Ditemukan 57790 dokumen yang sesuai dengan query
Eunizoe Lael Octauno
"This study investigates the relationship of energy consumption on human development in Indonesia, employing a panel data analysis from 2010 to 2022 across 34 provinces. Utilizing entity fixed-effects regression models, the study reveals that increased energy consumption significantly enhances various human development indicators, including the Human Development Index (HDI), life expectancy, mean years of schooling, and per capita expenditure. The findings align with existing literature, highlighting the importance of energy access in promoting economic and social well-being. Key results indicate that a higher gross regional domestic product (GRDP) consistently improves all human development indicators, while inflation has a detrimental effect. The study also identifies significant positive impacts of domestic direct investment on human development outcomes.
Studi ini meneliti hubungan konsumsi energi terhadap pembangunan manusia di Indonesia, menggunakan analisis data panel dari tahun 2010 hingga 2022 di 34 provinsi. Dengan menggunakan model regresi efek tetap entitas, studi ini mengungkap bahwa peningkatan konsumsi energi secara signifikan meningkatkan berbagai indikator pembangunan manusia, termasuk Indeks Pembangunan Manusia (IPM), angka harapan hidup, rata-rata lama sekolah, dan pengeluaran per kapita. Temuan ini sejalan dengan literatur yang ada, yang menyoroti pentingnya akses energi dalam mempromosikan kesejahteraan ekonomi dan sosial. Hasil utama menunjukkan bahwa produk domestik bruto regional (PDRB) yang lebih tinggi secara konsisten meningkatkan semua indikator pembangunan manusia, sementara inflasi memiliki efek merugikan. Studi ini juga mengidentifikasi hubungan positif investasi langsung domestik terhadap hasil pembangunan manusia."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Hery Prasetyo
"Masalah yang dihadapi pasokan energi listrik saat ini tidak hanya kapasitas pembangkit, tetapi juga keterbatasan untuk mendistribusikan dan mentransmisikan energy listrik untuk memenuhi permintaan yang meningkat. Salah satu cara untuk mengatasi masalah keterbatasan andongan (sag) dan kapasitas pada sistem transmisi adalah mengganti konduktor dari tipe konvensional ke tipe konduktor High Capacity Low Sag (HCLS). Saluran udara modern dengan konduktor HCLS dapat beroperasi dengan kemampuan hantar arus yang lebih tinggi. Keuntungan utama dari konduktor HCLS adalah desain khusus dari kondisi operasi, yang menyebabkan terjadinya transformasi beban tarikan mekanis dari konduktor ke inti penguat. Transformasi ini disebut knee point temperature. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai knee point temperature dan pengaruhnya terhadap andongan (sag) pada konduktor HCLS. Simulasi akan dilakukan pada konduktor HCLS, yaitu ACCC/TW LISBON (310), yang membentang antar span sepanjang 100 meter. Pembebanan listrik pada konduktor dilakukan secara bertahap sampai suhu operasi maksimum yang diijinkan untuk konduktor ACCC/TW LISBON (310), 180oC tercapai. Dari hasil simulasi, kita dapat menentukan nilai knee point temperature ACCC/TW LISBON (310) sekitar 60oC - 62oC. Nilai andongan (sag) setelah knee point temperature cenderung stabil meskipun pembebanan ampacity meningkat.
The problem facing the energy supply currently is not only generating capacity, but also the ability to distribute and transmit power to meet the increasing demand. One way to overcome the problem of sag and capacity limitations is conductor replacement from the conventional types to high capacity low sag (HCLS) types. The modern overhead lines with HCLS conductors can be operated at higher current carrying capacity. The main advantage of HCLS conductors is the special design of operating conditions, which cause the transformation of the mechanical pull load from the conductors to the reinforcing core. This transformation is called knee point temperature. This study aims to determine the knee point temperature and the effect on sag HCLS conductors. The simulation will be conducted on the HCLS conductors, namely ACCC/TW LISBON (310), which stretches between a span of 100meters. The electrical loading of conductors is gradually giving until a maximum operating temperature of ACCC/TW LISBON (310), 180oC is reached. From the simulation results, we can determine the knee point temperature of the ACCC/TW LISBON (310) conductor is around 60oC-62oC. The value of the sag after the knee point temperature tends to be stable even though the ampacity loading is increased."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2020
T-pdf
UI - Tesis Membership Universitas Indonesia Library
Ine Marlinawati
"Tujuan umum dari penelitian ini adalah menganalisis interaksi antara konsumsi listrik dengan pertumbuhan ekonomi di Indonesia dan tujuan khususnya untuk melihat respon dari pertumbuhan ekonomi yang disebabkan oleh dampak adanya guncangan (shock) konsumsi listrik, tenaga kerja, dan modal. Selain itu penelitian ini bertujuan untuk mengukur kontribusi dari konsumsi listrik, tenaga kerja, dan modal terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan periode observasi dari tahun 1999Q1- 2013Q4 dan menggunakan model fungsi produksi yang dikembangkan oleh Apergis dan Payne (2009) dengan metode penelitian yang digunakan yaitu Vector Autoregression (VAR).
Hasil Kausalitas Granger menunjukkan bahwa variabel pertumbuhan konsumsi listrik (LNELECT) dengan pertumbuhan ekonomi (LNPDB) memiliki hubungan dua arah atau lebih dikenal dengan Hipotesis Arus Balik. Sedangkan Hasil impulse response menunjukkan bahwa respon PDB di Indonesia negatif terhadap guncangan yang terjadi pada konsumsi listrik sedangkan respon konsumsi listrik positif terhadap guncangan yang terjadi di PDB. Dan hasil dari Variance Decomposition bahwa pertumbuhan PDB lebih banyak dipengaruhi oleh variabel PDB itu sendiri.
The general objective of this study was to analyze the interaction between electricity consumption and economic growth in Indonesia and in particular the goal to see the response of economic growth caused by the impact of the shock (shock) electricity consumption, labor, and capital. In addition this study aims to measure the contribution of electricity consumption, labor, and capital to economic growth in Indonesia. This study uses observation period of 1999Q1- 2013Q4 and use the production function model developed by Apergis and Payne (2009) with the research method used is Autoregression Vector (VAR). Granger Causality results showed that electricity consumption growth variables (LNELECT) with economic growth (LNPDB) has a two-way relationship, or better known as the Reverse Flow Hypothesis. While the results of impulse response indicates that the response is negative GDP in Indonesia to shocks that occurred in electricity consumption while electricity consumption positive response to shocks that occurred in GDP. And the results of the Variance Decomposition that GDP growth was more influenced by the GDP itself."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2015
T45846
UI - Tesis Membership Universitas Indonesia Library
Halim Ishak
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 1983
S16796
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Endro Utomo Notodisuryo
Jakarta: Energy conservation workshop, 1996,
R 333.79 Not e
Buku Referensi Universitas Indonesia Library
Enny Ariandini Pramana
"
PENDAHULUAN Indonesia telah memasuki suatu periode yang dalam pembangunan ekonomi disebut 'Tinggal Landas". Dalam keadaan seperti ini perekonomian akan membutuhkan tambahan energi yang besar sekali. Minyak bumi merupakan kebutuhan energi untuk memenuhi hampir seluruh kebutuhan komersil negara dan ekspor minyak merupakan salah satu pendapatan yang terbesar untuk pembangunan. Kalau kebutuhan energi tidak terkendali maka kebutuhan ini akan menggerogoti jumlah minyak yang mungkin dieskpor kecuali kalau pertumbuhan produksi minyak sama dengan pertumbuhan permintaan energi. Karena Indonesia mempunyai sumber-sumber energi lainnya seperti gas bumi, batu bara, sumber geothermal, sumber hydropower, maka Indonesia mempunyai pilihan untuk pengembangan energinya. Sumber-sumber lain ini dapat menggantikan minyak bumi untuk kebutuhan domestik agar minyak bumi tetap dapat diekspor dalam jumlah yang cukup besar untuk membiayai perkembangan sosial maupun ekonomi. Sampai saat ini Indonesia merupakan pengekspor utama minyak bumi dan LNG disebelah timur Teluk Persia, dan merupakan sumber yang penting untuk Pacific Basin.
"
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 1997
T-Pdf
UI - Tesis Membership Universitas Indonesia Library
Muhammad Faishal Jundana Muttaqin
"Kemajuan pembangunan manusia di Indonesia ditandai dengan meningkatnya nilai indeks pembangunan manusia (IPM). IPM adalah indikator penting dalam mengukur upaya untuk membangun kualitas dan kesetaraan kehidupan manusia. IPM terdiri dari empat faktor termasuk harapan hidup saat lahir, harapan lama sekolah, rata-rata lama sekolah dan pengeluaran per kapita. Dalam penelitian ini kami mengklasifikasikan kabupaten atau kota di Indonesia berdasarkan IPM menjadi tiga kategori; daerah tinggi, sedang, dan rendah. Kami menggunakan analisis kluster untuk penelitian ini. Analisis klaster adalah salah satu teknik multivariat yang digunakan untuk mengklasifikasikan objek atau kasus ke dalam kelompok relatif yang disebut klaster. Salah satu metode analisis kluster adalah K-Means. Hasil penelitian ini dibagi menjadi tiga kelompok; daerah tinggi, daerah sedang dan daerah rendah. Kelompok pertama atau daerah rendah berisi 19 kota. Kelompok kedua atau area tengah berisi 381 kabupaten/kota. Kelompok ketiga atau daerah tinggi berisi 114 kabupaten/kota. Adapun beberapa cara atau kebijakan yang bisa diterapkan oleh pemerintah untuk mempercepat pertumbuhan kemakmuran di Indonesia dengan terfokus pada langkah-langkah percepatan seperti menarik anak-anak yang putus sekolah untuk kembali duduk di bangku sekolah, memaksa anak-anak yang terpaksa bekerja-karena alasan ekonomi keluarga-untuk berhenti bekerja dan kembali ke bangku sekolah, menjadikan pemberantasan buta huruf sebagai sebuah gerakan yang berbasis desa/kelurahan dengan model intervensi by name by address, dan lain-lain.
Human development progress in Indonesia is characterized by the increasing score of human development index (HDI). HDI is an important indicator in measuring efforts to build the quality and equity of human life. HDI consists of four factors including life expectancy at birth, school continuity, average of school continuity and expenditure per capita. In this research we classify Indonesia regency or city based on the HDI into three categories; high, middle, and low area. We use cluster analysis for the research. Cluster analysis is a class of multivariate techniques that are used to classify objects or cases into relative groups called clusters. One of the cluster analysis methods is k-means. The result of this research are divided into three groups; high area, medium area and low area. The first group or the low area contained 19 cities. The second group or the middle area contained 381 regencies/cities. The third group or the high area contained 114 regencies/cities. As for several ways or policies that can be implemented by the government to accelerate prosperity growth in Indonesia by focusing on accelerating measures such as attracting children who drop out of school to return to school, forcing children who are forced to work-due to family economic reasons-to stop working and return to school, making illiteracy eradication a village-based movement with a model of intervention by name by address, and others."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2020
T-Pdf
UI - Tesis Membership Universitas Indonesia Library
Orlando: Florida Academic Press , 1984
333.79 FOO
Buku Teks SO Universitas Indonesia Library
Hafiz Laksamana Utomo
"
ABSTRAKSebagai negara yang beriklim tropis, Indonesia merupakannegara yang memiliki kependudukan yang tinggi, sehingga menyebabkan tingginya tingkat penggunaan pengkondisi udara (AC) yang berakibat pada tingginya jumlah konsumsi listrik. Oleh karena itu pemerintah melalui Kementrian ESDM mengatur ketentuan untuk pelabelan energi dari unit pengkondisi udara yang akan dipasarkan secara umum dalam Peraturan Menteri ESDM No. 7 Tahun 2015. Pada pengujian pengkondisi udara metode yang digunakan adalah metode entalpi udara. Dalam metode ini membutuhkan ruangan yang terisolasi yang dibagi menjadi bagian indoor dan outdoor yang memiliki ketentuan pengujian yang berbeda. Untuk ruangan indoor ketentuan yang diperlukan dengan kondisi pengujian dengan temperature 27°C dan kelembaban relatif sebesar 47%, sedangkan ruangan outdoor memiliki ketentuan terperatur yang diperluka sebesar 35°Cdan kelembaban relative yang tidak memiliki ketentuan. Alat yang berperan sebagai pengatur suhu dan kelembaban di dalam ruangan pengujian adalah Air Handling Unit. Penginstalasian dari unit Air Handling Unit ini terdiri dari filter, coil pendingin, humidifier, coil pemanas, dan fan. Pada kondisi pengujian Air Handling Unit ini disambungkan dengan chiller yang akan terhubung kepada masing-masing perangkat yang terdapat pada ruangan indoor dan outdoor, yang akan diatur dengan dengan pengaturan besaran massa laju aliran air yang akan melewati coil.Tujuan dari penilitian ini untuk menentukan pengaturan mass flow rate pada air handling unit untuk menghasilkan temperatur pada ruangan psikometrik menjadi sesuai dengan standar, yakni pada ruangan indoor membutuhkan suhu 27°C dengan kondisi RH 47% dan ruangan outdoor membutuhkan suhu 35°C.
ABSTRACTAs a tropical country, Indonesia is a country that has a high population, thus causing a high level of use of air conditioners (AC) which results in a high amount of electricity consumption. Therefore the government through the Ministry of Energy and Mineral Resources regulates the provisions for energy labelling from air conditioning units which will be marketed generally in Minister of Energy and Mineral Resources Regulation No. 7 of 2015. In the air conditioner testing the method used is the air enthalpymethod. In this method requires an isolated room which is divided into indoor and outdoor parts that have different testing conditions. For indoor rooms the conditions required by the test conditions with a temperature of 27 °C and relative humidity of 47%, while the outdoor room has a regulated condition that is required at 35 °Cand relative humidity that has no provisions. The tool that acts as a regulator of temperature and humidity in the testing room is the Air Handling Unit. Installation of the Air Handling Unit This unit consists of a filter, cooling coil, humidifier, heating coil, and fan. In the Air Handling Unit testing conditions, it is connected with a chiller that will be connected to each device contained in indoor and outdoor spaces, which will be regulated by adjusting the mass rate of the flow of water that will pass through the coil. The purpose of this research is to determine the mass flow rate settings on the air handling unit to produce the temperature in the psychometric room to be following the standard, ie in an indoor room requires a temperature of 27 °C with a condition of 47% RH and an outdoor room requires a temperature of 35 °C."
2020
S-Pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
London: Hodder & Stoughton, 1996
363.34 ENE
Buku Teks Universitas Indonesia Library