Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 106910 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Eko Gunarto
"Pelaksanaan Otonomi Daerah, termasuk aspek Pengelolaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pertambangan Umum (PK3PU) terbentur permasalahan mendasar. Masalah kesiapan Dinas Pertambangan dan Energi (termasuk Subdirektorat Keselamatan Pertambangan) menjadi sorotan utama.
Agar otonomi PK3PU berhasil, maka dilakukan penelitian terhadap tingkat kesiapan Dinas sebagai dasar menentukan strategi ke depan, Penelitian dilakukan pada pertengahan semester ke 2 tahun 2002 dengan menggunakan dasar teori kerangka kerja Balanced Scorecard serta pengolahan data dengan Statistik Deskriptif dan Analisis Proses Hirarki (AHP).
Hasil penelitian menunjukkan hahwa berdasarkan empat tingkat kesiapan yaitu "tidak siap, kurang siap, cukup siap, dan siap", maka tingkat kesiapan Dinas Pertambangan hanya 56,7% (cukup siap) dengan populasi sebesar 60%. Tiiigkat kesiapan tersebut dipengaruhi oleh tingkat kesiapan unsur/elemen tenaga kerja, pengawasan K3, peralatan K3, administrasi K3, program K3, dan dana K3. Di antara unsur/elemen tersebut, Peralatan K3 memiliki tingkat kesiapan paling rendah yailu 22,8% (tidak siap) dengan populasi sebesar 52% Berdasarkan tingkat kesiapan tersebut maka telah ditetapkan alternatif strategi yang bertujuan agar otonomi PK3PU berhasil, yaitu dengan cara melakukan peningkatan mutu tenaga kerja, kerja sama teknik dalam pengujian dan sertifikasi peralatan, dan pembuatan sistem informasi K3.

The implementation of District Autonomy, including the aspects of General Mines Safety and Health Management (GMSHM) stumbled on principle problems. The preparedness of the District Mines Inspectorate (including Sub directorate of Mine Safety) will be priority objective to discuss.
In order the autonomy of GMSHM to he succeed. an acceptable strategy based on result of research for the preparedness of the District Mines Inspectorate should he carried out. The research that was carried out in the middle of 2"d semester in 2002 was using a basic theory of the framework of Balanced Scorecard as \veil as data processing with Descriptive Statistic and Process Hierarchy Analysis (PHA).
According to the four (4) preparedness that is "not ready, less ready, ready. fully ready", from the result of research indicated that the preparedness of District Mines Inspectorate for GMSHM is 56,7% (ready) with the population of 60%. The preparedness level is affected by preparedness level or elements human resources. safety supervision, monitoring or testing safety equipment, safety administration, safety programs, and safety budgeting. Among those elements, the element of monitoring or testing equipment has the lowest of preparedness level that the others that is 22.8% (not ready) with the population of 52% Based on the above preparedness level, therefore, an alternative strategic to succeed the autonomy of GMSHM has been made, that is by improving the quality of human resources, partnership or joint work on testing and certifying safety equipment. and developing safety information system.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2002
T2007
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Lubis, Syawaluddin
"Dalam era otonomi daerah keterlibatan kontraktor dan pekerja lokal pada kegiatan pertambangan umum cenderung meningkat, sementara pendidikan dan pengalman mereka kurang memadai sehingga kecelakaan tambang juga cenderung meningkat dan pada umumnya melibatkan mereka.
Tesis ini bertujuan untuk mendapatkan suatu jawaban untuk mengatasi hal tersebut dengan melakukan pengkajian terhadap program K3,menganalisa statistik kecelakaan tambang selama lima tahun (1997-2001) serta melakukan survai dengan menggunaka kuesioner terhadap tiga tingkatan jabatan sebagai responden yaitu Pekerja,Pengawas Lini serta Middle/top Manajemen , dengan mengambil PT Kaltium Prima Coal dan PT INCO sebagai studi kasus.
Hasil kajian menunjukkan bahwa tingkat kesadaran dan pemahaman K3 dari pekerja kontraktor masih rendah, untuk itu perlu melakukan upaya yang sesegera mungkin agar kecelakaan bisa diminimalkan dengan cara membuat program K3 yang khusus untuk kontraktor mulai dari tahap penseleksian, pembinaan serta pengawasan pada saat mereka bekerja.

In line with era of local autonomy, involvement of contractors and local employees in general mines are prone to increase whereas local employees? education and experience are less than adequate. This condition leads to a tendency of increasing mine accidents that in majority involve local workers.
The thesis is aimed to find out a solution to cope with above issue. The research methodology applies assessment of safety & health programs, analysis of a five-year mines accident statistic (1997-2001), and survey using questionnaire toward respondents of three position levels; i.e. Employees, Line Supervisors, and Middle/Top Management. Respondents are taken from PT Kaltim Prima Ccal and PT INCO as case studies.
The findings show that safety & health awareness and understanding of contractor employees are still low. Continuous efforts shall be immediately made to minimize accidents by establishing specific safety & health programs for contractors; from phase of selection, guidance, and close supervision when they are performing jobs.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2002
T3986
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Widia Sandy
"Keselamatan diri penting bagi siswa sekolah dasar karena siswa rentan terhadap kejadian cedera. Penelitian deskriptif sederhana ini bertujuan untuk menggambarkan pengetahuan siswa sekolah dasar tentang keselamatan diri. Sampel yang digunakan pada penelitian ini yaitu seluruh siswa (131 siswa) kelas IV, V, dan VI pada salah satu Madrasah Ibitaiyah di Depok pada 30 April - 02 Mei 2012. Kusioner karakteristik dan tingkat pengetahuan keselamatan memiliki range nilai validitas (r hitung: 0,107-0,609 dan r tabel: 0,174) dengan nilai alpha crombach 0,852 (α: 0,05).
Hasil penelitian menunjukkan 51,9% (68 responden) memiliki tingkat pengetahuan tinggi tentang keselamatan diri secara umum. Namun, pada aspek keselamatan psikososial pengetahuan siswa masih rendah. Program peningkatan pengetahuan tentang keselamatan diri siswa sekolah dasar terhadap keselamatan fisik, kimia, biologis, psikososial, dan upaya pencegahan kecelakaan lalulintas perlu selalu dilakukan agar siswa dapat aman di sekolah.

Personal safety is important for elementary school students because the students are susceptible to injury occurrence. This simple descriptive study aimed to describe knowledge of primary school students about personal safety. The samples used in this study are all students (131 students) class IV, V, and VI in one of Madrasah Ibitaiyah in Depok on 30 April to 2 May 2012. Questioner characteristics and level of safety knowledge has particularly value range of validity (r count: 0.107 to 0.609 and r table: 0.174) with Crombach alpha value of 0.852 (α: 0.05).
The results showed 51.9% (68 respondents) have a high level of knowledge about personal safety in general. However, the psychosocial aspects of students' knowledge of safety is low. Program increased knowledge about the safety of elementary school student to the physical safety, chemical, biological, psychosocial, and traffic accident prevention efforts should always be done so that students can be safe at school.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2012
S42693
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
"Criticality safety assessment on the design of tank V-401 to accumulate the uranyl nitrate solution enriched U235 UP to 5%. The criticality safety assessment has been conducted to tank of V-401 to know wether the tank can accumulate the uranyl nitrate solutionenriched U235 up to 5%...."
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Gatot Widiartono
"Tesis ini bertujuan membahas masalah tingkat kesehatan dan keselamatan kerja (K3) di Indonesia saat ini faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi dan bagaimana pengaruh pengawasan ketenagakerjaan terhadap K3. Metodologi yang digunakan adalah analisis deskritptif dan Data yang digunakan adalah data sekunder, yaitu data nasional dan provinsi periode 2009-2013. Berdasarkan analisis deskriptif diperoleh beberapa kesimpulan (1) sampai saat ini secara umum tingkat kesehatan dan keselamatan kerja secara umum belum mendapat perhatian yang besar; (2) sekalipun porsi terbesar pengawas ketenagakerjaaan ada di provinsi-provinsi di pulau Jawa, namun tingkat pelanggaran norma K3 maupun tingkat kecelakaan kerja dan pelanggaran norma K3 masih terkonsentrasi di Pulau Jawa; (3) pengawasan ketenagakerjaan di Indonesia selama periode 2009- 2013 secara keseluruhan tidak efektif.
Hasil estimasi data panel 33 provinsi 2009-2013 dan data provinsi di pulau Jawa menunjukkan bahwa tingkat kecelakaan kerja di Indonesia, memiliki hubungan antar waktu, dan makin besarnya porsi perusahaan yang ikut program Jamsostek, kecelakaan kerja justru meningkat. Sedangkan estimasi data panel provinsi di pulau Jawa dan Sumatera 2009-2013 menunjukkan bahwa beban pengawasan yang terlalu berat, dan peningkatan pelanggaran norma telah meningkatkan kecelakaan kerja secara signifikan dan cukup besar. Fakor yang paling besar pengaruhnya terhadap peningkatan angka kecelakaan kerja adalah skala perusahaaan. Koefisien regresi skala perusahaan menunjukkan bahwa pertumbuhan angka kecelakaan kerja sangat sensitif terhadap peningkatan skala perusahaan.

This thesis aims to discuss the issue of the level of occupational health and safety (K3) in Indonesia is currently the factors that influence and the influence of the labor inspection of the K3. The methodology used is deskritptif analysis and data used are secondary data, ie the data of national and provincial 2009-2013. Based on the descriptive analysis obtained some conclusions (1) to the current general level of health and safety in general has not received the most attention; (2) although the largest portion labor inspection in the provinces on the island of Java, but the level of norm violation and accident rate K3 and K3 norm violations are still concentrated in Java; (3) labor inspection in Indonesia during the 2009-2013 period as a whole is not effective.
The results of the panel data estimation 2009- 2013 33 provinces and provincial data on Java show that the rate of workplace accidents in Indonesia, having a relationship over time, and the increasingly large portion of companies participating in the Social Security program, workplace accidents increases. While the provincial panel data estimation in Java and Sumatra 2009-2013 showed that the load is too heavy surveillance, and an increase in violations of norms of workplace accidents has been increasing significantly and quite large. Fakor the greatest influence on the increase in number of accidents is the scale firms. Regression coefficients indicate that the growth of the company scale number of accidents is very sensitive to the increase in scale companies.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2014
T42274
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Lena Kurniawati
"Partisipasi pekerja dalam kegiatan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan elemen penting untuk mendukung keberhasilan program K3 di perusahaan. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan gambaran yang mendalam mengenai partisipasi pekerja dalam kegiatan K3 di PT. Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk.
Terdapat dua variabel yang dilakukan penelitian yaitu variabel eksternal dengan menggunakan metode kualitatif dan variabel internal dengan menggunakan metode kuantitatif. Dari hasil wawancara dan observasi terhadap variabel eksternal, terdapat lima dari delapan variabel yang dinilai sedang.
Dari hasil pengolahan data yang diperoleh melalui kuesioner, pada variabel internal terdapat perbedaan partisipasi pekerja dalam kegiatan K3 berdasarkan unit kerja, umur, jenis kelamin, pendidikan dan jabatan, namun hanya pada variabel jabatan mempunyai perbedaan yang signifikan.
Dari hasil penelitian terhadap dua variabel di atas, diperoleh kesimpulan bahwa tingkat partisipasi pekerja dalam kegiatan K3 di PT. Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk. adalah sedang.Kegiatan K3 yang memperoleh nilaipartisipasi paling tinggi adalah kegiatan identifikasi potensi bahaya, sedangkan kegiatan yang memperoleh nilai partisipasipaling rendah adalah kegiatan penyusunan kebijakan K3.

Worker participation in safety and health activities ( OSH ) is an essential element to support the company's success in the OSH program. The purpose of this study was to obtain in-depth overview on worker participation in the activities of OSH at PT. Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk.
There are two variables that are researched which are the external variables using qualitative methods, and internal variables using quantitative methods. From the result of interviews and observations of the external variables, there are five of the eight variables were measured as Intermediate level.
From the processing of data obtained through the questionnaire, in the internal variables, there are differences in the activities of employee participation OSH based on workplace, age, gender, education and occupation, but only in occupation variable has significant difference.
From the research of two variables above, it is concluded that the level of employee participation in the activities of OSH at PT. Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk. is at intermediate level and the OSH activity that has participation level with the greatest value is the identification of potential hazards and the lowest value is OSH policy making.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2014
T39349
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Ariawan Kristiyanto
"

Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan program yang pada proyek konstruksi di Indonesia masih dianggap hal yang kurang penting. Hal ini ditunjukkan dengan minimnya perhatian terhadap program-program K3 pada proyek konstruksi. Suatu program K3 dapat dikatakan berhasil apabila angka kecelakaan kerja dapat ditekan seminimal mungkin sampai akhir konstruksi.

Frekuensi dan dampak kecelakaan kerja dapat di kurangi dengan adanya suatu program K3. Setiap kontraktor mempunyai program-program K3 sendiri yang kemudian diterapkan selama proses konstruksi berlangsung. Akan tetapi dari banyak aturan mengenai K3 yang ada, tidak semua diambil dan diterapkan di lapangan oleh kontraktor.

Dari hasil penelitian dan analisa yang dilakukan ditemukan program K3 apa saja yang paling sering dilakukan kontraktor, serta program K3 apa saja yang tidak pernah dilakukan kontraktor.


Health and safety program at construction project in Indonesia still assumed less important matter. This matter is shown with the minim of attention of Health and Safety Program at construction project. Health and Safety Program can be told succeed if number accident of job can be depressed as minimum as possible to the last the project of construction.

Frequency of risk and impact able to happened because accident of job earn in lessening with existence of health and safety program. Each contractor have health and safety program alone which was later; then applied during construction process take place. However from many orders concerning existing of health and safety program, not all taken and applied by contractor.

Of research result to be analysis to be got finding that still there are a lot of collisions of health and safety program by worker, especially in using appliance peacemaker of x'self.

"
2008
S50466
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>