Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 191109 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Yanuan Ben Olina
"Penurunan kemampuan fisik pada lansia disebabkan oleh penuaan sistem organ yang mempengaruhi kesehatan, khususnya sistem muskuloskeletal. Salah satu masalah utama adalah osteoartritis (OA), yang disebabkan oleh degenerasi tulang rawan. OA menjadi masalah kesehatan dengan angka kecacatan tinggi. Survei menunjukkan bahwa banyak lansia OA di Kelurahan Jatijajar mengalami nyeri dengan intensitas sedang hingga berat, mempengaruhi aktivitas fisik dan kesejahteraan mereka. Perawat komunitas berperan penting dalam manajemen diri lansia melalui pendidikan kesehatan dan intervensi berbasis teknologi, seperti aplikasi android LABIL (Lansia Aktif Bebas Mobilitas), untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan lansia dalam mengelola OA. Tujuan dari studi kasus ini yaitu untuk membuktikan penerapan intervensi inovasi LABIL (Lansia Aktif Bebas Mobilitas) dalam mengatasi hambatan mobilitas fisik pada lansia dengan osteoartritis di Kelurahan Jatijajar, Kota Depok. Studi ini mengukur peningkatan perilaku (pengetahuan dan keterampilan) serta skor KOOS pada lansia dengan osteoartritis setelah pelaksanaan intervensi keperawatan LABIL. Sebanyak 45 lansia menjadi responden dalam program ini, yang terdiri dari delapan sesi latihan kekuatan dan keseimbangan khusus untuk lansia dengan osteoartritis. Hasil analisis menunjukkan p-value yang sangat signifikan (0.000), mengindikasikan perbedaan yang signifikan antara nilai pre-test dan post-test pada semua variabel setelah intervensi. Kesimpulannya, intervensi LABIL memberikan dampak positif yang signifikan terhadap berbagai aspek yang diukur, termasuk tanda dan gejala, nyeri, kemampuan aktivitas sehari-hari, aktivitas olahraga dan rekreasi, serta kualitas hidup lansia di Kelurahan Jatijajar. Perawat berharap intervensi latihan aktivitas fisik ini dapat di integrasikan ke kegiatan Posyandu siklus hidup pada masing-masing RW.

The decline in physical abilities in older people is caused by the aging of organ systems that affect health, especially the musculoskeletal system. One of the main problems is osteoarthritis (OA), which is caused by cartilage degeneration. OA is widespread in Indonesia and leads to a high rate of disability. Surveys show that many elderly people with OA in Jatijajar village suffer from moderate to severe pain, which affects their physical activity and well-being. Community nurses play an important role in self-management of older people through health education and technology-based interventions such as the android application LABIL (Active, Mobility-Free Elderly) to improve older people's knowledge and skills in managing OA. The aim of this case study is to evaluate the implementation of the innovation intervention LABIL (Active, Mobility-Free Elderly) in overcoming barriers to physical mobility among older people with osteoarthritis in Jatijajar Village, Depok City. This study measured improvements in behavior (knowledge and skills) and KOOS scores in older people with osteoarthritis following the implementation of the LABIL care intervention. A total of 45 older people participated in this program, which consisted of eight strength and balance training sessions specifically for older people with osteoarthritis. The results of the analysis show a highly significant p-value (0.000), indicating a significant difference between the pre- and post-intervention results for all variables. In conclusion, the LABIL intervention had a significant positive impact on several aspects measured, including signs and symptoms, pain, ability to perform daily activities, sports and recreation activities, and quality of life of the elderly in Jatijajar village."
Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2024
SP-pdf
UI - Dokumentasi  Universitas Indonesia Library
cover
Rizky Rachmatullah
"Pendahuluan: Gangguan mobilitas adalah keadaan seseorang tidak dapat bergerak secara bebas, karena kondisi yang mengganggu pergerakan (Aktivitas) yang dapat disebabkan oleh gangguan muskuloskletal. Dampak tersebut, tidak dapat melakukan aktivitas sehari-hari secara optimal. Maka dikembangkan inovasi Sistem Informasi Gerakan Lansia Sehat (SI GELAS). Tujuan: Inovasi ini yaitu memberikan gambaran tentang pengaruh intervensi keperawatan SI GELAS terhadap penurunan gangguan mobilitas aktivitas fisik aktif pada kelompok lansia osteoarthritis. Metode: Studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan keluarga yang melibatkan 10 keluarga sesuai praktik berbasis fakta dan inovasi dalam asuhan keperawatan komunitas pada 50 lansia. Inovasi SI GELAS terdiri dari 6 sesi selama 15 kali pertemuan. Data sebelum dan sebelum intervensi diukur menggunakan instrument kuesioner barthel indeks (Tingkat Kemandirian), berg balance test (Risiko Jatuh), dan tingkat kemandirian keluarga. Hasil: Adanya peningkatan tingkat kemandirian pada lansia, penurunan risiko jatuh serta peningkatan kemandirian keluarga. Kesimpulan: Terdapat pengaruh inovasi SI GELAS terhadap tingkat kemandirian lansia, risiko jatuh dan peningkatan kemandirian keluarga.

Introduction: Impaired mobility is a condition in which a person is unable to move freely, due to conditions that interfere with movement (activity) which can be caused by musculoskeletal disorders. This impact, can not perform daily activities optimally. Then the innovation of the Healthy Elderly Movement Information System (SI GELAS) was developed. Purpose: This innovation is to provide an overview of the effect of SI GELAS nursing interventions on reducing impaired mobility of active physical activity in the elderly osteoarthritis group. Method: Case study with a family nursing care approach involving 10 families according to fact-based practices and innovations in community nursing care for 50 elderly people. The SI GELAS innovation consists of 6 sessions of 15 meetings. Data before and before the intervention were measured using the Barthel index questionnaire instrument (Independence Level), berg balance test (Fall Risk), and the level of family independence. Results: There is an increase in the level of independence in the elderly, a decrease in the risk of falling and an increase in family independence. Conclusion: There is an influence of the SI GELAS innovation on the level of independence of the elderly, the risk of falling and increasing family independence"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2023
SP-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Hadi Gunawan
"Tujuan : Mencari asosiasi gambaran abnormalitas jaringan dari magnetic resonance imaging (MRI) pada berbagai status fungsional Minis yang berbeda.
Bahan dan cara: Status fungsional klinis dinilai dengan Lequesne Indeks dan foto polos dinilai berdasarkan Kellgren-Lawrence pada 40 pasien. Gambaran pada MRI pada lesi di meniskus, lesi kartilago, efusi sendi dan kelainan pada ligamentum.
Hasil: Satu pasien dengan skor KL I, 8 pasien dengan skor KL 2, 15 pasien dengan skor KL 3 dan 16 pasien dengan skor KL 4. Efusi sendi ditemukan pada 38140 (95%), Minis berdasarkan Lequesne Indeks grade ringan-sedang terdapat ruptur meniskus grade 2 (3), grade3-4(3), grade berat grade 0-1(1), grade 2(3) dan grade 3-4(16) pada grade amat berat dan amat sangat berat grade 3-4(14). Sedangkan lesi kartilago yang ditemukan pada grade ringansedang yaitu grade 0-1 (3), grade 3 (3) sedangkan Minis berat grade 0-1 (3), grade 2 (3) dan grade 3(14). Pada grade sangat berat dan arnat sangat berat ditemukan grade 0-1 (7), grade 2 (5) dan grade 3 (28).
Kesimpulan: Lesi pada meniskus, lesi kartilago dan efusi sendi sering ditemukan pada pemeriksaan MRI pada pasien osteoarthritis lutut. Efusi sendi ditemukan pada sebagian besar pasien osteoarthritis lutut pada gambaran MRI lutut tetapi tidak mempunyai korelasi yang signifikan dengan tingkatan status fungsional Minis yang terjadi. Lesi kartilago pada gambaran MRI mempunyai asosiasi dengan status fungsional klinis, sedangkan pada ruptur meniskus tampak ada kecenderungan makin berat Minis yang terjadi makin hebat ruptur meniskus yang terjadi pada lutut.

Objective: To correlate varying degrees function in patients with derent stage of osteoarthritis with the degree of abnormality assessed on magnetic resonance imaging.
Materials and methods: Varying degrees of osteoarthritis of the knee were assessed by using Lequesne index and radiographs in 40 patients assessed by Kellgren-Lawrence (KL) score. MR image were analyzed for meniscal lesions, cartilage lesions, knees effusions and ligamentous.
Result: One knee with a KL score of 1, 8 knees with a KL score of 2, 15 knees with a KL score of 3 and 16 knees with a KL score of . Knee effuions was fended 38/40(95%). Clinical finding with Lequesne index at mild-moderate state, meniscal rupture grade 2 (3), grade3-4 (3), grade severe state meniscal rupture grade 0-1 (1), grade 2 (3) dan grade 3-4 (16) and at extreme state meniscal rupture grade 3-4(14). Cartilago lesions at mild-moderate state, cartilago lesions grade 0-1 (3), grade 3 (3) and at severe state cartilago lesions grade 0-1 (3), grade 2 (3) dan grade 3(14). At extreme state, kartilago lesions grade 0-1 (7), grade 2 (5) dan grade 3 (28).
Conclusion: Meniscal lesions, cartilago lesions, and knee effusions were frequently demonstrated on magnetic resonance imaging in patients with knee osteoarthritis. Knee effusions wasfnded in most of the patients with knee osteoarthritis that have undergone knee MRI but there are no significant correlations with different clinical stage osteoarthritis. Cartilago lesion showed significant correlations with different clinical stage of osteoarthritis. Meniscal rupture showed tendentiously correlations with different clinical stage of knee osteoarthrosis.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2005
T21424
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Aprillia Veranita
"Karya Ilmiah akhir (KIA) adalah serangkaian kegiatan yang telah dilakukan selama parktik, yang dirangkum dalam satu laporan akhir praktik keperawatan medikal bedah dengan mengelola kasus orthopaedi yaitu  Osteoarthritis (OA) menggunakan pendekatan teori Virginia Avenel Henderson’s, mengkategorikan kegiatan keperawatan menjadi empat belas komponen berdasarkan kebutuhan manusia. Henderson’s menekankan pentingnya kemandirian klien agar  terus mengalami kemajuan setelah keluar dari rumah sakit. Penerapan Evidence Based Nursing Leg position dapat  untuk mengurangi kehilangan darah dan meningkatkan fungsional ROM pada klien post Total Knee Arthroplasty (TKA).Elevasi 60 derajat dengan Fleksi 60 derajat , membantu  pemulihan fungsional pada awal pasca operasi. Untuk dapat memandirikan klien, dibutuhkan tindakan ambulasi dini seperti melakukan exercise : kekuatan otot quadriceps, ankle pump. Kelompok melakukan Pengembangan Media Video Edukasi Preoperasi Pada Klien TKA yang merupakan proyek inovasi. Video sebagai sarana berkomunikasi dengan klien, meningkatkan minat dan merubah perilaku.

Final Scientific Work is a series of activities that have been carried out during practice, which are summarized in one final report on medical surgical nursing practice by managing orthopedic cases, namely Osteoarthritis (OA) using Virginia Avenel Henderson's theoretical approach, categorizing nursing activities into fourteen components based on human needs. Henderson's emphasizes the importance of the client's independence in order to continue to progress after discharge from the hospital. The application of evidence based nursing leg position can reduce blood loss and improve functional ROM in post Total Knee Arthroplasty (TKA) clients. 60 degrees elevation with 60 degrees flexion, assists early postoperative functional recovery. To be able to make the client independent, early ambulation is needed, such as doing exercises: quadriceps muscle strength, ankle pump. The group carried out the Development of Preoperational Educational Video Media for Foreign Workers Clients which was an innovation project. Video as a means of communicating with clients, increasing interest and changing behavior."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2022
SP-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Heka Priyamurti
"ABSTRAK
Penelitian osteoarthritis (OA) memerlukan model hewan karena progresifitas penyakit yang lambat. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan metode induksi injeksi papain 5% intraartikular dengan menisektomi pada lutut kambing kacang sebagai model OA. Sembilan kambing menjadi subjek, satu ekor sebagai kontrol, grup papain dan menisektomi masing-masing empat ekor. Evaluasi dengan penilaian radiologis, makroskopis dan histologis. Penilaian makroskopis menunjukkan hasil tidak bermakna secara statistik tetapi penilaian menisektomi menunjukkan kerusakan pada kartilago dengan derajat yang lebih tinggi baik makroskopis maupun histologis.

ABSTRACT
Researches on osteoarthritis need animal model because slow progression of the disease. The aim of this study is to compare induction methods of papain 5% intraarticular injection and meniscectomy in Javanesse goat’s stiffle joints as animal model. Nine goats were involved in this study, one goat as control, four goats in papain and meniscectomy group each. Evaluation using radiologic, macroscopic and histologic scoring. Macroscopic scoring showed unsignificant finding statistically, but meniscectomy showed higher score of cartilage damage clinically and statistically."
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2012
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rizki Notario Haryanto Putro
"ABSTRAK
Osteoarthritis (OA) adalah kelainan sendi lutut degeneratif tersering. Artroplasti distraksi adalah sebuah alternatif tata laksana OA. Penelitian dilakukan pada 32 lutut kambing diinduksi secara mekanis menjadi OA dengan menisektomi lateral. Dalam penelitian 6 kambing mati. Arthroplasti distraksi dilaksanakan pada 10 lutut selama 4 minggu, dan 10 lutut kontralateral dibiarkan, kemudian diperiksa anatomi dan histopatologinya. Terdapat perburukan anatomis dan histopatologis pada lutut yang diberikan perlakuan. Perbandingan anatomis menggunakan staging ICRS berbeda bermakna (p <0,002) dan histopatologis menggunakan scoring OARSI berbeda bermakna (p<0,002). Arthroplasti distraksi masih memerlukan penelitian lebih lanjut pada hewan coba sebelum dapat diterapkan ke uji klinis kepada manusia.

ABSTRACT
Osteoarthritis (OA) is the most common knee degenerative disease. Distraction arthroplasty is a an alternatif for OA management. On this study 32 goat stiffle joints were mechanically induced to OA by lateral meniscectomy. During research 6 goats were deceased. Distraction arthroplasty was performed on 10 joints for 4 weeks, contralateral knees left untreated. Cartilage were anatomically and histopathologically examined. There was worsening on treated joints. The anatomical difference assessed using ICRS stage was significant (p<0,002) and the histopathological difference assessed using OARSI scoring was significant (p<0,002). Therefore distraction arthroplasty requires more animal research before human studies."
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2012
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fitri Arum Sari
"Osteoartritis merupakan penyakit degeneratif yang ditandai dengan inflamasi kronik pada daerah persendian. Berdasarkan penelitian sebelumnya, rumput mutiara memiliki efek sebagai antiinflamasi dalam praktik pengobatan herbal, tetapi belum banyak data yang mendukung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efek preventif dan kuratif ekstrak etanol 70% rumput mutiara terhadap sistem imun yang ditandai dengan penurunan jumlah sel darah putih, yaitu leukosit, limfosit, dan granulosit. Penelitian ini terbagi menjadi dua tahapan, yaitu pembuatan tikus model osteoartritis, kemudian pemberian ekstrak rumput mutiara secara preventif dan kuratif secara bersamaan. Pada perlakuan preventif dan kuratif, digunakan masing-masing 30 tikus putih jantan galur Sprague dawley dibagi menjadi 6 kelompok. Kelompok normal diberikan CMC 0,5%, kelompok negatif diberikan 0,025 mL natrium iodoasetat dalam salin 0,9%, kelompok positif diberi suspensi glukosamin kondroitin 520 mg/ 200 g bb untuk preventif, dan 780 mg/ 200 g bb. Kelompok dosis diberikan ekstrak etanol 70% rumput mutiara dengan variasi dosis berturut-turut 5,62 mg; 11,25 mg; dan 22,5 mg. Semua kelompok diinduksi 0,025 mL natrium iodoasetat kecuali kontrol normal. Bahan uji diberikan satu kali sehari secara oral pada hari ke-1 hingga 50 secara preventif, dan diberikan pada hari ke-29 hingga 50 secara kuratif. Pengukuran jumlah leukosit, limfosit dan granulosit dilakukan pada hari ke-14, 28 dan 49. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol 70% rumput mutiara secara preventif (dosis 2= 11,25 mg/ 200 g bb) dan kuratif (dosis 1= 5,62 mg/ 200 g bb) mampu menurunkan jumlah leukosit dan limfosit secara bermakna.

Osteoarthritis is a degenerative disease characterized by chronic inflammation in the joints. Based on previous research, pearl grass has anti-inflammatory effects in the practice of herbal medicine, but doesn?t have a lot of data to support. This study aimed to analyze the preventive and curative effects of the 70% ethanolic extract of pearl grass on the immune system characterized by decreasing number of leukocytes, lymphocytes and granulocytes. This study is divided into two stages, there are making rat model of osteoarthritis, and analyze the effect preventive and curative extract of pearl grass on the immune system. This study used 30 male white Sprague Dawley rats were divided into 6 groups. The normal group was given 0,5% CMC, the negative group was given 0,025 mL of monosodium iodoacetate in 0,9% saline, positive group was given suspension of glucosamine chondroitin 520 mg/200 g BW for preventive and 780 mg/200 g BW for curative. The dose variation was given 70% ethanolic extract of pearl grass with 3 dose variation 5,62 mg/ 200 g BW; 11,25 mg/ 200 g BW; and 22,5 mg/ 200 g BW. All groups were induced by 0,025 mL of monosodium iodoacetate except normal group. The test material is given orally once daily on days 1 to 50 in preventive , and given on days 29 to 50 are curative. Measurement of the number of leukocytes, lymphocytes and granulocytes counted on day 14, 28 and 49. The best results showed that the effect preventive (dose 2 = 11,25 mg / 200 g BW) and curative (dose 1 = 5,62 mg / 200 g BW) extract of pearl grass were able to decrease the number of leukocytes and lymphocytes significantly."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2015
S59846
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Basuki Supartono
"Objectives: Osteoarthritis of the knee can caused by sosiolis. The Purpose of this study is to find out the influence of scoliosis caused secondary osteorthritis of the knee in athlete, based on cobbs degree, Scolisis curve. Materials and Method: This research use an analytic cross-sectional design. The total sample of 92 athletes scoliosis taken by simple random sampling technique. The data were analyzing with Chi-square test, fisher and prevalence rasio. Result: The result show that there were influences on the incidence of scoliosis towards secondary osteoarthritis of the knee in athletes at the national sports hopsital.Based on the cirteria in the cobbs angle had the results (p=0.022 (p<0.05)), moderate cobbs angle degree were 7.5 times more at risk of cousing secondary osteoarthritis on the knee than a mild degree. The other hand shape of the curve scoliosis had results (p=0.038(p<0.05)), the shape of the S cirve scoliosis 3.2 Times more at risk of causing secondary osteoarthritis on the knee than the curve C. Conclusion: It had to be concluded that there was influcence between cobbs degree scoliosis and shape curve towards incidence of secondary osteoarthritis on the knee"
Jakarta: RSON, 2015
796 IJSS 1:1 (2015)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Lusy Erawati
"Osteoartritis (OA) merupakan penyakit sendi yang sering dijumpai dan salah satu penyebab disabititas serta nyeri. Osteoartritis banyak menyerang sendi penumpu berat badan seperti lutut, panggul dan tulang belakang. Prevalensi penyakit ini meningkat tajam pada usia lebih dan 55 tahun. Dan beberapa sendi penumpu berat badan, OA lutut paling sering dikeluhkan terutama pada wanita dan penderita obesitas. Pada suatu studi yang dilakukan oleh Mannoni dkk, prevalensi OA lutut di Italia diperkirakan 29,8%.
Berdasarkan studi yang dilakukan oleh Cushnaghan dan Dieppe, dan seluruh gejala OA yang sirntomatik, 41,2% melibatkan sendi Iutut. Berdasarkan penelitian di Malang, diperkirakan masalah OA di Indonesia lebih besar jika dibandingkan negara barat. Lebih dari 85% penderita OA di Indonesia terganggu aktivitasnya terutama kesulit-in dalam jongkok, naik turun tangga dan berjalan. Pada suatu studi yang dilakukan oleh Bristol, menyatakan bahwa 15% subyek pada populasi yang berusia diatas 55 tahun terdapat keterbatasan aktivitas karena nyeri lutut yang terjadi hampir setiap hari dalam satu bulan selama satu tahun terakhir.
Konsep inflamasi sebagai salah satu patogenesis OA akhir-akhir ini banyak dibicarakan. Salah satu bukti yang mendukung konsep tersebut adalah ditemukannya peningkatan protein fase akut seperti C-Reactive Protein (CRP) serum penderita OA pada penelitian Spector dkk. Pada penelitian Kertia dkk ditemukan peningkatan jumiah lekosit, peningkatan ringan kadar protein, viskositas yang turun serta peningkatan berbagai mediator proinflamasi pada penderita OA. Ditemukannya ekspresi sitokin pada membran sinovial pasien OA lutut membuktikan peranan inflamasi pada patogenesis OA."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2006
T21421
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Andwi Setiawan Kokok
"Tesis ini disusun untuk menilai perbedaan skor nyeri (VAS), fleksibilitas (LGS), kemampuan fungsional (WOMAC) dan ketebalan ligamen kolateral medial pada pasien osteoarthritis lutut sebelum dan sesudah mendapatkan Shock Wave Therapy. Penelitian ini menggunakan desain pre-post. Subjek penelitian adalah pasien OA lutut berusia 50 hingga 70 tahun dengan derajat Kellgren-Lawrence 2-3 dan cedera MCL derajat 1 (ketebalan MCL lebih dari 5,6 mm), skor nyeri sedang (31 – 69 mm), dan bersedia berpartisipasi dalam penelitian ini dan telah menandatangani lembar persetujuan penelitian setelah mendapat penjelasan. Semua subjek penelitian (n=14) dievaluasi terkait nilai dasar skor nyeri, lingkup gerak sendi, kemampuan fungsional, dan ketebalan MCL. Selama penelitian didapatkan dropout sebanyak 2 subjek (n=12). Terapi SWT diberikan sebanyak 3 kali dengan interval 1 minggu, masing-masing sesi mendapatkan 4000 shock dengan intensitas 1,5 – 4 Bar yang dinaikkan secara bertahap. Terapi SWT dilakukan dengan subjek berada pada posisi berbaring terlentang, lutut ditekuk 90o, tanpa pemberian analgesik topikal. Penilaian Kembali dilakukan pada minggu ke-4 dan ke-8 dan didapatkan perbedaan skor nyeri yang bermakna dari 51,09+13,81 menjadi 29,33+19,95 (p < 0,001), perbedaan skor WOMAC yang bermakna dari 37,5+16,61 menjadi 29,17+16,58 (p = 0,007), perbedaan ketebalan MCL yang bermakna dari 7,73+1,59 mm menjadi 6,8+1,75 (p = 0,01), dan perbedaan yang tidak bermakna pada fleksibilitas (p = 0,317). Kesimpulan penelitian ini adalah karakteristik umum pasien OA lutut di RSUPNCM memiliki rerata usia 59 tahun, berjenis kelamin perempuan, dengan derajat KL 3, terdapat perbedaan bermakna pada skor nyeri, kemampuan fungsional, dan ketebalan MCL yang bermakna sesudah mendapatkan terapi ESWT, tidak terdapat perbedaan bermakna pada fleksibilitas sesudah mendapatkan terapi ESWT.

This thesis was aimed to measure changes in pain score (VAS), flexibility (ROM), functional score (WOMAC), and medial collateral ligament size in knee osteoarthritis patient before and after getting Shock Wave Therapy. The design is pre-post design. The subjects were knee OA patient, ages range from 50 – 70 years old, with Kellgren-Lawrence grade 2-3 and grade 1 MCL sprain (MCL size is more than 5,6 mm), moderate pain score (31 – 69 mm), willing to participate in this study and has signed the informed consent after getting thorough explanation about the study. All subjects (n=14) were evaluated regarding baseline pain score, ROM, functional score, and MCL size. During this research 2 subjects dropped out (n-=12). Shock Wave Therapy was given 3 times with 1-week interval. All subjects were given 4000 shocks with intensity 1,5 – 4 Bar (raised gradually) each session. The therapy were given in supine position, knee flexed 90o, without topical anesthetic. Re-evaluation were done in week 4 and week 8, and were found significant difference in pain score from 51,09+13,81 to 29,33+19,95 (p < 0.001), significant difference in WOMAC score from 37,5+16,61 to 29,17+16,58 (p = 0.007), significant difference in MCL size from 7,73+1,59 mm to 6,8+1,75 (p = 0.01). No significant difference was found in knee ROM (p = 0.317). The conclusions of this study are typical characteristic of knee OA in RSUPNCM has average age 59 years old, female, and KL grade 3, and significant difference in pain score, functional score, and MCL size after getting SWT treatment, no significant difference in knee ROM after getting SWT treatment."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2020
SP-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>