Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 149029 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Muhammad Ikrimah Muzakkir
"Penelitian Kawasan Ertsberg East Skarn System (EESS) merupakan endapan skarn mineralisasi Cu-Au. Kegiatan pertambangan pada kawasan EESS sudah masuk tahap produksi, namun masih terdapat tahap eksplorasi lanjutan yang menjadi latar belakang penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis karakteristik geologi, alterasi, dan mineralisasi serta mengkorelasikannya dengan data kandungan unsur kimia pada kawasan EESS. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan analisis terhadap data bor sehingga karakteristik geologi, alterasi, dan mineralisasi diketahui. Lalu dilakukan analisis komprehensif dengan mengkorelasikan karakteristik- karakteristik tersebut dengan data assay dan XRF. Terdapat empat batuan asal pada lokasi yaitu granodiorit, mudstone, batupasir, dan batulanau. Terdapat tiga formasi yaitu Intrusi Erstberg, Formasi Waripi, dan Formasi Ekmai. Terdapat sesar Ertsberg 1. Terdapat sembilan zona alterasi yaitu (Biotit sekunder + K feldspar), (Magnetit + Diopsid ± Garnet ± Klorit ± Epidot), (Magnetit + Diopsid ± Garnet ± Anhidrit ± Serpentin), (K feldspar + Klorit ± Biotit sekunder), (Serisit), (Pirit + Pirotit ± Magnetit), (Kuarsa), (Diopsid ± Epidot ± Garnet ± Klorit ± Magnetit), dan (Kalsit). Kandungan Cu paling tinggi pada alterasi eksoskarn pada Formasi Waripi dan paling rendah pada alterasi kalsit. Mineral magnetit memperburuk bacaan metode XRF.

Ertsberg East Skarn System (EESS) area is a Cu-Au mineralized skarn deposit. Mining activities in the EESS have entered the production stage, but there is still an advanced exploration stage which is this research’s background. This research aims to identify and analyze geological characteristics, alteration and mineralization and correlate them with chemical data in EESS area. This research was carried out by analyzing drill data so that the characteristics of geology, alteration and mineralization are known. Then a comprehensive analysis was carried out by correlating these characteristics with assay and XRF data. There are four protoliths at the location, granodiorite, mudstone, sandstone and siltstone. There are three formations, the Erstberg Intrusion, Waripi Formation, and Ekmai Formation. There is the Ertsberg 1 fault. There are nine alteration zones, (Secondary biotite + K feldspar), (Magnetite + Diopside ± Garnet ± Chlorite ± Epidote), (Magnetite + Diopside ± Garnet ± Anhydrite ± Serpentine), (K feldspar + Chlorite ± Secondary biotite ), (Sericite), (Pyrite + Pyrrhotite ± Magnetite), (Quartz), (Diopside ± Epidote ± Garnet ± Chlorite ± Magnetite), and (Calcite). The Cu content is highest in exoskarn alteration in the Waripi Formation and lowest in calcite alteration. The mineral magnetite worsens the XRF readings."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dinda Ayu Rinjani
"Lokasi penelitian terletak di Desa Cihaur yang terletak di Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Secara Fisiografi Desa Cihaur termasuk bagian dari Zona Pegunungan Selatan Jawa Barat atau Pegunungan Andesit Tua yang disusun oleh Formasi Jampang dan Formasi Dasit Ciemas. Pada area penelitian terdapat endapan skarn dengan batuan induk berupa batugamping. Endapan skarn merupakan endapan yang terbentuk akibat adanya kontak antara batugamping dengan batuan intrusi. Berdasarkan data perusahaan, batuan intrusi tidak ditemukan diatas permukaan. Oleh karena itu diperlukan studi fasies Vulkanik dan keterkaitan dengan batugamping yang berperan sebagai host skarn pada area penelitian untuk mengetahui skarn yang terbentuk pada area penelitian merupakan hasil kontak intrusi dengan batugamping atau akibat faktor lainnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis petrologi dan petrografi batuan inti sebanyak 22 lubang bor, Data-data yang diperoleh selanjutnya divisualisasikan dalam bentuk kolom litologi yang kemudian digunakan untuk menginterpretasikan hubungan antara fasies Vulkanik dengan batugamping yang berperan sebagai host skarn. Berdasarkan analisis petrologi dan petrografi didapati 13 litofasies yang kemudian dikelompokkan kedalam 6 satuan diantaranya Breksi Vulkanik, Lapilli Tuf, Tufaan, Andesit, Batugamping, dan Dasit Porfiri. Berdasarkan asosiasi litologi dan karakteristik litologi yang telah mengalami ubahan hidrotermal (alterasi) maka dapat disimpulkan bahwa daerah penelitian berada pada fasies proksimal gunung api. Keterkaitan antara batugamping dengan fasies vulkanik diinterpretasikan berdasarkan korelasi stratigrafi, didapati jika batugamping yang terubah menjadi marmer ataupun teralterasi skarn disebabkan oleh adanya terobosan oleh satuan dasit porfiri.

The research location is located in Cihaur Village which is located in Simpenan District, Sukabumi Regency, West Java Province. Physiographically, Cihaur Village is part of the Southern Mountain Zone of West Java or the Old Andesite Mountains which are composed of the Jampang Formation and the Ciemas Dacite Formation. In the research area there are skarn deposits with the source rock being limestone. Skarn deposits are deposits formed due to contact between limestone and intrusive rocks. Based on company data, intrusive rocks were not found above the surface. Therefore, it is necessary to study volcanic facies and their relationship with limestone which acts as a host for skarn in the research area to determine whether the skarn formed in the research area is the result of intrusive contact with limestone or due to other factors. The method used in this research is petrological and petrographic analysis of core rock from 22 drill holes. The data obtained is then visualized in the form of lithological columns which are then used to interpret the relationship between volcanic facies and limestone which acts as a skarn host. Based on petrological and petrographic analysis, 13 lithofacies were found which were then grouped into 6 units including Volcanic Breccia, Lapilli Tuff, Tufaan, Andesite, Limestone and Porphyry Dacite. Based on the lithological associations and lithological characteristics that have undergone hydrothermal change (alteration), it can be concluded that the research area is in the proximal volcanic facies. The relationship between limestone and volcanic facies is interpreted based on stratigraphic correlation, it is found that limestone is changed to marble or skarn alteration due to breakthroughs by porphyry dacite units."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Lange, Oktavii Konstantinovich, 1883-1975
Jakarta: Gaya Media Pratama, 1991
551 LAN gt
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Katili, J. A.
Jakarta: Departemen Urusan Reseaech Nasional , [date of publication not identified]
551 KAT g
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Pasya Damadyakta
"Tuff Banten (Qpvb) merupakan endapan piroklastik yang cukup penting di Pulau Jawa dan berada pada bagian barat Pulau Jawa. Tuff Banten (Qpvb) endapan piroklastik yang cukup penting dikarenakan sebarannya sangat luas sampai meliputi seluruh wilayah Banten hingga ke daerah Jakarta. Sebelumnya pernah dilakukan penelitian yang serupa di daerah Pancanegara, tetapi hasil yang didapatkan belum representatif karena data yang diambil masih belum banyak. Penelitian ini dilakukan untuk mengambil lebih banyak data pada daerah Cilegon dan sekitarnya dengan tujuan memaksimalkan data sehingga representatif. Pengambilan data dilakukan dengan beberapa metode, yaitu pemetaan geologi, analisis distribusi ukuran butir, dan analisis komponen. Dan dari hasil analisis dapat menjelaskan proses erupsi dan mekanisme pengendapan erupsi yang telah terjadi di Banten.

Tuff Banten (Qpvb) is a pyrolastic deposit that is quite important in Java Island and it locates in the western part of Java Island. Tuff Banten (Qpvb) pyroclastic deposits are quite important because the distribution is so wide that it covers the entire Banten area to the Jakarta. Previously, similar studies have been conducted in the Pancanegara and surroundings area, but the results obtained have not been representative because the data taken is still not much. This research was conducted to take more data in the Cilegon and surroundings area with the aim of maximizing the data so that it is representative. Data retrieval is done by several methods, geological mapping, grain size distribution analysis, and component analysis. And from the results of the analysis can explain the eruption process and the mechanism of eruption deposition that has occurred in Banten."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2022
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Montgomery, Carla W.
Dubuque, Iowa : Wm. C. Brown , 1989
551 MON f
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Gilluly, James
San Francisco: W.H. Freeman, 1975
R 550 GIL p
Buku Referensi  Universitas Indonesia Library
cover
Gilluly, James
San Francisco: W.H. Freeman, 1959
550 GIL p
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Gilluly, James
San Francisco: W.H. Freeman, 1968
550 GIL p
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Rogers, John J.W.
New York: Harper & Row, 1966
550 ROG f
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>