Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 117095 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Achmad Dardiri
"Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai pandangan Richard Rorty tentang realitas, pengetahuan, kebenaran, dan nilai-nilai. Juga, untuk mengetahui relevansi pandangannya mengenai hal-hal tersebut bagi pendidikan; relevansi pandangannya tentang nilai-nilai dan pendidikan bagi persoalan-persoalan aktual dewasa ini, baik yang menyangkut bidang pendidikan, maupun bagi persoalan-persoalan yang timbul akibat perubahan masyarakat dewasa ini.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan yang bercorak kefilsafatan, yakni dengan mengkaji pustaka yang tersedia, baik yang menyangkut pandangan Richard Rorty sendiri, maupun mengenai relevansinya bagi pendidikan dan persoalan-persoalan aktual dewasa ini. Metode yang digunakan untuk memahami karya-karya tersebut adalah metode hermeneutik termasuk di dalamnya metode analisis-sintesis, dengan pendekatan kritis-reflektif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa apa yang disebut realitas menurut Rorty, adalah hal-hal yang dipercakapkan dari yang rill sampai yang fiktif. Pengetahuan dipahami sebagai bahan percakapan atau masalah praktek sosial. Juga, dipahami sebagai bahan untuk memperoleh kebiasaan bertindak dalam rangka menguasai realitas. Kebenaran dipahami sebagai ?apa yang baik bagi kita, kita percayai?. Juga, dipahami sebagai adanya koherensi antara pernyataan yang satu dan pernyataan lainnya. Menurutnya, kebenaran konsensus juga sangat dimungkinkan pada akhir pembicaraan. Dia mengembangkan dua nilai sekaligus, yakni: 'kreasi-diri' dan 'solidaritas manusia'. Pandangannya tentang realitas, pengetahuan, kebenaran dan nilai-nilai relevan bagi pendidikan, karena dalam proses pendidikan, keempat hal tersebut sangat dibutuhkan. Pandangannya tentang nilai-nilai dan pendidikan relevan bagi permasalahan pendidikan dewasa ini, khususnya mengenai empat pilar pendidikan yang fundamental yakni: 'learning to know', 'learning to do', 'learning to be', dan 'learning to live together'. Tiga pilar pertama relevan dengan nilai 'kreasi-diri' dan pilar yang keempat relevan dengan nilai 'solidaritas manusia'. Pandangannya tentang nilai-nilai dan pendidikan juga relevan persoalan-persoalan aktual dewasa ini seperti: masyarakat teknologis, lingkungan hidup, feminisme, dan fundamentalisme religius.

Richard Rorty's Newpractism View And Its Relevance For EducationThis study is aimed to obtain information concerning Richard Rorty's view on reality, knowledge, truth and values. It is also to know the relevance of his view on the mentioned things for education; the relevance of his view on values and education for today's actual problems, the problems are either pertinent to educational area or problems arised as the results of today's society changes.
The research applied in this study is philosophical-featured library research, that is by reviewing existing literature, either relevant to Richard Rorty's view itself or its relevance to education and today's actual problems. The method used to understand the works is hermeneutical method with includes the analysis-synthesis methods, with critical-reflective approach.
The study results show that what mentioned as reality, according to Rorty, are things discussed from the real ones to fictive. Knowledge is conceived of as a matter of conversation and of social practice. It is also conceived of as a matter of acquiring habits of action for coping with reality. The truth is conceived of as 'what it is good for us to believe'. It is also seen as sentences connected with other sentences. Consensus truth is also allowed in the end of conversation. He developed two values simultaneously namely 'self-creation' and 'human solidarity'. His view on reality, knowledge, truth, and values are relevant to education, as in educational process, the four elements are very needed. His view on values and education are relevant to today's educational issues, especially concerning to fundamental education pillars which are: '].earning to know', 'learning to do', 'learning to be', and 'learning to live together'. The first three pillars are relevant to 'self-creation' value. and the fourth pillar is relevant to `human solidarity' value. His view on values and education are also relevant to today's actual problems such as: society of technology, life environment, feminism, and religious fundamentalism.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2003
D519
UI - Disertasi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Mardi Adi Armin
"Neopragmatisme Roily adalah salah satu varian dari gerakan antimetafisika yang berkembang di Amerika, sebagaimana gerakan antimetafisika global yang berkembang di belahan dunia barat pada paruh kedua Abad ke-20. Gerakan antimetafisika yang berkembang di Amerika berakar kuat pada identitas pragmatisme klasik yang mengambil bentuk sebagai sayap kiri pragmatisme Amerika. Istilah sayap kiri dipergunakan untuk menggambarkan misi pemikiran yang diemban oleh neopragmatisme, yaitu merancang masa depan yang lebih terjamin dengan mengedepankan pembentukan metafora-metafora barn oleh kelompok pelopor, sambil menampung secara egalitarian semua aspirasi ekonomi, sosial-politik yang berkembang di tengah-tengah masyarakat herdasarkan prinsip-prinsip demokrasi serba kelnungkinan (contingency) bahasa, diri, masyarakat. Sayap kiri dipergunakan pula wttuk memperlawankan pemikiran neopragmatisme dengan pragrnatisme konservatif yang masih mempertimbangkan tahap-tahap eksperimentasi dalam perumusan susunan ilmu pengetahuan. Neopragmatisme mengabaikan penjelasan kesejarahan yang bersifat sinkronis dan struktural, akibat orientasi horizontal menuju kegiatan sosial beragam yang bergerak ke depan. Tafsir barn mengenai sejarah peradaban manusia harus bersifat diakronis dan tidak bersifat kosa kata akhir (final vocabulary), melainkan terbuka pada setiap penafsir berdasarkan pendekatan sikap-sikap unik (pointilisme dan strukturis). Dengan demikian, dominasi kekuatan suatu interpretasi atas interpretasi yang lain tidak diperkenankan. limo pengetahuan tidak lagi dihangun berdasarkan objektivisme dan ekspenmentasi, tetapi berdasarkan sikap toleran, keberagaman dan cakap..."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2002
T11422
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yudhistiro Nugroho
"Skripsi ini merupakan kajian budaya arisan yang diteliti melalui aspek filsafat. Dengan membahas neo-pragmatisme lewat proses pengolahan informasi yang terdapat dalam komunikasi intrapersonal, maka terbentuklah konsep keuntungan yang merupakan imbas dari kepentingan subjektif manusia. Munculnya budaya arisan menjadi konsekuensi yang cukup logis atas dasar pengetahuan manusia yang berbeda satu sama lain. Meskipun demikian, perbedaan itulah yang justru membuat kegiatan arisan penting untuk disepakati dan kemudian dapat memenuhi berbagai kepentingan subjektif. Pada budaya arisan, ditemukan beberapa faktor yang menjelaskan alasan kegiatan ini tetap berlangsung hingga sekarang. Tujuan skripsi ini adalah menjelaskan bahwa budaya arisan merupakan kegiatan yang dilakukan masyarakat demi pemenuhan kepentingan subjektif.

This thesis is a study which examined social gathering culture through the philosophical aspects. By discussing the neo-pragmatism through the processing of the information contained in the intrapersonal communication, the concept of profit, which is the impact of subjective human interests, is formed. The emergence of arisan culture become a quite logical consequence on the basis of human knowledge that are different from each other. However, it is the differences that make arisan an important social gathering event that needs to be agreed, to meet the varied subjective interests. In the culture of arisan there are a number of factors which explain why this activity is still ongoing until now. The purpose of this thesis is to explain that the arisan culture is a social interaction that is done to fulfill subjective interest.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2012
S43550
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
cover
James, William
New York: Meridian Books , 1959
190 JAM p
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Schwartz, Robert, 1940-
Chichester: Wiley Blackwell, 2015
144.3 SCH r
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Wilsen Ta Moan
"Indonesia merupakan salah satu negara yang terdapat banyak masyarakat etnis Tionghoa. Di wilayah JABODETABEK, banyak keturunan Tionghoa melakukan bisnis. Bisnis barang merepresentasikan identitas orang Tionghoa sebagai pedagang. Topik dari penelitian ini adalah pemakaian kata “bos” yang ditujukan kepada pebisnis Tionghoa yang merupakan penelitian di bidang bahasa, budaya, dan sosial. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah apa saja jenis usaha dagang pebisnis Tionghoa di JABODETABEK, bagaimana hubungan sosial antara penyapa dengan orang yang disapa “bos”, dan apa makna implisit dari penyapa kepada orang yang disapa “bos”. Pengambilan data dilakukan dengan mewawancarai informan untuk memperoleh data yang akan dipilah menjadi data yang siap dianalisis. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Melalui analisis data, penelitian ini membuktikan bahwa sapaan “bos” terhadap pebisnis Tionghoa di JABODETABEK memiliki implikasi pada penggunaan katanya.

Indonesia is one of the countries where there are many ethnic Chinese communities. In the JABODETABEK area, many Chinese descendants do business. The goods business represents the identity of Chinese people as merchants. The topic of this study is the use of the word "boss" which is addressed to Chinese businessmen which is research in the fields of language, culture, and social. The formulation of the problem from this study is what are the types of trading businesses of Chinese businessmen in JABODETABEK, how is the social relationship between the greeter and the person called "boss", and what is the implicit meaning of the greeter to the person called "boss". Data collection is carried out by interviewing informants to obtain data that will be sorted into data that is ready to be analyzed. The research method used in this study is qualitative descriptive method. Through data analysis, this study proves that the greeting "boss" to Chinese businessmen in JABODETABEK has implications for the use of the word."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2023
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Silva Tenrisara Pertiwi Isma
"Dalam interaksinya, dokter dan pasien dituntut untuk dapat menyampaikan informasi dengan baik dan efektif agar tujuan komunikasi tercapai. Dalam komunikasi, prinsip kerjasama kerap dilanggar. Pelanggaran terhadap prinsip kerjasama tersebut menghasilkan ujaran yang mengandung strategi kesantunan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan prinsip kerja sama, strategi kesantunan, dan hubungan antara keduanya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Metode yang digunakan adalah metode studi kasus. Informan dalam penelitian ini adalah seorang dokter spesialis rehabilitasi medik dan enam orang pasien yang berkonsultasi dengan keluhan pada lutut. Penelitian dilakukan dengan merekam percakapan informan. Analisis data yang dilakukan pertama-tama yaitu menemukan pola umum interaksi. Dan pola umum tersebut didapat tiga segmen percakapan, yaitu segmen keluhan, segmen penjelasan, dan segmen penulisan resep obat atau terapi. Pembagian segmen-segmen tersebut didasarkan pada topik percakapan dalam interaksi. Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan, pemenuhan prinsip kerja sama hanya sedikit terdapat pada data. Prinsip kerja sama dipenuhi dengan menyampaikan ujaran yang singkat, jelas, benar, dan relevan. Dalam data, selalu terdapat pelanggaran prinsip kerja sama. Bidal kuantitas dilanggar karena informasi yang diberikan berlebihan. Bidal cara dilanggar karena ujaran disampaikan dengan tidak singkat atau berbelit-belit. Bidal relevansi dilanggar karena penutur memberikan informasi yang tidak relevan dengan topik pembicaraan. Bidal kualitas tidak dilanggar, tetapi dibatasi. Pelanggaran prinsip kerjasama yang paling menonjol adalah pelanggaran terhadap bidal kuantitas dan bidal cara. Strategi kesantunan yang digunakan dalam analisis ini ialah strategi kesantunan positif, negatif, dan off-record. Strategi kesantunan positif dilakukan dengan memuji, menggunakan dialek daerah, memberi alasan, repetisi, menghindari ketaksetujuan, memberi simpati, mempraanggapkan persamaan, serta melibatkan penutur dan petutur dalam aktivitas. Strategi kesantunan negatif dilakukan dengan membatasi pemenuhan bidal kualitas dan mengungkapkan sesuatu secara tidak langsung. Strategi kesantunan off-record dilakukan dengan generalisasi, menggunakan metafora atau perumpamaan, dan memberi petunjuk. Berdasarkan analisis data terdapat hubungan antara pelanggaran prinsip kerja sama dan strategi kesantunan. Pada segmen keluhan, pelanggaran bidal kuantitas dan bidal cara cenderung menghasilkan strategi kesantunan positif. Pada segmen penjelasan dan penulisan resep obat atau terapi, pelanggaran bidal kuantitas dan cara cenderung menghasilkan strategi kesantunan positif dan negatif. Dalam interaksi ini, pelanggaran terhadap prinsip kerjasama membuat komunikasi menjadi efektif. Pelanggaran bidal kuantitas dengan menambahkan informasi oleh dokter membuat pasien mengerti dan menerima kondisi tubuhnya. Dengan demikian, pasien diharapkan mau mengikuti anjuran dokter, seperti terapi atau minum obat. Strategi kesantunan yang terdapat dalam interaksi ini memperkecil jarak sosial dokter dengan pasien. Oleh karena itu, dokter dan pasien diharapkan dapat bekerja sama dalam pemulihan kondisi pasien."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2007
S11044
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Siti Nur Mawaddah Amini
"ABSTRAK
Jurnal ini membahas mengenai aspek pragmatik yang terdapat dalam film Belanda Hoe Duur Was De Suiker 2013 . Aspek tersebut adalah tindak tutur dari kedua tokoh utama dalam film Hoe Duur Was De Suiker 2013 yang bernama Sarith dan Mini-Mini. Tindak tutur digunakan dalam suatu percakapan agar penutur dan mitra tuturnya dapat mencapai tujuan dari tindak tutur tersebut. Penulis menganalisis hal ini karena penulis ingin mengetahui apakah makna interaksi yang terjadi antara kedua tokoh dapat tersampaikan dengan baik berdasarkan tindak tuturnya atau tidak. Setelah diamati, di dalam film tersebut hanya terdapat 16 percakapan antara Sarith dan Mini-Mini. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan teori tindak tutur oleh Austin Searle. Penulis hanya akan memasukkan percakapan yang memiliki unsur ilokusi direktif. Setelah dianalisis, dari 16 percakapan yang ada di dalam film tersebut, hanya 9 percakapan yang megandung unsur ilokusi direktif. Dari 9 percakapan tersebut, hanya terdapat satu percakapan yang tidak berhasil dilakukan oleh penutur, yaitu Sarith dan mitra tuturnya, yaitu Mini-Mini.

ABSTRACT
The focus of this study is pragmatic aspects which appears in a Dutch Movie Hoe Duur Was de Suiker 2013 . The Speech Act which is used by the two main characters in the movie named Sarith and Mini Mini, will be analyzed through this study. In a conversation, Speech Act is used so that speakers and partners can achieve the purpose of the Speech Act. The purpose of this study is to know the meaning of the interactions that occur between the two main characters are conveyed properly or not. The method of this study is descriptive qualitative using The Speech Act Theory by Austin Searle. Once observed, the two main characters contains only 16 conversation in the movie. From 16 conversations, only 9 of them has elements of directive illocutionary. The result shows that from 9 conversations, there is only one conversation that is not successfully carried out by the speakers Sarith and partners Mini Mini ."
Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2015
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
London: Routledge, 2005
144.3 PRA
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>