Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 117926 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Simanjuntak, Ravy Alessandro
"Studi ini mengevaluasi emisi neutrino dari anihilasi pasangan elektron-positron dalam plasma bintang di seluruh rezim termodinamika, dengan fokus khusus pada wilayah relativistik non-degenerat (RND) di mana laju reaksi dan laju kehilangan energi memiliki nilai tertinggi akibat kelimpahan pasangan termal elektron dan positron serta minimnya efek degenerasi. Prediksi Model Standar (SM) untuk laju reaksi, laju kehilangan energi, dan momen spektral ditetapkan sebagai acuan yang andal. Analisis kemudian diperluas melampaui SM. Pertama, dilakukan perluasan minimal dengan memasukkan sifat elektromagnetik generik neutrino. Efek-efek ini hanya menyebabkan deviasi marginal dari SM, bahkan pada batas eksperimental saat ini. Sebaliknya, dampak signifikan muncul dalam perluasan U(1)B−L dengan mediator boson Z′. Untuk massa Z′ yang berat (≳ 4,5TeV), observabel hampir tidak berubah dibandingkan SM. Namun, boson Z′ ringan (10MeV−1GeV) menghasilkan deviasi yang cukup signifikan dalam laju emisi neutrino dan sifat spektralnya, terutama untuk massa Z′ 10MeV. Hasil ini menekankan potensi Z′ dalam mengubah sinyal neutrino bintang, sekaligus mengukuhkan SM sebagai titik acuan yang kuat dan menunjukkan bahwa interaksi di luar SM yang halus sekalipun dapat meninggalkan jejak yang teramati dalam lingkungan astrofisika.

This study evaluates neutrino emission from electron-positron pair annihilation in stellar plasma across all thermodynamic regimes, with particular focus on the relativistic, non degenerate (RND) region where reaction and energy loss rates are maximized due to abundant thermal electron and positron pairs and minimal degeneracy. Standard Model (SM) predictions for reaction rate, energy loss rate, and spectral moments are established as reliable baselines. The analysis is then extended beyond the SM. First, a minimal extension incorporating generic neutrino electromagnetic properties is considered. These lead to only marginal deviations from the SM, even at current experimental limits. In contrast, significant effects arise in a U(1)B−L extension with a Z′ boson mediator. While heavy Z′ masses (≳ 4.5TeV) leave observables largely unchanged, non-heavy Z′ bosons (10MeV−1GeV) produce increasingly noticeable shifts in neutrino emission rates and spectral properties, particularly for light Z′ masses 10MeV. These results underscore the potential of Z′ to alter stellar neutrino signatures, reinforcing the SM as a robust reference point while revealing how even subtle BSM interactions can leave observable imprints in extreme astrophysical."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Saipudin
"Hamburan neutrino dengan materi bintang quark melalui interaksi lemah arus ne- tral telah dipelajari. Untuk menjelaskan keadaan materi quark, digunakan model bag MIT. Struktur bintang quark dapat dipelajari dengan memasukkan persamaan keadaan bintang quark kedalam persamaan TOV. Dalam tulisan ini kami mempela- jari penampang lintang differensial dan lintasan bebas rata-rata neutrino. Perhitun- gan dilakukan menggunakan dua metode; Pertama dengan memperhatikan hambu- ran N-body sebagai N kali hamburan dua partikel, Kedua dengan memperlakukan efek banyak benda dengan baik dalam hamburan N-body. Kedua pendekatan dipela- jari dan dibandingkan pada kasus temperatur nol. Untuk pendekatan pertama, interaksi didominasi oleh quark down, sedangkan untuk pendekatan kedua quark down dan quark strange memberikan kontribusi yang sama. Lintasan bebas rata- rata neutrino menurun dengan meningkatnya kerapatan, temperatur dan energi awal neutrino. Untuk kasus temperatur berhingga, terdapat beberapa faktor yang perlu diperhatikan, seperti; faktor retardasi, Pauli blocking dan detailed balancing. Pauli blocking dan detailed balancing secara signifikan mengurangi nilai lintasan bebas rata-rata neutrino. Sedangkan faktor retardasi menunjukkan sifat yang tidak biasa dari lintasan bebas rata-rata neutrino-quark strange. Selain itu, efek penangkapan neutrino secara signifikan menyebabkan fraksi elektron meningkat. Kontribusi elek- tron menurunkan lintasan bebas rata-rata neutrino. Lebih lanjut, lintasan bebas rata-rata neutrino dari pusat bintang quark hingga ke permukaan bintang semakin meningkat.

The scattering of neutrino with quark star matter through neutral current weak interaction is studied. To describe the quark matter state, MIT bag model is used. The quark star structures can be studied by inserted the quark star equation of state into TOV equation. Here we study the neutrino differential cross section and mean free path. The calculation is performed by using two method; First by considering N-body scattering as N times two body scattering, Second by treating the many body effect properly in N-body scattering. Both approach are compared and studied for the case zero temperature, where we have found that for the first approach, interaction are dominated by the one from down quark, while the second approach the down and strange quarks provide similar contribution. Neutrino mean free path decreases with increasing density, temperature and initial energy neutrino. For finite temperatur case are several factors should be considered, i.e, retardation, Pauli blocking and detailed balancing factors. Pauli blocking and detailed balancing significantly reduce the value of the neutrino mean free path. While the retardation factor indicates unusual behavior of neutrino-strange quark mean free path. In addition, the effect of neutrino trapping is significantly increased the fraction of electrons. Contribution of electrons reduces the value neutrino matter mean free path. Therefore, the neutrino mean free path from the center of quark star to the stellar surface increases."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2012
S45066
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Listiana Satiawati
"Telah dihitung polarisasi, penampang lintang diferensial dan jalan bebas rata-rata pada interaksi neutrino-gas elektron dengan mempertimbangkan faktor bentuk elektromagnetik neutrino, untuk temperahu' berhingga. Faktor- faktor yang dipertimbangkan pada perhitungan adalah retardasi, detail balans dan Pauli bloking serta anti partikel.
Efek banyak benda masuk dalam perhitungan polarisasi melalui pendekatan korelasi fase random ( random phase approximation ) dan massa foton efktif. Hasil yang didapat digunakan untuk mempelajari interaksi neutrino dengan materi pada atmosfir Supernova.
Hasil penelitian ini menunjukkan seberapa besar pengaruh faktor-faktor temperatur, kerapatan elektron, momen dipol neutrino, jari-jari muatan neutrino, korelasi random phase approximation, massa foton efektif dan koreksi relativitas umum pada jalan bebas rata-rata neutrino pada atmosfir supernova.

The polarizations, differential cross section and mean free path of neutrino-electron gas interaction have been calculated by taking into account the neutrino electromagnetic form factor, for finite temperature. 'The retarded, detailed balance, Pauli blocking and anti-particle factors have been also taken into account in the calculations.
Many~body effects enter into polarizations calculations through random phase approximation correlation and photon effective mass. The results are used to study the interaction of neutrino with matter in supernova atmosphere.
It has also shown how large the influence of temperature, electron density, neutrino moment dipole, neutrino charge radius, random phase approximation correlation, photon effective mass and general relativity correction in mean free path at supernova atmosphere.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2011
T32894
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Scheck, Florian
Amsterdam: North-Holland, 1983
539.72 SCH l
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Listiana Satiawati
"The differential cross-section of neutrino interaction with dense and warm electron gasses has been calculated by taking into account the neutrino electromagnetic form factors. The significant effect of electromagnetic properties of neutrino can be found if the neutrino dipole moment, μν, is ≥5.10-9 μB and neutrino charge radius, Rv, is ≥5.10-6MeV-1. The importance of the retarded correction, detailed balance and Pauli blocking factors is shown and analyzed. Many-body effects on the target matter which are included via random phase approximation (RPA) correlation as well as photon effective mass are also investigated. "
Universitas Indonesia, 2011
J-Pdf
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Anto Sulaksono
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 1992
S27962
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yunidar
"Mekanisme plasma yang dibangkitkan oleh Laser Nd-YAG pada sampel padat pada tekanan udara di bawah 1 Torr akan dilakukan. Dalam hal menganalisis sifat-sifat plasma ini akan dilakukan perbandingan dengan karakteristik plasma pada tekanan udara di atas 1 Torr. Eksperimen sementara menunjukkan bahwa sifat-sifat plasma pada tekanan di bawah 1 Torr mempunyai mekanisme yang lain dengan plasma pada tekanan tinggi. Plasma pada tekanan udara di bawah 1 Torr dapat diprediksi karena proses tumbukan sangat cepat sebaliknya pada tekanan tinggi karena proses gelombang kejut (shock wave). Eksperimen menunjukkan bahwa plasma pada tekanan udara 0,5 Ton mempunyai slop posisi fungsi waktu mendekati satu dan mempunyai cacah latar (background) yang rendah."
2000
T10325
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"L'opera si propone di introdurre i principi fondamentali della Fisica del Plasma, disciplina che trova applicazione sia nel campo del'energetica (Fusione Termonucleare Controllata), sia dell'Astrofisica (oltre il 90% della materia dell'Universo è sotto forma di plasma). Dopo un capitolo introduttivo, vengono discussi i possibili schemi di descrizione teorica dei plasmi. La parte centrale è dedicata alla discussione della magnetoidrodinamica, con particolare riguardo alla teoria delle onde e delle instabilità. Vengono infine trattati i problemi della riconnessione magnetica e delle onde d'urto nei plasmi. Per ogni argomento trattato vengono illustrate delle applicazioni di carattere astrofisico. I calcoli vengono sempre svolti esplicitamente in modo da permettere allo studente una piena comprensione delle relative tecniche. Una serie di esercizi permette inoltre la verifica delle competenze acquisite. "
Milan: Springer, 2012
e20426645
eBooks  Universitas Indonesia Library
cover
Santy Pudjianto
"Manifestasi klinis demam berdarah Dengue (DBD) adalah kebocoran plasma dan trombositopenia. Salah satu teori penyebab kedua hal tersebut adalah kadar trombin yang meningkat akibat aktivasi koagulasi. Kadar trombin dapat diwakili oleh kadar F1.2. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kadar F1.2 dengan kebocoran plasma dan trombositopenia pada infeksi Dengue. Desain penelitian ini adalah potong lintang, mengggunakan plasma EDTA dari pasien terinfeksi virus Dengue. Subyek penelitian adalah 10 subyek dengan kebocoran plasma dan 10 subyek tanpa kebocoran plasma pada infeksi Dengue, 6 sampel berpasangan untuk perbandingan fase kritis dan fase konvalesen, 26 sampel untuk uji korelasi antara kadar F1.2 dengan jumlah trombosit.
Hasil penelitian menunjukkan kadar F1.2 pada pasien terinfeksi virus Dengue dengan kebocoran plasma (rerata ± 2SD) 147,4 ± 105,82 pg/mL lebih tinggi secara bermakna dibanding tanpa kebocoran plasma 51,3 ±39,92 pg/mL. Kadar F1.2 pada fase kritis dengan median 186,3 (108,6-223,2) pg/mL lebih tinggi secara bermakna dibanding fase konvalesen 46,5(27,4-51,9) pg/mL. Terdapat korelasi negatif yang bermakna dengan kekuatan sedang antara kadar F1.2 dengan jumlah trombosit, nilai r = - 0,609. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa terdapat peningkatan aktivasi koagulasi yang ditunjukkan dengan peningkatan kadar F1.2 pada fase kritis, berkaitan dengan kebocoran plasma dan trombositopenia pada pasien terinfeksi virus Dengue.

Clinical manifestations of Dengue haemorrhagic fever are plasma leakage and thrombocypenia. Both manifestations are thought to be caused by an increased thrombin level due to activation of coagulation. The aim of this study was to look for any association between F1.2 level and plasma leakage and also between F1.2 level and thrombocytopenia in Dengue infected patients. The study design was cross sectional. This study used EDTA plasma from patients infected with Dengue virus. The thrombin level was represented by the prothrombin fragment 1.2 (F1.2) level. Twenty subjects were enrolled in this study, consisted of 10 subjects with plasma leakage and 10 without plasma leakage, 6 pair samples in critical phase and convalescent phase, 26 samples for correlation test between F1.2 level and platelet count. In this study, it was found that the F1.2 level in patients with plasma leakage (mean ± 2 SD) 147.4 ± 105.82 pg/mL was significantly higher compared to patients without plasma leakage 51.3 ±39.92 pg/mL, and the F1.2 level in critical phase had a median of 186.3 (108.6-223.2) pg/mL which was significantly higher compared to convalescent phase 46.5(27.4-51.9) pg/mL. Also there was a significant negative correlation with moderate degree of relationship between F1.2 level and the thrombocyte count, r = - 0.609.
The results of the study demonstrated that there was increased coagulation activation at critical phase in patients infected with Dengue virus, as shown by F1.2 as indicator, associated with plasma leakage and thrombocytopenia.
"
Depok: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2013
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Amsterdam: North-Holland, 1978
530.14 GAU (1) ;530.14 GAU (2)
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>