk tiap elemen penyusun biaya konversi. Dengan demikian akan dapat dihitung biaya konversi untuk tiap jenis strip yang diproses."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1994
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yuyun Tri Wahyuni
"Kecelakaan Kerja adalah suatu kejadian yang tidak terduga dan tidak dikehendaki dan dapat menimbulkan kerugian baik korban manusia atau benda. Banyak faktor yang menjadi penyebab terjadinya kecelakaan. Dalam penelitian ini penulis akan menganalisis kecelakaan crane pada pabrik CRM PT Krakatau Steel dengan menggunakan metode FMEA. Penelitian ini menggunakan kerangka teori ILCI Loss Causation Model.
Variabel yang diteliti adalah jenis kecelakaan crane yang terjadi, faktor-faktor penyebab kecelakaan dan analisis dengan menggunakan FMEA (Failur mode effect analysis) yaitu perkalian antara severity, occurance dan detection. Setelah dianalisis didapatkan nilai RPN (Risk Priority Number). Hasil penelitian yaitu didapatkan nilai RPN tertinggi yaitu pada faktor kerusakan mesin (immediat cause) dan unsafe act.

Accident is an unexpected events and undesirable and can cause losses of human victims or objects Many factors that cause accidents. In this study the authors will analyze crane accident at the CRM plant of PT Krakatau Steel using the FMEA method This study uses a theoretical framework ILCI Loss causation model.
The variables studied were the type of crane accidents that occur the factors that cause accidents and analysis using FMEA Failur mode effect analysis is multiplication of severity occurance and detection Having analyzed the value obtained RPN Risk Priority Number The results of the study are the highest RPN values obtained on factors immediate cause aand unsafe act
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2014
S55586
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1994
S36461
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Wimpy Sunarto
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1995
S36444
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Lina Tri Hapsari
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1994
S36020
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Saragi, August Rianto
"Pada umumnya, pihak manajemen suatu parusahaan sadar bahwa kualitas merupakan sesuatu yang sangat rnenentukan tingkat kepuasan pe!anggan terbadap suatu produk tertentu. Narnun bagaiman pihak rnanajemen melihat pengaruh dari kualitas terhadap keberhasilan perusahaan seeara keseluruhan, merupakan masalah­ masalah yang sangat penting. Bagaimana suatu perusahaan mengetahui apakah biaya yang dikeluarkan untuk menjaga agar kualitas produk tetap sesuai standar telah optimai atau belurn, serta apa-apa saja kekuatan dan kelemahan dari sistem kualitas yang ada merupakan beberapa bagiml dati masalah-masalah yang rnemerlukan tools atau alat untuk menjawabnya. Dalarn hal ini tools yang dapat menjawab permasalaban tersebut adalah analisis biaya kualitas.
Biaya knalitas adalah biaya yang dikeluarkan dengan tujuan agar produk yong dihasilkan memiliki standar knalitas yang diinginkan dan dilsknkan secara berkesinarnbungan yaitu mulai dari produk tersebut didesign, diproses hingga menjadi barangjadi, sertalayanan pumajual (service after sales).
Pada skripsi ini, dibahas tentang elemen-elernen dari tiap-tiap kategori biaya kualitas yang akan rnemberikan gambaran I cermin tentang kondisi biaya kualitas di PT.X selama tahun 1995 sampai dengan tahun !996. Disarnping itu juga memper!ihatkan kecenderungan-kecenderungan yang terjadi yang pada akhirnya akan memberi informasi kepada pihak manjemen tentang level biaya kualitas."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1997
S36752
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Eko Agus Bayu Aji
"Pemakaian teknologi informasi yang semakin luas, penggunaan secara massal dan era globalisasi telah menciptakan lingknngan yang kompetitif dimana struktur biaya rendah sering menjadi sesuatu yang kritis untuk mencapai kesuksesan. Lingknngan seperti ini meminta kebutuhan yang lebih besar untuk akurasi pengukuran biaya dan teknik-teknik management. Telah banyak organisasi yang menyadari bahwa metode akuntansi tradisional perlu dilengkapi dengan pengukuran biaya tambahan dan manajemen. Lingknngan yang baru telah menciptakan sebuah kebutuhan alat agar dapat lebih baik dalam pengukuran bagaimana aktivitas mengbabiskan sumber daya. Sebuah pengukuran biaya yang populer dan efektif saat ini adalah Activity Based Costing (ABC) ABC mampu mengindentifikasi dan menghitung sumber daya, penggunaan sumberdaya pada aktivitas dan penggunaan biaya-biaya aktivitas pada customer atau produk. Productivity Enhancement Centre (PEC), salah satu departemen di PT Panasonic Manufacturing Indonesia, adalah perusahaan yang telah lama bergelut dibidang pembuatan cetakan plastic (mould) dan cetakan plat (die). Tidak hanya sebagai penyokong penyediaan pembuatan cetakan komponen dari dalam perusahaan PT PMI sendiri namun juga bersaing di pasar luar yang untuk bersaing secara kompetitif dengan perusahaan yang sejenis. Penelitian ini sendiri bertujuan untuk menyelidiki apakah dengan menggunakan system perhitungan ABC mampu menelusuri dan mengidentifikasi sumber-sumber aktifitas yang terpakai dalam proses pembuatan cetakan sehingga didapat perhitungan biaya produksi yang lebih akurat.

The greater use of information technologies, mass customization, ang globalization has created a competitive environment in which low-cost structure often becomes critical for success. This environment has created a greater need for accurate cost measurement and management techniques. Many organization have realized that traditional accounting methods need to be supplemented with adtional cost measurement ang management. This new environment has created aneed for tools that better measure how activities consume resources. A popular and effective cost measurement tool is Activity-Based Costing (ABC). ABC can indentify and quantify resources, assign resources to activities, and assign activity costs to customers or products. Productivity Enhancement Centre (PEC), one of the department in PT Panasonic Manufacturing Indonesia, is a organization that had been ran in mould and die manufacturing. PEC Not only supporting the internal of PT PM! but also competing in external market. The purpose of this research is to learn whether implementing the ABC system able find and identify the assign activities resource in mould manufacturing to get more accurate production cost measurement."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2005
S50113
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Wawan Abdullah
"Kualitas suatu produk merupakan hal penting dalam era globalisasi mendatang. Hanya dengan kualitas terbaiklah suatu produk dapat bertahan di pasar global. Biaya kualitas sebagai salah satu cara untuk mengetahui berapa besarnya biaya kegagalan yang telah dikeluarkan akibat produk yang memiliki kualitas buruk (poor quality). Dengan mengetahui biaya kualitas yang telah dikeluarkan suatu perusahaan maka dapat dilanjutkan dengan tindakan improvement project sebagai tindakan pencegahan dan penilaian sehingga kegagalan-kegagalan yang terjadi baik internal maupun external dapat ditekan. Dalam analisa biaya kualitas di perusahaan pengemasan PT. X ini dapat digunakan sebagai masukan bagi manajemen perusahaan dalam menekan biaya kegagalan yang terjadi."
Depok: Universitas Indonesia, 1999
S49851
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Achmadi
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1995
S36163
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sambas Sundana
"ABSTRAK
Pelaksanaan produksi di PT ?X? sering mengalami kesulitan untuk memenuhi permintaan dari konsumennya dikarenakan kondisi permintaan yang selalu berfluktuatif. Dengan demikian perusahaan perlu membuat suatu srategi proses produksi dalam mengantisipasi permintaan tersebut dengan mempertimbangkan biaya produksi yang paling minimal.
Dalam menentukan strategi proses produksi diterapkan metode Chase Strategy, Assigned Workforce Levels dan Level Strategy dengan kriteria minimasi ongkos totalnya. Variabel-variabel ongkosnya meliputi ongkos tenaga kerja langsung, ongkos rekrut, ongkos PH, ongkos jam kerja normal, ongkos lembur, ongkos simpan, ongkos backorder dan ongkos lost sales.
Dengan bantuan program Quantitative systems (QS) version 3.0 dipilih metode terbaik dari ketiga metode yang diusulkan. Secara keseluruhan didapat strategi yang terbaik yaitu dengan memakai metode Assigned Workforce Levels yang memberikan ongkos total kumulatif tenaga kerja per tahun sebesar Rp. 9.945.847,- sedangkan ongkos total produksi per tahun untuk Audio part sebesar Rp. 83.723.960,- TV part sebesar Rp. 133.800.216,- Rak Nasional sebesar Rp. 720.194.496,- Rak Sanyo sebesar Rp. 764.004.288,- Rak Mitsubitshi seb.car Rp. 836.290.560,- MDF 2500 sebesar Rp.887.041.472,- dan MDF 3000 sebesar Rp. 1.190.621.440,-

ABSTRACT
The carrying out of production at PT. 'X' frequently find it difficult to meet the demand of its consumers, because of the demand's condition which is very fluctuate. The company needs a kind of process production strategy to anticipate the demand by considering the minimum production cost.
In determining the process production strategy, method of Chase strategy, Assigned Workforce levels and Level strategy are implemented with the criteria of minimized total cost. The cost variables include regular workforce cost, hiring cost, firing cost, regular man hours cost, overtime cost, inventory cost, backorder cost and lostsales cost.
With the help of Quantitative Systems (QS) version 3.0, the best method is chosen of the three ones proposed. As it turn out, the Assigned Workforce Levels method proved to be the most applicable, by giving the total cumulative workforce cost per year is 9,945,847 rupiahs, while the total production cost per year for Audio part is 83,723,960 rupiahs, TV part is 133,800,2I6 rupiahs, Rack National is 720,194,496 rupiahs, Rack Sanyo is 764,004,288 rupiahs Rak Mitsubitshi is 836,290,560 rupiahs, MDF 2500 is 887,041,472 rupiahs and MDF 3000 is 1,190,521,440 rupiahs.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1998
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>