Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 147852 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Yogasatya Adikhansa
"Keamanan merupakan faktor yang penting bagi kendaraan. Kendaraan mobil memiliki fitur keamanan yaitu front rail. Front rail berfungsi untuk menyerap energi kinetik dari tabrakan yang datang dari depan agar mengurangi dampak yang dirasakan oleh penumpang dari kendaraan. Front rail terletak pada crumple zone pada mobil dimana zona tersebut diperuntukkan untuk hancur saat terjadi tabrakan sebelum mencapai safety cell yang merupakan tempat dari penumpang. Pada front rail, terdapat crashbox yang merupakan bagian yang melakukan buckling ketika mendapatkan beban. Oleh karena itu, performa crashworthiness dari crashbox sangat penting untuk faktor keamanan dari mobil tersebut. Peningkatan performa crashworthiness dari crashbox dapat dicapai dengan melakukan variasi kombinasi dari material dan crash initiator. Variasi material yang digunakan adalah SAE 304 Stainless Steel, JIS G3101 SS400 Structural Carbon Steel, dan Galvanis Steel. Variasi crush Initiator yang digunakan adalah tanpa crush initiator, circular holes, dan oval holes. Variasi tersebut dimasukkan ke dalam pendekatan numerik dengan bentuk simulasi menggunakan Ansys LS-DYNA. Properti material dari material yang digunakan didapatkan melalui uji tarik. Simulasi yang dilakukan merupakan pengujian kuasi-statik dan dinamik. Hasil simulasi kuasi-statik dibandingkan dengan hasil eksperimen dengan compression test untuk dilakukan validasi. Hasil yang didapatkan dari validasi adalah karakteristik tumbukan yang serupa dengan rata-rata error sebesar 9.92% pada SAE 304 Stainless Steel tanpa crush initiator, 1.86% pada SAE 304 Stainless Steel dengan circular holes, 10.7% pada JIS G3101 SS400 Structural Carbon Steel, dan 4.93% pada Galvanis Steel. Hasil simulasi kuasi-statik tersebut menyebutkan bahwa perubahan variasi material secara signifikan mempengaruhi nilai efisiensi gaya tumbukan, Equivalent Stress, gaya tumbukan rata-rata dan total penyerapan energi. Perubahan pada variasi crush initiator secara signifikan mempengaruhi nilai gaya tumbukan puncak. Dari hasil simulasi kuasi-statik tersebut dapat dikatakan bahwa material dan crash initiator yang paling baik pada penelitian yang dilakukan adalah JIS G3101 SS400 Structural Carbon Steel dan oval holes. Simulasi dari pengujian dinamik dilakukan pada kolom berongga JIS G3101 SS400 Structural Carbon Steel dengan oval holes. Hasil yang didapatkan pada pengujian dinamik pada kolom berongga tersebut adalah nilai gaya tumbukan puncak sebesar 63.07 kN dan efisiensi gaya tumbukan sebesar 32.33%. Penggunaan bumper pada pengujian dinamik dari kolom berongga tersebut akan menghasilkan penurunan gaya tumbukan puncak sebesar 60.96% dan peningkatan efisiensi gaya tumbukan sebesar 53.67%.

Safety is an important factor for vehicles. Car vehicles have the front rail as a security feature. Front rail serves to absorb kinetic energy from collisions that come from the front in order to reduce the impact felt by passengers from the vehicle. The front rail is located in the crumple zone of the car where the zone is intended to be destroyed during a collision before reaching the safety cell which is the seat of the passenger. On the front rail, there is a crashbox which is the part that does buckling when load applies. Therefore, the crashworthiness performance of the crashbox is very important for the safety factor of the car. Improved crashworthiness performance of the crashbox can be achieved by varying the combination of material and crash initiator. The material variations used are SAE 304 Stainless Steel, JIS G3101 SS400 Structural Carbon Steel, and Galvanized Steel. The variety of crush initiator used is without crush initiator, circular holes, and oval holes. These variations are incorporated into a numerical approach in the form of a simulation using Ansys LS-DYNA. The material properties of the materials used are obtained through tensile tests. The simulation includes quasi-static and dynamic test. The results of the quasi-static simulation were compared with the experimental results with a compression test for validation. The results obtained from the validation are similar impact characteristics with an average error of 9.92% on SAE 304 Stainless Steel without crush initiator, 1.86% on SAE 304 Stainless Steel with circular holes, 10.7% on JIS G3101 SS400 Structural Carbon Steel, and 4.93 % on Galvanized Steel. The results of the quasi-static simulation indicate that changes in material variations significantly affect the crush force efficiency, equivalent stress, mean crush force and total energy absorption. Changes in the crush initiator variation significantly affect the peak crush force. From the results of the quasi-static simulation, it can be said that the best material and crash initiator in this research is JIS G3101 SS400 Structural Carbon Steel and oval holes. Simulation of dynamic testing was carried out on a JIS G3101 SS400 Structural Carbon Steel hollow column with oval holes. The results obtained in the dynamic test on the hollow column are the peak crush force value of 63.07 kN and the crush force efficiency of 32.33%. The appliance of bumpers in the dynamic test of the hollow column will decrease the peak crush force by 60.96% and increase the crush force efficiency by 53.67%."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Zikry Rezha Hakim
"ABSTRAK
Faktor keselamatan atau crashworthiness adalah hal terpenting dalam merancang suatu kendaraan. Struktur rel depan yang terletak di zona benturan berguna untuk dapat menyerap energi saat terjadi tabrakan dari arah depan, dengan begitu energi yang tersalurkan ke dalam kabin penumpang akan lebih kecil dan diharapkan tidak membahayakan penumpang. Struktur berdinding tipis banyak digunakan dalam aplikasi crashworthiness karena mempunyai rasio kekuatan dan berat struktur yang tinggi, harganya relatif murah, dan mempunyai kemampuan menyerap energi yang baik. Pada penelitian ini, pengaruh struktur baja persegi bernodal stiffeners dengan variasi desain ketebalan, bentuk, dan posisi dari nodal akan diamati sehingga mendapatkan nilai kriteria crashworthiness berupa penyerapan energi spesifik SEA , gaya tumbukan puncak peak force , dan efisiensi gaya tumbukan CFE . Pemberian nodal diharapkan dapat meningkatkan SEA dan CFE, lalu menurunkan nilai peak force. Setelah itu, urutan kombinasi desain optimum akan diperoleh dengan metode Vikor. Spesimen uji dengan faktor desain berbeda akan dilakukan uji simulasi numerik dengan memodelkan pengujian beban impak menggunakan software PAM-Crash. Variasi desain bentuk nodal penuh memiliki pengaruh paling besar terhadap nilai kriteria crashworthiness terbaik. Spesimen 12 0.8 F 150 sebagai kombinasi desain optimum.

ABSTRACT
Vehicle safety or crashworthiness is the most important factor to design a vehicle. The function of frontal rails which is located on crumple zone is to absorb energy when collision happens, so that the energy occur on passenger cell is minimized and less dangerous. Thin walled structures generally used in many applications of crashworthiness because it has high strength and weight ratio, inexpensive, and have a good energy absorber ability. In this study, the effect of nodal stiffeners with varied thickness, shape, and nodal position is observed to get a crashworthiness criterias, namely is specific energy absorption SEA , peak crushing force peak force , and crush force efficiency CFE . Nodal installations hopefully can increase SEA and CFE, then decrease peak force. After that, optimum design combinations obtained from Vikor method. Specimen with a different design factors will be done by modelling a numerical simulation based on real experimental case use PAM Crash software. The design variations that have a full nodal show a significant effect to crashworthiness criteria. Specimen 12 0.8 F 150 is the optimum design combinations.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2017
S67411
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dwi Prasetyo Arifin
"ABSTRAK
Keselamatan menjadi persoalan vital dalam perancangan kendaraan modern. Maka dari itu, dalam perancangan harus mempertimbangkan sistem keamanan dan keselamatan penumpang. Dalam merancang sistem tersebut, maka engineer merancang 2 zona yaitu safety zone dan crumple zone. Crumple zone adalah zona yang didesain untuk dihancurkan saat terjadinya tabrakan. Zona ini menjadi fokus penelitian pengembangan sistem keselamatan pada produk mobil. Penelitian pada crumple zone fokus pada struktur chasis terutama front rail produk mobil. Dalam melakukan penelitian, pembebanan dilakukan dengan beban aksial dan geometri front rail ini disederhanakan menjadi struktur berdinding tipis dengan variasi terhadap desain. Salah satu variasi desain yang dilakukan adalah dengan memberi ellipsoidal crush initiator. Pemberian crush initiator mampu meningkatkan penyerapan energi absorpsi dan mengurangi gaya impak puncak dari tumbukan aksial. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh letak dan diameter crush initiator berbentuk elipsoidal terhadap kriteria crashworthiness pada struktur berdinding tipis dengan variasi ketebalan. Analisis yang dilakukan dengan cara uji numerikal simulasi dan analitikal. Hasil dari penelitian ini menunjukan spesimen dengan ketebalan 0.6 posisi 20 mm dan diameter crush initiator 6.5 memiliki hasil yang optimum dalam mengurangi peak dan meningkatkan CFE dan SEA. Error dari persamaan analitikal untuk mean dan peak crushing force masing-masing 20.66 dan 12.12.

ABSTRACT
Safety became a vital issue in the design of modern vehicles. Therefore, the vehicle product must consider the security and safety for passengers. One of security feature is the utilization of the collision zone to transform the collision energy into plastic deformation energy. Research on the collision zone mainly focus on the chassis structure of the front rail car products. In this study, the force was done by axial load and front rail geometry was simplified into a thin walled structure with a variation ellipsoidal crush initiator. Giving crush initiator able to increase the energy absorption and reduce peak force. This paper aims to determine the influence of the position and diameter of ellipsoidal crush initiators to crashworthiness criteria on thin walled structures. The specimens has variation thickness 0.6, 0.8 and 1 mm and 36.5 side length with coefficient reduction of crush initiator 1 of total area. Analysis was carried out by numerical simulations and analytical then sorted using VIKOR method. The results of this study show specimens with a thickness of 0.6, position 20 mm and diameter 6.5 of ellipsoidal crash initiator have optimum results to reduce peak and increase CFE and SEA. Error of analytical equations for mean and peak crushing force are 20.66 and 12.12 respectively.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2017
S68536
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Suci Hakiman
"Front rail adalah komponen utama pada crumple zone kendaraan yang mampu menyerap sekitar 40% dari energi kinetik saat terjadi kecelakaan frontal. Komponen front rail ini umumnya terbuat dari baja struktur berdinding tipis. Pada saat kecelakaan komponen ini diharapkan dapat menyerap energi tumbukan melalui proses deformasi (progressive buckling) sehingga mengurangi kerusakan pada kompartemen penumpang dan memberikan efek perlambatan yang berada pada tingkat aman terhadap penumpang. Crush initiators digunakan untuk meningkatkan penyerapan energi dan mengurangi gaya tumbukan puncak pada saat awal kecelakaan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Crush Initiators pada tabung persegi berdinding tipis produksi dalam negeri yang diaplikasikan pada prototipe front rail Mobil listrik Universitas Indonesia dalam meningkatkan penyerapan energi dan mengurangi gaya tumbukan puncak pada saat diberikan beban aksial baik secara kuasi statik maupun dinamis.
Analisa dilakukan dengan membandingkan hasil eksperimen dengan hasil analisa numerik menggunakan metode elemen hingga nonlinier, ANSYS-LS-DYNA. Hasilnya menunjukkan pengaruh yang signifikan dari crush initiators terhadap penurunan gaya tumbukan awal dan peningkatan penyerapan energi serta menunjukkan pola yang hampir sama antara hasil eksperimen dengan hasil komputasi numerik.

Front rail columns are the main component on vehicle crumple zone that absorb approximately 40% of kinetic energy at the moment of a frontal crash. Generally the front rail columns are made from thin-walled structural steel. During a crash, a front rail column is expected to absorb crash kinetic energy trough plastic deformation energy (progressive buckling) thereby reducing damage on passanger compartment and giving the effect of deceleration on the safety level for passanger. Crush initiators are used to improve the energy absorption and reducing the peak crus load at the time of the initial accident.
This research aimed to determine the effect of Crush Initiators on thin-walled square tube which is apllied to the prototype of front rail electric car University of Indonesia on increasing the energy absorption and reducing the peak crush load when given quasi static axial load and dynamic axial load.
Analysis was conducted by comparing the experimental result with numerical study result which using finite element nonlinier method, ANSYS-LS-DYNA. The results show the significant effect from the crush initiators on decreasing the peak crush load and increasing the energy absorption and show a similar pattern between the experimental and the numerical study result.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2015
T43147
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Mizan Eryandhika Guntorozi
"Ilmu umum crashworthiness, digambarkan dengan gaya tabrakan yang kecil untuk mengurangi deselerasi dan meminimalisir kecelakaan berat yang terjadi pada penumpang pada saat terjadi tabrakan. Untuk itu, diperlukan pengembangan struktur yang idealnya menyerap energi tinggi, dengan Initial Peak Force (IPF) yang rendah. Menurut jurnal yang telah diteliti, kemampuan penyerapan energi dapat dipengaruhi dari geometri struktur dan material yang digunakan. Struktur berdinding tipis berbentuk tabung lebih memiliki kemampuan Energy Absorption (EA), Specific Energy Absorption (SEA) yang lebih tinggi daripada struktur penampang bentuk lain. Masalah utama pada struktur tabung adalah nilai IPF yang sangat tinggi yang berpotensi menyebabkan kecelakaan berat. Oleh karena itu, optimalisasi struktur pada penelitian ini adalah dengan melakukan simulasi impact velocity test pada tabung terbuka dan tertutup untuk mengetahui geometri yang lebih baik dalam memenuhi kriteria crashworthiness. Setelah itu dilakukan simulasi pada struktur tabung terbuka tanpa crush initiator lubang, dengan tambahan crush initiator lubang berjumlah N-1, N-2, N-3, N-4 dan N-5. Tujuannya adalah untuk menurunkan nilai IPF, dan menentukan mode deformasi yang paling optimal beserta dengan kombinasi geometri struktur dan penggunaan material yang paling optimal, dengan tetap mempertahankan nilai EA, SEA dan Crush Force Efficiency (CFE). Metode simulasi dilanjutkan dengan validasi simulasi jurnal terkait. Hasil simulasi struktur diambil dengan metode pengambilan keputusan VIKOR dan didapatkan bahwa struktur tabung berdinding tipis material AA6061-T6 dengan penambahan crush initiator lubang sebanyak 3 level merupakan alternatif struktur yang paling optimal.

The general science of crashworthiness, described by a small collision force to reduce deceleration and minimize serious accidents that occur to passengers in the event of a collision. For this reason, it is necessary to develop a structure that ideally absorbs high energy, with a low Initial Peak Force (IPF). According to the journal that has been researched, the ability to absorb energy can be influenced by the geometric structure and the materials used. The thin-walled tube structure has higher Energy Absorption (EA) and Specific Energy Absorption (SEA) capabilities than other cross-sectional structures. The main problem with the tube structure is the very high IPF value which causes serious accidents. Therefore, the optimization of the structure in this study is to perform a simulation of the impact velocity test on an open and closed tube to find out a better geometry in meeting the crashworthiness criteria. After that, simulations were carried out on an open tube structure without a hole crush initiator, with also additional crush initiators opening holes N-1, N-2, N-3, N-4 and N-5. The goal is to reduce the IPF value, and determine the most optimal deformation mode along with the most optimal combination of structural geometry and material use, while maintaining the EA, SEA and Crush Force Efficiency (CFE) values. The simulation method was followed by simulation validation journal. The results of the structural simulation were taken using the VIKOR decision-making method and it was found that the thin-walled tube structure of AA6061- T6 material with the addition of 3 levels of hole crush initiator is the most optimal alternative structure."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2022
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dwi Putranto
"ABSTRAK
Teknologi transportasi zaman sekarang khususnya mobil membutuhkan rancangan yang mengutamakan faktor keamanan, keselamatan serta perlindungan terhadap kompartemen penumpang yang dikenal dengan fenomena crashworthiness. Uji simulasi mengenai pengaruh penambahan polyurethane foam dengan menggunakan variasi crush initiator akan menjadi fokus penelitian dengan penyederhanaan pengujian crashworthiness menjadi pembebanan impak aksial. Tujuan utamanya adalah mengetahui pengaruh penambahan polyurethane foam dan crush initiator sehingga mampu meningkatkan penyerapan energi dan mengurangi gaya tumbukan puncak saat terjadi tabrakan. Hasil akhir yang diperoleh dari penelitian ini adalah penyerapan energi yang meningkat 6 hingga 20.23 dan minimalisasi gaya tumbukan puncak mencapai 47 saat terjadi tabrakan.

ABSTRACT
Transportation technology in current day rsquo s, especially cars need a design that prioritizes security, safety and protection against passenger compartments known as crashworthiness phenomena. The simulation test of the effect of adding polyurethane foam by using a variation of the crush initiator will be the focus of the research with the simplification of crashworthiness testing into axial impact loading. The main purpose is to know the effect of adding polyurethane foam and crush initiator so as to increase energy absorption and reduce peak impact force during collision. The end of the result obtained from this research is the absorption of energy that increased 6 to 20.23 and minimization the peak crushing force reached 47 when the collision occured."
2017
S67970
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Achmad Maulana Ibrahim
"Dalam sebuah kendaraan, penting untuk mendesain bagaimana cara agar kendaraan tersebut aman saat digunakan apalagi saat terjadi kecelakaan. Saat ini juga telah banyak dikembangkan desain dan pembaharuan dari penyerap energi, khususnya di bidang crashworthiness. Penyerap energi ini dapat menyerap energi saat tabrakan atau kecelakaan untuk melindungi penumpang serta bagian mobilnya yang beresiko membahayakan penumpang. Selain itu, juga banyak pengembangan tentang struktur berdinding tipis tunggal yang dapat menyerap energi sebagai penyederhanaan sistem komponen yang kompleks. Struktur berdinding tipis ini diibaratkan sebagai front rail pada kendaraan. Front rail ini merupakan komponen utama pada crumple zone yang dapat menyerap kurang lebih 40% dari energy kinetik saat terjadi tabrakan frontal. Front rail ini sengaja dihancurkan dalam penyerapan energi guna menghindari efek tabrakan pada kompartemen penumpang. Dalam penelitian ini akan dibahas penyerap energi bentuk struktur berdinding tipis yang diberi gaya tumbukan aksial dengan memanfaatkan gaya gravitasi bumi, dengan menggunakan faktor yang disebut crush initiator. Crush initiator ini adalah faktor yang memperluas daerah kurva gaya tumbukan-displacement sehingga meningkatkan penyerapan energi dan juga mengurangi gaya tumbukan puncak pada saat awal tabrakan. Penelitian ini bertujuan mencari pengaruh posisi dan diameter crush initiator terhadap crashworthiness. Analisa dilakukan dengan cara ekeperimen. Hasil yang didapatkan dari eksperimen adalah ada pengaruh terhadap posisi dan diameter yang signifikan.

In the field of vehicle engineering, it is importat to design how to make vehicle be safe to use especially during an accident. Recent, there are many research to develop and improve energy absopber, particularly in the field of crashworthiness. This energy absopber can absops the kinertic energy during crash or accident in the purpose to protect occupant and part of vehicle that risk to occupant. Furthermore, there are also many development about thin-walled structure as energy absopber that represent front rail component system of vehicle. Front rail is a main component of crumple zone that absopb approximatetly 40% kinetic energy during frontal crash. Front rail is intentional to be crushed in order to avoid the crash effect to occupant compartment. This research will be discussed about energy absopber shaped square tube hollow as thin walled structure that be given axial force impact utilizing the earth gravitation using a factor called crush initiator. The purpose of this research is to find the effect of position and dimension of crush initiator to vehicle crashworthiness. Analysis will be executed experimentally. Result from the experiment, there is a effect of dimension and position to the energy absorpbtion significantly.
"
Depok: [Fakultas Teknik Universitas Indonesia, ], 2015
S59841
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fahmi Ismail Wibisono
"Dalam pengembangan produk otomotif selain peningkatan performa dan efisiensi bahan bakar, fitur keselamatan tetap menjadi faktor utama yang perlu dipenuhi untuk menjamin keselamatan penumpang. Metode pengujian Crashworthiness dilakukan untuk mengevaluasi desain struktur kendaraan yang boleh berdeformasi, berdasarkan parameter energi absorpsi tumbukan dan efisiensi gaya tumbukan-nya. Mayoritas kecelakaan lalu- lintas melibatkan tabrakan pada arah depan kendaraan, membuat struktur bumper kendaraan menjadi bagian penting, serta didesain spesifik untuk berdeformasi sehingga dapat menyerap energi kinetik tumbukan secara efektif dan mengurangi penyebaran energi yang dapat mempengaruhi pengguna dan struktur lain kendaraan. Variasi geometri struktur dikembangkan dengan menambahkan crush initiator sehingga mempengaruhi karakteristik struktur dalam menyerap energi kinetik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui performa crashworthiness dari desain struktur Tabung berdinding tipis dengan penambahan crush initiator pada sudut struktur tabung. Pengujian pembebanan kuasi statik dengan metode ekperimental dan numerikal sementara pembebanan dinamik dilakukan dengan metode numerikal menggunakan software Ansys-LS Dyna. Hubungan variasi dimensi dan jarak crush initiator diteliti untuk mengetahui pengaruhnya terhadap struktur sehingga didapat desain dengan performa crashworthiness terbaik. Hasilnya pengujian menunjukan pengaruh signifikan dari pemberian crush initiator pada tabung berdinding tipis terhadap performa crashworthiness untuk menurunkan gaya tumbukan awal, serta hasil antara eksperimen dan numerik menunjukan pola dan karakteristik yang menyerupai.

The developments of vehicle, apart from improving engine performance and fuel efficiency, safety features remain the major factor that needs to be met to ensure safety. The Crashworthiness test method is carried out to evaluate the design of a deformable vehicle structure, based on the parameters of the absorption energy and its crush force efficiency. The making the vehicle crashbox structure an important part that specifically designed to deformable, and absorp the kinetic energy of the collision effectively and reduce the spread of energy that can affect the occupant and other structures of the vehicle. Variations in geometry are developed by adding Crush-Initiator that affects the characteristics of the structure in absorbing energy. The purpose of this research is to determine the crashworthiness performance of thin-walled tube structure design with the addition of Crush Initiator at the corner of the tube structure known as V-Notch or Diamond notch. Quasi-static loading were conduct with experimental and numerical methods while dynamic loading is carried out by numerical method using Ansys-LS Dyna software. The relationship between dimension variations and crush initiator distance is investigated to determine its effect on the structure in order to obtain the design with the best crashworthiness performance. The results show significant effect of crush-initiator on the crashworthiness to reduce the initial impact force, and the experimental and numerical results show similar patterns and characteristics."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Gjelsvik, Atle
New York: John Wiley & Sons, 1981
624.177 4 GJE t
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Adimas Aprilio Hardinanto
"Penelitian ini membahas tentang pengecoran besi tuang nodular (BTN) dinding tipis sebagai alternatif bagi material aluminium pada aplikasinya di bidang otomotif dalam rangka penghematan energi. Permasalahan yang dihadapi adalah penurunan sifat mekanis akibat terbentuknya lapisan kulit pada BTN dinding tipis. Lapisan kulit terbentuk akibat terjadinya degradasi bentuk grafit nodul dalam logam cair di dinding cetakan pada saat pengecoran. Digunakan tiga jenis variabel dalam penelitian ini yang bertujuan untuk mengurangi ketebalan lapisan kulit : pelapis cetakan grafit yang bersifat aktif; MgO yang bersifat reaktif; dan metode pelapisan cetakan ganda MgO/grafit. Ketebalan rata-rata lapisan kulit paling tipis yang didapatkan dalam penelitian adalah sebesar 30,41µm dengan metode pelapisan cetakan ganda, lebih rendah 57% dari ketebalan lapisan kulit variabel pelapis cetakan MgO (71,46 µm) dan 60% dari ketebalan lapisan kulit variabel pelapis cetakan grafit (74,44 µm). Berkurangnya ketebalan lapisan kulit berpengaruh terhadap peningkatan sifat mekanis BTN sehingga didapatkan kekuatan tarik rata-rata sebesar 376 MPa dan elongasi rata-rata sebesar 2,76% pada variabel metode pelapisan cetakan ganda. Kekuatan tarik yang didapatkan dari variabel pelapisan cetakan ganda 69% lebih tinggi dari kekuatan tarik variabel pelapis cetakan MgO (223 MPa) dan 26% lebih tinggi dari variabel pelapis cetakan grafit (297 MPa). Elongasi variabel metode pelapisan cetakan ganda adalah yang paling tinggi sebesar 2,76%, atau 93% lebih tinggi dari elongasi variabel pelapis cetakan MgO (1,43%) dan grafit (1,43%).

This research explains about thin wall ductile iron (TWDI) casting as an alternative for aluminum usage in automotive parts. The occurring problem in TWDI casting is the formation of casting skin which reduces mechanical properties of TWDI. Casting skin is formed by degradation of nodular graphite shape at the mould interface while casting process is in progress. Three variables were uside in this experiment : graphite as active mould coating, MgO as reactive mould coating, and MgO/graphite double layer coating method. Average casting skin thickness was found at lowest value in double layer coating method variable (30,41µm), 57% lower than casting skin thickness in MgO coating variable (71,46 µm) and 60% lower than graphite coating variable (74,44µm). The reduction of casting skin thickness increased the mechanical properties of TWDI so that highest UTS value of 346 MPa and elongation of 2,76% could be achieved by using double layer coating method, which UTS is 69% higher than using MgO coating variable (223 MPa) and 26% higher than using graphite coating variable (297 MPa). Elongation value achieved by using double layer coating method was the highest (2,7%), which was 93% higher than using MgO (1,43%) coating variable and graphite coating variable (1,43%)."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2016
S63177
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>