Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 82150 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Sity Aidah Az Zahra
"Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi strategi pengembangan wellness tourism berbasis masyarakat lokal di Rumah Atsiri Indonesia, Tawangmangu. Latar belakang kajian ini berkaitan dengan meningkatnya tren gaya hidup sehat yang mendorong pertumbuhan sektor wellness tourism secara global, termasuk di Indonesia. Rumah Atsiri dipilih sebagai objek studi karena dianggap berhasil memadukan konsep wisata kebugaran dengan keterlibatan masyarakat lokal. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi bisnis Rumah Atsiri sudah cukup kuat dalam hal proposisi nilai, pemanfaatan pemasaran digital, serta standar layanan wellness yang efektif. Meskipun konsep wisata dan layanannya dinilai menarik, upaya ekspansi kerja sama, inovasi produk, serta keterlibatan dalam pop-up event masih diperlukan untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Di sisi lain, partisipasi masyarakat, khususnya dari Desa Plumbon, masih terbatas dan cenderung bersifat hubungan kerja konvensional. Oleh karena itu, untuk mewujudkan keberlanjutan jangka panjang, perlu adanya penguatan kolaborasi yang berbasis pada pemberdayaan komunitas.

This study aims to evaluate the development strategy of community-based wellness tourism at Rumah Atsiri Indonesia, located in Tawangmangu. On the community side, engagement—especially from nearby Plumbonestyle trends, which have driven the growth of the wellness tourism sector worldwide, including in Indonesia. Rumah Atsiri was chosen as a case study due to its success in integrating wellness tourism with local community involvement. The study adopts a qualitative approach using a case study method. Data collection was conducted through in-depth interviews, field observations, and document analysis. The findings indicate that Rumah Atsiri’s business strategy is relatively strong in terms of value proposition, use of digital marketing, and effective wellness service standards. While the wellness concept and services offered are appealing, expanding partnerships, innovating products, and participating in pop-up events are necessary to reach broader markets. On the community side, engagement—especially from nearby Plumbon Village—is still limited and mostly takes the form of standard employer–employee relations. Strengthening community-based collaboration is essential to ensure long-term sustainability."
Depok: Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Alfian Zulkarnain
"Tesis ini membahas tentang strategi kebijakan pengembangan pariwisata di Kabupaten Belitung. Pengembangan pariwisata diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Strategi pengembangan pariwisata diperoleh dengan menggunakan pendekatan SWOT, sedangkan kebijakan pengembangan pariwisata diperoleh dengan menggunakan pendekatan AHP. Data diperoleh dari wawancara langsung kepada stakeholder terkait. Hasil Perhitungan SWOT menunjukan strategi WO merupakan strategi utama yang harus dilakukan oleh PEMDA Kabupaten Belitung. Sedangkan hasil perhitungan AHP menunjukan bahwa prioritas utama strategi pengembangan pariwisata di Kabupaten Belitung adalah Pengembangan Destinasi Wisata dengan bobot 43%. Hambatan utama dalam pengembangan pariwisata di Kabupaten Belitung adalah Lemahnya Kelembagaan. Sedangkan altenatif kebijakan yang menjadi prioritas adalah optimalisasi destinasi dan atraksi wisata yang sudah ada dengan bobot prioritas sebesar 35,5%.

The focus of this study is Policy and Strategy of Tourism Development in Belitung District. Tourism is supposed to increase the welfare of the local community. Tourism development strategy is obtained by using the SWOT approach, while the policy of tourism development is obtained by using the AHP approach. Data obtained from the interviews to the relevant stakeholders. SWOT results indicate that Weaknesses-Opportunity (WO) strategy is the main strategy that should be adopted by PEMDA of Belitung District. The results of the AHP calculations show that priority of tourism development strategy is the development of tourism destinations with a 43% . The greatest impediment is the instutional weaknesses. While alternative policy priority is to optimize the destinations and attractions that already exist with priority weight 35.5%.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2013
T32161
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ardelia Betrik
"Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh place image dan perceived tourism impacts terhadap dukungan yang diberikan penduduk lokal pada pengembangan pariwisata dari sudut padang penduduk lokal. Sampel penelitian ini adalah individu yang berusia 17-55 tahun dan pernah atau sedang tinggal di Kota jakarta selama ≥ 10 tahun. Total responden yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 181 responden. Data diolah dengan menggunakan metode Structural Equation Modelling.. Hasil penelitian menunjukan bahwa residents' place image berpengaruh positif secara langsung terhadap residents' perceived tourism impacts dari segi ekonomi dan sociocultural, namun tidak berpengaruh positif secara langsung terhadap residents' perceived tourism impacts dari segi environmental. Selain itu, hanya residents' perceived tourism impacts dari segi sociocultural yang terbukti memediasi secara full hubungan antara residents' place image dan residents' support for tourism development.

This study is aimed to analyze the effect of residents' place image and perceived tourism impacts towards residents' support for tourism development. Data for this research were collected from respondent who has 17-55 years old and lived in Jakarta for ≥ 10 years. The number of respondents were 181 respondents. They were then analyzed using Structural Equation Modelling method. The results of this research shows that residents' place image has positive effect on residents' perceived tourism impacts (economic and sociocultural) but has no positive effect on residents' perceived tourism impacts (environmental. However, residents' place image are not shown to have a direct significant effect on resident support for tourism development meanwhile, residents' perceived tourism impacts (sociocultural) proved to mediate the relationship between residents' place image and resident support for tourism development.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2014
S59995
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Putra Dharmawan
"ABSTRAK
Skripsi ini membahas mengenai perkembangan pariwisata khususnya pariwisata
buatan di Kota Batu, Indonesia. Tuntutan internasional melihat bahwa semakin
berkembangnya pariwisata tentu tidak meninggalkan dampak negatif khususnya pada
alam dan kehidupan manusia. Skripsi ini memaparkan konsep pariwisata
keberlanjutan menjadi alternatif bagi industri-industri pariwisata untuk menjaga
kehidupan alam dan kehidupan manusia dari dampak pariwisata. Tentu, industri
pariwisata buatan tidak dapat bergerak sendiri menciptakan perkembangan menuju
pariwisata berkelanjutan, perlu adanya institusi lain yang terlibat. Selanjutnya, skripsi
ini melihat bagaimana peran institusi Pemerintah Daerah, institusi industri pariwisata
buatan, dan institusi masyarakat sekitar pariwisata buatan dalam mendukung
pariwisata buatan menuju pariwisata berkelanjutan. Hasil yang diperoleh bahwa
prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan masih belum diimplementasikan pada
masing-masing dimensi. Akhirnya pariwisata buatan di Kota Batu masih berupaya
menuju pariwisata berkelanjutan. Hasil lain yang diperoleh adalah kelekatan
kelembagaan yang terjadi masih lemah adanya diantara ketiga institusi, sehingga
perkembangan pariwisata buatan di Kota Batu masih berupaya menuju pariwisata
berkelanjutan.
ABSTRACT
This paper discusses about tourism development especially artificial tourism in Batu
City, Indonesia. International demands see that the tourism development certainly not
leave the negative impact, especially on the nature and human life. This paper
explains the concept of sustainability tourism for an alternative for tourism industries
to maintain the natural life and human life from the impacts of tourism. As personal
institution, the artificial tourism can not create the tourism development toward
sustainability tourism, and need for other institutions to involved. Furthermore, this
paper sees how embeddedness happens between the Local Government institutions,
artificial tourism industry, and local communities of artificial tourism to supporting of
artificial tourism towards sustainability tourism. The results of research is the
principles of sustainable tourism is still not implemented in dimension of
sustainability tourism. Finally, artificial tourism in City of Batu is still make efforts
for sustainable tourism Institutional embeddedness that happened are weak, so the
development of artificial tourism in Batu City still make efforts for sustainability
tourism."
2014
S61229
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Tasya Nabilla Adiansari
"Penelitian ini mendeskripsikan tentang gambaran keberlanjutan program pemberdayaan masyarakat berbasis community-based tourism di Desa Wisata Malasari dan hambatan yang dihadapi dalam keberlanjutan program. Penelitian dilaksanakan pada masa Pandemi Covid-19 tahun 2020 sampai 2021. Keberlanjutan program di Desa Wisata Malasari dipilih karena program pemberdayaan community-based tourism oleh JEEF telah selesai dan saat ini masyarakat melalui CV Pesona Malasari menjalankan keberlanjutan program secara mandiri, tetapi berdasarkan evaluasi oleh Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) ditemukan beberapa kondisi yang menghambat keberlanjutan program. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan metode pengambilan data melalui wawancara mendalam secara daring, studi literatur dan observasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah 13 orang yang dipilih melalui metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan kesesuaian mengenai kondisi yang menghambat keberlanjutan program berdasarkan hasil evaluasi dari TNGHS. Pembahasan dipaparkan melalui aspek keberlanjutan program yaitu pelaksanaan community-based tourism, manajemen CV Pesona Malasari dan pengembangan community-based tourism. Adapun dari ketiga aspek tersebut terdapat perbedaan dan hambatan dalam kondisi pemberdayaan masyarakat dan community-based tourism apabila dibandingkan dengan masa implementasi program. Pada masa keberlanjutan program, meskipun terdapat beberapa upaya yang mendukung keberlanjutan program, tetapi upaya-upaya tersebut dihadapkan dengan beberapa faktor penghambat. Sehingga, cakupan penerima manfaat dari pemberdayaan masyarakat melalui community-based menurun dan pelaksanaan kurang maksimal apabila dibandingkan dengan saat implementasi program.

This study describes the description of the sustainability of community-based tourism community empowerment program in Desa Wisata Malasari and the obstacles faced in the program sustainability. This research is conducted amidst the Covid-19 Pandemic in 2020 and 2021. The program sustainability at Desa Wisata Malasari was chosen because the community-based tourism empowerment program by JEEF has been completed and currently CV Pesona Malasari is running the program independently, but based on the evaluation by Gunung Halimun Salak National Park (TNGHS), several conditions were found that hindered the sustainability of the program. The approach used in this research is descriptive qualitative with data collection methods through in-depth online interviews, literature study and observation. Informants in this study consisted of 13 people who were selected through purposive sampling method. The discussion is presented through a description of the implementation of community-based tourism, the management of CV Pesona Malasari and the development of community-based tourism in the Malasari Tourism Village. As for these three aspects, there are differences and obstacles in the conditions of community empowerment and community-based tourism when compared to the program implementation period. During the program sustainability period, although there were several efforts that supported the sustainability of the program, these efforts were faced with several inhibiting factors. Thus, the coverage of beneficiaries from community empowerment through community-based decreased and the implementation was less than optimal when compared to the time of program implementation.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Raditya
"Pengetahuan tentang karakteristik permintaan pariwisata mancanegara diperlukan untuk perencanaan dan pengelolaan sektor pariwisata yang efisien khususnya di Indonesia di mana hampir sebagian besar industri sangat tergantung kepada pemerintah. Penelitian ini mempelajari hubungan antara determinan permintaan pariwisata dan jumlah kedatangan wisatawan mancanegara di Indonesia, serta respon pemerintah terhadap perubahan determinan dimaksud. Hasil penelitian menunjukan bahwa perubahan pendapatan negara asal wisatawan, nilai tukar mata uang, biaya perjalanan, dan kecenderungan periodic mempengaruhi jumlah kedatangan wisatawan mancanegara di Indonesia. Namun, permintaan wisatawan mancanegara hanya sensitif terhadap perubahan pada variable pendapatan. Lebih jauh, terdapat hubungan non linear antara pendapatan dan kedatangan wisatawan mancanegara di Indonesia. Pemerintah telah menyadari adanya pengaruh tersebut dan mengambil tindakan positif melalui instrument kebijakan anggaran. Implikasi dari penelitian ini akan berpengaruh terhadap prioritas program pemasaran pariwisata Indonesia.

The efficient planning and management of the tourism sector requires appropriate knowledge about the characteristics of inbound tourism demand, especially in Indonesia, where most industries are highly dependent on the government. This study examined the relationship between the determinants of inbound tourism demand and international visitor arrivals in Indonesia and the responses of the government to changes in the determinants. The findings show that changes in tourists rsquo origin country income, real exchange rates, travel costs, and the time trend affect international tourist arrivals in Indonesia. However, the inbound tourism demand in Indonesia is sensitive only to changes in the income variable. Moreover, the relationship between changes in income and tourist arrivals in Indonesia is not linear. The government has realized the impact of the changes of the determinants and responded positively through the instrument of budgeting policy. The implication of the findings will affect the budget allocation priority for the tourism marketing program.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2016
T47488
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Simon Hadi Bangun
"Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan model pariwisata berbasis masyarakat/community based tourism (CBT) untuk pengembangan kawasan pariwisata di Desa Semangat Gunung dan Daulu. Selain itu, penelitian mengkaji persepsi dan kebutuhan masyarakat, pengusaha, dan pemerintah terhadap perkembangan pariwisata di Desa Semangat Gunung dan Daulu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Perkembangan pariwisata yang terjadi, terdapat isu di masyarakat antara lain: pungutan liar setiap pos jalur lintas Daulu-Semangat Gunung, Pemblokadean jalur oleh oknum masyarakat, dan tingginya krisis kepercayaan yang berkembang di tengah-tengah masyarakat. Perkembangan pariwisata di analisis menggunakan analisis triangulasi data dari observasi dan wawancara yang dilakukan bersama perwakilan masyarakat, pengusaha, dan pemerintah. Data yang diperoleh di kodefikasi melalui lima dimensi model CBT dan empat tahapan pembangunan CBT dengan menggumpulkan tanggapan dan 18 partisipan mengenai pengalaman, persepsi dan kebutuhan mereka terhadap perkembangan pariwisata. Hasil analisis mengidentifikasi pariwisata di Desa Semangat Gunung dan Daulu memiliki peluang untuk dapat mengimplementasikan konsep CBT melalui dimensi ekonomi, sosial, dan budaya yang sudah berjalan. Pada dimensi lingkungan dan politik, indikator ini masih belum optimal dilaksanakan sehingga harus di evaluasi dan dikembangkan karena merupakan hal yang baru bagi kawasan tersebut dan pentingnya peran tenaga ahli yang profesional dan keputusan politik yang kuat di masyarakar untuk dapat mengimplementasikan setiap kebijakan. Pada tahap pembangunan pariwisata, hasil analisis menghasilkan masyarakat memiliki kesiapan untuk pariwisata, memiliki kemampuan dan persiapan komunitas, serta adanya kesiapan dan pengembangan organisasi yang dilakukan oleh masyarakat. Temuan ini menekankan perlunya peran pemerintah pusat untuk saling sinkronisasi dengan pemerintah daerah hingga desa untuk dapat saling merealisasikan kebijakan dan progam kerja.

This research aims to examine the application of the community-based tourism (CBT) model for developing tourism areas in the villages of Semangat Gunung and Daulu. In addition, the research examines the perceptions and needs of the community, entrepreneurs and government regarding tourism development in the villages of Semangat Gunung and Daulu. This study uses a qualitative method. The development of tourism that occurs, there are issues in the community, including: illegal levies at each post on the Daulu-Semangat Gunung route, blockades of the route by members of the community, and a high crisis of trust that is developing among the community. Tourism development was analyzed using triangulation analysis of data from observations and interviews conducted with representatives of the community, entrepreneurs and government. The data obtained was coded through the five dimensions of the CBT model and four stages of CBT development by collecting responses from 18 participants regarding their experiences, perceptions and needs for tourism development. The results of the analysis identify that tourism in the villages of Semangat Gunung and Daulu have the opportunity to implement the CBT concept through economic, social and cultural dimensions that are already underway. In the environmental and political dimensions, this indicator is still not optimally implemented so it must be evaluated and developed because it is something new for the region and the role of professional experts and strong political decisions in society is important to be able to implement each policy. At the tourism development stage, the results of the analysis produce that the community is ready for tourism, has community capabilities and preparation, as well as readiness and organizational development carried out by the community. These findings emphasize the need for the role of the central government to synchronize with regional and village governments to be able to mutually realize policies and work programs"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2024
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Farah Fairuz Luthfiyyah
"Community-Based Tourism (CBT) adalah bentuk pariwisata yang menempatkan penduduk sebagai pelaku utama dan fokus utama. Dalam konsep CBT, partisipasi penduduk menjadi sangat penting dalam rangka mencapai kesuksesan CBT yaitu menumbuhkan persepsi positif di masyarakat. Salah satu objek wisata yang menerapkan konsep CBT adalah Gunung Api Nglanggeran yang terletak di Desa Nglanggeran, Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh residents’ participation terhadap perceived benefits pada pengembangan pariwisata pedesaan. Penelitian ini dilakukan pada anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di kawasan wisata Gunung Api Nglanggeran yang terletak di Desa Nglanggeran, Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukan bahwa residents’ participation memiliki pengaruh terhadap perceived benefits pada pengembangan pariwisata pedesaan. Dalam partisipasi, hasil menunjukkan bahwa tingkat perencanaan masih lebih rendah daripada pelaksanaan. Selain itu, dalam penelitian ini terlihat bahwa masyarakat merasa pariwisata CBT memiliki manfaat yang paling besar pada aspek lingkungan namun kurang berdampak besar pada infrastruktur desa. Penelitian ini merekomendasikan agar Pokdarwis memperbaiki kegiatan perencanaan pengembangan desa wisata menjadi lebih baik lagi, bekerjasama dengan pemerintah setempat untuk memperbaiki infrastruktur, dan mempertahankan kebijakan dan kegiatan terkait pelestarian lingkungan

Community-Based Tourism (CBT) is a form of tourism that places residents as the main actors and main focus. In the CBT concept, residents' participation is very important to achieve CBT's main goal, which is fostering a positive perception in society. One of the tourist objects that applies the CBT concept is Nglanggeran Volcano which is located in Nglanggeran Village, Yogyakarta. This study was conducted to analyze the effect of residents' participation on perceived benefits in rural tourism development. This research was conducted on Tourism Awareness Group (Pokdarwis) representatives in the Nglanggeran Volcano tourist area, located in Nglanggeran Village, Yogyakarta. The results of the study show that residents' participation influences perceived benefits in rural tourism development. In terms of participation, the results show that the level of planning is still lower than implementation. Besides, in this study, it appears that the community feels that CBT tourism has the greatest benefit in the environmental aspect but has less impact on village infrastructure. This research recommends that Pokdarwis improve planning activities for tourism village development to be even better, cooperate with the local government to improve infrastructure and maintain policies and activities related to environmental conservation."
Depok: Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"Government has specified tourism as alternative resource, beside oil and gas in the Five-year Development Plan. This condition will influence other sectors that related to tourism, such as hotel, restaurant and other supporting infrastructure(transportation and communication) In the other hand, a problem has emerged as to how to develop and to promote the tourism sector. In this thesis, the writer showed us diamond concept from Michael E. Porter to answer that question. Marketing mix also explained to enrich the discussion."
JUKIN 5:2 (2010)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>