Ditemukan 138562 dokumen yang sesuai dengan query
Putri Faradina Alifiyah Rahman
"Tulisan ini membahas peran saya sebagai peneliti dalam kegiatan magang di Program RECEH CORENG dan ekspektasi yang timbul dari pihak-pihak terkait. Saya melakukan penelitian di Kampung Elektro, Jakarta Utara. Terdapat ekspektasi dari pihak RECEH CORENG, teman sekelompok, dan masyarakat setempat terhadap saya sebagai mahasiswa magang. Saya merasa dilema karena keterbatasan yang dimiliki dalam memenuhi ekspektasi yang timbul. Untuk memahami alasan di balik ekspektasi tersebut, saya menggunakan ilmu Antropologi yang dapat menjelaskan keterkaitan yang erat antara identitas, peran, dan ekspektasi. Identitas sebagai mahasiswa Universitas Indonesia merupakan simbolik kapital yang saya miliki. Simbolik kapital yang saya miliki dapat terlihat melalui interaksi dan pengakuan dari lingkungan magang.
This essay discusses my role as a researcher in an internship program at the RECEH CORENG and the expectations arising from the relevant parties. I conducted research in Kampung Elektro, North Jakarta. There are expectations from RECEH CORENG, group mates, and the local community towards me as an intern student. I feel dilemma due to the limitations in meeting the arising expectations. To understand the reasons behind these expectations, I utilize Anthropology, which can explain the close relationship between identity, role, and expectations. Identity as a student of the University of Indonesia is the symbolic capital that I possess. The symbolic capital I have can be seen through interactions and recognition from the internship environment."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2024
TA-pdf
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library
Ama Galiana Ramadhani
"Makalah ilmiah akhir ini membahas dilema identitas saya sebagai mahasiswa magang dalam program Receh-Coreng yang berdampak pada bagaimana posisi mahasiswa dengan latar belakang jurusan Antropologi ditempatkan oleh warga setempat. Tulisan ini memperlihatkan bagaimana metode penelitian etnografi dengan berfokus pada isu positioning dan isu identitas diaplikasikan dalam melihat realita di lapangan. Program Receh-Coreng yang terintegrasi dengan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), melibatkan peran aktif mahasiswa dalam mengembangkan keterampilan untuk berkontribusi secara langsung melakukan pengumpulan data penelitian di Kampung Kota. Dalam proses adaptasi di Kampung Tembok Bolong, saya menemukan konflik internal antara pengurus koperasi dengan warga yang semakin memperlihatkan dilema posisi saya sebagai insider dan outsider. Di satu sisi, posisi mahasiswa magang ditempatkan sebagai insider oleh pengurus koperasi yang memberikan ekspektasi kepada saya untuk berpihak kepada koperasi, membantu menyuarakan permasalahan ke pemerintah dan memberikan bantuan sembako kepada warga. Di sisi lain, posisi mahasiswa magang ditempatkan sebagai outsider oleh warga, sejalan dengan asumsi negatif warga yang menganggap saya sebagai “antek-antek koperasi”. Dilema posisi yang dialami mahasiswa magang disertai munculnya tantangan, mempengaruhi keterlambatan dalam proses pengumpulan data untuk keperluan program Receh-Coreng.
This final scientific paper discusses my identity dilemma as an intern student in the Receh-Coreng program which has an impact on how students with a background majoring in Anthropology are positioned by local residents. This article shows how ethnographic research methods focusing on positioning issues and identity issues are applied in looking at reality in the field. The Receh-Coreng program, which is integrated with the Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) program, involves the active role of students in developing skills to contribute directly to collecting research data in Kampung Kota. During the adaptation process in Walling Bolong Village, I discovered an internal conflict between the cooperative management and the residents which increasingly showed the dilemma of my position as an insider and outsider. On the one hand, the student intern position was placed as an insider by the cooperative management which gave me expectations to side with the cooperative, help voice problems to the government and provide basic food assistance to residents. On the other hand, the position of the intern was placed as an outsider by the residents, in line with the negative assumptions of the residents who considered me a "cooperative lackey". The positional dilemma experienced by intern students is accompanied by the emergence of challenges, affecting delays in the data collection process for the Receh-Coreng program."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2024
TA-pdf
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library
Denis Tahar
"Selama ini, pemagangan merupakan suatu bentuk pelatihan kerja dengan praktik pada industri secara langsung. Pemagangan berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 serta Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2020 hanya memandang pemagang sebagai pencari kerja dan orang yang bekerja dan akan ditingkatkan keterampilannya. Di sisi lain, Program Magang Kampus Merdeka merupakan program pemagangan bagi mahasiswa yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi sebagai upaya dalam menghadapi jurang besar antara dunia pendidikan dan dunia kerja. Harapannya adalah mahasiswa dapat menjadi lulusan yang siap kerja dan memenuhi kebutuhan dunia industri. Dengan adanya program tersebut, skripsi ini menganalisis permasalahan bagaimana pelindungan mahasiswa yang berada dalam pemagangan terkhususnya dengan hadirnya Program Magang Kampus Merdeka. Metode penelitian yang dipakai adalah penelitian doktriner yang menganalisis peraturan perundang-undangan dengan juga informasi lapangan sebagai pelengkap. Kesimpulan dari permasalahan ini adalah Pelaksanaan Program Magang Merdeka tidak didasari oleh payung pelindungan yang memadai bagi pesertanya. Hal ini terlihat daripada banyaknya hak peserta yang dimaksud tidak sesuai antara praktik dan pedoman yang dirancang. Selain itu, kewajiban mitra perusahaan Magang Merdeka dalam mematuhi peraturan perundang-undangan di bidang ketenagakerjaan tidak dapat dijalankan karena sejatinya konsep magang antara kedua instansi memiliki perbedaan yang signifikan. Sinergi program antar lembaga dan perumusan istilah magang yang jelas adalah keniscayaan agar dapat menciptakan kepastian hukum dan pelindungan yang memadai terkhususnya bagi peserta Magang Merdeka.
Internships have traditionally been a form of work training that involves direct practice within industries. Internships, according to Law No. 13 of 2003 and the Minister of Manpower Regulation No. 6 of 2020, regard interns solely as job seekers and workers who are expected to enhance their skills. On the other hand, the Kampus Merdeka Internship Program is an internship program for students initiated by the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology as an effort to bridge the significant gap between education and the professional world. The goal is for students to become work-ready graduates who meet the needs of the industry. Given this program, this thesis analyzes the issue of how student protection in internships, especially within the context of the Kampus Merdeka Internship Program, is ensured. The research method used involves secondary data analysis, including regulations, books, official guidelines, previous research, and actual occurrences in the field regarding the phenomena in question. The conclusion of this issue is that the implementation of the Kampus Merdeka Internship Program lacks adequate protection for its participants. This is evident from the many participant rights that do not align with the designed guidelines and actual practices. Furthermore, the obligations of Kampus Merdeka partner companies to comply with labor regulations cannot be fully realized because the internship concepts between the two institutions differ significantly. Program synergy between institutions and the clear formulation of the term "internship" are essential to create legal certainty and adequate protection, particularly for Kampus Merdeka Internship participants."
Jakarta: Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
St. Suryanita Fadhliyah
"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembentukan habitus kerja peserta Magang Bersertifikat Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan aplikasinya di dunia kerja. Peneliti berargumen bahwa pembentukan habitus mahasiswa melalui magang merupakan elemen sentral dalam fase persiapan mahasiswa untuk terjun ke dunia kerja. Hal ini dikarenakan habitus tersebut diperoleh melalui proses transisi dan adaptasi yang padat dari dunia perkuliahan ke dunia kerja. Terlebih lagi, dengan program MBKM yang menganjurkan peserta berpartisipasi penuh dalam pekerjaan, habitus-habitus tersebut dapat dibentuk dengan lebih matang. Studi-studi terdahulu cenderung memperlihatkan bahwa magang hanya merupakan sebuah program persiapan transisi memasuki dunia kerja namun tanpa menganalisis secara lebih khusus pada proses sosial dari adaptasi untuk memasuki dunia kerja. Keterbatasan ini ditopang pula oleh jenis program magang yang diamati oleh studi-studi tersebut, yakni jenis magang wajib singkat yang dilakukan bersamaan dengan kegiatan kuliah. Dengan pendekatan kualitatif yakni wawancara mendalam terhadap peserta Magang Bersertifikat MBKM, peneliti menemukan bahwa pembentukan habitus peserta Magang MBKM didukung oleh beberapa hal, yakni budaya perusahaan, lingkungan pekerjaan, mentor yang membimbing, lingkungan tim, serta pekerjaan itu sendiri. Segala yang telah dilakukan oleh peserta melalui pelaksanaan program ini menjadi portofolio yang dilihat oleh perekrut. Hal ini disebut sebagai modal simbolik yang merupakan output dari partisipasi peserta dalam program Magang MBKM.
This research aims to understand the process of forming the work habitus of participants in the Magang Bersertifikat Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) program and its application in the workplace. The researcher argues that the formation of student habitus through internships is a central element in the phase of preparing students to enter the workforce. This is because such habitus is acquired through a dense transition and adaptation process from academic life to the professional world. Furthermore, with the MBKM program encouraging participants to fully engage in work, these habitus can be more maturely developed. Previous studies tend to show that internships are merely a transitional preparation program for entering the workforce without specifically analyzing the social process of adaptation to the professional world. This limitation is also supported by the type of internships observed by these studies, which are short mandatory internships conducted alongside academic activities. With a qualitative approach, namely in-depth interviews with participants of the MBKM Certified Internship, the researcher found that the formation of habitus among MBKM Internship participants is supported by several factors, namely company culture, work environment, guiding mentors, team environment, and the work itself. Everything that participants have done through the implementation of this program becomes a portfolio seen by recruiters. This is referred to as symbolic capital, which is the output of participants' participation in the MBKM Internship program."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Karina Putri Prarahmadanty
"Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat merupakan salah satu program prioritas Direktorat Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi karena bertujuan untuk memberikan gambaran dunia kerja kepada mahasiswa. MSIB termasuk dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang diatur dalam Permendikbudristek Nomor 53 Tahun 2023 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi. Universitas Indonesia mendapatkan Anugerah Pengirim Magang Kampus Merdeka terbanyak pada Tahun 2023 dari Direkrotat Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mengenai implementasi Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat di Indonesia menggunakan teori implementasi kebijakan “Strategic Action Field Framework for Public Policy” oleh Stephanie Moulton dan Jodie R. Standfort. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif post positivist, Teknik pengumpulan data melalui data primer dengan wawancara mendalam serta data sekunder dengan studi literatur, serta analisis yang bersifat kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan Magang dan Studi Independen Bersertifikat di Universitas Indonesia sudah baik karena Universitas Indonesia telah membuat kebijakan turunan berupa Peraturan Nomor 24 tahun 2022 Tentang Penyelenggaraan Program Sarjana dan Buku Pedoman Pelaksanaan MBKM di Universitas Indonesia. Adapun, terdapat unit yang menjadi koordinator untuk mengelola dan memastikan bahwa seluruh pihak yang ada di Universitas Indonesia berusaha untuk mendukung dan mengimplementasikan program Magang dan Studi Independen Bersertifikat dengan optimal. Meskipun begitu, terdapat beberapa catatan penting seperti proses sistem sks yang belum selaras dari tiap program studi, pola kerja CIL (Center of Independent Learning) yang belum terbentuk, dan program studi yang belum informatif. Peneliti merekomendasikan untuk mengadakan survey kepada mahasiswa agar memberikan penilaian kepada program studi sebagai bahan evaluasi kinerja selama mengimplementasikan program Magang dan Studi Independen Bersertifikat di Universitas Indonesia.
The Internship Program and Certified Independent Study are among the priority programs of the Directorate of Higher Education, Research, and Technology as they aim to provide students with insights into the working world. MSIB is part of the Independent Campus Freedom to Learn program regulated by the Minister of Education and Culture and Minister of Research and Technology Regulation Number 53 of 2023 on Quality Assurance of Higher Education. In 2023, the Universitas Indonesia received the most Internship Campus Freedom awards from the Directorate of Higher Education, Research, and Technology. Therefore, this research aims to analyze the implementation of the Internship Program and Certified Independent Study in Indonesia using the policy implementation theory "Strategic Action Field Framework for Public Policy" by Stephanie Moulton and Jodie R. Standfort. The research method employed is qualitative post positivism, with data collection techniques involving primary data through in-depth interviews and secondary data through literature studies, along with qualitative analysis. The results of this research indicate that the implementation of the Internship Program and Certified Independent Study at the University of Indonesia is well-executed, given that the university has established derivative policies such as Rector Regulation Number 24 of 2022 on the Implementation of Bachelor's Programs at the University of Indonesia and the Guidelines for Implementing MBKM at the University of Indonesia. There is a coordinating unit responsible for managing and ensuring that all stakeholders at the University of Indonesia strive to support and optimize the implementation of the Internship Program and Certified Independent Study. However, there are some notable points such as the lack of alignment in the credit system processes across different study programs, the undeveloped CIL (Centre of Independent Learning) work pattern, and the lack of informativeness in some study programs. The researchers recommend conducting a survey among students to gather feedback on study programs as an evaluation tool for performance during the implementation of the Internship Program and Certified Independent Study at the University of Indonesia."
Depok: Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Ratri Wahyuningtyas
Yogyakarta: deepublish, 2022
334 RAR t
Buku Teks Universitas Indonesia Library
Abi Hasan
"Program pemagangan kampus merdeka merupakan program yang dimiliki oleh Kementrian Pendidikan, Budaya, Riset dan Teknologi yaitu sebuah program pemagangan yang dibuat untuk kegiatan pengembangan diri bagi pekerja maupun calon pekerja untuk menjadi kompeten ketika telah terjun ke pekerjaan yang sesungguhnya tetapi penyelenggara pemagangan sering kali tidak memenuhi hak-hak peserta pemagangan penelitian dalam tesis ini menggunakan metode pendekatan normatif. permasalahan dalam penelitian ini adalah Bagaimanakah pelaksanaan pemagangan program Kampus Merdeka oleh Kemendikbudristek, pemenuhan hak peserta magang program, dan penyelenggaraan pemagangan berdasarkan hukum yang berlaku baik dari segi pelaksanaan dan pemenuhan hak. kesimpulan dari permasalahan ini adalah Pelaksanaan pelaksanaan magang/ praktik kerja program kampus merdeka didasari dari 3 Pihak pelaksana yaitu Perguruan Tinggi/universitas, Mahasiswa, Mitra program Kampus Merdeka sebagai tempat pelaksanaan magang, kemudian pemenuhan hak dari peserta magang harus terlindungi, Penyelenggaraan pemagangan pada Mitra X dikatakan tidak sesuai karena hak peserta magang yang kurang lengkap Juga pada Perjanjian Pemagangan oleh Mitra dan Peserta Pemagangan tidak dituliskan jumlah nominal Uang Saku yang akan didapatkan oleh Peserta Magang dari pemagangan yang dilakukan.
Kampus Merdeka Internship Program is a program run by the Ministry of Education, Culture, Research and Technology and the internship program is made for self-development activities for workers and prospective workers to become competent when they have entered a real job but the internship organizers often do not fulfill the rights of research apprentices in this thesis using normative approach methods. The problem in this study is how is the implementation of the Independent Campus program internship by the Ministry of Education, Culture, Research and Technology, the fulfillment of the rights of program interns, and the implementation of internships based on applicable law both in terms of implementation and fulfillment of rights. The conclusion of this problem is that the implementation of internships/work practices of the independent campus program is based on 3 implementing parties, namely Universities/universities, Students, Partners of the Independent Campus program as a place for implementing internships, then the fulfillment of the rights of apprentices must be protected, the implementation of internships at Mitra X is said to be inappropriate because the rights of apprentices are not complete Also in the Internship Agreement by Partners and Internship Participants is not stating the nominal amount of Pocket Money that will be earned by interns from the internships done."
Depok: Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2022
T-pdf
UI - Tesis Membership Universitas Indonesia Library
Muhammad Dwiki Revanzha
"Tujuan penelitian skripsi ini adalah untuk menganalisis Kepuasan mahasiswa Universitas Indonesia atas program Magang Kampus Merdeka Flagship. Dalam penulisan skripsi ini digunakan teori tentang Higher Educational Service Quality (HESQUAL) yang dikemukakan oleh Teeroveengadum et al. (2016) dengan lima dimensi, yaitu administrative quality, physical environment, core educational quality, support facilities, dan transformative quality. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah mixed method melalui survei dan wawancara mendalam. Pengumpulan data dilakukan dari 160 responden mahasiswa Universitas Indonesia yang mengikuti program Magang Kampus Merdeka Flagship tahun 2023. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepuasan mahasiswa Universitas Indonesia tergolong tinggi, yaitu sebesar 81,9% responden. Berdasarkan analisis terhadap lima dimensi HESQUAL, mayoritas mahasiswa Universitas Indonesia merasa puas terhadap program Magang Kampus Merdeka Flagship. Meskipun mayoritas responden sudah merasa puas, tetapi masih terdapat berbagai aspek yang perlu ditingkatkan dari pihak Universitas Indonesia, Kemendikbudristek, dan mitra.
The aim of this study is to analyze Universitas Indonesia students satisfaction with the Kampus Merdeka Flagship internship program. This research uses the Higher Educational Service Quality (HESQUAL) theory proposed by Teeroovengadum et al. (2016), which includes five dimensions: administrative quality, physical environment, core educational quality, support facilities, and transformative quality. The data collection technique used is a mixed method through surveys and in-depth interviews. Data was collected from 160 respondents, students of Universitas Indonesia who participated in the Kampus Merdeka Flagship internship program in 2023. The results of this study show that the satisfaction level of Universitas Indonesia students is at a satisfied level, with 81.9% of respondents expressing satisfaction. All dimensions indicate that Universitas Indonesia students are satisfied with the Kampus Merdeka Flagship internship program. Although the majority of respondents are already satisfied, there are still various aspects that need improvement from Universitas Indonesia, the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology (Kemendikbudristek), and partners."
Depok: Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Ilyas Dzaky Almahdy
"Mahasiswa yang sedang mempersiapkan diri mereka memasuki dunia kerja dengan mengikuti kegiatan magang dapat menghadapi kesulitan yang memengaruhi adaptabilitas karier mereka. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran persepsi dukungan sosial terhadap adaptabilitas karier pada mahasiswa tingkat akhir yang mengikuti program magang. Penelitian ini juga hendak mengidentifikasi sumber persepsi dukungan sosial mana yang paling berperan dalam hubungan antara kedua variabel tersebut. Kriteria partisipan penelitian ini adalah mahasiswa sarjana tingkat akhir pada perguruan tinggi di Indonesia yang sedang atau pernah mengikuti program magang. Pengambilan data dilakukan menggunakan alat ukur Career Adapt-Abilities Scale (CAAS) dan Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS). Teknik statistik korelasi Pearson dan multiple regression digunakan untuk menganalisis hubungan serta peran antara persepsi dukungan sosial dengan adaptabilitas karier. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara persepsi dukungan sosial dengan adaptabilitas karier pada mahasiswa tingkat akhir yang mengikuti program magang. Akan tetapi, effect size antara kedua variabel tersebut tergolong kecil. Sementara itu, sumber persepsi dukungan sosial yang bersumber dari orang tua ditemukan sebagai satu-satunya sumber yang memiliki hubungan signifikan dengan adaptabilitas karier. Limitasi serta saran untuk penelitian selanjutnya dijelaskan dalam penelitian ini.
Undergraduate students who are preparing themselves to enter the workforce by participating in internships may face difficulties that affect their career adaptability. This study examines the role of perceived social support on career adaptability among final-year undergraduate students who have participated in an internship program. It also aims to identify which source of perceived social support plays the most significant role. The criteria for participants in this study are final-year undergraduate students in a university in Indonesia who are currently participating or have participated in an internship program. Data collection was carried out using the Career Adapt-Abilities Scale (CAAS) and the Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS). Pearson's correlation and multiple regression techniques were used to analyze the relationship between the two variables. Results show that there is a positive and significant relationship between perceived social support and career adaptability. However, the effect size is considered small. Meanwhile, perceived social support from parents was found to be the only source with a positive and significant relationship with career adaptability. Limitations and suggestions for further research are described in this study."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Siti Amalia Hasan
"Persaingan dalam dunia kerja semakin ketat seiring berjalannya waktu yang memicu timbulnya rasa khawatir dan kurangnya kepercayaan diri untuk memasuki dunia kerja bagi kalangan muda yang belum memiliki pengalaman, salah satunya adalah mahasiswa. Dengan mengikuti kegiatan magang, mahasiswa dapat meningkatkan self-perceived employability, sehinngga akan mengurangi career-entry worries. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh internship quality terhadap self-perceived employability melalui mediasi career-entry worries pada Mahasiswa Tingkat Akhir di Universitas Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan mix methode dengan online survei kepada 209 responden dan wawancara mendalam kepada 3 narasumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internship quality memiliki pengaruh terhadap self-perceived employability, terdapat pengaruh antara internship quality dan career-entry worries, dan self-perceived employability juga berpengaruh terhadap career-entry worries, serta career-entry worries memediasi pengaruh antara internship quality dan self-perceived employability pada mahasiswa tingkat akhir di Universitas Indonesia. Penelitian ini merekomendasikan agar Universitas Indonesia bisa menerapkan program wajib magang bagi mahasiswanya secara merata.
Competition in the world of work is getting tougher over time which triggers a sense of worry and lack of confidence to enter the world of work for young people who do not have experience, one of them is students. By participating in internship, students can increase their self-perceived employability, thereby reducing their career-entry worries. The purpose of this study was to analyze the effect of internship quality on self-perceived employability through the mediation of career-entry worries for final year students at Universitas Indonesia. This study use mix method approach with online surveys to 209 respondents and in-depth interviews with 3 sources person. The results show that internship quality has an influence on self-perceived employability, there is an influence between internship quality and career-entry worries, self-perceived employability also affects career-entry worries, and career-entry worries mediate the effect between internship quality and self-perceived employability of final year students at Universitas Indonesia. This study recommends that Universitas Indonesia can implement a compulsory internship program for its students equally."
Depok: Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library