Ditemukan 132815 dokumen yang sesuai dengan query
Satria Yusuf Erlangga
"Populasi yang terus bertambah berarti kebutuhan energi yang terus meningkat. Saat ini, besarnya energi tidak dapat disangkal. Pemanfaatan Floating Photovoltaic (FPV) dapat menjadi solusi untuk mencapai target pembangkit listrik tenaga surya dengan tetap meminimalkan kerusakan lingkungan. Instalasi surya fotovoltaik (PV) memiliki beban kebutuhan lahan yang intens yang akan selalu menjadi komoditas premium. Namun, karena listrik yang dihasilkan oleh PV bergantung pada siklus matahari, maka PV hanya dapat menghasilkan tenaga maksimum selama Peak Sun Hour (PSH) yang terjadi sekitar 4 jam setiap hari .Dalam penelitian kali ini, penulis mencoba menerapkan Penyimpanan Energi Udara Terkompresi (CAES). CAES menyimpan energi dari FPV, dan energi tersimpan akan digunakan untuk menggerakan generator sehingga menghasilkan listrik. Dalam percobaan kali ini, penulis mengimplementasikan turbin Tesla sebagai usaha alat ekstraksi energi dari CAES. Pengujian menghasilkan perkiraan efisiensi maksimum 27,63%, saat menjalankan pengujian pada 6 bar, yang sebanding dengan literatur.
A growing population means an ever-increasing need for energy. At this moment, the magnitude of the energy was undeniable. Utilization of Floating Photovoltaic (FPV) can be a solution to achieve the target of solar power generation while preserving the environment. Photovoltaic (PV) solar installations have an intense land demand burden which will always be a premium commodity. However, since the electricity generated by PV depends solely on the solar cycle, PV can generate maximum power during Peak Sun Hour (PSH) which is around 4 hours per day. In this study, the author tries to apply Compressed Air Energy Storage (CAES). CAES stores energy from the FPV, and the stored energy will be used to drive a generator to generate electricity. In this experiment, the author implements a Tesla turbine as an energy extraction tool business from CAES. yielded an estimated maximum efficiency of 27.63%, when running the test at 6 bar, which is comparable to the literature test."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
M.Rizki Afriadi
"Karena Ketergantungan pada bahan bakar fosil berkurang, penggunaan pasar Energi Terbarukan cenderung naik dengan cepat dari sudut pandang ekonomi, lingkungan, dan kebijakan, konsistensi bahan bakar fosil cenderung menurun. Dengan meningkatnya pembangunan di sektor energi terbarukan, dapat dikatakan bahwa kita menuju ke masa depan yang lebih bersih dan lebih ramah lingkungan. Sebagai akibat dari bantuan bahan bakar fosil yang menurun, kebutuhan akan sumber bahan bakar alternatif berada pada level tertinggi. Dengan lebih banyak sumber energi “eco-friendly” seperti Solar, beragam investasi telah bergeser untuk pengembangan masa depan yang lebih bersih. Namun, sebagian besar energi terbarukan menghadapi tantangan - intermittency. Dengan mengganti ketergantungan dari faktor-faktor lingkungan dengan sistem bantuan sekunder, kita dapat merubah sumber energi dependen yang realistis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengumpulkan data dan pengamatan seberapa baik desain turbin berbasis turbocharger dapat disesuaikan untuk sistem CAES-FPV. Sistem yang digunakan untuk menguji pemikiran ini adalah pasangan kerjasama antara sistem Floating Photovoltaic (FPV) dan Compressed Air Energy Storage (CAES). Panel surya akan menyediakan energi yang memberi daya pada kompresor untuk menyimpan udara terkompresi di dalam tangki udara. Kemudian dapat diubah menjadi listrik kapan saja dengan bantuan turbin dan generator. Oleh karena itu, kinerja turbin pada sistem ini sangat penting yang mengikuti cara kerja turbin radial. Setelah itu dilakukan analisis kinerja dalam bentuk perhitungan yang menghasilkan efisiensi pada turbin setelah digabungkan dengan generator itu sebesar 2.1%. Hasil yang didapat sangat dipengaruhi oleh besaran laju aliran massa, daya yang dikeluarkan dan besaran torsi pada turbin.
Kata Kunci : Compressed Air Energy Storage, CAES
As Dependence on fossil fuels decreases, the use of the Renewable Energy market tends to rise rapidly from an economic, environmental and policy point of view, the consistency of fossil fuels tends to decrease. With the increasing development in the renewable energy sector, it can be said that we are heading towards a cleaner and more environmentally friendly future. As a result of declining fossil fuel assistance, the need for alternative fuel sources is at an all-time high. With more “eco-friendly” energy sources such as Solar, various investments have shifted to developing a cleaner future. However, most renewables face a challenge - intermittency. By replacing the dependence of environmental factors with a secondary support system, we can change the realistic dependent energy source. The aim of this study is to collect data and observations on how well a turbocharger based turbine design can be adapted for the CAES-FPV system. The system used to test this thinking is a cooperative pair between Floating Photovoltaic (FPV) and Compressed Air Energy Storage (CAES) systems. The solar panels will provide the energy that powers the compressor to store the compressed air in the air tank. Then it can be converted into electricity at any time with the help of turbines and generators. Therefore, the performance of the turbine in this system is very important which follows the workings of a radial turbine. After that, a performance analysis was carried out in the form of calculations that resulted in an efficiency of the turbine after being combined with the generator of 2.1%. The results obtained are strongly influenced by the mass flow rate, power output and the amount of torque on the turbine.Keyword : Compressed Air Energy Storage, CAES"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Sulthaanan Nashiiraa
"As global warming deteriorates and with the electricity and energy sector as the main producer of greenhouse gasses, the pressure is high in the electricity and energy sector to increase its efficiency and to increase the use of renewable source of energy. Many country has adopted the use of new and renewable energy as the source of electrical energy. A major challenge is hindering new and renewable energy from replacing fossil fuel completely. It is in the form of intermittency that has been the nature of energy source such as wind and solar. Many form of energy storage technology has been developed, such as pumped hydro and chemical battery. In this research the writer seek to implement an alternative storage technology that is more economical and has less environmental impact in the form of Compressed Air Energy
Storage (CAES). CAES utilizes compressed air stored in a compressed air container to store the energy generated from primary energy source. When needed, the air will be
discharged and move a turbine that drives a generator, thus generating electricity. In this experiment, the Writer and his colleges thrives to optimize CAES system to be implemented alongside a Floating Photovoltaic (FPV) plant. In this thesis the writer investigate the possibilities of utilizing Tesla turbine in the energy extraction process of CAES by analyzing the turbine’s performance.
Ketika pemanasan global memburuk dan dengan sektor listrik dan energi sebagai produsen utama gas rumah kaca, tekanan meningkat pada pelaku sektor listrik dan energi untuk meningkatkan efisiensinya dan untuk meningkatkan penggunaan sumber energi terbarukan.. Banyak negara telah mengadopsi penggunaan energi baru dan terbarukan sebagai sumber energi listrik. Tantangan utama menghambat energi baru dan terbarukan dari menggantikan bahan bakar fosil sepenuhnya. Itu adalah dalam bentuk intermittency yang telah menjadi sifat sumber energi seperti angin dan matahari. Banyak bentuk teknologi penyimpanan energi telah dikembangkan, seperti pompa hidro dan baterai kimia. Dalam penelitian ini penulis berusaha untuk menerapkan alternatif teknologi penyimpanan energi yang lebih ekonomis dan memiliki dampak lingkungankurang dalam bentuk Penyimpanan Energi Udara Terkompresi (CAES). CAES menggunakan udara terkompresi yang disimpan dalam wadah udara bertekanan untuk menyimpan energi yang dihasilkan dari sumber energi primer. Saat dibutuhkan, udara akan dibuang dan menggerakkan turbin yang menggerakkan generator, sehingga menghasilkan listrik. Dalam percobaan ini, Penulis dan koleganya berusaha untukmengoptimalkan sistem CAES untuk diimplementasikan bersama dengan pembangkit Floating Photovoltaic (FPV). Dalam skripsi ini, penulis menyelidiki kemungkinanpemanfaatan turbin Tesla dalam proses ekstraksi energi CAES dengan menganalisis kinerja kerja turbin tersebut."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1992
S37965
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Fery Permadi
"Penelitian ini bertujuan untuk melakukan perbandingan 4 skenario jenis teknologi solar photovoltaic system serta pemilihan skenario solar photovoltaic system berdasarkan nilai optimasi manfaatnya menggunakan metode linier programming pada segmen industri di Indonesia selama 25 tahun operasional. Penelitian dilakukan dengan melakukan studi kasus pada dua fasilitas pabrik perusahaan minuman di Indonesia di 2 lokasi yang berbeda. Studi kasus pertama berada di Kabupaten Bekasi, penelitian dilakukan dengan melakukan analisis energi ekonomi lingkungan serta mengoptimasi nilai manfaat PLTS atap yang sudah beroperasi sejak 2020. Studi kasus kedua berada di Kabupaten Semarang, penelitian dilakukan pada fasilitas pabrik yang belum dibangun PLTS atap, yakni dengan merencanakan pembangunan PLTS atap seluas 80% dari total luas atap yang dapat dipasang panel surya. Hasil penelitian menujukkan bahwa skenario 2 solar photovoltaic system dapat menghasilkan jumlah energi listrik dan CO2 yang dapat dikurangi lebih banyak dibanding skenario lainnya pada kedua studi kasus. Sedangkan skenario 4 solar photovoltaic system merupakan skenario dengan nilai ekonomi yang lebih baik dari skenario lainnya pada kedua studi kasus. Hasil optimasi penggunaan 80% luas atap pada studi kasus Bekasi 1 menunjukkan bahwa skenario 4 mampu memberikan nilai manfaat yang optimum yakni Rp 20,247,839,358 serta mampu meningkatkan jumlah energi listrik dan CO2 yang dapat dikurangi meningkat sebanyak 82%. Terakhir, hasil optimasi skenario 4 mampu meningkatkan jumlah persentase listrik PLTS atap terhadap total konsumsi listrik PLN menjadi 33%. Penggunaan skenario 4 solar photovoltaic sytem sebanyak 80% luas atap yang tersedia dapat mengurangi penggunaan listrik PLN (energi fossil) sebanyak 33% pada studi kasus Bekasi 1 dan 28% pada studi kasus Semarang.
This study aims to compare 4 scenarios of solar photovoltaic system technology and the selection of solar photovoltaic system scenarios based on the optimization value of their benefits using the linear programming method in the industrial segment in Indonesia for 25 years of operation. The research was conducted by conducting a case study on two manufacturing facilities of a beverage company in Indonesia in 2 different locations. The first case study is in Bekasi Regency, the research is carried out by conducting an energy economic environmental analysis and optimizing the value of the benefits of solar rooftop photovoltaic system which has been operating since 2020. The second case study is in Semarang Regency, the research is carried out on factory facilities that have not built solar rooftop photovolatic system, namely by planning construction of solar roofotop photovolatic system covering an area of 80% of the total roof area that can be installed solar panels. The results of the study show that scenario 2 solar photovoltaic system can produce more electrical energy and CO2 that can be reduced than the other scenarios in the two case studies. While scenario 4 solar photovoltaic system is a scenario with better economic value than the other scenarios in the two case studies. The results of optimizing the use of 80% of the roof area in the Bekasi 1 case study show that scenario 4 is able to provide an optimum benefit value of Rp. 20,247,839,358 and is able to increase the amount of electrical energy and CO2 that can be reduced by 82%. Finally, the optimization results of scenario 4 are able to increase the percentage of electricity that generated by solar roofotop photovoltaic system to the total electricity consumption of PLN to 33%. The use of scenario 4 solar photovoltaic system as much as 80% of the available roof area can reduce the use of PLN electricity (fossil energy) by 33% in the Bekasi 1 case study and 28% in the Semarang case study"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2022
T-Pdf
UI - Tesis Membership Universitas Indonesia Library
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1992
S38004
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1992
S38300
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Albert Liberty S.
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1995
S38551
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Buresch, Matthew
New York: McGraw-Hill, 1983
621.312 44 BUR p
Buku Teks Universitas Indonesia Library
Rhezal Agung Ananto
"Dewasa ini kebutuhan energi tiap tahun semakin meningkat. Masalah keterbatasan energi, perubahan iklim dan lingkungan merupakan hambatan dalam memenuhi kebutuhan energi, sehingga diperlukan subtitusi energi terbarukan. Sesuai dengan peraturan pemerintah Indonesia, pengembangan energi terbarukan merupakan perioritas utama. Potensi energi surya di Indonesia sangat besar karena terletak di daerah katulistiwa.
Dalam penelitian ini dilakukan pengukuran energi matahari secara langsung dengan logger microcontroller yang dibuat dengan atmega328p dan modul sensor arus INA219. Selain itu juga dimanfaatkan data radiasi matahari dari DEN. Data yang telah dikumpulkan selanjutnya dianalisis. Pengukuran dipengaruhi oleh temperatur, cuaca, dan Converter DC/DC.
Hasil Rasio Unjuk Kerja performance ratio = PR dari sistem tanpa Maximum Power Point Tracker MPPT sebesar 0,75 dan sistem dengan Maximum Power Point Tracker MPPT sebesar 0,63. Hasil penelitian secara efektif dapat menentukan kapasitas pembangkit tenaga surya. Hasil Penenetuan kapasitas pembangkit dengan kebutuhan pelangaan PLN sebesar 75 kWh perbulan adalah 820 Wp panel surya, 12V/210 Ah baterai lead acid dan maksimum rating arus MPPT sebesar 50A.
Nowdays, energy demand increase every years. Some obstacles stand in the way of energy supply. Some obstacles are energy limitation, climate change and environmental regulation, so it needs renewable energy substitution. Maximizing the development of renewable energy is the main priority, based on Indonesian government regulations. The potential of solar energy in Indonesia is very large because it is located in the equator. Solar energy measurements in this study using microcontroller logger from atmega328p and current sensor module ina219. DEN Dewan Energi Nasional data also used in this study.Measurements are affected by temperature, weather, and DC DC Converter. The Performance Ratio PR result of the system without Maximum Power Point Tracker MPPT is 0.75 and the system with Maximum Power Point Tracker MPPT is 0.63. The results of the study can effectively determine the capacity of solar power generation. The result of PLN capacity generation with PLN requirement of 75 kWh per month is 820 Wp solar panel, 12V 210 Ah lead acid battery and maximum current rating of MPPT 50A."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2018
T51597
UI - Tesis Membership Universitas Indonesia Library